Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengelolaan Lingkungan Pada Ekowisata dan Sumber Daya Pesisir di Pantai Batakan Baru Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan Zainul Akhyar; Mariatul Kiptiah; Wahyu Wahyu; Sarbaini Sarbaini; Rabiatul Adawiyah; Heru Puji Winarso; Dian Agus Ruchliyadi; Muhammad Elmy; Reja Fahlevi; Dedy Ari Nugroho; Nurul Huda; Wardiani Hiliadi
Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/xegk2815

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, dengan fokus pada pengelolaan lingkungan dalam konteks ekowisata dan pelestarian sumber daya alam pesisir. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman tentang ekowisata berkelanjutan, minimnya partisipasi dalam pengelolaan lingkungan, kurangnya infrastruktur pendukung wisata, serta lemahnya koordinasi dengan pemerintah dan stakeholder lainnya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pelaksana melakukan penyuluhan, pelatihan, dan kegiatan langsung seperti bersih-bersih pantai, penanaman pohon pesisir, serta pembuatan papan informasi edukatif. Metode yang digunakan mencakup observasi lapangan, identifikasi masalah, penyampaian materi (sosialisasi), dialog interaktif, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat, terbentuknya kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta penguatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya konservasi lingkungan dan pengelolaan kawasan wisata yang ramah lingkungan. Program ini juga berhasil menjangkau berbagai lapisan masyarakat, dari warga lokal, pelaku UMKM, hingga aparat desa dan mahasiswa, yang berperan aktif dalam upaya pelestarian dan pemberdayaan lingkungan berbasis komunitas.
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Iklim Organisasi dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Etos Kerja Guru SMA Negeri Di Kota Palangka Raya Septina Wijayanti; Ahmad Suriansyah; Wahyu Wahyu
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teachers' work ethic plays an important role in shaping the character of students. One of the factors that affects it is the leadership of the principal, especially instructional leadership that can create a positive organizational climate and increase work motivation. This study aims to analyze the influence of instructional leadership and organizational climate on teachers' work ethic, both directly and through work motivation at SMA Negeri Palangka Raya City. This study uses a quantitative approach with a population of 527 teachers from 10 public high schools in Palangka Raya City, and a sample of 227 teachers taken proportionally using random sampling. Data is collected through a Likert questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using path analysis and multiple regression. The results of the study showed: (1) an overview of the principal's instructional leadership, organizational climate, teacher competence, and work ethic; (2) the instructional leadership of the principal has a direct effect on the work ethic of teachers; (3) the organizational climate has a direct effect on the work ethic of teachers; (4) teachers' work motivation has a direct effect on teachers' work ethic; (5) instructional leadership and organizational climate have a direct effect on teachers' work motivation; (6) there is an indirect influence of instructional leadership and organizational climate on work ethic through work motivation. These findings show that teachers' work ethic is influenced by the quality of the principal's leadership, a conducive organizational climate, and high work motivation. These results emphasize the importance of leadership that is not only administrative, but also encourages communication, appreciation, and individual development. It is suggested that strengthening the organizational climate and teachers' work motivation be made into a sustainable program. This research also opens up opportunities for further study to explore teachers' work ethic more deeply. Keywords: Instructional Leadership; Organizational Climate; Work Motivation; Teacher Work Ethic. Abstrak: Etos kerja guru berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kepemimpinan kepala sekolah, khususnya kepemimpinan instruksional yang dapat menciptakan iklim organisasi positif dan meningkatkan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap etos kerja guru, baik secara langsung maupun melalui motivasi kerja di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 527 guru dari 10 SMA Negeri di Kota Palangka Raya, dan sampel 227 guru yang diambil secara proporsional menggunakan random sampling. Data dikumpulkan melalui angket Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) gambaran kepemimpinan instruksional kepala sekolah, iklim organisasi, kompetensi guru, dan etos kerja guru; (2) kepemimpinan instruksional kepala sekolah berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (3) iklim organisasi berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (4) motivasi kerja guru berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (5) kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi berpengaruh langsung pada motivasi kerja guru; (6) terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap etos kerja melalui motivasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa etos kerja guru dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi yang kondusif, dan motivasi kerja yang tinggi. Hasil ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mendorong komunikasi, apresiasi, dan pengembangan individu. Disarankan agar penguatan iklim organisasi dan motivasi kerja guru dijadikan program berkelanjutan. Penelitian ini juga membuka peluang studi lanjutan untuk mengeksplorasi etos kerja guru lebih mendalam. Kata kunci: Kepemimpinan Instruksional; Iklim Organisasi; Motivasi Kerja; Etos Kerja Guru
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Motivasi Berprestasi, Kinerja Guru terhadap Peningkatan Mutu Pembelajaran di SMA Negeri Banjarmasin Petrus Lein; Wahyu Wahyu; Metroyadi Metroyadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Learning quality is a crucial factor in improving educational outcomes, particularly at the senior high school level where students face increasingly complex academic demands. Despite its importance, various reports indicate noticeable disparities in learning quality among public senior high schools in Banjarmasin, suggesting that not all institutions are able to provide optimal learning experiences. This study was conducted to analyze how principal instructional leadership, teacher achievement motivation, and teacher performance influence learning quality, both directly as well as through indirect or mediating pathways. Using a quantitative causal design, the research involved 199 teachers who were selected through proportional random sampling to ensure representation across schools. Data were gathered using Likert-scale questionnaires and subsequently analyzed through path analysis to identify the magnitude and direction of relationships among variables. The findings show that instructional leadership and achievement motivation each have a significant positive impact on learning quality. In contrast, teacher performance does not exhibit a significant direct influence on learning quality. However, the study reveals that teacher performance is strongly shaped by instructional leadership. Overall, these results emphasize that learning quality is more effectively enhanced through the combined contributions of strong instructional leadership and high teacher motivation, rather than relying solely on teacher performance. Keywords: Instructional leadership; achievement motivation; teacher performance; learning quality Abstrak: Mutu pembelajaran merupakan aspek yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada jenjang SMA yang menuntut kesiapan akademik lebih tinggi. Meskipun demikian, berbagai laporan di lapangan menunjukkan masih adanya disparitas atau ketimpangan mutu pembelajaran antarsekolah, khususnya di SMA Negeri yang ada di Banjarmasin. Kondisi ini menunjukkan bahwa belum semua sekolah mampu memberikan pengalaman belajar yang optimal dan merata bagi peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional kepala sekolah, motivasi berprestasi guru, serta kinerja guru terhadap mutu pembelajaran, baik secara langsung maupun melalui peran mediasi di antara variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 199 guru SMA Negeri di Banjarmasin yang dipilih melalui teknik proportional random sampling sehingga sampel yang diperoleh benar-benar mewakili populasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert, kemudian data dianalisis dengan teknik analisis jalur (path analysis) untuk melihat kekuatan dan arah hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional kepala sekolah serta motivasi berprestasi guru memiliki pengaruh positif signifikan terhadap mutu pembelajaran. Sebaliknya, kinerja guru tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Namun demikian, kinerja guru terbukti sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan instruksional. Temuan ini menegaskan bahwa mutu pembelajaran lebih banyak ditentukan oleh kombinasi kepemimpinan instruksional dan motivasi guru dibandingkan hanya mengandalkan kinerja teknis guru. Kata kunci: Kepemimpinan instruksional; motivasi berprestasi; kinerja guru; mutu pembelajaran