Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : TEKNIK

MODEL DEFORMASI GETAS DI ZONA SESAR KALIGARANG (KGFZ) SEMARANG: STUDI AWAL PENGAMATAN MIKROSTRUKTUR MENGGUNAKAN METODE PETROGRAFI Fahrudin, Fahrudin; Winarno, Tri
TEKNIK Volume 33, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.362 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v33i1.3787

Abstract

Brittle deformation at Kaligarang fault zone result strain changes. That strain is microstructure.Microstructures can see closely petrography. That observation include grain form, microcrack can form atcontact point like Hertzian and diagonal intragranular microcracks. Grain forms over angular, straight, andconcoidal. Grain of crystal or lithic fragments floating at matrik or cements. Microcrack growth does not onlydepend on stress, but also on temperature and chemical environment, especially of the fluid in the crack.
Identifikasi Jenis dan Karakteristik Lempung di Perbukitan Jiwo, Bayat, Klaten dan Arahannya sebagai Bahan Galian Industri Winarno, Tri; Kurniasih, Anis; Marin, Jenian; Kusuma, Ari Istiqomah
TEKNIK Vol 38, No 2 (2017): (Desember 2017)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.956 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v38i2.12942

Abstract

Perbukitan Jiwo di Bayat, Klaten, merupakan suatu inlier dari batuan Pra-Tersier dan Tersier di sekitar endapan Kuarter. Perbukitan Jiwo tersebut mempunyai kondisi geologi yang kompleks. Salah satu batuan yang menyusun Kompleks Perbukitan Jiwo adalah batuan metamorf   berupa sekis dan filit. Batuan metamorf  tersebut  telah  mengalami  pelapukan  yang  intensif,  ditandai  dengan  hadirnya  soil  yang berwarna merah. Hasil pelapukan batuan metamorf tersebut berupa lempung yang telah dimanfaatkan oleh  penduduk sekitar sebagai bahan pembuatan gerabah.  Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk mengidentifikasi jenis mineral lempung di Perbukitan Jiwo dan juga karakteristik fisik dan kimia dari mineral lempung tersebut untuk melihat potensi lempung untuk bidang industri. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode analisis XRD untuk mengetahui karakteristik mineralogi lempung, analisis XRF untuk mengetahui kandungan kimia lempung dan metode analisis fisik untuk mengetahui karakteristik fisik dan megaskopis lempung. Berdasarkan hasil analisis, jenis mineral lempung yang dijumpai adalah  kaolinit, smektit  dan  serisit.  Lempung tersebut dapat  dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan gerabah. Lempung tersebut tidak dapat digunakan dalam industri lain seperti farmasi, kosmetik dan kertas karena tidak memenuhi persyaratan kadar kimia
Analisis Mineralogi dan Kandungan Kimia Endapan Lumpur Sidoarjo dan Arah Pemanfaatannya Winarno, Tri; Gunawan, Yeremia Billy Agustha; Marin, Jenian
TEKNIK Vol 40, No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.703 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v39i3.21742

Abstract

Semburan lumpur Sidoarjo mengeluarkan volume sebesar ±80.000 m3setiap hari dan hanya dapat diatasi ±60.000 m3 dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Kali Porong. Surplus endapan lumpur tersebut meluap dan menggenangi daerah di sekitar pusat semburan lumpur sehingga menimbulkan masalah. Artikel ini memuat analisis mineralogi dan kandungan kimia dari endapan lumpur Sidoarjo sehingga dapat dimanfaatkan sesuai karakteristiknya. Sampel lumpur dinalisa menggunakan metode X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk mengetahui mineralogi dan kandungan kimianya. Genesis dari endapan Lumpur Sidoarjo diinterpretasikan berasal dari batuan sedimen vulkaniklastik Formasi Kalibeng Atas yang bercampur dengan endapan Aluvial (Qa) karena mineral-mineral lempung yang dijumpai didominasi oleh mineral montmorillonit. Keberadaan Zona Sesar Watukosek yang memanjang dari Kompleks Gunungapi Arjuno-Welirang diinterpretasikan memberikan kontrol struktur terhadap pembentukan gunungapi lumpur Sidoarjo. Pemanfaatan endapan Lumpur Sidoarjo berdasarkan mineralogi dan kandungan kimianya dikelompokkan menjadi lima bidang, yaitu kesehatan, pertanian, perikanan, industri, dan kosmetik. Setiap bidang pemanfaatan membutuhkan mineral-mineral lempung khusus sehingga endapan Lumpur Sidoarjo harus diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan unsur pengotor, mineral berat, pengecilan ukuran, peningkatan kemampuan absorpsi, dan kapasitas tukar kation.
Perbandingan Karakteristik Lempung Kasongan dan Godean Sebagai Bahan Baku Industri Gerabah Kasongan Winarno, Tri
TEKNIK Vol 37, No 1 (2016): (Juli 2016)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.462 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v37i1.10087

Abstract

Kasongan adalah salah satu sentra industri keramik dan gerabah di Yogyakarta yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Pada saat ini industri keramik dan gerabah Kasongan mengalami kesulitan bahan baku lempung dikarenakan cadangan lempung di Desa Bangunjiwo yang selama ini digunakan semakin berkurang jumlahnya. Berdasarkan studi pustaka diketahui bahwa di Godean terdapat cadangan lempung, sehingga perlu diteliti apakah bisa digunakan sebagai bahan baku dalam industri keramik dan gerabah. Metode yang digunakan untuk menguji karakteristik lempung tersebut adalah dengan analisis XRD, XRF, analisis tingkat kecerahan, analisis ukuran butir dan pengujian pembuatan gerabah dari lempung tersebut. Hasil penelitian menunjukkan mineral lempung penyusun lempung Bangunjiwo adalah kaolinit dan haloisit, sedangkan di Godean terususun atas kaolinit, haloisit dan smektit. Dalam pengujian pembuatan gerabah dengan lempung dari kedua daerah tersebut menunjukkan perbedaan hasil, dimana lempung dari Godean menghasilkan gerabah yang tidak menyerupai ciri khas gerabah Kasongan yang berwarna merah terang. Dengan demikian lempung dari Godean tidak bisa digunakan sebagai pengganti bahan baku industri gerabah Kasongan. [Title: The Characteristic Comparison of Kasongan Clay and Godean Clay as Raw Material in Kasongan pottery Industry] Kasongan is the center of ceramics and pottery industry in Yogyakarta,located in Bangunjiwo village, Kasihan District, Bantul Regency. Nowadays, the ceramics and pottery industry is difficult to find the raw material because of the decrease of the Bangunjiwo clay deposit. Based on literature review, there are clay deposits found in Godean which can be observed their characteristics as basic commodity in the ceramics and pottery industry. The methods apllied in this research are XRD and XRF analysis,brightness analysis, grain size analysis and making pottery from those clays.The result of the research shows that the clay in Bangunjiwo consists of kaolinite and halloysite, while clay in Godean consists of kaolinite, halloysite and smectite. The pottery products made from those clays show different characteristics. The clay from Godean does not show bright red colour as the Kasongan clay. So the clay from Godean can not be used as the alternative raw material for the Kasongan pottery industry.  
Hubungan Ukuran Butir Terhadap Kadar Nikel pada Zona Saprolit Endapan Nikel Laterit Site Moronopo, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara Winarno, Tri; Ali, Rinal Khaidar; Komala, Resa
TEKNIK Vol. 43, No. 1 (2022): May 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v43i1.40277

Abstract

The research was conducted at the Dinding A and Dinding B, Moronopo Site PT Antam Tbk, East Halmahera, North Maluku which is a block that has been opened for the mining process. Generally the stratigraphy of laterite nickel deposits, from top (young) to bottom (old) consists of overburden, limonite, saprolite and bedrock. The saprolite zone is an economical ore layer for Ni content. This research aims to determine the relationship between grain size of ore and the mineralogy and economical Ni content. The research methods used include the grain size fractionation method with sizes of -5 cm, +5 cm, +10 cm, +15 cm, +20 cm and +25 cm, and XRF analysis to determine the Ni content. The result of this study shows the rocks in the saprolite zone containing minerals such as olivine, serpentine, garnierite and chrysoprase. The XRF analysis result shows the highest Ni content is found in the finest grain fraction (-5 cm) i.e. 2.4% and the lowest Ni content found in the coarsest grain fraction (+25 cm) i.e. 1.87 % but  is still classified as economic.