Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Transformasi Hukum Dagang Internasional di Era Digital untuk Mendukung SDGs: Tinjuan terhadap Perdagangan Berkelanjutan dan Inklusif Saidah, Ifah Nur; Saidah, Ifa Nur; Kusumo, Ayub Torry Satriyo
J-MILE: Journal of Management and Industrial Engineering Vol 2 No 1 (2026): April 2026
Publisher : J-MILE adalah jurnal akademik yang ditinjau sejawat (peer-reviewed) yang diterbitkan oleh CV Knowlexa Indonesia, terbit dua kali setahun (biannually) pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini menampilkan penelitian teoretis dan empiris di bidang manaj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi hukum dagang internasional di era digital berperan dalam mendukung pencapaian sustainable development goals (SDGs), khususnya dalam mendorong perdagangan yang berkelanjutan dan inklusif. Latar belakang isu ini mencakup disrupsi teknologi digital seperti blockchain, cryptocurrency, smart contract, dan e-commerce lintas negara yang memunculkan kebutuhan baru dalam pengaturan hukum dagang internasional. Penelitian ini menempatkan posisi hukum sebagai kerangka adaptif dan strategis untuk mengatur dinamika baru perdagangan global, serta sebagai instrumen untuk mendorong keadilan, efisiensi, dan transparansi dalam transaksi lintas batas. Pembahasan dalam studi ini dilakukan melalui pendekatan yuridis normatif dengan analisis regulasi nasional dan internasional yang relevan. Hasil utama menunjukkan bahwa digitalisasi dapat memperluas akses ke pasar global, mendorong efisiensi ekonomi, serta membuka ruang kerja layak dan inklusi keuangan, namun juga menghadirkan tantangan baru seperti ketidakpastian yurisdiksi, perlindungan data, dan disparitas regulasi antarnegara. Oleh karena itu, hukum dagang internasional dituntut untuk berkembang menjadi sistem yang inklusif, fleksibel, dan kolaboratif demi mendukung tata perdagangan global yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Lex Certa and Criminalization Expansion in Article 12B of Law No. 5 of 2018 Mukhlissuddin; Kusumo, Ayub Torry Satriyo
Lambung Mangkurat Law Journal Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Program magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32801/abc.v11i1.271

Abstract

This study analyzes the expansion of criminalization in Article 12B of Law Number 5 of 2018, particularly the inclusion of information and communication technology–based training as a criminal offense. The central legal problem addressed in this research concerns the ambiguity of normative boundaries in defining “training” within the digital context, which potentially undermines legal certainty and opens room for arbitrary law enforcement. The process of digitalization complicates the enforcement of Article 12B, as online activities related to knowledge sharing, expression, and association increasingly overlap with constitutionally protected civil liberties.Employing a normative juridical research method, this study examines statutory provisions, constitutional principles, and relevant human rights doctrines to assess the compatibility of Article 12B with the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The analysis focuses on the principle of lex certa as an essential element of criminal law and its function in safeguarding freedom of expression and freedom of association in the digital era. The findings indicate that the expanded formulation of Article 12B lacks sufficient normative clarity, thereby creating tension between state security objectives and constitutional guarantees of human rights. This study concludes that, without strict interpretative limitations, Article 12B risks constitutional inconsistency, particularly with Articles 28E and 28G of the 1945 Constitution. Therefore, normative refinement and constitutional-oriented interpretation are necessary to ensure that counter-terrorism policies remain proportionate, legally certain, and aligned with human rights standards in the digital era.
Mitigasi Resiko Pendakian Gunung Lawu : Penguatan Peran Masyarakat dan Pendaki dalam Pencegahan Kecelakaan Setiyawan, Anang; Latifah, Emmy; Kusumawati, Erna Dyah; Indriyani, Rachma; Sasmini, Sasmini; Adiastuti, Anugrah; Muslimah, Siti; Kusumo, Ayub Torry Satriyo; Sari, Diah Apriani Atika
Jurnal ABDIRAJA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v9i1.4748

Abstract

Kegiatan pendakian Gunung Lawu semakin diminati oleh berbagai kalangan, namun masih minim kesadaran akan risiko dan upaya mitigasi kecelakaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat peran aktif masyarakat lokal dan para pendaki dalam mencegah kecelakaan melalui edukasi keselamatan dan identifikasi risiko. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan tanggap darurat, serta pembuatan media informasi keselamatan di jalur pendakian. Kegiatan dilakukan bersama para relawan, pengelola basecamp, dan komunitas pendaki di sekitar jalur Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap potensi bahaya seperti perubahan cuaca ekstrem, kondisi fisik pendaki, dan minimnya peralatan keselamatan. Selain itu, terbentuk jejaring komunikasi antara masyarakat dan pendaki sebagai upaya deteksi dini dan respon cepat terhadap insiden. Penguatan kolaborasi antara masyarakat lokal dan pendaki terbukti efektif dalam membangun budaya pendakian yang lebih aman dan bertanggung jawab di Gunung Lawu.