Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

STRATEGI PEMANFAATAN KEUNGGULAN KOMPARATIF DALAM PENYEDIAAN CALON INDUK SAPI PERAH DI JAWA BARAT Sri Rahayu -; Cecep Firmansyah -; Sondi Kuswaryan -
Sosiohumaniora Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.216 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i2.7300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keunggulan komparatif dan strategi pemanfaatannyadalam penyediaan induk sapi perah di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah survey di beberapawilayah sentra dan non sentra budidaya sapi perah di Jawa Barat. Responden peternak ditentukan denganmulty stage, yaitu: tahap-1 menentukan jumlah sample (n), tahap-2 menentukan jumlah sample pada masingmasinglokasi (ni) menggunakan proporsional allocation sampling method, dan tahap-3 pengambilan sampeluntuk masing-masing lokasi menggunakan simplerandom sampling. Jumlah sampel secara keseluruhan adalahsebanyak 65 orang. Teknik analisis yang digunakan merupakan perpaduan antara analisis kualitatif dan kuantitatif.Keunggulan komparatif dianalisis dengan teknik scoring menggunakan likert scale, dan location quotien. Faktorpenentu penyediaan calon induk sapi perah dianalisis menggunakan perspective analysis. Strategi pemanfaatankeunggulan komparatif ditentukan dengan SWOT analysis. Hasil penelitian menujukkan bahwa : (1) Keunggulankomparatif wilayah dalam pengembangan usaha rearing sapi perah menurut urutan tertinggi sampai terendahadalah ketersediaan: (a) pakan hijauan, (b) jumlah tenaga kerja, dan (c) pedet sapi perah betina, (2) seluruh wilayahmemiliki keunggulan komparatif berbeda-beda menurut indeks perbandingan relatif, (3) faktor-faktor penentupengembangan usaha rearing: (a) kebijakan pemerintah, (b) eksistensi petugas/ pembina, dan (c) sumberdayamanusia dan teknologi, dan (4) strategi pemanfaatan keunggulan komparatif dalam penyediaan calon induk sapiperah di Jawa Barat diarahkan pada pengembangan usaha rearing sapi perah berkelanjutan didukung denganberbagai kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain. Fokus program diupayakan melalui pengembangankualitas pembinaan, kualitas SDM peternak, peningkatan adopsi teknologi dan inovasi rearing sapi perah.
39 ANALISIS PEMERATAAN PENDAPATAN PADA USAHA TERNAK SAPI PERAH RAKYAT (Survey pada Peternakan Sapi Perah Rakyat di Kabupaten Bandung) Sri Rahayu; Dadi Suryadi; Sondi Kuswaryan
Sosiohumaniora Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v4i1.5256

Abstract

Usahaternak sapi perah adalah salah satu bidang usaha pada sub sektor peternakan yang sangat potensial untuk terus dipacu perkembangannya. Namun demikian, karena adanya perbedaan penguasaan sumberdaya produktif diantara peternak, diduga menyebabkan terjadinya ketidak merataan perolehan pendapatan diantara mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran ketidak merataan perolehan pendapatan pada usahaternak sapi perah rakyat serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Obyek penelitian ini adalah peternak sapi perah rakyat sebanyak 122 orang peternak yang merupakan anggota dari KUD Tani Mukti Kecamatan Ciwidey sebanyak 57 orang, KPSBU Kecamatan Lembang sebanyak 38 orang dan KUD Sarwa Mukti Kecamatan Cisarua sebanyak 27 orang, yang dipilih dengan cara acak berstrata (Stratified Random Sampling), berdasarkan tingkat kepemilikan sapi produktif. Data yang dihimpun dianalisis dengan menggunakan ukuran koefisien Gini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Mayoritas peternak memiliki ternak sapi perah dengan skala pemilikan sedikit (2-3 ekor induk). 2. Rata-rata pendapatan peternak per bulan di Kecamatan Ciwidey strata I Rp. 624.226 , strata II Rp. 1.049.700 dan strata III Rp. 1.288.284. Rata-rata pendapatan peternak per bulan di Kecamatan Lembang Strata I Rp. 409.555 , strata II Rp. 847.456 dan strata III Rp. 1.447.343. Rata-rata pendapatan peternak per bulan di Kecamatan Cisarua Strata I Rp. 598.458, strata II Rp. 1.320.394 dan strata III Rp. 1.886.296. 3. Ukuran Koefisien Gini usahaternak sapi perah rakyat di Kecamatan Ciwidey sebesar 0,0787 ; di Kecamatan Lembang 0,2472 dan di Keca-matan Cisarua 0,2398. Untuk mengurangi/menahan ketimpangan pendapatan, kebijakan penyebaran ternak sebaiknya diberikan kepada peternak dengan skala pemilikan kecil. Kata kunci : Pemerataan pendapatan, Usaha ternak sapi perah
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP DAGING DOMBA DI JAWA BARAT Dadi Suryadi,; Sri Rahayu; Cecep Firmansyah; Sondi Kuswaryan
Sosiohumaniora Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.063 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i1.9353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap daging domba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Lokasi penelitian di wilayah jalur wisata Bogor-Cianjur, dan Kota Bandung yang ditentukan secara purposive. Sampel yang digunakan sebanyak 109 responden, dengan model analisisUji Chochran Q Test, dan Multi Atribut Fishbein. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (a) Terdapat empat dari 18 atribut daging domba yang valid disepakati konsumen daging domba yaitu: keempukan daging, hargadaging, bagian potongan karkas, dan aroma, (b) konsumen lebih menyukai: daging domba empuk yang ditandai konsistensi kenyal jika ditekan dengan jari; harga daging yang layak sesuai dengan kualitas; bagian potongan karkas paha belakang dan depan; daging memiliki aroma khas dan tidak berbau busuk, (c) prioritas atribut yang dipertimbangkan dalam membeli daging domba dari tingkatan penting sampai sangat penting, yaitu : keempukan daging, harga daging, bagian potongan karkas, dan aroma daging, (d) Sikap konsumen daging domba sebagian besar ada pada kategori positif sampai sangat positif, dan sebagian kecil responden bersikap netral, tetapi responden tetap melakukan pembelian daging domba.
HUBUNGAN ANTARA HARAPAN HASIL DENGAN TINGKAT RISIKO PADA USAHA TERNAK AYAM RAS PEDAGING Sondi Kuswaryan; Maman Paturochman; Cecep Firmansyah
Sosiohumaniora Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i3.5527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola hubungan antara tingkat risiko usaha dan harapan hasil pada usahaternak ayam ras pedaging. Penelitian dilakukan di Poultry Shop Tanjung Mulya, Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan data dari 276 kegiatan pemeliharaan yang dilakukan oleh 50 unit usahaternak ayam ras pedaging, yang dipilih secara acak. Risiko usaha menggunakan ukuran koefisien variasi, dan harapan hasil menggunakan ukuran rata-rata dari gros marjin yang diperoleh usahaternak selama setahun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Risiko usahaternak ayam ras pedaging merupakan pengaruh kumulatif dari kegagalan faktor teknis dan harga. Faktor teknis disebabkan oleh terjadinya kematian ayam atau kegagalan berat ayam mencapai berat yang optimal. Faktor harga disebabkan oleh tingginya harga DOC dan Pakan, serta rendahnya harga ayam hasil panen. Terdapat hubungan yang nyata antara tingkat risiko ( X ) dengan tingkat harapan hasil ( Y ), mengikuti model korelasi sebagai berikut : Y = 734.793,8 – 206.046 X + 17.514,86 X 2 R2 = 0,9137, Pada usahaternak ayam ras pedaging, risiko usaha berjalan selaras dengan besarnya harapan hasil. Makin besar harapan hasil, peternak dihadapkan pada risiko usaha yang makin besar. Kata Kunci : Risiko Usaha, Harapan Hasil, Usahaternak Ayam Ras Pedaging