Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Jurnal Geografi

Analisis Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri Di Kota Pematangsiantar Rosni Rosni; Ratih Puspita
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 1 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i1.7292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri Di Kota Pematangsiantar.Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri di Kota Pematangsiantar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru geografi kelas X sebanyak 12 guru dan 5 wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket dan observasi.Selanjutnya analisis data yang digunakan adalah tekhnik analisa deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan (1) Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada mata pelajaran Geografi kelas X termasuk dalam kategori baik (71, 12%). (2) Faktor pendukung dalam pelaksanaan KTSP antara lain : Perencanaan ,meliputi Pelatihan (65%), Pengkajian (65%), Prota(100%), program semester (100%), program mingguan dan harian (85%), Modul (75%), program pengembangan diri (55%), Pengorganisasian meliputi pengembangan silabus (90%), RPP (100%), mendayagunakan kondisi sekolah (65%) penyampaian materi (80%), orientasi pembelajaran (85%), variasi mengajar (70%), sumber pembelajaran (95%). Pelaksanaan KBM meliputi Pre test (80%), penilaian kognitif (75%), aspek afektif (80%), psikomotorik (70%), penguasaan penilaian (75%), post test (80%): Penilaian hasil belajar, meliputi ulangan harian (80%), pembuatan soal (25%), ulangan umum (70%), penilaian portofolio (60%), dan  Pelaporan meliputi laporan guru, pelaporan hasil belajar siswa (90%), guru bekerjasama dengan orangtua (60%), membantu kepala Sekolah (55%), diskusi dan evaluasi (60%). Faktor penghambat dalam pelaksanaan (KTSP) pada mata pelajaran geografi kelas X di Kota Pematangsiantar pada indikator penggorganisasian yakni penggunaan alokasi waktu (50%) dan sarana pembelajaran (50%) dan indikator evaluasi berupa penilaian kelas (25%).Kata Kunci: Pelaksanaan KTSP, mata pelajaran Geografi
PEMAHAMAN NILAI ANAK DAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA BAGI KELUARGA MANDAILING DI KELURAHAN SIDANGKAL KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN SELATAN KOTA PADANGSIDIMPUAN Muhammad Arif; Rosni Rosni
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i1.5325

Abstract

Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui pemahaman nilai anak dalam ProgramKeluarga Berencana bagi Keluarga Mandailing. Populasinya berjumlah 123 KepalaKeluarga (KK) dan sampel diambil secara acak sebanyak 18 KK. Teknik pengumpulan datayang dilakukan dengan komunikasi langsung (wawancara) terhadap responden daninforman kunci. Data dianalisis dan diinterpretasi secara kualitatif dalam bentukdeskriptif.Hasil penelitan menunjukkan bahwa (1) Masyarakat (pasangan suami/isteri)Mandailing memahami bahwa anak laki-laki memiliki nilai lebih jika dibandingkan dengananak perempuan. Pemahaman ini dipengaruhi faktor bahwa marga bagi suku Mandailingakan diteruskan oleh anak laki-laki; anak laki-laki penerus marga. (2) Masyarakat (pasangansuami/isteri) suku Mandailing memahami bahwa Program Keluarga Berencana bukansebagai program untuk membatasi jumlah anak, tetapi sebagai program untukmenjarangkan jarak kelahiran anak, sekaligus sebagai usaha untuk mewujudkan keluargakecil bahagia dan sejahtera.Kata kunci: Nilai anak dan program KB bagi keluaarga.
THE ANALYSIS OF THE IMPACT OF WORKING-AGE POPULATION ON INDONESIAN LABOUR Muhammad Arif; Rosni Rosni; Zukya Rona Islami; M Taufik Rahmadi
JURNAL GEOGRAFI Vol 13, No 1 (2021): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v13i1.21145

Abstract

The population is a very interesting object of study. It is because human is the main actor in economic activity, especially in terms of the labor force. The population as a workforce is one aspect of the factors of production that will contribute to the economic growth in a particular region. If the working-age population and non-working age population is well facilitated, including the enactment of government policies regarding improving their productivity, the population growth would benefit the regional economy. Indonesia is a country with a large population so that it potentially has a large workforce for economic development. Therefore, this research aims to examine the effect of the working-age population on the labor force in Indonesia. To achieve this goal, this research uses a literature review method. The data used in this study is secondary data obtained from BPS and BAPPENAS publications, books, and research articles. The discussion in this paper describes the development of the productive age population, employment issues in Indonesia, and the effect of the working-age population on employment in Indonesia. in conclusion, the high number of populations of productive age (demographic bonus) does not immediately occur. The working-age population greatly influences the workforce in Indonesia. The researchers hope that this article can be a reference for similar research in the future.Keywords: analysis, population, working-age, employment, IndonesiaPermasalahan kependudukan sangat menarik untuk dikaji dan dianalisis. Hal ini dikarenakan penduduk khususnya manusia merupakan pelaku utama dalam kegiatan ekonomi termasuk dalam hal ketenagakerjaan. Penduduk sebagai tenaga kerja merupakan salah satu variabel dalam faktor produksi yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Bila komposisi penduduk usia produktif dan yang belum produktif dipfasilitasi dengan baik, termasuk adanya kebijakan pemerintah yang menfokuskan pada kemajuan produktivitas mereka, maka pertumbuhan penduduk dengan komposisi yang demikian akan menguntungkan perekonomian daerah tersebut. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang banyak sehinnga berpotensi memiliki tenaga kerja yang banyak untuk kemajuan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian iin bertujian untuk menalaah pengaruh jumlah penduduk usia produktif terhadap kondisi ketenagakerjaan di Indonesia.  Agar tujuan peneliti tercapai, peneliti menggunakan metode kajian pustaka. Data yang digunkan adalah data sekunder yang diperoleh dari publikasi BPS, BAPPENAS, buku serta artikel penelitian yang relevan dengan tema kajian penelitian. Pembahasan pada tulisan ini memaparkan mengenai perkembangan penduduk usia produktif, problematika ketenagakerjaan di Indonesia, serta pengaruh penduduk usia produktif terhadap ketenagakerjaan di Indonesia. Beberapa hal yang dapat disimpulkan yaitu, Jumlah penduduk usia produktif yang tinggi (bonus demografi) tidak langsung terjadi, Jumlah penduduk usia produktif sangat berpengaruh pada ketengakerjaan di Indonesia. Penulis berharap artikel ini dapat menjadi referensi bagi penelitian sejenis. Kata kunci: analisis, penduduk, usia produktif, ketenagakerjaan, Indonesia
Pelatihan Penyusunan RPP IPS Kurikulum 2013 Bagi Guru IPS SMP di Kabupaten Serdang Bedagai Tumiar Sidauruk; Elfayetty Elfayetty; Rosni Rosni; Nurjannah Nurjannah; Ali Nurman; Meilinda Suriani Harefa
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 2 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i2.8158

Abstract

Hasil identifikasi pada tahun 2012 tentang kesiapan guru memenuhi 25 dokumen yang dibutuhkan dalam penilaian kinerja guru pada berbagai kegiatan pembinaan guru yang telah dipaparkan dimuka diperoleh, bahwa umumnya guru belum menyusun silabus dan RPP sendiri, dokumen yang ada adalah hasil perumusan di MGMP dan atau mengadopsi langsung model silabus dan RPP yang diterbitkan oleh PUSKUR.  Hal ini memerlukan pendampingan untuk membantu kesiapan guru dalam menyusun silabus, pembuatan RPP IPS kurikulum 2013 dan perbaikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan Model Pembelajaran Saintifik, untuk itu diadakanlah pelatihan kepada guru-guru  IPS SMP dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan SMP di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Kegiatan pokok yang dilakukan pada kegiatan pelatihan penyusunan RPP IPS Kurikulum 2013 bagi guru IPS SMP di Kabupaten Serdang Bedagai ada 4 (empat) yaitu: (1) diawali dengan penjajakan dan kesepakatan mekanisme pendampingan yang dilakukan kepada Guru IPS SMP yang dikoordinasikan dengan pihak Kepala dan Staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serdang Bedagai, (2) kegiatan membuat perencanaan  penyusunan RPP IPS Kurikulum 2013 pada pelajaran IPS di SMP, (3) kegiatan praktek perbaikan RPP IPS Kurikulum 2013 pada pelajaran IPS di SMP dan (4) kegiatan pengukuran efektifitas pendampingan.Hasil yang dicapai pada kegiatan ini terdiri dari: (1) pelaksanaan action plan pendampingan, pelaksanaan pre test (2) Diperolehnya laporan dan evaluasi serta refleksi melalui metode inovasi penyusunan RPP IPS SMP Kurikulum 2013 dan workshop (3) Diperolehnya laporan dan evaluasi serta refleksi melalui metode lesson study (4) Diperolehnya laporan akhir kegiatan yang didukung oleh metode wawancara, Observsi dan post tes yang merupakan proses dari kegiatan pengukuran efektifitas pendampingan.Kata Kunci :     Kurikulum 2013, SMP, Ilmu Pengetahuan Sosial, RPP dan pengabdian kepada masyarakat
PENURUNAN KUALITAS EKOSISTEM MANGROVE HUBUNGANNYA DENGAN PENDAPATAN MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN SECANGGANG KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA Rosni Rosni
JURNAL GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2009): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v1i1.6359

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan keragaman jenistangkapan nelayan, perbedaan pendapatan nelayan, perbedaan kesempatankerja dan berusaha nelayan sebelum dengan sesudah terjadinya kerusakanekosistem mangrove di Kecamatan Secanggang. Metode penelitian yangdigunakan adalah deskriptif kuantitatif. Dari 7 desa pantai di KecamatanSecanggang diambil sampel secara purposive proporsional yakni dua desa(Kwala Besar dan Jaring Halus) yang memiliki 750 KK, kemudian diambilresponden sebanyak 10% (75 KK) yang bermata pencaharian sebagainelayan penangkapan ikan 39 KK, budi daya ikan 26 KK, dan 10 KK sebagaiwiraswasta.Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yangsignifikan antara keragaman jenis hasil tangkapan nelayan sebelum dengansesudah terjadinya kerusakan mangrove. Beberapa jenis ikan yang dahulunyasering tertangkap, namun pada saat ini sudah tidak pernah atau sangatjarang tertangkap lagi, diantaranya adalah ikan bawal, kepiting, kerapu,udang kapur, udang tiger, kakap, pari, senangin, cumi-cumi, dan kembung.Secara umum semua jenis biota laut mengalami penurunan frekuensitangkapan. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatanrumah tangga nelayan sebelum dengan sesudah terjadinya kerusakanekosistem mangrove. Terjadi penurunan jumlah hasil tangkapan nelayansebesar Rp. 667.462,- atau 33,89% dari total pendapatan keluarga.Penurunan pendapatan ini puncaknya terjadi sekitar 5 tahun terakhir.Penurunan tertinggi terjadi pada kelompok masyarakat nelayan yangbermata pencaharian sebagai nelayan pembudidaya ikan yakni sebesar41,12%, pengumpul kayu (38,38%), pedagang (33,56%), dan nelayanpenangkap ikan (33,54%). (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antarakesempatan bekerja dan berusaha sebelum dengan sesudah terjadinyakerusakan ekosistem mangrove, dimana 40,0% masyarakat menyatakan agaksulit bekerja dan berusaha di sektor perikanan, dan bahkan 46,7%masyarakat menyatakan sulit bekerja dan berusaha, hanya 2,7% yangmenyatakan mudah, agak mudah 4,0%, dan biasa saja 6,7%.Kata kunci: Penurunan kualitas ekosistem mangrove dan pendapatan nelayan
Pemanfaatan dan Pengelolaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) Sebagai Strategi Pengembangan Kewirausahaan Muhammad Arif; Rosni Rosni
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 1 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i1.8632

Abstract

AbstrakPerguruan Tinggi (PT) dengan berbagai aspek yang berhubungan dengan kekayaan intelektual yang dimiliki oleh setiap dosennya merupakan aset yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi pembangunan nasional dan daerah. Aset ini dapat dilihat berdasarkan hasil-hasil penelitian, temuan (invensi), rekayasa, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan para dosen. Penghargaan terhadap hasil-hasil tersebut haruslah diimplementasikan oleh dosen yang bersangkutan, bukan menunggu atau mengharapkan orang lain yang menghargainya. Berbagai isu tentang hak kekayaan intelektual menjadi tujuan utama dari tulisan ini. Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) atau Intelectual Property Rights (IPR) pada saat ini telah mendapat perlindungan dari pemerintah. Menghargai kekayaan intelektual diri sendiri berarti menghargai karya sendiri sekaligus menghindari konflik kepemilikan karya tersebut pada masa yang akan datang. Menghargai karya diri sendiri merupakan indikasi  sikap mental wirausaha dari individu yang bersangkutan. Disamping itu, pemikiran ini juga sudah selayaknya menjadi perhatian, pemikiran dan dilaksanakan oleh seluruh insan perguruan tinggi, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas perguruan tingginya dalam mengemban Tri Dharma PT. Oleh karena itu, pengelolaannya di PT yakni dengan membentuk Sentra KHI di Perguruan Tinggi. Kata Kunci: Kekayaan intelektual untuk pengembangan kewirausahaan.
ANALISIS KONDISI SARANA DAN PRASARANA PASAR TRADISIONAL KAMPUNG LALANG DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL KOTA MEDAN Rosni Rosni; Muhammad Arif; Herdi Herdi
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i2.5775

Abstract

Penelitian ini bertujuan(1) untuk mengetahui kondisi sarana pasar tradisionalKampung Lalang dan (2) untuk mengetahui kondisi prasarana pasar tradisionalKampung Lalang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studidokumenter, dan wawancara terhadap responden dan informan kunci. Data dianalisisdan diinterpretasi secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitan menunjukkan bahwa (1) kondisi sarana pasar tradisional KampungLalang yakni: tempat sampah, area bongkar muat tersedia memadai masing-masingmemperoleh skor 70 sehingga tergolong pada kategori baik, sarana transfortasi tersediadengan skor 100 kategorinya baik. Sedangkan kantor pengelola, toilet umum, drainase,tempat ibadah, kios, dan los tersedia namun belum memadai dan memperoleh skormasing-masing 55 tergolong pada kategori sedang. Sarana areal parkir ada tersediatetapi pada kategori buruk, kemudian hidrant/air pemadam kebakaran dan poskeamanan tidak tersedia maka tergolong pada kategori buruk; (2) kondisi prasaranapasar Kampung Lalang yakni akses jalan dan air bersih tersedia memadai masingmasingmemperoleh skor 80 tergolong pada kategori baik, dan jaringan listrik tersediamemadai memperoleh skor 90 tergolong pada kategori baik. Sedangkan prasaranapelayanan kesehatan tidak tersedia sehingga tergolong kedalam kategori buruk.Kondisi sarana dan sarana pasar ini belum sesuai dengan ketetapan dan peraturanMenteri Dalam Negeri Republik Indonesia No 20 tahun 2012, tentang Pengelolaan danPemberdayaan Pasar tradisional, karena beberapa indikator sarana dan prasarana pasaryang ada belum berfungsi sebagaimana peruntukannya. Pasar ini tergolong pada pasarKelas II, pasar yang bangunannya terdiri dari semi permanen dan mempunyai fasilitasyang belum memadai (Peraturan Kota Madya Tingkat II Medan No.31 Tahun 1993),namun dalam aktifitas pasarnya sudah membuat berlansungnya aktifitas ekonomi dansosial masyarakat.Kata kunci: Sarana dan prasarana, pasar tradisional
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN DI DESA DAHARI SELEBAR KECAMATAN TALAWI KABUPATEN BATUBARA Rosni Rosni
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 1 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i1.6038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan di Desa Dahari Selebar Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara. Penelitian ini dilakukan di Desa Dahari Selebar Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat nelayan yang ada di Desa Daari Selebar Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara yang berjumlah 443 KK. Sampel dalam penelitian ini adalah 15% dari jumlah populasi nelayan yaitu 66 KK. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah daftar wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan yaitu 42 responden (63,63%) tergolong dalam prasejahtera, 21 responden (31,81%) tergolong dalam sejahtera I, dan 3 responden (4,56%) tergolong dalam sejahtera II. Jika dikaitkan dengan Upah Minimum Kabupaten Batubara tahun 2016 yaitu sebesar Rp.2.313.625 maka seluruh responden masuk dalam kategori miskin, masyarakat prasejahtera pendapatannya Rp 897.000, masyarakat sejahtera I Rp 1.149.000, dan masyarakat sejahtera II Rp 1.470.000.Kata kunci: tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan
Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) Berbasis Project Pada Mata Kuliah Evaluasi Hasil Belajar Geografi TA 2017/2018 Mona Adria Wirda; Rosni Rosni; Nurmala Berutu; Riki Rahmad
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i2.10443

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) berbasis project pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Geografi dengan menggunakan model ADDIE. Selain itu, juga bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah evaluasi hasil belajar geografi TA 2017/2018, dan (2) mendeskripsikan respon mahasiswa TA 2017/2018 terhadap LKM yang telah dikembangkan. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, tes dan lembar v­alidasi. Angket digunakan untuk mengumpulkan data respon mahasiswa terhadap penggunaan LKM di kelas A Reguler TA 2016/2017, tes digunakan untuk menilai hasil belajar mahasiswa melalui penggunaan LKS berbasis project, dan lembar validasi untuk mengukur kelayakan LKM yang dikembangkan. Validasi LKM dilakukan oleh 2 orang validator materi dan media. Indikator penilaian kelayakan LKM berupa kelayakan isi atau materi, kebahasaan, kegrafisan dan penyajian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) LKM berbasis project sangat layak digunakan (2) hasil belajar mahasiswa kelas A Reguler TA 2017/2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan dari ketiga nilai pre-test, mid semester dan post-test, namun hasil belajar secara keseluruhan masih perlu ditingkatkan dimana dari 26 mahasiswa, hanya 15 mahasiswa yang mendapat nilai di atas KKM, (3) respon mahasiswa terhadap LKM berbasis project cukup baik. Kata kunci : Pengembangan, LKM, ADDIE, Project The purpose of this study was to develop student worksheets (MFIs) in order to evaluate project-based Geography Learning using the ADDIE development model in the academic year 2017/2018. In addition, it also aims to: (1) improve student learning outcomes in the course of evaluating geography learning outcomes in Regular Class A 2017/2018 school year, and (2) describe students' responses to the developed student worksheets. Data collection was carried out with questionnaires, tests and validation sheets. The questionnaire is used to assess the student responses to the use of the worksheet, the test is used to assess student learning outcomes through the use of project-based worksheets, and validation sheets for feasibility of project-based student worksheets. Assessment of the feasibility of student worksheets is carried out by 2 material and media validators. Indicators evaluate the appropriateness of student worksheets in the form of content or material feasibility, linguistics, graphics and presentations. Data analysis was carried out in a qualitative descriptive manner. The results showed that (1) project-based student worksheets were very feasible to use %, (2) the learning outcomes of Regular Class A students in the academic year 2017/2018 had increased compared to the pre-test, semester semesters and post-test , but still not significant, where out of 26 students, only 15 students scored more than 80 Minimum Completeness Criteria - KKM, (3) student responses to project-based student worksheets were good.Key words: Development, LKM, ADDIE, Project
Manajemen Bencana Alam Hubungan dengan Kepuasan Publik di Daerah Bencana (Studi Didaerah Bencana di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara) Muhammad Arif; Rosni Rosni
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 2 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i2.7364

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan manajemen bencana alam dengan kepuasan publik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dan mendeskripsikan komitmen pemerintah lokal (Provinsi dan Kabupaten) terhadap implementasi manajemen bencana alam di Kabupaten Madina. Penelitian dilaksanakan dengan metode survey dengan pendekatan kombinasi dari kuantitaf dan kualitatif, untuk mendapatkan gambaran secara objektif tentang manajemen bencana alam dalam persepsi responden. Kemudian untuk mendapatkan informasi kualitatif data diambil dari beberapa informan kunci sebanyak 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha atau upaya yang masuk dalam proses manajemen bencana alam antara lain: (1) Pencegahan, (2) Mitigasi Bencana Alam, (3) Kesiapan Menangani Bencana Alam, (4) Tanggap Darurat, dan (5) Pemulihan, menurut persepsi responden masih pada kategori rendah dan komitmen pemerintah terhadap kelima upaya tersebut menurut responden masih sangat kurang/buruk keadaannya di lapangan. Usaha yang meyangkut proses kepuasan publik yaitu (1) Transparansi Pelayanan, (2) Keadilan Dalam Pelayanan, (3) Waktu dan Biaya, (4) Pemenuhan Hak Pengguna Layanan, dan (5) Sikap Pelayanan, menurut persepsi responden juga masih pada kategori rendah dan komitmen pemerintah terhadap kelima upaya tersebut menurut responden juga masih sangat kurang/buruk implementasinya di lapangan. Hipotesa dapat diterima dimana ada hubungan yang positif dan signifikan antara Manajemen Bencana Alam dengan Kepuasan Publik, dengan nilai r hitung> r tabel (0,367 > 0,220) pada taraf signifikan 95%. Kemudian, dengan harga koefisien determinan (D) = 13,49, berarti ada pengaruh Manajemen Bencana Alam terhadap Kepuasan Publik yaitu sebesar 13,49%, selebihnya 86,51% masih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang belum diperhitungkan dalam penelitian ini.Kata Kunci: Manajemen bencana dan kepuasan publik di daerah bencana