Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Tomalebbi

INTERVENSI PARPOL, POLITIK UANG DAN KORUPSI: TANTANGAN KEBIJAKAN PUBLIK SETELAHPILKADA LANGSUNG Andi Aco Agus; Bakhtiar Bakhtiar; Suprayogi Suprayogi; Mirwan Fikri Muhkam
Jurnal Tomalebbi Volume 9 Nomor 2, Juni 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK:Sistem yang demokratis dan terdentralisasi sekarang ini menjamin kebebasan partai-partai politik untuk melakukan kegiatan di daerah dan sangat menentukan pencalonan kepala daerah, masalahnya ialah bahwa dalam sistem yang sekarang berlaku terdapat tendensi kuat bahwa pejabat lebih memperhatikan kepentingan partai daripada kepentingan publik keterkaitan antara parpol dengan pilkada.Kepemerintahan local (Local Qovernance) dalam sistem demokrasi perlu dicermati karena inilah yang akan menentukan masa depan perumusan kebijakan publik di lndonesia apapun perubahan politik yang terjadi akan banyak berpengaruh kepada proses pembuatan kebijakan publik dari perspektif para pejabat pemerintah daerah sebagai perumus kebijakan dalam sistem sosial yang terdemokratisasi hamper mustahil untuk melupakan faktor-faktor politik ketika mereka membuat keputusan-keputusan strategis, sebaliknya kemampuan dari pejabat pemerintah daerah untuk melakukan reformasi sangat tergantung kepada kemampuan mereka untuk membentuk koalisi politik yang kuat serta memperluas jaringan dukungan politik.
Implementasi Program Penyediaan Wadah Sampah Rumah Tangga Di Kelurahan Polewali Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar Abdul Rahman Syaria; Manan Sailan; Bakhtiar Bakhtiar
Jurnal Tomalebbi Volume 9 Nomor 3 September 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) Kondisi ketersediaan wadah sampah rumah tangga di Kelurahan Polewali Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar (2) Faktor yang memengaruhi kondisi ketersediaan wadah sampah rumah tangga di Kelurahan Polewali Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar. (3) Upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah agar wadah sampah rumah tangga tersedia di Kelurahan Polewali Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitattif. Prosedur pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kondisi ketersediaan wadah sampah rumah tangga di Kelurahan Polewali belum memadai karena masyarakat tidak memiliki tong atau keranjang sampah sebagai wadah sampah rumah tangga dan hanya menggunakan kantong plastik. (2) Faktor yang memengaruhi kondisi ketersediaan wadah sampah rumah tangga di Kelurahan Polewali yaitu: (a) Masyarakat lebih memilih wadah sampah dari kantongan plastik. (b) Mengharapkan bantuan dari Pemerintah. (c) Faktor Kesibukan. (d) Kurangnya perhatian Pemerintah dalam menyediakan wadah sampah rumah tangga. (3) Upaya yang dilakukan Pemerintah Kelurahan Polewali agar wadah sampah rumah tangga dapat tersedia yaitu: (a) Mengajak masyarakat bekerjasama untuk menyediakan wadah sampah rumah tangga. (b) Merencanakan untuk mengoptimalkan pengangkut sampah dan kinerja pengangkut sampah. (c) Meningkatkan sosialisasi tentang kebersihan lingkungan kepada masyarakat.
Hubungan Pembelajaran HOTS (High Order Thinking Skill) Dengan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PPKn di SMAN 1 SOPPENG Bakhtiar Bakhtiar; Mustari Mustari; Chuznul Mar'yah Baharsyah
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor3 (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstarct: This study aims to determine (1) the application of High Order Thinking Skill learning in PPKn Subjects at SMAN 1 Soppeng (2) students' critical thinking ability in PPKn Subjects at SMAN 1 Soppeng (3) The Relationship between High Order Thinking Skills (HOTS) and Students' Critical Thinking Ability in PPKn Subjects at SMAN 1 Soppeng. This research is a Quantitative study. The type of research used in this study is correlational research. Data collection techniques through questionnaire techniques (questionnaires) and documentation.The results showed that (1) the implementation of HOTS learning in PPKn subjects at SMAN 1 Soppeng, namely the average score of HOTS (High Order Thinking Skill) learning application was 54.18%. is in the pretty good category. (2) the critical thinking ability of students in PPKn subjects at SMAN 1 Soppeng obtained an average score of 58.56% in the sufficient category (3) the relationship between HOTS (High Order Thinking Skill) learning and students' critical thinking ability in PPKn subjects at SMAN 1 Soppeng has a very strong relationship between High Order Thinking Skill with the ability to think critically of students where the form of the relationship is positive.Keywords: High Order Thinking Skill ̧ Critical ThinkingAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penerapan pembelajaran High Order Thinking Skill pada Mata Pelajaran PPKn di SMAN 1 Soppeng (2) kemampuan berpikir kritis peserta didik pada Mata Pelajaran PPKn di SMAN 1 Soppeng (3) Hubungan High Order Thinking Skill (HOTS) dengan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Mata Pelajaran PPKn di SMAN 1 Soppeng. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data melalui teknik kuesioner (angket) dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerpan pembelajaran HOTS pada mata pelajaran PPKn di SMAN 1 Soppeng yakni perolehan rata-rata skor penerapan pembelajaran HOTS (High Order Thinking Skill) sebesar 54,18%. berada pada kategori cukup baik. (2) kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran PPKn di SMAN 1 Soppeng memperoleh rata-rata skor sebesar 58,56% berada pada kategori cukup (3) hubungan pembelajaran HOTS (High Order Thinking Skill) dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran PPKn di SMAN 1 Soppeng memiliki derajat hubungan yaitu korelasi sangat kuat dimana pada variabel High Order Thinking Skill nilai interval 0,86% sedangkan pada variabel kemampuan berpikir kritis peserta didik nilai interval 0,86% dan bentuk hubungannya ialah positif.Kata Kunci: High Order Thinking Skill, Berpikir Kritis
PROSESI RITUAL DIPARRAUKAN (KETERLANJURAN) DALAM PENYELESAIAN KASUS PERSETUBUHAN ANAK KANDUNG DI KECAMATAN TAWALIAN KABUPATEN MAMASA Bakhtiar Bakhtiar; Muh. Sudirman; Fajar Nirmalasari
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor 2 (Juli 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Ritual Processiions Are Performed in Settlement of Cases of Obscene Childhood in Tawalian District, Mamasa Regency. Thesis For Pancasila and Citizenship Education Study Program, Faculty of Social Sciences and Law, State University of Makassar, Supervised by Bakhtiar as supervisor one and Muhammad Sudirman as supervisor two.This study aims to determine the ritual procession performed in solving cases of sexual abuse of biological children in Tawalian District, Mamasa Regency. To achieve these goals, the researchers used data colletion techniques through observation, interviews, and documentation. The data obtained from the results of the research were processed using a qualitative approach and a type of case study research. The source of the author’s informants is the Tawalian Government, Tawalian traditional institutions and the Tawalian community to find out abaut the ritual procession performed in the settlement of cases of sexual abuse of biological children in Tawalian sub-district, Mamasa district.The results showed that: (1) The stages of thee Diparraukan ritual started from the knowledge of the pregnant child by the biological father, continued to the stage where the problem was taken over by the customary institution, which in the customary institution there were also stages, starting from gathering for deliberations to along the ritual date, and proceed to the ritual procession stage where in the ritual procession there are several processed or stages as well, namely pre-ritual, ritual, and after the ritual. (2) the attitudes or views of the Mamasa people, the Tawalian people in particular strongly agree, support, and respond if customary customs or laws continue to be specifically enforced on the Diparraukan ritual.Keywords: Settlement of Biological Child Abuse Cases Through Diparraukan RitualsAbstrak : Prosesi Ritual Diparraukan (Keterlanjuran) Dalam Penyelesaian Kasus Persetubuhan Anak Kandung di Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa. Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar, Dibimbing oleh Bakhtiar selaku pembimbing 1 dan Muhammad Sudirman selaku pembimbing 2.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosesi ritual diparraukan (keterlanjuran) dalam penyelesaian kasus persetubuhan anak kandung di kecamatan Tawalian kabupaten Mamasa dan mengetahui bagaimana sikap/pandangan dari masyarakat tentang ritual diparraukan (keterlanjuran) yang dilakukan dalam proses penyelesaian kasus persetubuhan anak kandung. Untuk mencapai tujuan tersebut maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Sumber informan penulis yaitu pemerintah Tawalian, tokoh adat Tawalian dan masyarakat Tawalian untuk mengetahui bagaimana prosesi ritual diparraukan dalam penyelesaian kasus persetubuhan anak kandung di kecamatan Tawalian kabupaten Mamasa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Tahap-tahap Ritual Diparraukan dimulai dari tahap 1 (satu) diketahuinya anak hamil oleh ayah kandung, tahap 2 (dua) permasalahan diambil alih oleh lembaga adat, yang mana pada lembaga adat ada pula langkah-langkah yang ditempuh yaitu mulai dari lembaga adat berkumpul untuk bermusyawarah sampai kepada penentuan tanggal ritual, dan tahap 3 (tiga) prosesi ritual yang mana pada prosesi ritual ada beberapa langkah yang ditempuh yaitu pra ritual, berlangsungnya ritual, dan setelah ritual. (2)sikap atau pandangan masyarakat Tawalian. Masyarakat Tawalian secara khusus sangat setuju, mendukung, dan merespon positif apabila kebiasaan atau hukum adat terus diberlakukan secara khusus ritual diparraukan. Kata Kunci: Penyelesaian Kasus Persetubuhan Anak Kandung Melalui Ritual Diparraukan (keterlanjuran)
STRATEGI PEMBERIAN PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS DI SMP NEGERI 26 MAKASSAR Imam Suyitno; Bakhtiar Bakhtiar; Fifi Kurniati
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor3 (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims: 1) To determine the strategy of providing strengthening religious character education by teachers at SMP Negeri 26 Makassar. 2) To find out the factors that inhibit and support the provision of strengthening the religious character of students at SMP Negeri 26Makassar. 3) To find out the efforts taken by the teacher in overcoming the inhibiting factors. This type of research is a qualitative research using a descriptive approach. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. The data obtained from the research results were processed using descriptive qualitative data analysi.               The results of the study showed that (1) the strategy for strengthening religious character was carried out by teachers at SMP Negeri 26 Makassar, namely implementing strategies in the form of example, habituation, discussion stories using learning media. Using strategies in the form of rewards and punishments, and cooperation between teachers and parents or guardians of students. (2) factors that become inhibitors and supporters in the strategy of providing strengthening of religious character education at SMP Negeri 26 Makassar, namely the inhibiting factors are influenced by the environment, cellphone peers, self-awareness of the students themselves and the lack of teacher supervisors. While the supporting factors are the desire of students for supporting religious activities and adequate facilities and infrastructure. 3) The teacher's efforts in overcoming the inhibiting factors are holding cooperation with parents of students, giving advice and motivation to students in choosing friends to hang out with, limiting students from using mobile phones in class and raising students awareness and maximizing teacher supervision of students.  Keywords: Strategy, Strengthening Religious Character    Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui strategi pemberian penguatan pendidikan karakter religius yang dilakukan guru di SMP Negeri 26 Makassar 2). Untuk mengetahui faktor yang menjadi penghambat dan pendukung dalam pemberian penguatan karakter religius peserta didik di SMP Negeri 26 Makassar. 3). Untuk mengetahui upaya yang ditempuh guru dalam mengatasi faktor penghambat. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi : observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis data secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Strategi pemberian penguatan  karakter religius yang dilakukan guru di SMP Negeri 26 Makassar yaitu menerapkan strategi berupa ketauladanan, pembiasaan, cerita, diskusi, penggunaan media pembelajaran, menggunakan strategi berupa hadiah dan hukuman (reward and punishment), dan kerjasama antara guru dengan orang tua atau wali peserta didik. (2) faktor yang menjadi penghambat dan pendukung dalam strategi pemberian penguatan pendidikan karakter religius di SMPN  26 Makassar yaitu faktor penghambat di pengaruhi oleh ling kungan, teman sebaya, handphone, kesadaran diri peserta didik itu sendiri dan kurangnya pengawasan guru. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu adanya keinginan peserta didik, kegiatan keagamaan yang mendukung dan sarana dan prasarana yang memadai. 3). Upaya guru dalam mengatasi faktor penghambat yaitu mengadakan kerja sama dengan orang tua murid, Memberikan wejangan dan motivasi kepada peserta didik dalam memilih teman bergaul, Membatasi peserta didik menggunakan handphone dikelas dan menumbuhkan kesadaran peserta didik serta memaksimalkan pengawasan guru terhadap peserta didik. Kata Kunci : Strategi, Penguatan Karakter Religius
PERAN SEKOLAH PENGGERAK DALAM MENINGKATKANKOMPETENSI PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 7 MAKASSAR Bakhtiar Bakhtiar; Muh Sudirman; Juniawaty Norma Saputri
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor3 (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to determine (1) The implementation of driving school activities at SMP Negeri 7 Makassar (2) The impact of driving school activities at SMP Negeri 7 Makassar (3) What factors influence the implementation of the driving school program at SMP Negeri 7 Makassar. This research method uses a descriptive qualitative research type with a qualitative approach. The data sources used consist of primary data and secondary data with data collection techniques and procedures, namely observation, interviews and documentation. The data analysis used is a. Data reduction; b. Presentation of data ordisplay;c. Drawing data conclusions and verifying is the final activity of qualitative research.The results of this research conclude that (1) Implementation of driving school activities at SMP Negeri 7 Makassar includes: (a) Human resource development through PMO, IHT, Workshops, Independent Training, and Utilization of PMM. (b) Implementing a learning process with a new paradigm through implementing teaching modules, teachers acting as facilitators, and integrating technology. (c) Optimizing school digitalization through the procurement of computers, smart TVs and developing school websites. (2) The impact of driving school activities at SMP Negeri 7 Makassar provides an increase in students in cognitive and affective terms. Then, the impact on teachers provides freedom to innovate in designing learning plans. And the impact on schools is optimizing facilities, infrastructure and systems based on digital management. (3) Factors that influence the implementation of the driving school program through (a) adequate facilities and infrastructure, (b) optimal teacher competency. (c) Funding for activities provided by the central and regional governments.Keywords: Driving School, Competence, and Students. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pelaksanaan kegiatan sekolah penggerak di SMP Negeri 7 Makassar (2) Dampak kegiatan sekolah penggerakdi SMP Negeri 7 Makassar (3) Faktor-faktor apa yang memengaruhi pelaksanaan program sekolah penggerak di SMP Negeri 7Makassar. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder dengan teknik dan prosedur pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu a. Reduksi data; b. Penyajian data atau display;c. Penarikan kesimpulan data dan verifikasi artinya kegiatan akhir penelitian kualitatif.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Pelaksanaan kegiatan sekolah penggerak di SMP Negeri 7 Makassar meliputi: (a) Pengembangan sumber daya manusia melalui PMO, IHT, Workshop, Pelatihan Mandiri, dan Pemanfaatan PMM. (b) penerapan proses pembelajaran dengan paradigma baru melalui pengimplementasian modul ajar, guru berperan sebagai fasilitator, dan pengintegrasian teknologi. (c) pengoptimalan digitalisasi sekolah melalui pengadaan komputer, smart tv dan pengembangan website sekolah. (2) Dampak kegiatan sekolah penggerakdi SMP Negeri 7 Makassar memberikan peningkatan terhadap peserta didik dalam hal kognitif dan afektifnya. Kemudian, dampak kepada guru memberikan kebebasan berinovasi dalam merancang perencanaan pembelajaran. Dan dampak kepada sekolah yaitu pengoptimalan sarana, prasarana dan sistem berbasis manajemen digital. (3) Faktor-faktoryang memengaruhi pelaksanaan program sekolah penggerak melalui (a) Sarana dan pra-sarana yang memadai, (b) kompetensi guru yang optimal. (c) pendanaan kegiatan yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.Kata Kunci: Sekolah Penggerak, Kompetensi, dan Peserta didik 
PERAN PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MAHASISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF PRODI PPKN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Irsyad Dahri; Bakhtiar Bakhtiar; Fidya Septiani Mansyur
Jurnal Tomalebbi Volume 10, Nomor3 (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : This study aims to determine, (1) Campus teaching helps students develop the ability to develop innovative plans (2) The contribution of campus teaching programs in developing students' abilities to develop innovative learning plans. To achieve these objectives, this research uses data collection techniques through interviews and documentation. Together with alumni of the Teaching Campus Program. 1 batch 2 alumni, 6 batch 3 alumni, 3 batch 4 alumni. The data obtained from the research results were collected and processed by qualitative analysis.Keywords : Teaching Campus Programs, Students, Innovative Learning Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) Kampus mengajar dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan menggunakan model pembelajaran inovatif (2) Model Pembelajaran inovatif yang diterapkan mahasiswa saat pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Bersama Mahasiswa alumni Program Kampus Mengajar. 1 orang alumni angkatan 2, 6 orang alumni angkatan 3, 3 orang alumni angkatan 4. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian dikumpulkan dan diolah dengan analisis secara kualitatif.Kata Kunci : Kampus Mengajar, Mahasiswa, Model Pembelajaran Inovatif