Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Studi In Silico Senyawa 1,4-Naphthalenedione-2-Ethyl-3-Hydroxy sebagai Antiinflamasi dan Antikanker Payudara Richa Mardianingrum; Kamiel Roesman Bachtiar; Susanti Susanti; Aas Nuraisah Aas Nuraisah; Ruswanto Ruswanto
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 17, No 1 (2021): Maret
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.17.1.43979.83-95

Abstract

Inflamasi merupakan suatu respon dari tubuh terhadap adanya cedera maupun infeksi yang ditandai dengan timbulnya kemerahan, demam, bengkak, nyeri dan hilangnya fungsi. Inflamasi berkontribusi terhadap ketidakseimbangan sekresi sitokin yang akan menghambat terjadinya apoptosis pada sel kanker sehingga menyebabkan hiperproliferasi sel. Kanker payudara merupakan salah satu penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di urutan ke dua di dunia. Penelitian terdahulu melaporkan pemberian minyak atsiri rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb.) secara topikal mampu memberikan penghambatan inflamasi yang lebih tinggi daripada triamcinolone, namun spesifik senyawa yang berpotensinya belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini, yakni mencari senyawa aktif hasil analisis GCMS minyak atsiri rimpang bangle yang berpotensi sebagai antiinflamasi dan antikanker payudara secara in silico. Metode yang digunakan berupa screening Lipinski’s rule of Five, farmakokinetika dan toksisitas senyawa hasil analisis GC-MS, serta penambatan molekul dan dinamika molekular. Hasil screening dan simulasi penambatan molekul menunjukkan bahwa senyawa 1,4-naphthalenedione-2-ethyl-3-hydroxy dapat berikatan dengan reseptor COX-1 (antiinflamasi), dan hERα (antikanker payudara), namun lebih selektif terhadap reseptor COX-1 dengan nilai energi bebas (ΔG) yang lebih kecil yakni sebesar -7,20 kkal/mol, dibandingkan dengan interaksinya terhadap reseptor Erα yang bernilai -6,00 kkal/mol. Hasil simulasi dinamika molekular menggunakan metode kalkulasi MM-GBSA menunjukkan bahwa kompleks (1,4-naphthalenedione-2-ethyl-3-hydroxy)-(COX-1) memiliki nilai ∆GTOTAL sebesar -24,22 kkal/mol. Nilai ini lebih kecil dibandingkan dengan ∆GTOTAL kompleks (1,4-naphthalenedione-2-ethyl-3-hydroxy)-(hErα) sebesar -8,92 kkal/mol). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat afinitas 1,4-naphthalenedione-2-ethyl-3-hydroxy terhadap COX-1 diprediksi lebih baik dan lebih poten sebagai antiinflamasi dibandingkan sebagai antikanker payudara.In Silico Study of 1,4-Naphthalenedione-2-Ethyl-3-Hydroxy Compounds as Anti-inflamation dan Breast Anticancer. Inflammation is a response from the body to injury or infection which is characterized by redness, fever, swelling, pain, and loss of function. Inflammation contributes to the imbalance of cytokine secretion which will inhibit apoptosis in cancer cells, causing cell hyperproliferation. Breast cancer is one of the cancer diseases with the second-highest prevalence in the world. The pioneering works reported that topical application of Bangle (Zingiber purpureum R) was able to provide a higher inhibition of inflammation than triamcinolone, however, the specific potential of the compound was unknown. The purpose of this study is to find active compounds that have the potential to be anti-inflammatory and anti-cancer in the breast using in silico approach. The methods used are screening Lipinski’s Rule of Five, pharmacokinetics and toxicity of compounds from GC-MS analysis and molecular docking, and molecular dynamics. The screening and molecular docking simulation results showed that the compound 1,4-naphthalenedione-2-ethyl-3-hydroxy can bind to COX-1 (anti-inflammatory), and ERα (Estrogen Reseptor α), but was more selective towards COX-1 receptor with a binding affinity (ΔG) -7.20 kcal/mol, compare to its interaction with ERα which is -6.00 kcal/mol. The results of molecular dynamics simulation using the MM-GBSA calculation method show that the complex (1,4-naphthalenedione-2-ethyl-3-hydroxy)-(COX-1) has a value of ∆GTOTAL of -24.22 kcal/mol). This value is smaller than ∆GTOTAL of the complex (1,4-naphthalenedione-2-ethyl-3-hydroxy)-(hErα) of -8.92 kcal/mol. The results indicate that the affinity level of 1,4-naphthalenedione-2-ethyl-3-hydroxy to COX-1 was predicted to be better and more potent as an anti-inflammatory than as an anti-breast cancer.
EKSTRAKSI BERBANTU ULTRASONIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennst) SECARA IN VITRO Susanti Susanti; Nitya Nurul Fadilah; Lina Rahmawati Rizkuloh
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v13i1.1240

Abstract

Dioscorea hispida Dennst atau di Indonesia dikenal dengan umbi gadung diketahui mengandung senyawa aktif fenol yang dapat memberikan aktivitas antioksidan. Ekstraksi senyawa fenol dari umbi gadung masih belum banyak diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekstraksi senyawa fenol menggunakan metode ultrasonic-assisted extraction (UAE) dengan pelarut yang bervariasi yaitu air, etanol, dan metanol serta menguji aktivitas antioksidannya. Penentuan kandungan fenol total (TPC) ekstrak secara kuantitatif telah dilakukan menggunakan metode spektrofotometri uv-vis dengan prinsip reaksi reduksi antara Folin–Ciocalteu  dengan asam galat. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak menggunakan metode peredaman 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Dari penelitian ini diketahui bahwa senyawa fenol total paling tinggi terdapat pada ekstrak metanol umbi gadung yaitu sebesar 4,467 ± 0,752 gGAE/100 g dengan aktivitas antioksidan terkuat yang dilihat dari nilai IC50-nya yaitu sebesar 4,395 μg/mL.
Efektivitas Larvasida Ekstrak Etanol Bunga Kecombrang (Etlingera elaitor) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava) terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti Kamiel Roesman Bachtiar; Lina Rahmawati Rizkuloh; Susanti Susanti; Srie Rezeki Nur Endah
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 9, No 2 (2022): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.3421

Abstract

Berbagai jenis tanaman di Indonesia telah diketahui mengandung senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai biopestisida. DIantaranya adalah bunga kecombrang dan daun jambu biji yang dapat berfungsi sebagai larvasida. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas campuran ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elaitor) dan daun jambu biji (Psidium guajava) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti. Objek dalam penelitian ini adalah semua larva Aedes aegypti instar III yang berumur 3-4 hari Sampel total yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 280 larva, yang di tentukan dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh campuran ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elaitor) dan daun jambu biji (Psidium guajava) terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak bunga kecombrang dan daun jambu biji yang diberikan, semakin banyak pula terjadinya kematian pada larva Aedes aegypti. Angka kematian tertinggi sebesar 90% dengan label konsentrasi uji 5 pada konsentrasi 5000 ppm (komposisi 1250 ppm ekstrak bunga kecombrang dan 3.750 ppm ekstrak daun jambu biji). Hasil analisis probit menunjukkan nilai LC50 pada larva Aedes aegypti untuk formula campuran ekstrak bunga kecombrang (Etlingera elaitor) dan daun jambu biji (Psidi guajava L.) adalah pada konsentrasi 2567,83 ppm
Pelatihan Pembuatan Soyghurt Ekstrak Bunga Telang dan Daun Pucuk Merah di Desa Serang Kabupaten Tasikmalaya Susanti Susanti; Lina Rahmawati Rizkuloh; Richa Mardianingrum
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.237 KB) | DOI: 10.30653/jppm.v8i1.314

Abstract

Untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular yang disebabkan oleh radikal bebas dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi makanan yang tinggi antioksidan, salah satunya adalah soyghurt terutama yang diperkaya dengan ekstrak tumbuhan sekitar masyarakat yang juga berpotensi sebagai antioksidan seperti Clitoria ternatea dan Syzygium myrtifolium. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pembuatan soyghurt yang diperkaya dengan ekstrak daun pucuk merah dan bunga telang. Kegiatan ini terdiri dari pelatihan pembuatan soyghurt diperkaya ekstrak bunga telang dan daun pucuk merah mulai dari penyiapan bahan hingga pengemasan dan pelabelan. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah kombinasi antara ceramah, diskusi, dan praktik. Tingkat pemahaman peserta kegiatan terhadap materi penyuluhan dan pelatihan yang diberikan cukup optimal. Hal ini terlihat dari hasil pre-test dan post-test, dimana terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 87% yang menunjukkan bahwa penyerapan dan pemahaman materi penyuluhan dari pelatihan kegiatan ini oleh peserta sudah sesuai dengan harapan. To prevent the occurrence of non-communicable diseases caused by free radicals, it can be done by consuming foods high in antioxidants, one of which is soyghurt, especially those enriched with extracts from plants around the community which also have the potential as antioxidants such as Clitoria ternatea and Syzygium myrtifolium. The purpose of this service activity is to provide community knowledge and skills regarding the manufacture of soyghurt enriched with extracts of pucuk merah leaves and telang flowers. This activity consisted of training on making soyghurt enriched with extracts of telang flower and pucuk merah leaves from the preparation of materials to packaging and labeling. The method used in this PKM activity is a combination of lectures, discussions, and practice. The level of understanding of this activity participants on the counseling and training materials provided is quite optimal. This can be seen from the results of the pre-test and post-test, where there is an increase in knowledge of 87% which indicates that the absorption and understanding of this activity counseling and training materials by participants has been in accordance with expectations.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Penyakit Diare dengan Mencuci Tangan yang Benar di Desa Sukamenak Kabupaten Tasikmalaya Salsabila Adlina; Mochamad Herdi Nurzaman; Susanti Susanti; Adila Awaludin
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1243

Abstract

Diare menjadi salah satu masalah yang banyak dihadapi oleh masyarakat Indonesia terutama di Kabupaten Tasikmalaya. Data dinas kesehatan Jawa Barat tahun 2021 terdapat 9686 orang yang mengalami penyakit diare, baik dewasa maupun anak-anak. Jumlah kejadian penyakit diare disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya karena rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan. Mencuci tangan menjadi salah satu tindakan untuk mencegah terjadinya penyakit diare. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai PHBS dengan cara mencuci tangan dalam upaya pencegahan diare. Metode yang dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai cuci tangan yang baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Tingkat pemahaman peserta memberikan hasil yang cukup optimal dengan menilai dari hasil pre-test dan post-test.
UJI SPF DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SUNSCREEN POWDER EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) TERHADAP Propionibacterium acnes Nurul Halimah Amimi; Lina Rahmawati Rizkuloh; Susanti
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 8 No 2 (2023): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jpx.v8i2.5767

Abstract

Every human being has different skin problems. Skin problems caused by sun exposure and acne-causing bacteria can be overcome by using a sunscreen powder that contains anti-acne. Natural ingredients that can overcome these problems are guava leaves (Psidium guajava L.) because they contain flavonoid compounds that can absorb ultraviolet light and have antibacterial activity. This study aims to determine the ability of guava leaves as a sunscreen by determining the value of SPF (Sun Protection Factor) using a UV-Vis spectrophotometer and as an anti-acne by calculating the inhibition of Propionibacterium acnes bacteria using the well diffusion method. The preparation formulation uses a variation in the concentration of guava leaf extract of 2.5%, 5%, and 7.5%. The results showed that guava leaf extract can be formulated into a sunscreen powder that meets the requirements. Based on the data obtained, the SPF value and inhibition zone diameter increased according to the high concentration of guava leaf extract used. All three formulas have an SPF value in the maximum protection category. Formula 3 (7.5%) has the highest SPF value of 15.00. The results of bacterial inhibition zone activity in formulas 1 (2.5%) and 2 (5%) were included in the strong category, while formula 3 (7.5%) had an inhibition of 21.33 mm, which was included in the very strong category.
Pyrazine and Furan Derivative Activity Prediction on Type 2 Diabetic Mellitus: In silico Study Richa Mardianingrum; Ai Teni Siti Robi`ah; Susanti Susanti; Ruswanto Ruswanto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 27, No 5 (2024): Volume 27 Issue 5 Year 2024
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.27.5.216-225

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin, or the body cannot use insulin effectively. Type 2 DM treatment can be done using antidiabetic drugs, but the continuous use of synthetic drugs will cause side effects. Empirically, the people of Nias Indonesia use palm juice (Arenga pinnata Merr.) as an antidiabetic, which can reduce blood glucose levels. This study aimed to find the active compounds in palm juice that can potentially be an antidiabetic type 2 using an in silico approach. The methods used were toxicity screening, profile pharmacokinetics, drug scanning, docking, and molecular dynamics simulation. Screening, molecular docking, and molecular dynamics of 30 compounds generated from pyrazine and furan revealed that two compounds, PF 16 and PF 30, can bind to receptors and produce lower ∆G values than metformin HCl. Molecular dynamics simulation results using the MM-GBSA calculation method showed that the PF 16 compound was more selective than the 2PDY (aldose reductase) with a value of -39.23 kcal/mol, while compound PF 30 was more selective to 1Z89 (aldose reductase) with a value of -7.36 kcal/mol. It can be concluded that the level of affinity of the PF 30 compound to the 1Z89 receptor and the PF 16 compound to the 2PDY were predicted to have the potential as antidiabetic (DM type 2).
Formulasi dan Uji SPF Sediaan Sunscreen Powder Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera): Formulation and SPF Test of Moringa Leaf (Moringa oleifera) Extract Sunscreen Powder Ira Siti Karimah; Rendi Saepul Dani; Hanisa Agustin; Sri Rohmawati; Luthfi Rahmawati; Susanti Susanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i6.2108

Abstract

The repeated use of sunscreen makes many types and dosage forms of sunscreen. Sunscreen powder is a good alternative form of sunscreen because their use does not damage the make-up on the face. Moringa leaf extract containing flavonoids such as quercetin has antioxidant activity that can inhibit free radicals. These antioxidant compounds are very important in the content of active substances in a sunscreen. The aim of this study was to formulate moringa leaf extract into a sunscreen powder and determine the value of Sun Protection Factor (SPF). Moringa leaves were extracted by maceration method using 96% ethanol and then made into a powder with 3 variations of extract concentration (F1=1%, F2=2%, F3=3%). Furthermore, evaluation of the product was carried out including organoleptic, pH, humidity, irritation and SPF. The results showed that the moringa leaf extract sunscreen powder met the requirements for good sunscreen powder characteristics. The SPF value of Moringa leaf extract sunscreen powder based on test results using uv-visible spectrophotometry showed the type of ultra protection, namely F1 of 18.07, F2 of 20.31 and F3 of 20.36. Keywords:          moringa leaf, sunscreen powder, SPF   Abstrak Penggunaan tabir surya (sunscreen) secara berulang atau dikenal dengan istilah proses re-apply sunscreen menjadikan banyaknya jenis dan bentuk sediaan sunscreen. Sediaan sunscreen powder merupakan suatu alternatif bentuk sediaan sunscreen yang baik karena pada penggunaannya tidak merusak riasan pada wajah. Ekstrak daun kelor dengan kandungan flavonoid seperti kuersetin memiliki aktivitas antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas. Senyawa antioksidan tersebut sangat penting dalam kandungan zat aktif pada suatu sediaan sunscreen. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak daun kelor menjadi sediaan sunscreen powder dan mengetahui nilai Sun Protection Factor (SPF). Daun kelor diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dibuat menjadi sediaan powder dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak (F1=1%, F2=2%, F3=3%). Selanjutnya dilakukan evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, kelembaban, iritasi dan SPF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan sunscreen powder ekstrak daun kelor memenuhi persyaratan karakteristik sediaan yang baik. Nilai SPF sediaan sunscreen powder ekstrak daun kelor berdasarkan hasil uji menggunakan spektrofotometri uv-visible menunjukkan tipe proteksi ultra yaitu F1 sebesar 18,07, F2 sebesar 20,31 dan F3 sebesar 20,36. Kata Kunci:         daun kelor, sunscreen powder, SPF
Analisis Pewarna Sintesis Rhodamin B Dan Logam Berat Pada Pewarna Bibir Yang Beredar Di Kota Tasikmalaya Sonya Nurizki Vikandari; Mochamad Herdi Nurzaman; Euis Asrinawangsih; Salsabila Adlina; Susanti Susanti
Journal on Education Vol 7 No 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari 2
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8108

Abstract

Rhodamine B synthetic dye and heavy metal Lead (Pb) are two substances that are harmful to health and are often misused by the cosmetics industry including lip color. The use of Rhodamine B synthetic dyes is strictly prohibited in cosmetics, while for heavy metals Pb has a limit requirement for contamination in cosmetics, which is £ 20 ppm. The purpose of this study was to determine the presence of synthetic dye Rhodamine B and heavy metal Pb in lip color circulating in Tasikmalaya City. The research method used was quantitative analysis using atomic absorption spectrophotometry (AAS) and UV-Vis spectrophotometry. The results obtained from this study, all samples were identified as containing synthetic dye Rhodamine B and identified as containing heavy metal Pb in samples A, C, D, E as much as £ 0.001 ppm and in sample B as much as 0.196 ppm
Detection of Escherichia coli Contamination Using Most Probable Number (MPN) Methods of Jamu Pahitan in Singaparna District, Tasikmalaya Rahmawati, Syifa Sri; Mardianingrum, Richa; Susanti, Susanti
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.757-761

Abstract

Indonesians consume a lot of traditional jamu, including jamu pahitan. However, the hygiene aspect in the production and serving process is often neglected, so it has the potential to be contaminated with Escherichia coli. Using the MPN method, this study analyzed the presence of E. coli in jamu pahitan sold in Singaparna District. A total of 10 samples were tested, taken from jamu vendors who used plastic bottle packaging. The MPN test results showed that all samples contained E. coli with MPN values ranging from 6.0-1100 g/mL. None of the samples met food safety standards based on SNI 7388:2009, because the maximum limit of E. coli in drinks is <3 MPN/mL. The results of Gram staining of bacteria showed that the bacteria found were bacilli, red in color, including Gram-negative bacteria, indicating the presence of E. coli bacteria.