Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Iklim Organisasi dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Etos Kerja Guru SMA Negeri Di Kota Palangka Raya Septina Wijayanti; Ahmad Suriansyah; Wahyu Wahyu
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teachers' work ethic plays an important role in shaping the character of students. One of the factors that affects it is the leadership of the principal, especially instructional leadership that can create a positive organizational climate and increase work motivation. This study aims to analyze the influence of instructional leadership and organizational climate on teachers' work ethic, both directly and through work motivation at SMA Negeri Palangka Raya City. This study uses a quantitative approach with a population of 527 teachers from 10 public high schools in Palangka Raya City, and a sample of 227 teachers taken proportionally using random sampling. Data is collected through a Likert questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using path analysis and multiple regression. The results of the study showed: (1) an overview of the principal's instructional leadership, organizational climate, teacher competence, and work ethic; (2) the instructional leadership of the principal has a direct effect on the work ethic of teachers; (3) the organizational climate has a direct effect on the work ethic of teachers; (4) teachers' work motivation has a direct effect on teachers' work ethic; (5) instructional leadership and organizational climate have a direct effect on teachers' work motivation; (6) there is an indirect influence of instructional leadership and organizational climate on work ethic through work motivation. These findings show that teachers' work ethic is influenced by the quality of the principal's leadership, a conducive organizational climate, and high work motivation. These results emphasize the importance of leadership that is not only administrative, but also encourages communication, appreciation, and individual development. It is suggested that strengthening the organizational climate and teachers' work motivation be made into a sustainable program. This research also opens up opportunities for further study to explore teachers' work ethic more deeply. Keywords: Instructional Leadership; Organizational Climate; Work Motivation; Teacher Work Ethic. Abstrak: Etos kerja guru berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kepemimpinan kepala sekolah, khususnya kepemimpinan instruksional yang dapat menciptakan iklim organisasi positif dan meningkatkan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap etos kerja guru, baik secara langsung maupun melalui motivasi kerja di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 527 guru dari 10 SMA Negeri di Kota Palangka Raya, dan sampel 227 guru yang diambil secara proporsional menggunakan random sampling. Data dikumpulkan melalui angket Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) gambaran kepemimpinan instruksional kepala sekolah, iklim organisasi, kompetensi guru, dan etos kerja guru; (2) kepemimpinan instruksional kepala sekolah berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (3) iklim organisasi berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (4) motivasi kerja guru berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (5) kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi berpengaruh langsung pada motivasi kerja guru; (6) terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap etos kerja melalui motivasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa etos kerja guru dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi yang kondusif, dan motivasi kerja yang tinggi. Hasil ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mendorong komunikasi, apresiasi, dan pengembangan individu. Disarankan agar penguatan iklim organisasi dan motivasi kerja guru dijadikan program berkelanjutan. Penelitian ini juga membuka peluang studi lanjutan untuk mengeksplorasi etos kerja guru lebih mendalam. Kata kunci: Kepemimpinan Instruksional; Iklim Organisasi; Motivasi Kerja; Etos Kerja Guru
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Motivasi Berprestasi, Kinerja Guru terhadap Peningkatan Mutu Pembelajaran di SMA Negeri Banjarmasin Petrus Lein; Wahyu Wahyu; Metroyadi Metroyadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Learning quality is a crucial factor in improving educational outcomes, particularly at the senior high school level where students face increasingly complex academic demands. Despite its importance, various reports indicate noticeable disparities in learning quality among public senior high schools in Banjarmasin, suggesting that not all institutions are able to provide optimal learning experiences. This study was conducted to analyze how principal instructional leadership, teacher achievement motivation, and teacher performance influence learning quality, both directly as well as through indirect or mediating pathways. Using a quantitative causal design, the research involved 199 teachers who were selected through proportional random sampling to ensure representation across schools. Data were gathered using Likert-scale questionnaires and subsequently analyzed through path analysis to identify the magnitude and direction of relationships among variables. The findings show that instructional leadership and achievement motivation each have a significant positive impact on learning quality. In contrast, teacher performance does not exhibit a significant direct influence on learning quality. However, the study reveals that teacher performance is strongly shaped by instructional leadership. Overall, these results emphasize that learning quality is more effectively enhanced through the combined contributions of strong instructional leadership and high teacher motivation, rather than relying solely on teacher performance. Keywords: Instructional leadership; achievement motivation; teacher performance; learning quality Abstrak: Mutu pembelajaran merupakan aspek yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada jenjang SMA yang menuntut kesiapan akademik lebih tinggi. Meskipun demikian, berbagai laporan di lapangan menunjukkan masih adanya disparitas atau ketimpangan mutu pembelajaran antarsekolah, khususnya di SMA Negeri yang ada di Banjarmasin. Kondisi ini menunjukkan bahwa belum semua sekolah mampu memberikan pengalaman belajar yang optimal dan merata bagi peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional kepala sekolah, motivasi berprestasi guru, serta kinerja guru terhadap mutu pembelajaran, baik secara langsung maupun melalui peran mediasi di antara variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 199 guru SMA Negeri di Banjarmasin yang dipilih melalui teknik proportional random sampling sehingga sampel yang diperoleh benar-benar mewakili populasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert, kemudian data dianalisis dengan teknik analisis jalur (path analysis) untuk melihat kekuatan dan arah hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional kepala sekolah serta motivasi berprestasi guru memiliki pengaruh positif signifikan terhadap mutu pembelajaran. Sebaliknya, kinerja guru tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Namun demikian, kinerja guru terbukti sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan instruksional. Temuan ini menegaskan bahwa mutu pembelajaran lebih banyak ditentukan oleh kombinasi kepemimpinan instruksional dan motivasi guru dibandingkan hanya mengandalkan kinerja teknis guru. Kata kunci: Kepemimpinan instruksional; motivasi berprestasi; kinerja guru; mutu pembelajaran
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Motivasi Berprestasi, Kinerja Guru terhadap Peningkatan Mutu Pembelajaran di SMA Negeri Banjarmasin Petrus Lein; Wahyu Wahyu; Metroyadi Metroyadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Learning quality is a crucial factor in improving educational outcomes, particularly at the senior high school level where students face increasingly complex academic demands. Despite its importance, various reports indicate noticeable disparities in learning quality among public senior high schools in Banjarmasin, suggesting that not all institutions are able to provide optimal learning experiences. This study was conducted to analyze how principal instructional leadership, teacher achievement motivation, and teacher performance influence learning quality, both directly as well as through indirect or mediating pathways. Using a quantitative causal design, the research involved 199 teachers who were selected through proportional random sampling to ensure representation across schools. Data were gathered using Likert-scale questionnaires and subsequently analyzed through path analysis to identify the magnitude and direction of relationships among variables. The findings show that instructional leadership and achievement motivation each have a significant positive impact on learning quality. In contrast, teacher performance does not exhibit a significant direct influence on learning quality. However, the study reveals that teacher performance is strongly shaped by instructional leadership. Overall, these results emphasize that learning quality is more effectively enhanced through the combined contributions of strong instructional leadership and high teacher motivation, rather than relying solely on teacher performance. Keywords: Instructional leadership; achievement motivation; teacher performance; learning quality Abstrak: Mutu pembelajaran merupakan aspek yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada jenjang SMA yang menuntut kesiapan akademik lebih tinggi. Meskipun demikian, berbagai laporan di lapangan menunjukkan masih adanya disparitas atau ketimpangan mutu pembelajaran antarsekolah, khususnya di SMA Negeri yang ada di Banjarmasin. Kondisi ini menunjukkan bahwa belum semua sekolah mampu memberikan pengalaman belajar yang optimal dan merata bagi peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional kepala sekolah, motivasi berprestasi guru, serta kinerja guru terhadap mutu pembelajaran, baik secara langsung maupun melalui peran mediasi di antara variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 199 guru SMA Negeri di Banjarmasin yang dipilih melalui teknik proportional random sampling sehingga sampel yang diperoleh benar-benar mewakili populasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert, kemudian data dianalisis dengan teknik analisis jalur (path analysis) untuk melihat kekuatan dan arah hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional kepala sekolah serta motivasi berprestasi guru memiliki pengaruh positif signifikan terhadap mutu pembelajaran. Sebaliknya, kinerja guru tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Namun demikian, kinerja guru terbukti sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan instruksional. Temuan ini menegaskan bahwa mutu pembelajaran lebih banyak ditentukan oleh kombinasi kepemimpinan instruksional dan motivasi guru dibandingkan hanya mengandalkan kinerja teknis guru. Kata kunci: Kepemimpinan instruksional; motivasi berprestasi; kinerja guru; mutu pembelajaran
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Kreativitas, Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru di Lembaga PAUD di Kecamatan Amuntai Tengah Elmah Norlatifah; Aslamiah Aslamiah; Wahyu Wahyu
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2024): Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v8i2.13873

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginvestigasi pengaruh dari kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kreatifitas, dan motivasi terhadap kinerja guru di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pelaksanaan penelitian mengacu pada pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Sampel pada peneilitian ini adalah 111 orang guru PUAD  di salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja, kreatifitas, dan motivasi kerja guru PAUD. Selain itu, motivasi kerja juga memiliki pengaruh langusung terhadap kualitas kinerja guru. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki pengaruh secara tidak langusng terhadap kreativitas dan motivasi kerja guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja guru dipengaruhi oleh berbagai faktor baik itu internal maupun eksternal guru.
THE EFFECT OF TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP OF SCHOOL PRINCIPALS ON TEACHER PERFORMANCE THROUGH WORK CLIMATE AND TEACHER COMPETENCE AT STATE VOCATIONAL SCHOOLS IN BANJAR REGENCY Kamsiah Kamsiah; Wahyu Wahyu; Muhammad Saleh
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v6i3.1011

Abstract

This study aims to examine the influence of principals’ transformational leadership on teacher performance, both directly and indirectly through the mediating roles of work climate and teacher competence at public vocational high schools in Banjar Regency. Using a quantitative approach and path analysis, the study surveyed 183 teachers randomly selected from 339 vocational high school teachers. The results demonstrate that transformational leadership has a significant direct and indirect effect on teacher performance through work climate and competence. These findings highlight the importance of visionary leadership and supportive organizational conditions for optimizing teacher effectiveness.
Management of professional learning community model: A multi-site case study Murdjoko Murdjoko; Wahyu Wahyu; Muhammad Saleh
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.87399

Abstract

Teacher-friendly learning communities represent a strategic approach to enhancing professionalism and collaboration among educators within schools. This study aims to describe and analyze the management of a teacher-friendly learning community model in terms of three main aspects: school leadership, teacher empowerment, and school partnerships. The research was motivated by the need to create a supportive learning ecosystem that fosters continuous professional development for teachers. A qualitative approach with a multi-site study design was employed, conducted at SMAN 1 Karang Intan and SMAN 2 Martapura, Banjar Regency. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving principals, teachers, learning community leaders, subject group coordinators, and school staff. The findings indicate that school principals play an active managerial role in designing, facilitating, and evaluating learning community activities. Teachers responded positively to the empowerment provided, particularly through collaboration, pedagogical reflection, and improved teaching practices. Furthermore, internal and external partnerships—including collaboration with school staff, the education department, and teacher forums—contributed to the development of a learning ecosystem that supports the enhancement of teachers’ professional competencies. Nevertheless, several challenges remain, such as limited time, low intensity of peer observations, and weak coordination among stakeholders.    Abstrak Komunitas belajar ramah guru merupakan pendekatan strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan kolaborasi antar guru di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pengembangan model komunitas belajar ramah guru ditinjau dari aspek kepemimpinan kepala sekolah, pemberdayaan guru, dan kemitraan sekolah. Studi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menciptakan ekosistem belajar yang mendukung pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi multi situs, dilaksanakan di SMAN 1 Karang Intan dan SMAN 2 Martapura, Kabupaten Banjar. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, ketua komunitas belajar, koordinator rumpun mata pelajaran, dan tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran manajerial yang kuat dalam merancang, memfasilitasi, dan mengevaluasi kegiatan komunitas belajar. Guru menunjukkan respons positif terhadap pemberdayaan yang dilakukan, terutama melalui kolaborasi, refleksi pedagogis, dan peningkatan praktik mengajar. Di samping itu, kemitraan internal dan eksternal, seperti kerja sama dengan tenaga kependidikan, dinas pendidikan, dan forum guru, turut memperkuat ekosistem belajar. Namun, beberapa tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, rendahnya intensitas observasi sejawat, serta lemahnya koordinasi antar pihak. Kata Kunci: kemitraan sekolah; kepemimpinan kepala sekolah; komunitas belajar; pemberdayaan guru