Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Nilai Tukar dan Suku Bunga Terhadap Permintaan Uang di Indonesia Pada Tahun 2017-2022 Nakita Nakita; Fitrawaty Fitrawaty; Yanti Masryana Sianturi; Nadia Enjel Lina Silalahi; Ogin Syaputra Sinaga
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.5599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai tukar dan suku bunga berdampak pada permintaan uang di Indonesia dari tahun 2017 hingga 2022. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif sebagai jenis data dan data sekunder digunakan dari tahun 2017 hingga 2022. Data di uji dengan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel, yaitu suku bunga dan nilai tukar, berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan uang untuk pemerintah merencanakam dan menerapkan kebijakan keuangan yang relavan nilai tukar dan suku bunga yang berpotensi berdampak permintaan uang.
Pengaruh Jumlah Uang Beredar dan BI Rate Terhadap Tingkat Inflasi di Indonesia Periode Tahun 2010-2023 Ian Saragih; Jonathan Brando Saragi; Tio Nardo Gulo; Fitrawaty Fitrawaty
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.5644

Abstract

This study investigates the influence of the Money Supply (M2) and the BI RATE on the inflation rate in Indonesia from 2010 to 2023. Multiple linear regression analysis is employed to determine the significance of the effects both simultaneously and partially. The results indicate that M2 and the BI RATE have a significant simultaneous impact on inflation. While the BI RATE has a positive and significant effect on inflation, M2 does not show a significant impact according to the partial analysis. These findings suggest that, in the context of the Indonesian economy, an increase in the money supply does not always have a direct effect on inflation, highlighting the importance of the BI RATE in monetary policy for inflation control.
Analisis Pengaruh Inflasi dan Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 2014-2023 Fitrawaty Fitrawaty; Fidia Wati; Rina Rina; Uswatul Akmalia
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.6148

Abstract

This study aims to analyze the impact of inflation and unemployment on economic growth in Indonesia during the 2014-2023 period. The research uses secondary data sourced from the World Bank. The methodology employs a quantitative approach with multiple linear regression analysis. The results show that the research model explains 53.3% of the variation in economic growth. Inflation has a negative effect on economic growth with a significance level approaching 90%, while unemployment shows no significant effect. These findings indicate that controlling inflation plays an important role in driving Indonesia's economic growth, while the relationship between unemployment and economic growth requires further study considering other relevant factors.
Analisis Pengaruh Jumlah Uang Beredar (M2) dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Tingkat Inflasi di Indonesia Periode 2020 – 2025 Dodi Hutapea; Ester Mei Zaskia; Jihan Salsabilla; Lia Salsabila; Fitrawaty Fitrawaty; Putri Silaban
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v3i1.8210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar (M2) dan nilai tukar rupiah terhadap inflasi di Indonesia periode 2020-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Teknik analisis deskriptif dan asosiatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar berpengaruh positif terhadap inflasi, sedangkan nilai tukar rupiah juga mempengaruhi inflasi melalui kenaikan harga barang impor. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia.
Pengaruh Jumlah Penduduk dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pendapatan Nasional Anggun Paulina Manik; Yuliana Sari Angkat; Mawar Lestari Hutagaol; Aliska Putri Simatupang; Dian Eka Zahra; Fitrawaty Fitrawaty; Putri Sari M J Silaban
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v3i1.8219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk dan pengeluaran pemerintah terhadap pendapatan nasional di Indonesia selama periode 2005–2025. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk dan pengeluaran pemerintah mengalami peningkatan yang konsisten serta berpengaruh positif terhadap pendapatan nasional. Jumlah penduduk meningkatkan potensi tenaga kerja dan permintaan, sedangkan pengeluaran pemerintah mendorong permintaan agregat dan pembangunan ekonomi.
Analisis Pengaruh Pajak dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengeluaran Pemerintah di Provinsi Sumatera Utara: Penelitian Angelica Sinaga; Fitrawaty Fitrawaty; Putri Sari Margareth Julianty Silaban; Ananda Fazhira; Annisa Dina Maisarah Hsb; Nandita Olivia Natasya; Sonita Putri Natalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5976

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pajak, pertumbuhan ekonomi, dan pengeluaran pemerintah di Provinsi Sumatera Utara. Pengeluaran pemerintah merupakan instrumen penting kebijakan fiskal untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series tahun 2020–2025 dari Badan Pusat Statistik, meliputi pengeluaran pemerintah daerah, pertumbuhan ekonomi (PDRB), dan penerimaan pajak kendaraan bermotor. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan pengeluaran pemerintah meningkat pada 2020–2024, namun menurun pada 2025 akibat faktor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi mengalami pemulihan setelah kontraksi pada 2020 akibat pandemi COVID-19. Penerimaan pajak kendaraan bermotor meningkat setiap tahun, mencerminkan naiknya aktivitas ekonomi dan kepatuhan masyarakat. Secara umum, pajak dan pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan pengeluaran pemerintah karena memengaruhi kemampuan pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.
Pengaruh Jumlah Uang Beredar dan BI Rate Terhadap Tingkat Inflasi di Indonesia Periode Tahun 2010-2023 Ian Saragih; Jonathan Brando Saragi; Tio Nardo Gulo; Fitrawaty Fitrawaty
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.5644

Abstract

This study investigates the influence of the Money Supply (M2) and the BI RATE on the inflation rate in Indonesia from 2010 to 2023. Multiple linear regression analysis is employed to determine the significance of the effects both simultaneously and partially. The results indicate that M2 and the BI RATE have a significant simultaneous impact on inflation. While the BI RATE has a positive and significant effect on inflation, M2 does not show a significant impact according to the partial analysis. These findings suggest that, in the context of the Indonesian economy, an increase in the money supply does not always have a direct effect on inflation, highlighting the importance of the BI RATE in monetary policy for inflation control.
Analisis Pengaruh Inflasi dan Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 2014-2023 Fitrawaty Fitrawaty; Fidia Wati; Rina Rina; Uswatul Akmalia
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.6148

Abstract

This study aims to analyze the impact of inflation and unemployment on economic growth in Indonesia during the 2014-2023 period. The research uses secondary data sourced from the World Bank. The methodology employs a quantitative approach with multiple linear regression analysis. The results show that the research model explains 53.3% of the variation in economic growth. Inflation has a negative effect on economic growth with a significance level approaching 90%, while unemployment shows no significant effect. These findings indicate that controlling inflation plays an important role in driving Indonesia's economic growth, while the relationship between unemployment and economic growth requires further study considering other relevant factors.
Analysis of Factors Affecting Employment Absorption in Micro and Small-Scale Industries Across 34 Provinces in Indonesia Muhammad Iqbal Mohar Harahap; Fitrawaty Fitrawaty; Muhammad Fitri Rahmadana
Economic Education Analysis Journal Vol. 15 No. 2 (2026): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eeaj.v15i2.48992

Abstract

The micro and small-scale industry (MSI) sector constitutes a key driver of employment in Indonesia; however, its labor absorption capacity varies across regions. This study examines the determinants of employment absorption in MSI across 34 provinces using panel data regression. The model includes production value, investment, wages, and the number of business units as explanatory variables. The results indicate that investment and the number of business units have a positive and statistically significant effect on employment absorption, while wages show a negative and significant relationship. In contrast, production value is not statistically significant. These findings suggest that output expansion in the MSI sector is not consistently associated with increased labor absorption. However, this condition should be interpreted cautiously and does not necessarily imply structural jobless growth. From a theoretical perspective, the findings reveal a partial inconsistency with conventional labor demand theory, particularly regarding the expected positive relationship between output and labor demand. This may reflect structural characteristics of MSI, such as low productivity and heterogeneous production conditions. Policy implications should remain aligned with the empirical results, emphasizing investment promotion and business expansion to improve employment absorption.
Analisis Pengaruh Suku Bunga dan Inflasi Terhadap Tingkat Investasi di Indonesia Tahun 2020-2025 Riyani Tarigan; Olivia Kristin Lumban Gaol; Krista Bella Sihombing; M Hamdani; Lisbet Saulintia Sitanggang; Fitrawaty Fitrawaty; Putri Sari M J Silaban
Journal of Management Accounting, Tax and Production Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mantap.v4i1.8120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga dan inflasi terhadap tingkat investasi di Indonesia pada periode 2020-2025. Investasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara karena berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, serta pembangunan ekonomi secara berkelanjutan. Perubahan kondisi makroekonomi seperti tingkat suku bunga dan inflasi dapat memengaruhi keputusan investor dalam menanamkan modalnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana hubungan kedua variabel tersebut terhadap tingkat investasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistika (BPS) melalui situs bps.go.id serta berbagai jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi literatur. Analisis data dilalukan dengan cara mengkaji, membandingkan, dan menginterpretasikan data mengenai perkembangan suku bunga, inflasi, dan tingkat investasi di Indonesia selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga memiliki pengaruh negatif terhadap tingkat investasi, dimana kenaikan suku bunga cenderung menurunkan minat investasi karena meningkatnya biaya modal. Namun demikian, pada periode 2020-2025 pengaruh suku bunga tidak selalu dominan karena keputusan investasi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti pemulihan ekonomi, stabilitas nasional, kebijakan pemerintah, ekspektasi keuntungan. Sementara itu, inflasi juga memiliki pengaruh positif terhadap tingkat investasi selama berada pada tingkat yang stabil dan terkendali. Inflasi yang moderat dapat mampu menciptakan kepastian harga serta meningkatkan kepercayaan investor dalam melakukan kegiatan produksi dan ekspansi usaha. Secara simultan, suku bunga dan inflasi mencerminkan stabilitas makroekonomi yang berperan penting dalam mendorong peningkatan investasi. Kombinasi suku bunga yang terkendali dan inflasi yang stabil dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif, meskipun dalam kondisi tertentu seperti pada tahun 2020, tingkat investasi tetap rendah akibat adanya faktor eksternal berupa pandemi. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi makro dan kebijakan pemerintah yang tepat dapat mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif.