Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Biospecies

Morfologi Kepiting Biola (Uca spp.) di Desa Tungkal I Tanjung Jabung Barat Jambi Tia Wulandari; Afreni Hamidah; Jodion Siburian
Biospecies Vol. 6 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i1.684

Abstract

Kepiting biola memiliki dimorfisme seksual pada bagian capit individu jantan. Kepiting biola berperan dalam menjaga keseimbangan rantai makanan dan siklus nitrogen dalam ekosistem mangrove. Kepiting biola berperan sebagai pemakan detritus (detrititus) di ekosistem mangrove. Morfologi merupakan salah satu faktor penunjang kepiting biola dalam melakukan peranannya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui morfologi kepiting biola (Uca spp.) di Desa Tungkal I Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang melihat adanya variasi warna, bentuk karapas, capit dan abomen pada satu jenis yang sama maupun antar jenis kepiting biola. Ditemukan tiga jenis kepiting biola di stasiun penelitian, yaitu Uca forcipata, U. rosea, dan U. dussumieri. Warna tubuh kepiting biola yang ditemukan adalah medium purple, red orange, dan dark orange. U. dussumieri memiliki warna yang tidak ditemukan pada U. forcipata dan U. rosea. Bentuk capit dan karapas antara ketiga jenis kepiting biola berbeda antara satu dan yang lainnya. Terdapat lima bentuk variasi capit pada U. forcipata, sedangkan pada masing-masing jenis U. rosea dan U. dussumieri tidak ditemukan variasi bentuk capit. Bentuk karapas pada masing-masing jenis kepiting biola berbeda, sehingga dapat menunjukkan karakteristik dari masing-masing jenis kepiting tersebut. Dari ketiga jenis kepiting biola yang diamati, perbedaan bentuk abdomen hanya terlihat antara individu jantan dan betina.
Ichthyofauna Diversity in Danau Teluk: Analysis Using Gill Nets and Lift Nets Purba, Citra Amelia; Suprayogi, Dawam; Wulandari, Tia
Biospecies Vol. 17 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v17i2.36054

Abstract

This study aims to explore and document the ichthyofauna diversity in the waters of Teluk Lake, Jambi City, using gill nets and lift nets. Sampling was conducted at three research stations from April to June 2024. Environmental physical and chemical factors such as temperature, pH, and water clarity were measured to understand their impact on the fish community. The results showed that the water temperature at stations I and II was 29°C, while at station III, it was 28°C. The pH values ranged from 6.41 to 6.95, and water clarity ranged from 7 to 21 cm. A total of 218 individual fish from 17 species and 8 families were found, with the Cyprinidae family being the dominant group. The Shannon-Wiener diversity index (H') ranged from 0.94 to 2.01, indicating moderate to high diversity. The evenness index (E) ranged from 0.58 to 0.91, indicating relatively even distribution of individuals. The dominance index (C) ranged from 0.14 to 0.53, indicating no species significantly dominated the community.
The Ground Surface Hemiptera (True Bugs) in The Muhammad Sabki City Forest Area of Jambi City Suhanda, Robet; Wulandari, Tia; Sakinah, Audriella Nadine; Putra, DheanPrimanda
Biospecies Vol. 18 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v18i1.42715

Abstract

Muhammad Sabki City Forest Park (THKMS) is one of the Green Open Spaces in Jambi City, which serves as a natural habitat for various species of flora and fauna, both naturally and through captivity programs. One group of organisms that can be found in the THKMS area is soil surface insects, one of them is the true bug (Order Hemiptera). Hemiptera is an order whose organisms that play a role as phytophagous pests that harm plants in the agricultural sector and also as decomposers in the process of soil material overhaul. In addition to playing a role as phytophages, insects in the Hemiptera order also act as predators in the environment by piercing and sucking their prey, thus reducing the population of plant pests as natural enemies. This study aims to identify the types of soil surface Hemiptera in THKMS. The collection of Hemiptera insect samples was carried out passively using pitfall traps . Based on the identification results, the soil surface Hemiptera species collected were Lisarda rhypara, L. annulata, and Opistoplatys sp., all of them belong to the suborder Heteroptera and included to family Reduviidae. Morphologically, Hemiptera insects have a piercing-sucking mouth type and lack of cerci. Members of the Reduviidae family are known as "Assassin bugs," which are nocturnal. Reduviidae members are large in size and naturally aggressive, making them predators of several other insects. The Reduviidae family is cosmopolitan and has a wide distribution. Ecologically, the insect species found are predators, characterized by their piercing-sucking mouthparts.
Keanekaragaman Jenis Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Di Kelurahan Tanjung Solok Tanjung Jabung Timur Nia Katarina, Happy; Dwi Kartika , Winda; Wulandari, Tia
Biospecies Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.976 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v12i2.7643

Abstract

This study was conducted in Tanjung Solok subdistrict, Kuala Jambi, Tanjung Jabung Timur from August to September 2017. The aim of this study to knowing the diversity of fish that caught by fisherman and sold in Tanjung Solok fish bangsal. Samples were collected from 4 bangsal and were identified based on morphological characteristics. The number of samples in this study consisted of 11 order, 23 family and 32 species. The highest number of species from order Perciformes in the following quantities 10 family and 15 species were identified. There were different of species number that founded in each bangsal (28 species in bangsal I, 23 species in bangsal II, 24 species in bangsal III and 25 species in bangsal IV). 17 species of fish can be found in all of bangsal. Type of fish catcher that most often used in Tanjung Solok Subdistrict are Gill net and Rawai.
Biodiversitas Ikan Di Refuge Area Sungai Kapas Tengah Hutan Harapan Jambi Sebagai Database Aplikasi Go Iwak WULANDARI, TIA; Sukmono, Tedjo; Kurniawan, Wawan
Biospecies Vol. 13 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.792 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v13i1.7945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biodivesitas ikan di Refuge area Sungai Kapas bagian Tengah Butan Harapan Jambi. Penelitian telah dilakukan pada Juli-Agustus 2019 di Sungai Kapas Hutan Harapan Jambi. Penentuan refuge area dilakukan dengan menyusuri Sungai Kapas bagian tengah untuk menemukan anak-anak sungai yang sudah terputus dengan Sungai kapas,, serta bagian sungai kapas serta areal lubuk di Sungai Kapas. Terdapat 4 Refufe area yang dijadikan stasiun yaitu Stasiun 1 Putusan Marihot, Stasin dua Muara Bato, Stasiun 3 Lubuk Kapas, dan Stasiun 4 Lubuk Bato. Pengambilan sampel menggunakan jala lempar , seruo, dan jaring insang, serta tray net. Hasil Penelitian didapatkan 375 ekor ikan, melputi 50 spesies, 29 genus, dan 14 famili, serta 6 ordo. Pada stasiun 2 (Putusan Marihot) ditemukan paling banyak jumlah ikan 151 ekor, diiukuti stasin 3 (Lubuk Kapas) 111 ekor, stasiun 3 (Muara Bato) 71 ekor dan Stasiun 4 ( Lubuk Bato ) 42 ekor. Jumlah spesies setiap stasiun 1 (8 spesies), Stasiun 2 (16 spesies), (29 spesies), stasiun 4( 18 spesies).
KAJIAN BIOEKOLOGI CRUSTACEA BERBASIS TEKNOLOGI DALAM UPAYA PENGEMBANGAN EDU-EKOWISATA DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT: Technology-Based Bioecological Study of Crustacea for Efforts to Develop Edu-Ecotourism at Tanjung Jabung Barat District Kartika, Winda Dwi; Wulandari, Tia; Siburian, Jodion; Shalehati, Fitriya; Oktaviani, Nurul
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.15731

Abstract

Provinsi Jambi memiliki kawasan mangrove seluas 221 km yang terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kawasan mangrove tersebut dikembangkan menjadi kawasan wisata berbasis lingkungan (Ekowisata), khususnya di Desa Pangkal Babu, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Pengembangan kawasan Ekowisata tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sebaliknya, pengembangan tersebut juga memiliki dampak positif sebagai kawasan ekowisata dan sumber informasi ilmiah yang bermanfaat untuk sarana edukasi. Kelompok organisme yang dapat dikaji untuk pengembangan kawasan ekowisata adalah crustacea. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara ilmiah terkait bioekologi Crustacea di Desa Pangkal Babu sebagai upaya pengembangan Edu-ekowisata. Metode penelitian bersifat deskriptif eksploratif dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan mengoleksi sampel crustacea dari tiga lokasi sampling berbeda dan mengukur parameter lingkungan. Pada penelitian ini ditemukan Sembilan jenis udang yang termasuk ke dalam famili Penaeidae, Pandalidae, Palaemonidae, Squillidae, Sergestidae. Selain itu juga ditemukan empat jenis kepiting dimana tiga jenis termasuk dalam famili Portunidae, dan satu jenis termasuk dalam famili Varunidae.