Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pemodelan Matematika dalam Pendidikan Guru: Studi Literatur Kurikulum Pendidikan Swedia Hasriani Ishak; Soleman Saidi; Ardiana Ardiana; Asmar Bani
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 6 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v6i2.11865

Abstract

Penelitian ini merupakan studi Literatur pada pendidikan calon guru matematika di Swedia, yang membahas pentingnya pemodelan matematika dalam kurikulum pendidikan matematika, khususnya pada pendidikan calon guru matematika. Perkembangan teknologi yang pesat mendorong perubahan kurikulum matematika agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Pemodelan matematika dipandang sebagai pendekatan interdisipliner yang mampu menghubungkan konsep matematika dengan situasi nyata serta teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi mata kuliah pemodelan matematika dalam program pendidikan guru matematika di universitas-universitas Swedia serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Metode yang digunakan adalah survei terhadap 26 universitas dan institusi pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan guru matematika. Data diperoleh melalui kuesioner yang dikirimkan kepada dosen matematika, pendidikan matematika, dan administrator akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil universitas yang telah menyelenggarakan mata kuliah pemodelan matematika, sedangkan sebagian besar belum mengintegrasikannya karena keterbatasan kurikulum, kurangnya tenaga pengajar yang kompeten, serta pandangan bahwa pemodelan matematika bukan bagian dari “matematika murni”. Penelitian ini juga mengungkap bahwa pemodelan matematika mampu menjadi sarana efektif untuk mengevaluasi pemahaman konseptual mahasiswa terhadap kalkulus dan kemampuan berpikir kritis. Melalui studi kasus “Masalah Catwalk”, ditemukan bahwa banyak mahasiswa masih bergantung pada teknologi tanpa memahami konsep dasar perubahan dan gerak secara mendalam. Oleh karena itu, pemodelan matematika dinilai penting untuk dikembangkan dalam pendidikan guru guna meningkatkan kemampuan penalaran, pemecahan masalah, dan evaluasi argumentasi matematika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan matematika memerlukan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan berbasis pemodelan agar calon guru mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis dan reflektif.
Penguatan Literasi Matematika Berbasis Permainan Tradisional Cenge-Cenge Ida Kurnia Waliyanti; Ahmad Afandi; Nurma Angkotasan; Hasriani Ishak; Soleman Saidi; Ardiana Ardiana
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3712

Abstract

Matematika masih sering dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan oleh sebagian besar anak, sehingga berdampak pada rendahnya minat dan motivasi belajar. Kondisi ini menjadi semakin kompleks pada anak-anak putus sekolah, yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran formal, sehingga kemampuan literasi, khususnya literasi matematika, cenderung rendah. Rendahnya literasi matematika berimplikasi pada kesulitan anak dalam memahami dan memecahkan permasalahan sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan adalah penguatan literasi melalui pemanfaatan permainan tradisional, salah satunya permainan Cenge-cenge. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada kelompok anak-anak putus sekolah binaan organisasi Dharma Wanita Persatuan Kota Ternate yang tergabung dalam Wahana Edukasi Masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan minat dan motivasi belajar anak terhadap matematika serta mengembangkan kemampuan literasi matematika melalui pendekatan pembelajaran berbasis permainan. Metode yang digunakan meliputi kegiatan pendampingan, eksplorasi konsep matematika sederhana, serta pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dalam permainan Cenge-cenge. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat belajar, partisipasi aktif anak, serta pemahaman konsep matematika dasar, sehingga anak mulai menyadari bahwa matematika memiliki manfaat nyata dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.