Articles
ANALISIS PERBANDINGAN HISTOGRAM EQUALIZATION DAN MODEL LOGARITHMIC IMAGE PROCESSING (LIP) UNTUK IMAGE ENHANCEMENT
Murinto, Murinto
Jurnal Informatika Vol 2, No 2: July 2008
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1477.682 KB)
|
DOI: 10.26555/jifo.v2i2.a5251
Salah satu metode perbaikan citra (image enhancement) adalah dengan cara ekualisasi histogram equalization dan Logarithmic Image Processing (LIP). Kedua metode tersebut memiliki algoritma yang berbeda dan belum diketahui keunggulan dan kelemahan dari masing-masing metode. Penelitian ini membandingkan kinerja antara metode ekualisasi histogram dan LIP dalam memperbaiki kualitas kecemerlangan citra. Jenis gambar yang digunakan berekstensi *.bmp (bitmap) berformat 24 bit dengan ukuran pixel yang tidak dibatasi. Citra tersebut kemudian dimasukan ke dalam program lalu dilakukan proses ekualisasi histogram dan LIP. Adapun parameter yang digunakan adalah citra hasil, histogram, timming-run dan signal-to-noise (SNR). Pengujian dilakukan dengan metode Black Box Tes dan Alfa Test. Hasil penelitian dari beberapa sampel citra yang diujikan menunjukan bahwa pendistribusian nilai intensitas piksel menggunakan LIP dapat memberikan kualitas citra yang lebih baik bila dilihat dari secara visual meskipun memerlukan waktu proses lama dibandingkan dengan metode ekualisasi histogram tetapi bila dilihat dari segi SNR metode Logarithmic Image Processing lebih unggul. Kata Kunci: Ekualisasi histogram, Logarithmic Image Processing, SNR
APLIKASI PENGOLAHAN CITRA UNTUK IDENTIFIKASI KEMATANGAN MENTIMUN BERDASARKAN TEKSTUR KULIT BUAH MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI CIRI STATISTIK
Permadi, Yuda;
Murinto, .
Jurnal Informatika Vol 9, No 1 (2015): Januari
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (949.768 KB)
|
DOI: 10.26555/jifo.v9i1.a2044
Mentimun (Cucumis sativus L) merupakan buah yang dapat dikonsumsi dan dapat diolah lebih lanjut sebagai bahan baku pada industri kecantikan, dan memiliki pangsa pasar yang luas mulai dari pasar tradisional hingga pasar modern. Adanya kemiripan tekstur kulit mentimun antara yang matang dengan yang belum matang mengakibatkan orang kesulitan dalam mengidentifikasi mentimun matang dari segi ciri tekstur kulit buah dan penilaian manusia yang bersifat subyektif terhadap tingkat kematangan buah mentimun menyebabkan penilaian tingkat kematangan mentimun berbeda dari satu penilai dengan penilai yang lainnya. Dari permasalahan tersebut, sehingga dilakukan penelitian untuk mendeteksi kematangan mentimun berdasarkan tekstur kulit buah. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan metode statistik dengan parameter ciri yaitu Mean (μ), Variance (Ï^2), Skewness (α_(3 )), Kurtosis (α_(4 )), dan Entropy (H) sebagai metode untuk mengenali kematangan mentimun dari segi tekstur kulit buah dan untuk mengetahui nilai akurasi setelah sistem diuji. Subyek penelitannya adalah membangun aplikasi pengolahan citra untuk mendeteksi ukuran buah mentimun matang secara statistik dari segi tekstur kulit buah. Data dalam penelitian ini menggunakan citra buah mentimun yang diambil dengan kamera kemudian dilakukan pemotongan ukuran (cropping) menjadi 512 x 512 pixels dan penggantian format citra menjadi *.bmp. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi literatur dengan menggunakan data-data dari buku, e-book, penelitian terdahulu, literatur dari internet, metode observasi dengan mengambil dan mengamati citra buah mentimun, metode dokumentasi dengan pengumpulan data secara langsung, dan wawancara terhadap petani dan penjual buah mentimun untuk memastikan data yang diperoleh mengenai informasi buah mentimun sesuai dengan fakta yang ada. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan 20 sampel yang terdiri dari 10 citra mentimun matang dan 10 citra mentimun belum matang menunjukkan bahwa hasil untuk  pengujian mentimun matang mencapai 70%, sedangkan untuk mentimun belum matang mencapai 80%. Secara keseluruhan tingkat keberhasilan aplikasi pengolahan citra untuk identifikasi kematangan mentimun berdasarkan tekstur kulit buah dengan metode ekstraksi ciri statistik yaitu sebesar 75%. Kata kunci : Ekstraksi Ciri, Kematangan Mentimun, Pengolahan Citra.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE 2D MEDIAN FILTER DAN MULTI LEVEL MEDIAN FILTER PADA PROSES PERBAIKAN CITRA DIGITAL
Murinto, _;
Muchtar, Bachrudin
Jurnal Informatika Vol 6, No 2: Juli 2012
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1049.989 KB)
|
DOI: 10.26555/jifo.v6i2.a2778
Di dalam penyampaian informasi orang lebih cenderung menggunakan media gambar untuk mempresentasikan sesuatu, misalnya penggunaan rambu-rambau lalu lintas, penggunaan gambar rancang bangun dalam sebuah pembuatan rumah, penggunaan gambar dalam penyuluhan dan lain sebagainya. Namun sering kali citra atau gambar yang dimiliki mengalami penurunan mutu (degradasi). Hal ini akan menyebabkan citra sulit diinterpretasi. Dengan memperbaiki tampilan citra yang mengalami gangguan (noise) sehingga diperoleh citra yang mutunya baik dan mudah diinterpretasikan. Salah satu manipulasi perbaikan mutu citra adalah dengan proses filtering citra. Dalam proses filtering citra ada bebarapa metode yang digunakan untuk memproses citra, diantaranya metode 2D median filter dan multilevel median filter. Dari kedua metode tersebut belum diuji keunggulan dan kelemahan dari masing-masing metodenya. Untuk mengetahui perbedaan hasil yang diolah kedua metode filtering citra tersebut maka dilakukan suatu analisi perbandingan kedua metode tersebut. Metode filtering citra digital yang di gunakan adalah 2D median filter dan multilevel median filter. Operasi filtering citra mengunkan ukuran matriks 3X3, 5X5, 7X7 dan 9X9. Jenis citra dengan ekstensi bmp berformat 24 bit dengan ukuran piksel 640 X 480. Citra tersebut kemudian di tampilkan ke dalam program lalu dilakukan proses filtering citra, menampilkan histogram, timing-run serta SNR dari citra filter. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa jenis citra, ukuran citra, ukuran matriks serta metode yang dipilih mempengaruhi proses filtering citra. Proses filtering citra dengan metode multilevel median filter menghasilkan mutu citra yang lebih baik dibanding metode 2D median filter. Hal ini dapat dilihat dari mutu citra yang dihasilkan, nilai SNR lebih besar dan timing-run yang lebih cepat.
SEGMENTASI CITRA BATIK BERDASARKAN FITUR TEKSTUR MENGGUNAKAN METODE FILTER GABOR DAN K-MEANS CLUSTERING
Padmo A.M, Amin;
Murinto, Murinto
Jurnal Informatika Vol 10, No 1 (2016): Januari
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (918.016 KB)
|
DOI: 10.26555/jifo.v10i1.a3349
Batik Pekalongan adalah salah satu kekayaan intelektual dan kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia yang harus dilestarikan dan dilindungi agar tidak diakui oleh bangsa lain. Salah satu cara untuk melestarikan dan melindungi batik Pekalongan adalah dengan melakukan pendataan secara komputerisasi yang berupa pengenalan pola. Dalam pengenalan pola, segmentasi citra merupakan proses yang pertama kali dilakukan sebelum proses selanjutnya yaitu analisis citra. Fungsi utama dari segmentasi citra adalah membagi citra ke dalam bagian-bagian wilayah (sub-regions) yang mempunyai kesamaan fitur antara lain: tekstur, warna, bentuk dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hasil segmentasi menggunakan metode Filter Gabor dan K-means Clustering yang digunakan untuk membantu proses awal identifikasi batik Pekalongan berdasarkan fitur tekstur. Pada penelitian ini akan dilakukan pengumpulan data sesuai dengan topik yang diambil melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis dilakukan untuk menentukan kebutuhan yang berkaitan dengan fungsionalitas dan fasilitas aplikasi yang akan dirancang. Implementasi sistem pada proses segmentasi citra batik Pekalongan yaitu menggunakan Matlab 7.10. Sistem yang dihasilkan kemudian dilakukan pengujian dengan memproses 4 sampel citra dimana 1 sampel diambil 1 jenis citra. Citra akan diproses dan akan dibandingkan berdasarkan kombinasi dari nilai gamma, theta, dan lambda. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 4 sampel motif Pekalongan dimana 1 sampel hanya diambil 1 jenis citra dan masing-masing jenis citra akan diuji sebanyak 18 kali. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil segmentasi citra terbaik berada saat nilai gamma= 0.5, theta= 90, dan lambda= 15 sedangkan jika menggunakan nilai gamma, theta, dan lambda selain itu akan menghasilkan kualitas yang kurang baik. Sehingga hasil segmentasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk proses analisis citra.
IMPLEMENTASI METODE RETINEX UNTUK PENCERAHAN CITRA
Murinto, Murinto;
Aribowo, Eko;
Yustina, Elena
Jurnal Informatika Vol 3, No 2: July 2009
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1167.488 KB)
|
DOI: 10.26555/jifo.v3i2.a5264
Data atau informasi tidak hanya disajikan dalam bentuk teks, tetapi juga dapat berupa gambar, audio, dan video. Citra/gambar mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh teks, yaitu citra kaya dengan informasi. Dewasa ini penggunaan citra digital semakin meningkat karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh citra digital tersebut, antara lain kemudahan dalam mendapatkan gambar, memperbanyak gambar dan pengolahan gambar. Situasi dan kondisi pada saat pengambilan citra digital sangat berpengaruh terhadap hasil citra digital yang diperoleh. Kurangnya intensitas cahaya pada saat pengambilan citra dapat menyebabkan kualitas citra menjadi tidak baik, seperti citra menjadi gelap atau perubahan warna dari gambar. Perlu suatu metode untuk memperbaiki kualitas citra dengan mempertahankan warna asli citra. Penelitian ini menggunakan metode Retinex untuk meningkatkan kecerahan citra. Jenis gambar yang digunakan berekstensi *.jpg berformat 24 bit dengan ukuran pixel yang tidak dibatasi. Citra tersebut kemudian dimasukan ke dalam program lalu diproses dengan menggunakan metode Retinex. Adapun parameter yang digunakan adalah citra hasil, histogram, dan signal-to-noise (SNR). Pengujian dilakukan dengan metode White Box Tes dan Alpha Test. Penelitian yang dilakukan menghasilkan suatu aplikasi pengolahan citra untuk meningkatkan kecerahan Citra Menggunakan Metode Retinexâ yang dapat bekerja untuk mencerahkan citra. Peningkatan kecerahan citra dengan menggunakan metode retinex menghasilkan citra yang lebih cerah, nilai SNR yang lebih tinggi dan histogram dengan nilai intensitas pixel yang tinggi dan terdistribusi secara merata. Hasil uji coba menunjukan bahwa aplikasi ini dapat meningkatkan kecerahan dan kualitas citra menjadi lebih baik. Kata Kunci: Pengolahan Citra, Retinex, Histogram, SNR.Â
MEDIA INFORMASI INTERAKTIF TEKNIK PUKULAN PADA KENDANG SUNDA BERBASIS MULTIMEDIA
Maulana, Wisnu Ahmad;
Kusno, Murinto
BUFFER INFORMATIKA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : TI S1 FKOM UNIKU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/buffer.v1i1.579
AbstrakPerkembangan teknologi saat ini, sangat dirasakan manfaatnya didalam kehidupan manusia. Dalam media informasi pemanfaatan kemajuan teknologi dapat dilakukan dengan metode-metode yang memanfaatkan multimedia. Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, audio, gambar dan animasi. Media Informasi Interaktif Teknik Pukulan Pada Kendang Sunda sangat dibutuhkan dikarenakan kurangnya alat peraga dan masih cenderung klasikal dengan lebih banyak menggunakan metode ceramah dalam menjelaskan informasi dan materi. Sehingga dalam penyampaian informasi dan materi kurang maksimal dan sulit untuk dimengerti. Dikembangkannya perangkat lunak ini, diharapkan dapat membantu media informasi teknik pukulan pada kendang Sunda dalam memahami dan dapat menguasai dari materi tersebut yang dikemas dalam interaktif dalam suatu aplikasi multimediaSubjek penelitian ini adalah teknik pukulan pada kendang Sunda. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode literatur, metode wawancara dan observasi. Kemudian dilakukan tahap penelitian yang mengacu metode waterfall yaitu analisis dan perancangan sistem yang meliputi perancangan konsep, perancangan isi, perancangan naskah dan perancangan grafik. Aplikasi multimedia ini dibuat dengan menggunakan perangkat lunak yaitu : Macromedia Flash Profesional CS3, Adobe Photoshop CS3, Corel Draw X4, Soundbooth CS3 dan Ulead Video Studio 11. Setelah aplikasi dihasilkan, maka dilakukan uji program dengan Black Box Test dan Alpha Test.Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan aplikasi multimedia sebagai media informasi interaktif dengan metode yang baru tentang teknik pukulan pada kendang Sunda dalam mengatasi masalah-masalah yang ada. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa program dapat berjalan dengan baik sehingga layak untuk diimplementasikan. Kata Kunci: Sistem Informasi, Kendang Sunda, Multimedia
PEMROSESAN CITRA BERORIENTASI OBJEK DALAM SIG DAN APLIKASINYA UNTUK DAERAH PEMUKIMAN
Murinto, Murinto;
Hartati, Sri
Proceedings of KNASTIK 2009
Publisher : Duta Wacana Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Segmentasi citra bukan hal yang baru dalam SIG (Sistem Informasi Geografis), tetapi jarang dicirikan dalampemrosesan citra menggunakan data penginderaan jauh. Aplikasinya antara lain di bidang kesehatan, pemetaan penutuplahan, demografi, dan sebaginya. Hanya sebagian kecil pendekatan yang ada secara kualitatif memberikan hasil yang robustdan operasional. Meskipun, teknik pengklasifikasian tradisional per-pixel jarang yang dapat mengidentifikasi objek, tetapisuatu objek dengan resolusi citra tinggi, secara umum, terdiri dari spektral dengan pixel-pixel heterogen. Maka untukmengatasi masalah kelemahan klasifikasi per-pixel, dibangunlah pendekatan klasifikasi berdasarkan objek. Dengan teknikini, klasifikasi tidak ditampilkan pada pixel-pixel tunggal melainkan kelompok pixel-pixel dengan karakteristik yang samadan dinamakan dengan objek citra. Klasifikasi citra berorientasi obyek memungkinkan pengguna untuk menentukanberdasarkan aturan yang kompleks didasarkan pada karakteristik spektral dan pada hubungan yang melekat dari data spasial.Dengan pendekatan berorientasi objek, semantik yang kompleks dapat dikembangkan berdasarkan parameter fisik danhubungan pengetahuan. Objek-objek dapat didefinisikan dan digolongkan ke dalam struktur dan tingkah laku objek yangserupa .
ANALISIS CITRA UNTUK PENGENALAN FITUR PADA PERANGKAT SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Murinto, Murinto;
Hartati, Sri
Proceedings of KNASTIK 2009
Publisher : Duta Wacana Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Otomatisasi untuk operasi geo-spasial, seperti pengenalan fitur-fitur (features recognition) dan ekstraksi fitur-fitur (features extraction sudah ada dalam photogrammetry, penginderaan jauh dan pengetahuan informasi spasial. Salah satu faktor penting berhasilnya operasi tersebut adalah penanganan ketaksamaan data dan sumber data. Data dapat berupa vektor atau raster, sumbernya bisa berupa geo-database, raster map, citra udara dan atau ruang angkasa dengan macam-macam spasial dan resolusi radiometrik serta multi-temporal secara alami. Dengan sifatnya yang penting maka selalu diperlukan dalam analisis dan perencanaan, terutama yang berkaitan dengan ruang sebagai fungsi dari perubahan waktu. Dalam makalah ini diindentifikasi perangkat (tool) dan teknik dalam SIG dan paket-paket pemrosesan citra (image processing), yang biasanya dapat diaplikasikan dalam satu kombinasi untuk mempercepat operasi-operasi utama dari pengenalan dan ekstraksi fitur. SIG yang digunakan menggunakan ER Mapper 6.4. Dari penelitian dengan kombinasi dari beberapa metode dapat meningkatkan hasil pengklasifikasian dibanding hanya dengan metode secara sendiri-sendiri.
PENGENALAN WAJAH MANUSIA DENGAN METODE PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS (PCA)
Murinto Murinto
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 5, No 3: December 2007
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/telkomnika.v5i3.1364
Pengenalan wajah yaitu membandingkan citra masukan dengan suatu database wajah dan menemukan wajah yang paling sesuai dengan masukan citra tersebut. Beberapa pendekatan untuk pengenalan objek dan grafika komputer didasarkan secara langsung pada citra-citra tanpa penggunaan model 3D. Karena dimensi piksel hasil transformasi berukuran besar kemudian dilakukan reduksi dimensi dengan menggunakan analisis komponen utama (Principal Component Analysis) yang juga dikenal dengan metode eigenfaces. Setelah citra pelatihan diolah maka akan dicari nilai rata-ratanya. Dengan penghitungan dari sampel training set akan diperoleh eigenfaces dengan nilai tertinggi. Citra untuk pengujian berupa citra wajah dan bukan wajah yang sebagian merupakan data citra pelatihan, jumlah data uji sebanyak 40 citra yang terdiri dari 35 citra wajah dan 5 citra bukan wajah. Pengukuran jarak euclid (Euclidean Distance) akan menghasilkan nilai maksimum dan minimum, sehingga dapat diperoleh output berupa wajah yang dikenali dan tidak dikenali. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa persentase ketepatan pengenalan wajah pada konfigurasi optimum dari principle component analysis (PCA), menunjukkan hasil yang memuaskan. False positive ratenya menunjukkan angka yang kecil, yakni sebesar 0.125%.
IMPLEMENTASI WATERMARKING UNTUK PENYEMBUNYIAN DATA PADA CITRA DALAM DOMAIN FREKUENSI MENGGUNAKAN DISCRETE COSINE TRANSFORM
Kartika Firdausy;
Ikhwan Hawariyanta;
Murinto Murinto
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 4, No 1: April 2006
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/telkomnika.v4i1.1240
Saat ini banyak karya seni dalam format citra digital. Perkembangan teknologi informasi, terutama internet, memberi kemudahan dalam mengkopi file-file digital dari satu komputer ke komputer lain. Untuk itu diperlukan sebuah sistem keamanan untuk melindungi karya tersebut agar tidak bisa ditiru (dibajak) dengan mudah. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan dan menganalisis teknik watermarking untuk melindungi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atau Intellectual Property Right dengan memberi tanda atau label pada citra digital. Penelitian diimplementasikan pada citra host (citra yang akan diberi label) dan citra watermark (label) dalam format grayscale dengan jenis citra statis yang berekstensi BMP. Citra hasil proses watermarking dinamakan citra watermarked. Proses penyisipan watermark ke dalam citra host dilakukan pada domain frekuensi dengan Discrete Cosine Transform (DCT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra watermarked masih berkualitas baik, dengan nilai Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) yang tinggi antara 46,9 dB sampai dengan 76,3 dB. Hasil ekstraksi watermark dari ctra watermarked menunjukkan bahwa watermark yang disisipkan pada citra host masih dapat diperlihatkan eksistensinya dengan melihat nilai Normalized Cross Correlation (NC) yang berada pada 0,965 sampai dengan 0,988. Hal ini membuktikan bahwa hasil uji terhadap penerapan watermarking memanfaatkan transformasi DCT memiliki ketahanan yang baik terhadap pemrosesan citra, khususnya kompresi lossy JPEG.