Articles
Komunikasi Interpersonal Antara Kakak dengan Adik Kandung Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus pada Kakak yang Mempunyai Adik Kandung Penyandang Autisme)
Jessica Laurance;
Riris Loisa
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v3i2.6351
Basically, every family hopes to have family members healthy both physically and spiritually. That is not merely the hope of every parent, but a child who becomes a sister or a brother will also expect the same thing. However, some families were blessed with a family member who has special needs. This study aims to investigate how interpersonal communication is established between siblings whom one of them is blessed with special needs. The main theory of this study is interpersonal communication theory which is supported by relational dialectics theory and affection exchange theory. The researcher used a descriptive qualitative approach and case study methods. The data was processed and analyzed according to the coding methods. The criteria for the selection of an informant are an older sibling who has a younger sibling with special needs that lives in the same house. The result of this study indicates that interpersonal communication is established by communicating face-to-face without medium, oldest siblings communicate by adjusting to the special needs of the younger siblings, younger siblings tend to communicate in the form of nonverbal communication, each informant experienced relational dialectics, and an exchange of affection is still possible.Pada dasarnya setiap keluarga berharap memiliki anggota keluarga yang sehat secara jasmani maupun rohani. Hal tersebut tidak hanya semata-mata harapan setiap orang tua saja, melainkan seorang anak yang menjadi kakak juga mengharapkan kehadiran adik yang sehat secara jasmani maupun rohani. Namun kenyataannya beberapa keluarga dianugerahi anggota keluarga yang berkebutuhan khusus. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana komunikasi interpersonal yang terjalin antara kakak dengan adik kandung yang berkebutuhan khusus. Teori utama penelitian ini yaitu teori komunikasi antarpribadi yang didukung dengan teori dialektika relasional dan teori pertukaran kasih sayang. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan metode studi kasus. Teknik pengolahan dan analisis data adalah dengan pengodean. Kriteria pemilihan informan yaitu seorang kakak yang mempunyai adik kandung berkebutuhan khusus dan tinggal satu rumah dengan adiknya. Temuan penelitian ini adalah komunikasi interpersonal masih terjalin, komunikasi dilakukan dengan tatap muka tanpa medium, bentuk komunikasi kakak menyesuaikan kebutuhan adik, bentuk komunikasi adik umumnya berbentuk nonverbal, setiap informan mengalami dialektika relasional, dan pertukaran kasih sayang masih mungkin terjadi.
Konstruksi Realitas Kehidupan dalam Video Klip Lagu Tong Hua
Tivanny Claranita;
Riris Loisa
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v2i2.3944
Video klip lagu merupakan salah satu bentuk media Audio Visual Aids (AVA) yang terdiri dari gambar dan lirik. Pada umumnya, lagu berisi pesan-pesan yang berkaitan dengan realitas. Melalui lagu Mandarin “Tong Hua” (Dongeng), sebuah realitas dikonstruksi. Dongeng dapat dipahami sebagai cerita yang tidak benar-benar terjadi dan tidak masuk akal. Jika mendengar kata “dongeng” tak jarang manusia akan membayangkan kehidupan yang bahagia di dalam sebuah kerajaan. Lantas, dalam realitas kehidupan sering terjadi hal-hal yang tidak membahagiakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam terkait makna realitas kehidupan manusia dan bagaimana mengkonstruksinya. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa teori yang relevan, seperti konstruksi realitas kehidupan, dan semiotika. Dengan menggunakan acuan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode semiotika Roland Barthes untuk mengkaji makna denotasi, konotasi, dan mitos. Melalui penelitian ini, melahirkan nilai objektivitas dan subjektivitas, serta ditemukan makna yang berkaitan dengan realitas dan dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan bukan merupakan sebuah realitas, melainkan subjektivitas dan untuk membangun kebahagiaan menjadi realitas membutuhkan proses internalisasi yang sangat panjang. Proses tersebut mencakup tindakan-tindakan non verbal serta mitos dan budaya nilai tradisional untuk membuktikan bahwa manusia dapat hidup bahagia jika percaya dan bekerja keras.
Analisis Gaya Komunikasi Kepemimpinan Kharismatik (Kepemimpinan Dewa Osiris dalam film “God of Egypt”)
Widyanilam Rossian;
Riris Loisa
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v3i1.6150
Pemimpin, peran yang mempunyai pengaruh dalam organisasi maupun suatu negara. Tidak ada negara tanpa kepemimpinan. Pemimpin adalah elemen paling penting dalam negara. Terdapat banyak sekali pengertian dan konsep mengenai gaya kepemimpinan, tergantung bagaimana pemimpin memperdalam konsep tersebut. Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah Bagaimana gaya komunikasi kepemimpinan kharismatik?. Penelitian ini menggunakan pendekatan naratif, dianalisis dengan teori komunikasi organisasi, gaya kepemimpinan. Tujuan penelitian yang ingin dicapai oleh penulis adalah mengetahui gaya komunikasi kepemimpinan kharismatik Dewa Osiris dalam film “God of Egypt”. Objek penelitian adalah gaya komunikasi kepemimpinan kharismatik Dewa Osiris dalam film “God of Egypt”. Osiris menganut 2 gaya komunikasi yang berbeda, yaitu komunikasi aristokrasi dan komunikasi egaliter. Kedua gaya komunikasi tersebut berjalan secara berkesinambungan dalam kepemimpinan Osiris sebagai raja Mesir.
Komunikasi Pedagogi dalam Pengembangan Diri Siswa-Siswi SMA
Mayciel Chen;
Riris Loisa
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v2i1.2439
Komunikasi merupakan unsur penting dalam pedagogi. Namun, terkadang pesan yang disampaikan guru sebagai komunikator, ditafsirkan berbeda oleh siswa sebagai komunikan. Padahal, pedagogi tak hanya sebatas komunikasi akademis, tetapi juga untuk pengembangan diri siswa-siswi. Perumusan penelitian ialah memahami bagaimana komunikasi pedagogi dalam pengembangan diri siswa-siswi SMA. Melalui teori komunikasi, yang dipadukan dengan pedagogi, dan pengembangan diri siswa-siswi SMA. Penelitian dilakukan di SMA Damai Jakarta Barat. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus. Pengumpulan data diperoleh secara observasi, dan wawancara mendalam. Dalam analisis data, peneliti menggunakan koding kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi pedagogi dalam pengembangan diri siswa-siswi dilakukan dengan berfokus pada komunikasi yang bersifat interaktif, dengan mengedepankan potensi siswa yang dapat memberi manfaat kepada masyarakat.
Masyarakat dan Kearifan Budaya Lokal (Bentuk Pela Masyarakat di Negeri Batu Merah Kota Ambon Pasca Rekonsiliasi)
Osbert Montana;
Riris Loisa;
Lusia Savitri Setyo Utami
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v2i2.3930
Konflik Maluku yang berlangsung selama lebih dari empat tahun, tidak saja memperburuk hubungan-hubungan kemanusiaan atau hubungan lintas agama, hubungan agama dan masyarakat, tetapi juga meperlihatkan retaknya kehidupan masyarakat Maluku secara keseluruhan. Keadaan ini membuat agama kehilangan momentum untuk menjadikan agama yang melayani dan membebaskan manusia. Situasi seperti ini menjadi masalah serius ketika agama harus mengambil sikap terhadap pluralisme. Untuk menghindari konflik tersebut diperlukan sebuah toleransi untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Maluku khususnya Ambon menjadi salah satu daerah yang memelihara toleransi dan kerukunan dengan jumlah penduduk 50% beragama Kristen dan 50% lainnya beragama Islam. Dahulu, konflik perbedaan bukan sebuah masalah di Maluku karena komunikasi yang sangat kuat. Namun kini masyarakat Ambon kembali seperti dahulu dalam berinteraksi, baik dengan yang seagama maupun dengan yang berbeda agama. Perbedaan hampir sudah tidak terlihat lagi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Negosiasi Muka oleh Stella Ting-Toomey. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif studi kasus dan dengan tujuan untuk mengetahui peran dari kearifan budaya lokal Pela dalam komunikasi antar budaya umat beragama kota Ambon komunikasi seperti apa yang terjadi antara masyarakat di Ambon yang berbeda agama dan melihat bentuk-bentuk Pela masyarakat pasca rekonsiliasi sehingga kerukunan dapat terus terjaga. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil bahwa terjadi hubungan saling membahagiakan atau hubungan yang sangat positif antar masyarakat (Kristen-Islam) di Ambon serta bersepakat untuk bersama-sama mengurangi penderitaan sehingga tidak terjadi konflik seperti yang telah terjadi sebelumnya.
Peran Buzzer Politik dalam Aktivitas Kampanye di Media Sosial Twitter
Felicia Felicia;
Riris Loisa
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v2i2.3906
Pada awalnya, istilah buzzer hanya digunakan untuk mempromosikan produk-produk tertentu dengan atau tanpa imbalan. Namun, sejak tahun 2014 saat pemilihan umum secara langsung terjadi di Indonesia, buzzer mulai memasuki dunia politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran buzzer politik dalam aktivitas kampanye politik di media sosial Twitter dan aktivitas buzzer politik. Beberapa konsep yang dijadikan landasan dalam penelitian ini adalah komunikasi politik dalam bentuk kampanye politik, new media, dan media sosial. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah pihak yang bekerja sebagai buzzer di media sosial Twitter dengan imbalan tertentu, buzzer sukarelawan, serta pihak yang menjaring masyarakat untuk ikut tergabung menjadi buzzer. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kicauan atau tweet yang dituliskan oleh buzzer sukarela maupun buzzer dengan imbalan tertentu. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa buzzer profesional atau buzzer dengan imbalan tertentu berperan untuk memperluas suatu informasi melalui aktivitas retweet terkait narasi dan hashtag harian hingga dapat dilihat oleh masyarakat dalam bentuk trending topic.
Self-Disclosure dalam Komunikasi Antarpribadi pada Pasangan Suami Istri Beda Agama
Elysabath Martin;
Riris Loisa;
Roswita Oktavianti
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v2i1.2430
Pernikahan beda agama bukanlah hal yang baru di Indonesia. Namun fenomena ini masih menjadi isu kontroversial setiap kali diperbincangkan. Pernikahan beda agama merupakan salah satu bentuk hubungan antarpribadi yang kompleks, baik sebelum dan sesudah pernikahan terjadi, khususnya dalam hal penyingkapan diri (self disclosure). Maksud dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana self-disclosure yang dilakukan oleh pasangan suami-istri beda agama dengan pasangannya. Penelitian ini didasari teori komunikasi antarpribadi, self-disclosure dan Jendela Johari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pernikahan beda agama, komunikasi pada pasangan suami-istri beda agama tetap terbuka satu sama lain. Hal ini menandakan terjadinya keterbukaan pada open self mengenai hal-hal umum yang memang sudah seharusnya diketahui oleh diri sendiri dan pasangan. Perbedaan agama dalam hubungan rumah tangga menyebabkan komunikasi sedikit terhambat karena tidak ingin menimbulkan konflik. Ini memperlihatkan bahwa terjadi hidden self pada komunikasi pasangan suami-istri beda agama terkait keinginan orang tua yang menginginkan anaknya dapat menganut agama yang sama. Kendati demikian, pasangan suami-istri beda agama cenderung memiliki rasa toleransi yang lebih tinggi terhadap perbedaan.
Retorika Peserta Diskusi Dalam Memertahankan Argumentasinya (Analisis Isi Acara Diskusi Indonesia Lawyers Club Episode Halal-Haram Saracen)
Coro Mountana;
Riris Loisa
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v1i2.1983
Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari kegiatan komunikasi. Retorika sebagai salah satu bentuk klasik dari komunikasi merupakan bagian dari ilmu bina. Retorika bicara mencakup monologika, dialogika, dan pembinaan teknik bicara. Bagian dari dialogika adalah diskusi, tanya jawab, perundingan, percakapan, dan debat. Penelitian ini mengangkat retorika dalam acara diskusi di media massa. Program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) dengan tema Halal Haram Saracen menjadi fokus dalam penelitian ini. Dengan menggunakan paradigma post positivis, pendekatan campuran dan metode analisis isi, peneliti melakukan wawancara mendalam dengan peserta diskusi ILC, Ade Armando, Ketua Serikat Jurnalistik untuk Keberagaman, Alex Junaidi, dan pengajar Pasca Sarjana Universitas Indonesia yang mengambil disertasi tentang filsafat yaitu Firman Kurniawan. Retorika erat kaitannya dengan filsafat. Hasil penelitian analisis isi menunjukan banyak muncul ethos dan kanon dalam diskusi. Ethos dan kanon memberi impresi terhadap retorika pembicara. Hal ini penting karena keterbatasan peluang retorika bagi pembicara.
Fanatisme Penggemar K-Pop Melalui Media Sosial (Studi pada Akun Instagram Fanbase Boyband iKON)
Wishandy Wishandy;
Riris Loisa;
Lusia Savitri Setyo Utami
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v3i1.6156
Budaya populer K-Pop telah mewabah sampai keseluruh dunia terutama di Indonesia. K-Pop merupakan industri musik yang terdiri dari girlband dan boyband, salah satunya yaitu boyband iKON. Semakin berkembangnya zaman, penggemar dapat dengan mudah mengakses informasi apapun mengenai iKON menggunakan media baru atau new media, salah satunya yaitu media sosial Instagram. Dengan menggunakan Instagram, penggemar dan fandom iKON dapat melampiaskan rasa cinta dan kagumnya terhadap iKON dengan melihat video, berita dan foto-foto tampan dari anggota iKON. Hal tersebut memicu penggemar semakin cinta dan kagum terhadap iKON yang telah menimbulkan fanatisme terhadap idolanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku fanatisme penggemar dalam media sosial mengenai kecintaannya terhadap boyband iKON. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Data yang dianalisis diperoleh dari hasil wawancara dengan admin akun fanbase iKON di Instagram yaitu @ikonictreazure dan @Wowfaktaikon. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penggemar merasakan cinta dan kagum yang tinggi dengan menunjukan perilaku-perilaku fanatik terlihat dari respon penggemar saat berkomentar dalam Instagram.
Komunikasi Organisasi Pada Perusahaan Skala Menengah Dalam Menciptakan Iklim Organisasi Supportiveness (Studi Etnografi Pada PT. Compro Kotak Inovasi)
Grady Grady;
Riris Loisa
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/kn.v1i2.2010
Sebuah organisasi dapat dikatakan sukses dan berhasil apabila komunikasi internal organisasi tersebut berlangsung dengan baik dan harmonis. Komunikasi organisasi merupakan salah satu faktor penting untuk membangun iklim organisasi. Iklim organisasi dapat memberikan dorongan kepada individu dalam berperilaku. Oleh karena itu, setiap individu di dalam organisasi memiliki peran penting dalam menciptakan iklim organisasi yang baik dan harmonis. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana komunikasi organisasi pada perusahaan skala menengah dalam menciptakan iklim organisasi supportiveness. Penelitian ini dilaksanakan dalam paradigma interpretif, dengan pendekatan kualitatif dan metode etnografi. Informan kunci adalah COO serta karyawan dari perusahaan PT. Compro Kotak Inovasi. Penelitian ini mencapai kesimpulan bahwa komunikasi organisasi dimana pimpinan dan karyawan saling mendukung baik dalam konteks formal maupun informal merupakan kunci untuk membangun iklim organisasi supportiveness. Dalam konteks formal dapat dilakukan melalui rapat dan mentoring yang diadakan setiap hari Rabu di mana semua karyawan diwajibkan untuk hadir. Sedangkan dalam konteks informal, komunikasi organisasi dibangun melalui meditasi untuk mengawali rapat dan melalui pendekatan kuliner.