Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelestarian Ragam Hias Aceh Berbasis Digitalisasi Visual (Studi Kasus: Masjid Teungku di Pucok Krueng) Muhammad Ghifari; Niko Andeska; Fauziana Izzati
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i2.11882

Abstract

Masjid  Teungku di Pucok Krueng dibangun oleh Syekh Abdus Salim pada tahun 1622 M. Dinding kayu masjid yang dipenuhi oleh berbagai ornamen khas Aceh yang diterapkan pada beberapa bagian di bangunannya seperti pada bagian dinding masjid, bagian atap masjid, dan lain lain di tambahkan pada bangunan masjid pada tahun 1990 atas inisiatif Muskala Kanwil Depdikbud Propinsi Daerah Istimewa Aceh ketika melakukan renovasi masjid, selain itu juga terdapat kaligrafi yang terdapat pada bagian pintu utama  masjid. Digitalisasi ornamen tradisional merupakan langkah untuk melestarikan keberadaan ornamen. Digitalisasi diperlukan untuk merekam bentuk dan fungsi materi visual, termasuk dekorasi digital. Penelitian ini berupa digitalisasi terhadap ornamen yang terdapat di masjid Teungku di Pucok Krueng, dimana hasil penelitian ini berupa foto dan modelling dua dimensi yang terdapat pada bangunan masjid tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 18 ornamen yang kemudian dilakukan modelling dua dimensi.
Symbolic Expression of Bungong Mata Uroe in the Interior Artwork of the Family Room Jannah, Munadial; Andeska, Niko; Naufa, Miftahun
V-art: Journal of Fine Art Vol 3, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/vartjofa.v3i1.3983

Abstract

Bungong mata uroe is the name for the sunflower plant by people of Aceh, the represented in the form of a sunflower which has beautiful blooming petals and is bright yellow in color with the meaning of loyalty and beauty making the artist interested in visualizing bungong mata uroe into the interior of the family room.The concept used in the creation of works uses the concept of symbolic expression, namely modern art forms that utilize traditional idioms as the basic elements of the creation. The creation method uses four stages, including the pre-design stages, the design stage, the embodiment stage and the presentation stage.In the creation of this final project, the artist expresses the bungong mata uroe which are applied to interior family room products, including corner table mats, wall hangings, mirrors, pillowcases, table mats and window curtains. This work is used to decorate or decorate family rooms as well as to reintroduce the bungong mata uroe shape with a knitting technique that combines two stitching techniques, namely double stitch and chain stitch. 
Sosialisasi Penguatan Pemahaman Kampus Merdeka dalam Menyambut Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Hasibuan, Arnawan; Siregar, Widyana Verawaty; Candrasari, Ratri; Andiko, Benny; Wijaya, Reza Sastra; Andeska, Niko; Rozak, Abdul; Sucipto, Fentisari Desti
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13072720

Abstract

Pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan suatu negara. Negara yang maju pasti memiliki sistem pendidikan yang unggul serta strategi yang baik dalam mempersiapkan generasi penerusnya. Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, serta mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan yang unggul dan berkepribadian. kegiatan pengabdian ini mencakup seminar, berbagi pengalaman, dan pendampingan. Materi yang disampaikan tentang kampus merdeka-merdeka belajar, berbagi pengalaman dari fakultas pemateri dalam menyiapkan dan merumuskan kurikulum kampus merdeka, serta memberikan pendampingan dalam penyusunan kurikulum. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berlangsung pada 22 November 2023 di ruang Aula Institut Seni Budaya Indonesia Aceh. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen di Institut Seni Budaya Indonesia Aceh. Kegiatan ini berhasil berjalan dengan lancar dan sukses. Para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan memahami dengan baik materi yang disampaikan oleh pemateri, serta berpartisipasi dalam sharing pengalaman dan pendampingan dalam merumuskan kurikulum untuk program kampus merdeka-merdeka belajar.
Perancangan Merchandise Sebagai Media Promosi Isbi Aceh Berbasis Ornament Aceh Andeska, Niko; Ghifari, Muhammad; Yuda, Rino
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i2.15231

Abstract

Ornament sebagai salah satu sumber budaya Aceh selayaknya mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak agar kehadiran ornament Aceh tetap terjaga, hal tersebut dapat dilakukan salah satunya melalui penciptaan cenderamata instansi pemerintahan. Institut Seni Budaya Indonesia sebagai salah satu instansi pemerintah dalam bidang pendidikan, peneliti menawarkan penerapan beberapa ornament Aceh yang pada karya cenderamata sebagai penguatan identitas visual Institut Seni Budaya Indonesia Aceh melalui keilmuan kriya dan desain dengan pendekatan estetik, merchandise yang akan diciptakan berupa plakat, selendang, pouch bag dan lainnya. Dengan demikian penciptaan cenderamata dengan menerapkan ornament Aceh dapat berfungsi sebagai pencitraan identitas visual Institut Seni Budaya Indonesia Aceh. Metode dan teknik dalam mewujudkan merchandise ini dengan menggunakan metode kreatif Design Thinking. Penelitian ini diawali membuat pattern yang kemudian ditransformasiken ke berbagai bentuk merchandise.
Pemulihan Ruang Belajar Pascabencana Banjir melalui Pendekatan Seni Partisipatif Berbasis Budaya Lokal Aceh di SMAN 1 Meureudu Niko Andeska; Nurul Aida; Nisa Anggraini Batubara; Rahmawati; Destri Wulanda
JPPkM: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): JPPkM:Juli
Publisher : Yayasan Pemimpin Inovasi Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flood disasters significantly affect the education sector by damaging school facilities, disrupting learning activities, and reducing students’ psychosocial well-being. Following the flash flood that struck Meureudu, Pidie Jaya Regency, Aceh, in November 2025, SMAN 1 Meureudu experienced deterioration of its learning environment and an accumulation of plastic waste. This community service program aimed to restore the learning environment through a participatory art approach based on Acehnese local culture while promoting environmental awareness through plastic waste recycling. A participatory and collaborative approach was implemented involving 30 students divided into five groups. The program consisted of socialization, training, production of educational craft panels, mentoring, evaluation, and sustainability planning. Plastic waste was transformed into five educational craft panels (60 × 80 cm) using a simple thermal lamination technique with an iron and a heat gun. The panels incorporated environmental messages, disaster awareness, Acehnese cultural ornaments, and local language expressions before being installed in classrooms. The program improved the visual quality of learning spaces, enhanced students’ environmental awareness, creativity, and collaboration, and strengthened appreciation of Acehnese cultural identity. This approach demonstrates the potential of participatory art as an innovative and replicable model for post-disaster school recovery and environmental education.