Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Relasi : Kontrak Radikalisme Terhadap Perempuan Milenial Mario Mario; Shermina Oruh; Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 8, Nomor 3, November 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v8i0.24644

Abstract

Perempuan milenial merupakan sosok petarung yang tidak diragukan lagi, dalam penelitian ini peneliti memperdalam terhadap perempuan milenial melalui korban media dengan tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran seberapa besar peran perempuan keterlibatan dalam radikalisme dan faktor apa yang menyebabkan perempuan terlibat dalam radikalisme. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif  dan kualitatif deskriptif dan studi pustaka. Generasi milenial merupakan kelompok sosial yang berproses, mereka terkadang terjebak dalam krisis identitas akibat perubahan sosial, modernisasi dan globalisasi. Perempuan milenial seringkali dihadapkan dan berada dalam lingkaran kompetisi serta akselarasi jaringan teknologi dan ilmu pengetahuan yang intensif. Bagi perempuan milenial yang labil lebih cepat terpengaruh radikalisme. Selain itu keterlibatan perempuan dalam radikalisme akibat pola relasi (keterlibatan keluarga, masyarakat, media dan negara). Keterlibatan perempuan milenial dan melibatkan lebih banyak perempuan dalam radikalisme dikarenakan pertama perempuan dianggap sebagai pengikut yang loyal dan patuh, kedua perempuan mudah percaya dan tunduk dengan label agama, ketiga akses terhadap media social namun dengan literasi yang rendah dan keempat perempuan dianggap dapat mengelabui aparat penegak hukum dengan sisi feminism yang dimikili, kelima perempuan pendamping dan pengikut terbaik yang mudah merekrut dan memobilisasi perempuan lainnya, keenam perempuan merupakan sosok pejuang. Tapi yang sangat signifikan terpaparnya pemahaman radikalisme pada perempuan milenial dikarenakan aktifitas di media social yaitu adanya korelasi tentang cara keberagamaan generasi perempuan milenial dengan social media. Penyebaran radikalisme dimedia social lewat propaganda dianggap menarik oleh generasi muda karena kebutuhan jati diri dan eksistensi. Selain itu perempuan milenial menganggap adanya aspirasi untuk melakukan melakukan sesuatu yang heroik dan juga ada yang menganggap bagian melakukan aksi sosial untuk menolong kelompok yang tertindas.