Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMAN 4 BANDA ACEH MELALUI PEMAHAMAN MINAT DAN BAKAT Said Ashlan; Chairanisa Anwar; Fatimah Zainab
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMAN 4 Banda Aceh melalui kegiatan sosialisasi yang berfokus pada pemahaman minat dan bakat. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada rendahnya motivasi belajar sebagian siswa yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap potensi diri. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta pengisian instrumen sederhana untuk mengidentifikasi minat dan bakat siswa. Kegiatan ini melibatkan siswa sebagai peserta utama dengan pendekatan partisipatif agar mereka lebih aktif dalam proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap minat dan bakat pribadi, yang berdampak pada meningkatnya kesadaran akan pentingnya belajar sesuai dengan potensi yang dimiliki. Selain itu, siswa menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif terhadap kegiatan belajar, seperti meningkatnya keaktifan dalam diskusi dan antusiasme dalam mengikuti kegiatan sekolah. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi langsung dan angket respon siswa, yang menunjukkan tingkat kepuasan dan kebermanfaatan program yang tinggi. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini terbukti efektif dalam membantu siswa mengenali potensi diri dan meningkatkan motivasi belajar. Program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan serupa di sekolah lain untuk mendukung pengembangan potensi siswa secara optimal dan berkelanjutan. Kata Kunci: motivasi belajar, minat dan bakat, sosialisasi pendidikan, siswa SMA, pengembangan potensi diri
KIAT MEMBANGUN KESADARAN KARIR SEJAK DINI MELALUI SOSIALISASI PERENCANAAN KARIR SISWA SMK NEGERI 2 KOTA BANDA ACEH Said Ashlan; Chairanisa Anwar; Radela Radela
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran karier sejak dini merupakan aspek penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa depan. Namun, masih banyak siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai bakat, minat, serta perencanaan karier yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran karier siswa melalui sosialisasi kiat membangun perencanaan karier di SMK Negeri 2 Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta kegiatan refleksi diri untuk membantu siswa mengenali potensi dan minat mereka. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menetapkan tujuan karier, mengenali peluang pendidikan lanjutan, serta memahami kebutuhan dunia kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep perencanaan karier dan pentingnya kesadaran karier sejak dini. Siswa menjadi lebih mampu mengidentifikasi potensi diri serta lebih termotivasi dalam merencanakan masa depan mereka. Pendekatan interaktif yang digunakan juga mendorong partisipasi aktif siswa sehingga materi dapat dipahami dengan lebih baik. Kesimpulannya, kegiatan sosialisasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran karier dan memberikan bekal awal bagi siswa dalam menyusun perencanaan karier yang matang. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang berkelanjutan dalam mendukung kesiapan siswa menghadapi masa depan. Kata Kunci: kesadaran karier, perencanaan karier, siswa SMK, sosialisasi, motivasi belajar
KEGIATAN SKRINING GIZI MELALUI PENGUKURAN ANTROPOMETRI PADA ANAK USIA DINI DI TPA ISLAM BUSTAN ASSOFA BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Said Ashlan; Taufik Hidayat
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah gizi pada anak usia dini masih menjadi isu penting dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Banda Aceh. Anak usia dini merupakan kelompok rentan karena berada pada masa pertumbuhan yang pesat, sehingga memerlukan pemantauan status gizi secara berkala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining gizi melalui pengukuran antropometri serta meningkatkan kesadaran guru dan orang tua mengenai pentingnya pemantauan status gizi anak. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif, dengan sasaran seluruh anak usia dini di TPA Islam Bustan Assofa Banda Aceh yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas, serta didukung oleh observasi dan wawancara. Data kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indeks antropometri sesuai standar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya variasi status gizi pada anak, baik dalam kategori normal maupun berisiko mengalami masalah gizi. Pengukuran antropometri terbukti efektif dalam mendeteksi kondisi seperti underweight, stunting, dan wasting secara dini. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran guru serta orang tua terkait pentingnya gizi seimbang dan pemantauan pertumbuhan anak. Faktor yang mempengaruhi status gizi meliputi pola makan, kebiasaan konsumsi, serta kurangnya pemantauan pertumbuhan. Kesimpulannya, skrining gizi melalui pengukuran antropometri merupakan metode yang efektif dalam deteksi dini masalah gizi pada anak usia dini. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat menjadi dasar intervensi kesehatan. Oleh karena itu, skrining gizi secara rutin sangat dianjurkan sebagai upaya promotif dan preventif. Kata kunci: skrining gizi, antropometri, anak usia dini, status gizi, pengabdian masyarakat. Abstract Nutritional problems among early childhood children remain an important public health issue in Indonesia, including in Banda Aceh. Early childhood is a vulnerable group due to rapid growth and development, requiring regular monitoring of nutritional status. This community service activity aims to conduct nutritional screening through anthropometric measurements and to increase the awareness of teachers and parents regarding the importance of monitoring children’s nutritional status. The method used was descriptive with a participatory approach, targeting all early childhood children at TPA Islam Bustan Assofa Banda Aceh, selected using a total sampling technique. Data were collected through anthropometric measurements including body weight, height, and mid-upper arm circumference, supported by observation and interviews. The data were then analyzed descriptively based on standard anthropometric indices. The results showed variations in children’s nutritional status, ranging from normal to those at risk of nutritional problems. Anthropometric measurements proved effective in early detection of conditions such as underweight, stunting, and wasting. In addition, this activity improved the knowledge and awareness of teachers and parents regarding the importance of balanced nutrition and growth monitoring. Factors influencing nutritional status included dietary patterns, consumption habits, and lack of regular growth monitoring. In conclusion, nutritional screening through anthropometric measurement is an effective method for early detection of nutritional problems in early childhood. This activity also contributes to increasing community awareness and can serve as a basis for health interventions. Therefore, routine nutritional screening is highly recommended as a promotive and preventive effort. Keywords: nutritional screening, anthropometry, early childhood, nutritional status, community service.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN REPELAN HERBAL BUNGA KECOMBRANG UNTUK PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA LAM GAPANG ACEH BESAR Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Syarifah Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar. Tingginya populasi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama DBD memerlukan upaya pencegahan yang efektif, aman, dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah penggunaan repelan herbal berbahan alami, seperti bunga kecombrang (Etlingera elatior) yang diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder berpotensi sebagai penolak nyamuk. Tim dosen Ilmu Kesehatan dan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lam Gapang, Aceh Besar melalui program pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan repelan herbal bunga kecombrang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman lokal sebagai upaya pencegahan DBD serta mendorong perilaku hidup sehat berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan repelan herbal, pelatihan praktik langsung, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya DBD dan manfaat bunga kecombrang sebagai bahan alami penolak nyamuk. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan secara mandiri proses pembuatan repelan herbal sederhana yang aman digunakan di lingkungan rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan DBD secara berkelanjutan serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam lokal yang bernilai kesehatan dan ekonomis bagi masyarakat Desa Lam Gapang. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, repelan herbal, bunga kecombrang, Demam Berdarah Dengue, pencegahan DBD. Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the environmental-based diseases that remains a public health problem in Aceh Besar Regency. The high population of Aedes aegypti mosquitoes as the primary vector of DHF requires prevention efforts that are effective, safe, and environmentally friendly. One alternative that can be developed is the use of herbal repellents made from natural ingredients, such as torch ginger (Etlingera elatior), which is known to contain secondary metabolites with potential mosquito-repellent activity. A team of lecturers conducted a community service program in Lam Gapang Village, Aceh Besar through a community empowerment initiative focused on the production of herbal torch ginger repellent. This activity aimed to improve community knowledge and skills regarding the utilization of local plants as an effort to prevent DHF and to promote healthy living behaviors based on local wisdom. The implementation methods included health education, demonstrations of herbal repellent preparation, hands-on practical training, and evaluation of participants’ understanding. The results of the activity showed an increase in community knowledge regarding the dangers of DHF and the benefits of torch ginger as a natural mosquito repellent. In addition, community members were able to independently practice the process of making simple herbal repellents that are safe for household use. This activity is expected to support sustainable DHF prevention efforts and enhance the utilization of local natural resources with health and economic value for the people of Lam Gapang Village. Keywords: community empowerment, herbal repellent, torch ginger, Dengue Hemorrhagic Fever, DHF prevention
DETERMINAN PENGOLAHAN SAMPAH LIMBAH RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT DI GAMPONG BLANG ASAN KECAMATAN KOTA SIGLI KABUPATEN PIDIE Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Chairanisa Anwar; Ulfa Husna Dhirah; Mukhlis Mukhlis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5929

Abstract

Latar Belakang: Jumlah sampah padat di kota-kota dunia akan terus naik sebesar 70% mulai tahun 2023 hingga tahun 2025, dari 1,3 miliar non pertahun menjadi 2,2 miliar ton pertahun. Mayoritas kenaikan terjadi di kota-kota di negara berkembang. Di Indonesia, data bank dunia menyebutkan jumlah sampah padat yang diproduksi secara nasional mencapai 151.921 ton perhari Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Determinan Pengolahan Sampah Limbah Rumah Tangga Pada Masyarakat Di Gampong Blang Asan Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie. Metode Penelitian: bersifat analitik dengan pendekatan crossectional, sampel menggunakan tehnik purposive sampling sebanyak 82 orang, dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 19 – 28 Agustus 2025. Hasil Penelitian: analisis univariat didapat sebagian besar masyarakat adalah tidak mengolah sampah lembah rumah tangga yaitu 61%, sebagian besar adalah pengetahuan masyarakat cukup yaitu 53,7%, sebagian besar adalah partisipasi masyarakat kurang yaitu 52,4% dan sebagian besar adalah sarana dan prasarana kurang yaitu 58,5%. Analisis bivariat didapatkan pengetahuan nilai P value = 0,000, partisipasi nilai P value = 0,000 dan sarana dan prasarana nilai P value = 0,000. Kesimpulan dan Saran: ada hubungan pengetahuan, partisipasi dan sarana dan prasarana dengan pengolahan sampah limbah rumah tangga. Diharapkan kepada kepala desa atau aparatur desa yang bekerjasama dengan petugas kesehatan untuk bekerja sama memberikan penyuluhan tentang tata cara pengolahan sampah dan bahaya penumpukan sampah yang dilakukan secara rutin setiap bulannya agar masyarakat
STUDI RISIKO PENYAKIT INFEKSI PADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI DESA MANYANG CUT KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE TAHUN 2026 Chairanisa Anwar; Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Nuzulul Rahmi; Rizka Maulina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5905

Abstract

Abstrak Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan risiko penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 100 responden yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden mengalami penyakit infeksi, dengan jenis penyakit yang dominan adalah diare, ISPA, dan penyakit kulit. Analisa univariat menunjukkan bahwa 50% responden memiliki sanitasi lingkungan buruk, 44% memiliki akses air bersih tidak cukup, dan 37% memiliki PHBS rendah. Analisa bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan (p=0,042), akses air bersih (p=0,023), dan PHBS (p=0,017) dengan kejadian penyakit infeksi. Kesimpulan penelitian ini adalah sanitasi lingkungan, akses air bersih, dan PHBS merupakan faktor risiko utama yang berhubungan dengan kejadian penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, serta edukasi PHBS untuk menurunkan risiko penyakit infeksi di daerah rawan banjir. Kata kunci: banjir, penyakit infeksi, sanitasi lingkungan, air bersih, PHBS. Abstract Flooding is a natural disaster that frequently occurs in Indonesia and has a significant impact on public health, particularly in increasing the risk of infectious diseases. This study aims to analyze the risk factors of infectious diseases among communities affected by flooding in Manyang Cut Village, Meureudu Subdistrict, Pidie Regency in 2026. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design involving 100 respondents selected through random sampling. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews, and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that 59% of respondents experienced infectious diseases, with the most common types being diarrhea, acute respiratory infections (ARI), and skin diseases. Univariate analysis indicated that 50% of respondents had poor environmental sanitation, 44% had insufficient access to clean water, and 37% had low clean and healthy living behavior (PHBS). Bivariate analysis revealed significant relationships between environmental sanitation (p=0.042), access to clean water (p=0.023), and PHBS (p=0.017) with the incidence of infectious diseases. The conclusion of this study is that environmental sanitation, access to clean water, and PHBS are the main risk factors associated with the occurrence of infectious diseases among flood-affected communities. Therefore, efforts to improve sanitation, provide adequate clean water, and promote PHBS education are necessary to reduce the risk of infectious diseases in flood-prone areas. Keywords: flood, infectious diseases, environmental sanitation, clean water, PHBS.
PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN LOKAL PADA BALITA YANG MEMILIKI GIZI KURANG DI JEULINGKE KOTA BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Eva Rosdiana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5413

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi perhatian penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu intervensi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis bahan pangan lokal. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian PMT lokal terhadap kenaikan berat badan pada balita dengan status gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Jumlah responden sebanyak 62 balita yang memiliki gizi kurang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian: sebagian besar responden mengalami peningkatan berat badan setelah pemberian PMT, yaitu sebanyak 50 balita (80,6%), sedangkan 8 balita (12,9%) mengalami penurunan, dan 4 balita (6,5%) tetap. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara berat badan balita sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Pemberian makanan tambahan lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kenaikan berat badan pada balita yang memiliki gizi kurang. Saran: Disarankan agar pihak puskesmas dan kader posyandu terus mengembangkan inovasi menu PMT lokal yang menarik dan bergizi untuk mendukung perbaikan gizi balita di masyarakat. Kata kunci: Makanan Tambahan Lokal, Gizi Kurang, Balita, Berat Badan.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA Eva Rosdiana; Rini Juwita; Chairanisa Anwar; Fauziah Andika; Sahbainur Rezeki
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5409

Abstract

Latar Belakang : Masalah pengelolaan sampah menjadi isu penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, meningkatkan risiko penyakit, dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah di Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat setelah diberikan edukasi kesehatan, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kesimpulan : Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh positif terhadap pengetahuan responden dalam pengelolaan sampah. Saran : Oleh karena itu, pemberian edukasi secara berkala dan terstruktur disarankan sebagai strategi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kata Kunci: edukasi kesehatan, pemahaman masyarakat, pengelolaan sampah, promosi kesehatan
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI GAMPONG TELAGA MEUKU DUA KECAMATAN BANDA MULIA KABUPATEN ACEH TAMIANG Chairanisa Anwar; Eva Rosdiana; Ratna Willis; Nur Fadhillah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4861

Abstract

Latar Belakang: Wilayah kerja Puskesmas Banda Mulia memiliki 10 buah gampong yang terdiri dari 1.008 orang Balita dengan masalah gizi kurang 47 balita (4,7%), gizi lebih 50 balita (4,9%) dan stunting sebanyak 144 balita (14,3%). Gampong Telaga Meuku Dua merupakan salah satu Gampong yang memiliki masalah gizi terbanyak di Kecamatan Banda Mulia. Studi pendahuluan terhadap 8 orang ibu yang memiliki balita menunjukkan hasil sebanyak 5 orang ibu (46,8%) memiliki pengetahuan kurang tentang gizi. Metode Penelitian: Penelitian analitik dengan desain cross sectional dengan total sampel 80 orang. Pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner. Menggunakan uji statistik non-parametrik yaitu uji chi-square dan dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : Tidak ada hubungan P= 0,365 pengetahuan ibu dan ada hubungan P=0,000 penyakit infeksi dengan status gizi balita di Gampong Telaga Meuku Dua Kecamatan Banda Mulia Kabupaten Aceh Tamiang.  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA KELUARGA BERISIKO TINGGI DI KECAMATAN KUTA COT GLIE KABUPATEN ACEH BESAR Rahmat Juliansyah; Chairanisa Anwar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA KELUARGA BERISIKO TINGGI DI KECAMATAN KUTA COT GLIE KABUPATEN ACEH BESAR