Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI GAMPONG CADEK KECAMATAN BAITUSSALAM Finaul Asyura; Cut Ratna Keumala; Chairanisa Anwar; Siti Samaniyah; Ulfa Husna Dhirah; Eva Rosdiana; Henny Febriani; Wirza Wirza
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) di Gampong Cadek, Kecamatan Baitussalam, berfokus pada upaya memperkenalkan masyarakat terhadap bahaya dan dampak PTM yang semakin meningkat. Penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung bukan hanya menyebabkan penurunan kualitas hidup, tetapi juga mengakibatkan beban ekonomi bagi keluarga dan masyarakat luas. Di wilayah pedesaan seperti Gampong Cadek, kesadaran mengenai PTM dan faktor risikonya sering kali masih rendah, yang menyebabkan peningkatan insidensi penyakit tersebut. Tujuan Kegiatan : untuk mengurangi angka kejadian PTM serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perubahan pola hidup sehat dan pencegahan proaktif. Metode Pengabdian : Peningkatan pengetahuan dan pendekatan yang efektif dan partisipatif. Hasil Kegiatan : Kegiatan ini berhasil mencapai target sasaran utama, yaitu meningkatkan kesadaran kesehatan bagi warga desa dan mendorong penerapan pola hidup sehat. Lebih dari 80% peserta memahami faktor risiko PTM, dan sekitar 70% menunjukkan perubahan sikap terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara proaktif. Selain itu, peserta juga menunjukkan antusiasme terhadap pemeriksaan kesehatan dasar yang disediakan selama kegiatan, seperti pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah, yang berperan penting dalam mendeteksi dini risiko PTM.Kata kunci : Penyakit Tidak Menular, Pencegahan, PengendalianBackground: Socialization of prevention and control of non-communicable diseases (NCDs) in Gampong Cadek, Baitussalam District, focuses on efforts to introduce the community to the increasing dangers and impacts of NCDs. Diseases such as hypertension, diabetes, and heart disease not only cause a decrease in quality of life, but also result in an economic burden for families and the wider community. In rural areas such as Gampong Cadek, awareness of NCDs and their risk factors is often still low, which causes an increase in the incidence of these diseases. Activity Objectives: to reduce the incidence of NCDs and improve the quality of life of the community through changes in healthy lifestyles and proactive prevention. Community Service Method: Increasing knowledge and an effective and participatory approach. Activity Results: This activity succeeded in achieving the main target, namely increasing health awareness for villagers and encouraging the implementation of healthy lifestyles. More than 80% of participants understood the risk factors for NCDs, and around 70% showed a change in attitude towards the importance of proactively maintaining health. In addition, participants also showed enthusiasm for the basic health checks provided during the activity, such as measuring blood pressure and blood sugar levels, which play an important role in early detection of NCD risk.Keywords: Non-Communicable Diseases, Prevention, Control
PROMOSI KESEHATAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI MAN RUKOH DARUSSALAM Eva Rosdiana; Ulfa Husna Dhirah; Chairanisa Anwar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu sekumpulan perilaku yang berupa tindakan yang dilakukan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan individu atau kelompok mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan mau berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Dalam program PHBS ini sasaran utamanya adalah masyarakat. Tujuan dari dilakukannya PHBS adalah untuk menjaga, memelihara, melindungi serta meningkatkan kesehatan setiap individu (Kemenkes, 2017). Perilaku PHBS disekolah merupakan kegiatan memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar mau melakukan pola hidup yang sehat (Kemenkes, 2018). Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk  memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang PHBS dan pentingnya menjalankan PHBS di lingkungan sekolah. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara promosi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi MAN Rukoh Darussalam pada tanggal 18 September 2023. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 22 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang pentingnya PHBS dan bagaimana cara melaksanakan PHBS yang baik dan benar. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan promosi kesehatan yang disampaikan, dan mereka menyatakan bersedia untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah sebagaimana yang disampaikan oleh pemateri, hal ini menunjukan bahwa dengan adanya Promosi Kesehatan yang diberikan dapat menambah pengetahuan siswa dan merubah perilaku PHBS siswa menjadi lebih baik.Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan SehatClean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a collection of behaviors in the form of actions carried out based on awareness as a result of learning that makes individuals or groups able to help themselves in the health sector and willing to play an active role in realizing public health. In this PHBS program the main target is the community. The aim of implementing PHBS is to safeguard, maintain, protect and improve the health of each individual (Ministry of Health, 2017). PHBS behavior at school is an activity to empower students, teachers and the school community to adopt a healthy lifestyle (Ministry of Health, 2018). The aim of carrying out this service is to provide wider knowledge and understanding to students about PHBS and the importance of implementing PHBS in the school environment. The service was carried out by means of direct health promotion to MAN Rukoh Darussalam students on September 18 2023. The number of students who took part in this activity was 22 students. The results of the activities show that students understand the importance of PHBS and how to implement PHBS properly and correctly. The conclusion of the implementation of this service is that the students seemed enthusiastic about listening to the health promotion that was delivered, and they stated that they were willing to carry out clean and healthy living behavior in the school environment as stated by the presenter. This shows that the Health Promotion provided can increase students' knowledge. and change students' PHBS behavior for the better.Keywords: Clean and Healthy Living Behavior
EDUKASI MANFAAT BUAH JAMBLANG SEBAGAI PEWARNA RAMBUT ALAMI DI DESA TIBANG KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH Nurhayati Nurhayati; Chairanisa Anwar; Cut Wulan Sari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah jamblang (Syzygium cumini) merupakan buah yang memiliki kandungan antosianin tinggi, yang berpotensi sebagai pewarna alami. Pewarna rambut berbahan kimia seringkali menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemanfaatan buah jamblang sebagai pewarna rambut alami perlu dilakukan kepada masyarakat Desa Tibang, Kota Banda Aceh. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah dan menggunakan buah jamblang sebagai pewarna rambut alami yang aman dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan pewarna rambut dari ekstrak buah jamblang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat buah jamblang, serta minat untuk mengembangkan produk pewarna alami ini sebagai peluang usaha. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tibang dalam aspek kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
PEMERIKSAAN DINI KADAR HEMOGLOBIN UNTUK DETEKSI ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 8 KOTA BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja putri, terutama akibat defisiensi zat besi yang berdampak pada penurunan konsentrasi hemoglobin dalam darah. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan, prestasi belajar, dan kualitas hidup remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan dini kadar hemoglobin sebagai upaya deteksi awal anemia pada remaja putri di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 8 Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat digital portabel (hemoglobinometer), serta pemberian konsultasi gizi berdasarkan hasil pemeriksaan. Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswi dan dilaksanakan pada bulan Maret 2025. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 38% partisipan mengalami anemia ringan hingga sedang. Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi lebih lanjut, seperti pemberian suplemen zat besi, peningkatan asupan makanan bergizi, serta pemantauan kesehatan secara berkala di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa serta pihak sekolah mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan anemia.Kata kunci: anemia, remaja putri, hemoglobin, deteksi dini, pengabdian masyarakat  AbstractAnemia is a common health problem in adolescent girls, especially due to iron deficiency which results in decreased hemoglobin concentration in the blood. This condition can affect growth, academic achievement, and quality of life of adolescents. This community service activity aims to conduct early examination of hemoglobin levels as an effort to detect anemia in adolescent girls at State SeniorMiddle School (SMA) 8 Banda Aceh City. The methods used include health education, hemoglobin level examination using a portable digital device (hemoglobinometer), and providing nutritional consultation based on the results of the examination. This activity was attended by 50 female students and was carried out in March 2025. The results of the examination showed that 38% of participants experienced mild to moderate anemia. These findings indicate the need for further interventions, such as providing iron supplements, increasing nutritious food intake, and regular health monitoring in the school environment. This activity is expected to increase awareness and knowledge of students and schools regarding the importance of early detection and prevention of anemia.Keywords: anemia, adolescent girls, hemoglobin, early detection, community service
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG GIZI TUMBUH KEMBANG PADA ANAK DI PAUD HARSYA CERIA JEULINGKE BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Eva Rosdiana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan gizi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam membantu proses pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Pemenuhan gizi yang sesuai dengan kebutuhan akan mendorong pertumbuhan yang baik dan sesuai dengan tahap perkembangannya sehingga dapat membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Sebaliknya, jika kebutuhan gizi dalam tubuh tidak tercukupi maka akan mengakibatkan berbagai masalah gizi seperti gizi kurang, gizi lebih, defisiensi zat besi, dan zink. Balita merupakan aset suatu bangsa karena mereka pioneer untuk kemajuan pembangunan. Praktik pemberian makanan yang baik dan tepat sangat penting untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan, perkembangan, kesehatan dan gizi balita. Pemberian makanan haruslah tepat yaitu kualitas dan kuantitas sesuai dengan umur anak. Permasalahan yang terjadi karena ketidaktahuan orang tua sehingga asupan anak tidak seimbang antara karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Orang tua cenderung memberikan makanan yang tidak bervariasi, bersifat monoton dan kurang inovatif dan kreatif sehingga anak-anak cenderung bosan dan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak karena kurang nafsu makan sehingga asupan tidak seimbang dengan kebutuhan anak.Kata Kunci: Gizi tumbuh kembang, balita, penyuluhanNutritional needs are very important needs in helping the process of growth and development in children. Fulfillment of nutrition according to needs will encourage good growth and in accordance with the stage of development so that it can form a healthy, intelligent and productive generation. Conversely, if the nutritional needs of the body are not fulfilled, it will result in various nutritional problems such as undernutrition, excess nutrition, iron deficiency, and zinc. Toddlers are an asset of a nation because they are pioneers for development progress. Good and proper feeding practices are very important for the survival, growth, development, health and nutrition of toddlers. Feeding must be appropriate, namely the quality and quantity according to the age of the child. Problems that occur due to parental ignorance so that children's intake is not balanced between carbohydrates, protein, vitamins and minerals. Parents tend to provide food that does not vary, is monotonous and less innovative and creative so that children tend to get bored and have an impact on children's growth and development due to lack of appetite so that intake is not balanced with children's needs.Keywords: Nutrition growth and development, toddlers, counseling 
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 KUTA BARO ACEH BESAR Chairanisa Anwar; Noni Ariska Muhanda; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik, mental, dan aktivitas sehingga, kebutuhan makanan yang mengandung zat-zat gizi menjadi cukup besar. Peningkatan kebutuhan zat gizi pada masa remaja berkaitan dengan percepatan pertumbuhan, dimana zat gizi yang masuk ke dalam tubuh digunakan untuk peningkatan berat badan dan tinggi badan yang disertai dengan meningkatnya jumlah dan ukuran jaringan sel tubuh.. Remaja merupakan salah satu komponen terbesar di Indonesia. Oleh karena itu remaja harus mampu mencetak prestasi disegala bidang sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang  berkualitas. Gejala dari anemia adalah cepat lelah, pusing kepala, letih, lemas, sesak napas, mudah kesemutan, dan merasa mual. Berkurangnya jumlah hemoglobin dalam darah pada remaja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja ataupun menurunkan kemampuan untuk berkonsentrasi dengan baik sehingga akan menurunkan prestasi belajar. Salah satu penyebab kegagalan studi di sekolah adalah anemia. Keadaan tersebut timbul karena remaja umumnya kurang memperhatikan mutu makanan. Kebanyakan remaja memilih makanan atas dasar pertimbangan selera, bukan atas dasar pertimbangan gizi. Pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan pada 20 orang siswi yang berada di SMA Negeri 1 Kuta Baro Aceh Besar pada hari Selasa tanggal 14 Januari 2020, di ruang laboratorium pada pukul 10.00 Wib. Media yang digunakan berupa brosur, laptop, dan proyektor. Hasil yang diperoleh adalah para siswi dapat menyerap dengan baik informasi yang disampaikan dan sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan ini. Kata Kunci : Anemia, remaja
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DIARE PADA ANAK DI PUSKESMAS ULIM KABUPATEN PIDIE JAYA Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Chairanisa Anwar; Aris Maulana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare pada balita yang lambat ditangani dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti gangguan elektrolit pada tubuh, dehidrasi bahkan sampai kematian. Pencegahan terhadap kejadian diare perlu disesuaikan dengan dan faktor risiko penularannya. Agen penyebab diare dapat berpa zat yang bersifat toksis, zat yang bersifat alergen, maupun infeksi dari mikroba seperti vvirus, bakteri dan parasit (Fitzwater, et al., 2011). WHO memperkirakan bahwa penyebab utama kejadian diare di negara-negara berkembang adalah Rotavirus dan bakteri Escherichia coli. Kedua agen penyakit tersebut sangat erat hubungannya dengan faktor lingkungan seperti hygiene sanitasi, kecukupan sarana air bersih dan air minum, serta kebersihan dan keamanan pangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2021 di Puskesmas Ulim Tahun 2021. Hasil dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang diare pada anak danpentingnya menjada kesehatan anak. Kata Kunci: kejadian diare
PENYULUHAN KESEHATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SELAMA MASA PANDEMI COVID 19 DI PUSKESMAS MUTIARA KABUPATEN PIDIE Chairanisa Anwar; Syarifah Farany
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract  Community service activities conducting health education about clean and healthy living behavior in the community have shown that they are significantly effective in increasing public knowledge and attitudes towards the implementation of the rules that have been issued by the government to implement physical and social distancing. Health promotion is the essence of the role of health workers who actually have a positive impact in an effort to increase community participation in improving the health status of toddlers in particular, society and the nation in general. The involvement of religious leaders in the community bridges public acceptance of health programs.Getting used to a clean and healthy lifestyle needs to be applied from now on, especially during this Covid-19 outbreak. PHBS habituation intends to provide a routine activity for someone related to a clean and healthy lifestyle so that it becomes a habit (Wiranata, 2020). The role of parents is very important and influential in the habituation of a clean and healthy lifestyle in the family. Parents are obliged to determine the choice of quality health services for family members such as consuming various types of nutritious food, emotional support, activities of daily living (physical activity), and environmental quality (Inderan and Weta, 2018). Therefore, habituation of a clean and healthy lifestyle for family members in particular and the community during the Covid-19 outbreak can be in the form of education, both theory-based and direct practice. If people get used to a clean and healthy lifestyle from an early age, then indirectly the community has played an active role in fighting COVID-19 in Indonesia.   Keywords: clean and healthy lifestyle
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI PUSKESMAS LAMTEUBA KECAMATAN SEULIMUM KABUPATEN ACEH BESAR Chairanisa Anwar; Fauziah Andika; Eva Rosdiana; Soviawati Soviawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The United Nations Children's Fund (UNICEF) said as many as 30 thousand infant mortality and 10 thousand deaths of children under five in the world in one year prevented through breastfeeding for 6 months, without giving additional food and drink to the baby so that breast care very important in increasing the production of breast milk. The number of babies in Indonesia who receive exclusive breastfeeding tends to decline because more and more babies under the age of 6 months are given formula milk. According to the Indonesian Health Demographic Survey (IDHS), the coverage of exclusive breastfeeding for infants 0-6 months in 2002 was 40%, in 2007 it fell to 32% and in 2010 it fell again to 27.2%. The cause of a pregnant woman not doing breast care, between others are caused by the following factors lack of information obtained from health workers, fear and laziness, and the availability of time to perform breast care during pregnancy. Breast Care It is very important that complications do not occur when breastfeeding the baby later. So a level of behavior is needed, especially for primigravida mothers, regarding the importance of breast care during pregnancyKeywords: breast care, pregnant women
PENINGKATAN UMKM PANGAN LOKAL UBI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SAREE ACEH Soraya Lestari; Chairanisa Anwar; Asmaul Husna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, namun tidak hanya dipandang dari segi perekonomian, secara tidak lansgung UMKM dapat pula membantu meningkatkan nilai kesehatan masyarakat. Dengan tumbuhnya banyak UMKM yang bergerak di bidang pangan serta pengolahan dan nilai gizi yang mengikuti standar kebutuhan gizi maka akan membantu peningkatan nilai gizi masyarakat. Masalah yang terjadi saat ini adalah ketiodak cukupan nilai gizi masyarakat yang menyebabkan tingginya persentase nilai stunting di Indonesia. Berdasarkan hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) kementerian kesehatan , prevalensi stunting balita di Indonesia mencapai 24,4% pada tahun 2021. Hal ini masih sangat tinggi sehingga perlu dilakukan pemberdayaan kepada masyarakat untuk menindaklanjuti status gizi tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kecukupan nilai gizi dalam makanan serta menumbuhkan UMKM pangan lokal ubi sebagai alternatif pemenuhan nilai gizi masyarakat Desa Sare Aceh. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat akan pentingnya nilai gizi seimbang bagi ibu hamil, menyusui dan pertumbuhan anak. Peningkatan pemahaman masyarakat dalam pengolahan pangan lokal berupa ubi serta potensi UMKM dalam bidang tersebut.Kata Kunci: UMKM, Pangan Lokal, Stunting, Nilai GiziMSMEs have an important role in supporting economic growth, but not only from an economic perspective, they can also indirectly help increase the value of public health. With the growth of many MSMEs engaged in food and processing and nutritional values that follow the standard of nutritional needs, it will help increase the nutritional value of the community. The problem that occurs today is the insufficient nutritional value of the community which causes the high percentage of stunting in Indonesia. Based on the results of the Indonesian nutritional status study (SSGI) of the Ministry of Health, the prevalence of stunting under five in Indonesia will reach 24.4% in 2021. This is still very high so it is necessary to empower the community to follow up on the nutritional status. The purpose of this community service is to increase public awareness of the importance of adequate nutritional value in food and to grow small and medium-sized enterprises (SMEs) for local sweet potato as an alternative to fulfill the nutritional value of the people of Sare Aceh Village. The results of community service show that there is an increase in public understanding of the importance of balanced nutritional values for pregnant women, breastfeeding and child growth. Increasing public understanding in processing local food in the form of sweet potatoes and the potential of MSMEs in this field.Keywords: SMEs, Local Food, Stunting, Nutritional Value