Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Data Citra Satelit Dalam Pemodelan Peta Topografi Berbantuan GIS (Studi Kasus: Desa Werdhi Agung) Maheswari, Ni Made S.; Pandey, Sisca V.; Lefrandt, Lucia I. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66675

Abstract

Peta topografi merupakan informasi spasial penting dalam perencanaan dan pembangunan wilayah, khususnya untuk pekerjaan tanah. Namun, metode pemetaan konvensional membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan peta topografi secara efisien dan menganalisis pekerjaan tanah (cut and fill) di Desa Werdhi Agung dengan memanfaatkan data Digital Elevation Model (DEM) Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) berbantuan Geographic Information System (GIS). Data yang digunakan meliputi DEM SRTM, batas wilayah administrasi, serta data pengukuran lapangan menggunakan handheld GPS. Pengolahan data dilakukan menggunakan ArcGIS untuk pembuatan peta kontur dan Autodesk Civil 3D untuk analisis cut and fill. Evaluasi ketelitian elevasi dilakukan menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta topografi yang dihasilkan memiliki kesesuaian visual yang baik dengan kondisi lapangan dan nilai RMSE yang memenuhi standar ketelitian pemetaan skala 1:25.000. Analisis cut and fill pada area seluas 2100 m² menunjukkan kelebihan galian sebesar 2.637,73 m³. Penelitian ini membuktikan bahwa DEM SRTM berbantuan GIS dapat digunakan sebagai referensi awal yang efektif dalam pemodelan topografi dan perencanaan pekerjaan tanah. Kata kunci: peta topografi, Digital Elevation Model (DEM) SRTM, Geographic Information System (GIS)
Analisis Kesesuaian Lahan Dengan Pemanfaatan Geographic Information System (GIS) Menggunakan ArcGIS (Studi Kasus: Malalayang 1) Kowal, Dennys R.; Lefrandt, Lucia I. R.; Kumaat, Meike M.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66682

Abstract

Perkembangan teknologi Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) telah membawa perubahan signifikan dalam kegiatan pemetaan dan perencanaan teknik sipil. GIS memungkinkan pengolahan data spasial secara cepat, akurat, dan terintegrasi dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta topografi tanpa alat survei konvensional menggunakan ArcGIS serta menganalisis pekerjaan galian dan timbunan (cut and fill) dengan Civil 3D. Studi kasus dilakukan di Kelurahan Malalayang 1, Kota Manado. Data yang digunakan terdiri atas data primer berupa pengukuran koordinat dan elevasi menggunakan GPS handheld sebanyak 13 titik serta data sekunder berupa citra satelit dan Digital Elevation Model (DEM). Data diolah menggunakan ArcGIS untuk menghasilkan peta kontur dan diuji ketelitiannya menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE) dan LE90. Selanjutnya, peta kontur dianalisis di Civil 3D untuk perhitungan volume cut and fill pada area 50 × 50 m. Hasil penelitian menunjukkan nilai RMSE sebesar 2,25986 dan LE90 sebesar 3,72855 sehingga peta termasuk kelas 3 ketelitian geometrik peta RBI. Volume galian sebesar 24,22 m³ dan timbunan 24,21 m³ dengan selisih 0,01 m³, menunjukkan metode ini efisien dan layak digunakan dalam perencanaan teknik sipil. Kata kunci: GIS, ArcGIS, cut and fill
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Bajaj, Ojek Dan Ojek Online Sebagai Feeder Transportasi Umum Di Kota Manado Mokaliran, Melany V.; Rompis, Semuel Y. R.; Lefrandt, Lucia I. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66684

Abstract

Keterbatasan jangkauan angkutan umum utama pada jalan-jalan sempit di Kota Manado menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan moda transportasi pengumpan (feeder). Moda seperti bajaj modern, ojek konvensional, dan ojek online menjadi alternatif utama dalam melayani perjalanan jarak pendek menuju jaringan transportasi utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi masyarakat dalam memilih moda transportasi feeder serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda tersebut di Kelurahan Kleak, Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner terhadap 100 responden. Variabel yang dianalisis meliputi kenyamanan, keamanan, biaya, dan kemudahan akses. Data dianalisis menggunakan metode regresi logistik multinomial (Multinomial Logit) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ojek online merupakan moda yang paling banyak dipilih dengan persentase sebesar 44%, diikuti oleh ojek konvensional sebesar 37% dan bajaj sebesar 19%. Faktor biaya menjadi faktor paling dominan yang mempengaruhi pemilihan moda, diikuti oleh kenyamanan dan keamanan, sedangkan kemudahan akses memiliki pengaruh yang relatif lebih kecil. Model dinyatakan layak dengan nilai Nagelkerke R-square sebesar 0,605 dan tingkat akurasi klasifikasi sebesar 72%. Hasil ini menunjukkan bahwa bajaj masih memiliki potensi sebagai moda feeder apabila didukung peningkatan pelayanan dan kebijakan integrasi transportasi. Kata kunci: pemilihan moda transportasi, feeder, multinomial logit
Menganalisis Akurasi Hasil Pengukuran Topografi Menggunakan Metode Bowditch Dan Metode Koordinat Polaris Pada Pemetaan Situasi Wantania, Jonathan; Lefrandt, Lucia I. R.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67043

Abstract

Pengukuran topografi merupakan kegiatan penting dalam bidang survei dan pemetaan yang berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Tingkat ketelitian hasil pengukuran sangat mempengaruhi kualitas informasi spasial yang dihasilkan, khususnya dalam kegiatan pemetaan situasi. Oleh karena itu, diperlukan metode pengukuran yang mampu memberikan hasil yang akurat dan efisien sesuai dengan kondisi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan akurasi hasil pengukuran topografi menggunakan metode Bowditch dan metode koordinat polaris, serta menilai efisiensi penerapan kedua metode tersebut dalam pemetaan situasi. Perbandingan dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan keterbatasan masing-masing metode sehingga dapat dijadikan acuan dalam pemilihan metode pengukuran yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado dengan menggunakan alat ukur Total Station. Metode Bowditch diterapkan pada pengukuran poligon tertutup dengan koreksi kesalahan sudut dan jarak secara proporsional, sedangkan metode koordinat polaris digunakan untuk menentukan posisi titik detail berdasarkan pengukuran sudut dan jarak dari titik referensi. Data hasil pengukuran diolah menggunakan AutoCAD Civil3D dan dianalisis tingkat akurasinya menggunakan parameter Root Mean Square Error (RMSE) berdasarkan standar ketelitian peta Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Nomor 15 Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan koordinat dan elevasi yang memenuhi standar ketelitian pemetaan situasi. Metode Bowditch memberikan hasil yang lebih stabil dan akurat pada pengukuran poligon tertutup, sedangkan metode koordinat polaris lebih efisien dalam pengambilan data titik detail dengan waktu pelaksanaan yang lebih singkat. Kata kunci: pengukuran topografi, metode Bowditch, metode koordinat Polaris
Pengaruh Kepadatan Titik Kontrol Terhadap Akurasi Peta Topografi Menggunakan GNSS Geodetik Lasaru, Natalino T. J.; Lefrandt, Lucia I. R.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67234

Abstract

Pemetaan topografi merupakan dasar penting dalam bidang teknik sipil, geodesi, dan perencanaan wilayah, khususnya untuk perancangan infrastruktur dan analisis lahan. Akurasi peta topografi sangat menentukan keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan konstruksi, karena kesalahan pemetaan dapat berdampak pada ketidaktepatan desain, peningkatan biaya, serta risiko kegagalan struktur. Salah satu faktor yang memengaruhi akurasi peta topografi adalah kepadatan titik kontrol yang digunakan dalam proses pemetaan. Secara teoritis, titik kontrol berfungsi sebagai acuan geometris dalam pembentukan peta topografi. Kepadatan dan distribusi titik kontrol berpengaruh terhadap kualitas interpolasi elevasi dan pembentukan kontur. Evaluasi ketelitian peta dilakukan dengan membandingkan hasil pemodelan terhadap titik referensi (checkpoint) menggunakan parameter statistik seperti Root Mean Square Error (RMSE), mengacu pada standar ketelitian peta yang ditetapkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei GNSS Geodetik dengan pendekatan Real Time Kinematic (RTK) pada lahan Agriculture & Landscape di Wusa, Kota Manado. Tiga skenario kepadatan titik kontrol diterapkan, yaitu 1 titik per 1 hektar, 1 titik per 2,5 hektar, dan 1 titik per 5 hektar. Data pengukuran diolah menggunakan perangkat lunak pemetaan untuk menghasilkan peta topografi pada setiap skenario, kemudian dilakukan uji akurasi menggunakan perhitungan RMSE planimetris dan vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan titik kontrol yang lebih tinggi menghasilkan nilai RMSE yang lebih kecil dan kualitas peta topografi yang lebih baik. Skenario dengan kepadatan 1 titik per 1 hektar memberikan tingkat akurasi tertinggi dan memenuhi standar ketelitian peta skala besar sesuai ketentuan BIG. Penelitian ini merekomendasikan pemilihan kepadatan titik kontrol yang sesuai dengan kebutuhan skala peta untuk memperoleh hasil pemetaan yang akurat dan efisien. Kata kunci: peta topografi, kepadatan titik kontrol, GNSS Geodetik
Analisis Pemilihan Moda Transportasi di Kota Sorong Adhirenta Massang; Lucia I. R. Lefrandt; Joice E. Waani
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 2 (2026): : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i2.9266

Abstract

Transportation plays an important role in supporting community mobility and enhancing socio-economic activities in urban areas. The increasing population growth and community activities in Sorong City have led to a higher demand for transportation modes. This study aims to identify the characteristics of transportation users in Kota Sorong and to analyze the probability of selecting different transportation modes using the Multinomial Logit (MNL) method. A quantitative approach was employed in this research. Questionnaires were distributed to 225 transportation users in Sorong City. The variables analyzed included gender, age, occupation, income, trip purpose, travel frequency, and reasons for choosing a transportation mode. The data were analyzed using multinomial logistic regression with SPSS software. The results indicate that transportation mode choice is influenced not only by socio-economic factors, but also by showed that income, trip purpose, travel frequency, and reasons for choosing the mode significantly influenced transportation mode choice, while gender, age, and occupation did not have significant effects. The probability analysis indicated that private vehicles had the highest probability of selection at 89.63%, followed by online transportation at 9.96%, and conventional motorcycle taxis at 0.41%. These findings imply that socio-economic and travel behavior factors strongly influence transportation mode preferences in Sorong City and may serve as a reference for future urban transportation planning and policy development.