Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Juring (Journal for Research in Mathematics Learning)

Pengaruh Penerapan Model Elaborasi terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Berdasarkan Kemampuan Matakognisi Siswa SMA Della Anggraini; Rena Revita; Ramon Muhandaz
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.562 KB) | DOI: 10.24014/juring.v3i3.10732

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan model elaborasi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan metakognisi siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain factorial experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMA Negeri 5 Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, dan non test. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis, angket metakognisi, serta lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji anova dua arah  (two way anova).  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Elaborasi dengan siswa yang mengikuti pembelajan dengan model konvensional, (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki Metakognisi tinggi, sedang dan rendah, dan (3) tidak terdapat interaksi antara model Elaborasi dan metakognisi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Matematis, Model Elaborasi, Metakognisi.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Osborn terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis ditinjau dari Pengetahuan Awal Matematis Siswa SMA Winda Fitri Yani; Ramon Muhandaz; Irma Fitri
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2670.213 KB) | DOI: 10.24014/juring.v3i1.9114

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Osborn terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari pengetahuan awal matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian factorial design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa  kelas XI MIPA 4 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI MIPA 5 sebagai kelompok kontrol.  SAmpel dipilih menggunakan teknik  cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis, tes pengetahuan awal, lembar observasi dan dokumentasi. Hasil analisis data menggunakan uji anova dua arah menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang menerapkan model pembelajaran Osborn dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan maslaah matematis siswa yang memiliki pengetahuan awal tinggi, sedang dan rendah, (3) tidak terdapat pengaruh  interaksi antara model pembelajaran dengan penegtahuan awla matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Pengembangan Modul Matematika Berbasis Learning Cycle 5E untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nurul Fitriana; Ramon Muhandaz; Risnawati Risnawati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.754 KB) | DOI: 10.24014/juring.v2i1.7496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan modul matematika berbasis model Learning Cycle “5E” yang valid, praktis dan efektif untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan     (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Lokasi penelitian ini adalah SMP Muhammadiyah Kuok dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.1 dan objek penelitian adalah adalah modul matematika berbasis model Learning Cycle “5E”. Jenis data yang diambil dalam adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data berupa angket uji validitas, angket uji praktikalitas, dan tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas modul yang dikembangkan tergolong dalam kategori sangat valid (91%) dan sangat praktis ( untuk kelompok kecil dan  untuk kelompok besar). Sedangkan nilai  sebesar  dan nilai  pada taraf signifikan  sebesar  maka  atau , sehinggaditerima dan  ditolak. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol. Hal tersebut menunjukkan bahwa modul matematika berbasis model Learning Cycle “5E”  ini telah valid, praktis dan dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa..
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) terhadap Kemampuan Penalaran Matematis berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa SMA/MA Tri Mutia Dewi; Risnawati Risnawati; Ramon Muhandaz
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 2, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.524 KB) | DOI: 10.24014/juring.v2i4.8143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran connecting, organizing, reflecting, extending (CORE) terhadap kemampuan penalaran matematis berdasarkan kemandirian belajar siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Quasy Experiment dengan desain The Non-equivalent Posttest Only Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SMA Babussalam Pekanbaru. Sampel yang peneliti gunakan yaitu kelas X Mia 1 sebagai kelas eksperimen dan X Mia 2 sebagai kelas kontrol, dimana kedua kelas tersebut mempunyai kesamaan rata-rata di awal sebelum perlakuan pada aspek kemampuan penalaran dengan melakukan uji perbedaan (uji-t). Instrumen penelitian ini berupa tes kemampuan penalaran matematis, angket kemandirian belajar dan lembar observasi. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam hipotesis 1 adalah uji-t, sedangkan untuk hipotesis 2 dan 3 menggunakan anova dua arah. Hasil analisis data dengan menggunakan uji-t menunjukkan nilai  Sehingga disimpulkan terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran CORE dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvesional. Kemampuan penalaran matematis siswa di kelas eksperimen lebih baik dari pada di kelas kontrol, dimana nilai rata-rata kelas ekperimen adalah 77,42 dan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 68,36. Hasil analisis data menggunakan anova dua arah menunjukkan  sehingga disimpulkan terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang memiliki kemandirian tinggi, sedang, dan rendah dan juga menunjukkan , sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran CORE dengan kemandirian belajar siswa dalam mempengaruhi kemampuan penalaran matematis. Berdasarkan hasil penelitian, maka guru disarankan menerapkan model pembelajaran CORE dalam pembelajaran dikelas, khususnya pada kemampuan penalaran matematis.
Kemampuan Pemecahan Masalah pada Pembelajaran dengan Pendekatan Open-ended Berdasarkan Disposisi Matematis Siswa Zulhendri Zulhendri; Ramon Muhandaz
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.494 KB) | DOI: 10.24014/juring.v3i4.10518

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran open-ended dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional berdasarkan disposisi matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain factorial eksperimental. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 3 Tambang Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling, yaitu siswa kelas VIII.2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.3 sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kegiatan siswa dan guru, lembar angket disposisi matematis dan soal tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis data yang digunakan peneliti yaitu uji anova dua arah. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan open-ended dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, 2) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan open-ended dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional  jika berdasarkan disposisi matematis tinggi, sedang dan rendah, 3) Tidak terdapat pengaruh interaksi penerapan pendekatan open-ended dan disposisi matematis siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pendekatan open-ended dapat menjadi alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah. Disposisi matematis siswa perlu ditingkatkan guna mendukung keberhasilan belajar matematika siswa. 
Pengaruh Penerapan Strategi Metakognitif Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama Pekanbaru Septiani Putri Lestari; Ramon Muhandaz; Risnawati Risnawati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6365.569 KB) | DOI: 10.24014/juring.v2i2.7504

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya kemampuan komunikasi matematis dan pencapaiannya yang masih rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi metakognitif terhadap kemampuan komunikasi matematis berdasarkan kemandirian belajar siswa sekolah menengah pertama Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan desain NonequivalentPostest-Only Control Group Design.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 13 Pekanbaru dengan sampel penelitian kelas VIII-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-8 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis, angket kemandirian belajar dan lembar observasi. Berdasarkan hasil uji-t menunjukan terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi metakognitif dengan siswa yang mengikuti tanpa strategi metakognitif.Berdasarkan hasil uji Anova Dua Arah dapat disimpulkan terdapatperbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah serta tidak terdapat interaksi antara strategi metakognitif dengan kemandirian belajar dalam mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis siswa.
Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Metakognitif terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa SMP/MTs A. Asmawati; R. Risnawati; Ramon Muhandaz
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.7 KB) | DOI: 10.24014/juring.v2i3.7813

Abstract

Kemampuan koneksi matematis merupakan kemampuan pembelajaran matematika yang harus dimiliki oleh siswa. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran metakognitif terhadap kemampuan koneksi matematis berdasarkan kemandirian belajar siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental dengan desain The Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di MTsN 1 Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII.7 sebagai kelas eksperimen dan VII.8 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini berupa tes kemampuan koneksi matematis, angket kemandirian belajar dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk hipotesis 1 adalah uji-t sedangkan untuk hipotesis 2 dan 3 menggunakan anova dua arah. Hasil analisis data dengan menggunakan uji-t menunjukkan nilai  sehingga disimpulkan terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran metakognitif dengan siswa yang belajar tanpa menggunakan strategi pembelajaran metakognitif. Kemampuan koneksi matematis siswa di kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol, dimana nilai rata-rata kelas eksperimen adalah  dan nilai rata-rata kelas kontrol adalah Hasil analisis data menggunakan anova dua arah menunjukkan  sehingga disimpulkan terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah dan menunjukkan  sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dengan kemandirian belajar siswa dalam mempengaruhi kemampuan koneksi matematis siswa. Hasil tersebut mengidentifikasi bahwa strategi pembelajaran metakognitif mempengaruhi kemampuan koneksi matematis. Hasil penelitian ini dapat digunakan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, khususnya kemampuan koneksi matematis.
Pengaruh Model Pembelajaran Course Review Horay terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa SMK Pekanbaru Ramon Muhandaz; Ovi Trisnawita; R. Risnawati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.048 KB) | DOI: 10.24014/juring.v1i2.6552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Course Review Horayterhadap kemampuan pemahaman konsep matematis berdasarkan kemandirian belajar siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pekanbaru. Model pembelajaran Course Review Horaydipilih karena model tersebut membantu siswa untuk memahami konsep dengan baik melalui diskusi kelompok. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimendan desain yang digunakan adalah Faktorial Eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X TKJ sebagai kelas eksperimen dan kelas X TSM sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Cluster Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep matematis dan angket untuk mengukur kemandirian belajar siswa. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji  tes untuk semua hipotesis. Berdasarkan uji tes  yang dilakukan untuk hipotesis 1, 2 dan 3 diperoleh  hitung  tabel, artinya  diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kelas eksperimen yang belajar dengan menggunakan model Course Review Horay dengan kelas kontrol yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan rata-rata skor pada kelas eksperimen lebih baik dari rata-rata skor kelas kontrol. Sedangkan untuk hipotesis 4 diperoleh   hitung  tabel, artinya  ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara kelas eksperimen yang belajar dengan menggunakan model Course Review Horay dengan kelas kontrol yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan rata-rata skor sama untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian ini dapat digunakan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas.
Pendekatan Pembelajaran Somatic, Auditory, Visualization and Intellectualy (SAVI) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Berdasarkan Self-Efficacy Siswa Siti Aisyah; Ramon Muhandaz; Irdamisraini Irdamisraini
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 5, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/juring.v5i4.19724

Abstract

Penelitian ini didasari dari observasi awal mengenai rendahnya kemampuan komunikasi matematis (KKM) siswa di SMAN 1 Hulu Kuantan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan melihat perbedaan KKM antara siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran Somatic, Auditory, Visualization and Intellectualy (SAVI) dengan siswa yang mengkuti pembelajaran saintifik berdasarkan self-efficacy siswa. Penelitian ini merupakan penelitian factorial experiment. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, angket observasi dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes KKM, angket self-efficacy, lembar observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu uji anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data bisa diambil kesimpulan bahwa:1) terdapat perbedaan yang signifikan antara KKM siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran SAVI dengan siswa yang mengkuti pembelajaran saintifik, 2) terdapat perbedaan yang signifikan antara KKM siswa yang memiliki self-efficacy tinggi, sedang dan rendah. Dengan demikian, disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran SAVI berpengaruh terhadap KKM berdasarkan self-efficacy siswa SMAN 1 Hulu Kuantan dan dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran matematika di sekolah terutama dalam mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis.
Kemampuan Koneksi Matematis Melalui Penerapan Model CTL Ditinjau Dari Kemandirian Belajar di Madrasah Tsanawiyah Guspitasari, Atika; Muhandaz, Ramon
Juring (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/juring.v7i3.28155

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh penerapan model  CTL terhadap kemampuan koneksi matematis ditinjau dari tingkat kemandirian belajar siswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen faktorial dan sampel dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan teknik tes, angket, observasi, dan dokumentasi dengan instrumen yang digunakan yakni soal tes kemampuan koneksi matematis, lembar angket kemandirian belajar, lembar observasi dan dokumen-dokumen penting. Data dianalisis dengan menggunakan uji anova dua arah. Berdasarakan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh beberapa kesimpulan yaitu: Ada perbedaan signifikan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang belajar dengan menggunakan model CTL dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran langsung. Kemudian ada perbedaan signifikan pada kemampuan koneksi matematis berdasarkan tingkat kemandirian belajar siswa tinggi, sedang, dan rendah. Lalu disimpulkan juga bahwa tidak ada interaksi antara penggunaan model CTL dan tingkat kemandirian belajar dalam mempengaruhi kemampuan koneksi matematis siswa. Secara umum, hasil ini menunjukkan bahwa model CTL efektif meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa berdasarkan tingkat kemandirian belajar mereka di MTs Darul Hikmah Kota Pekanbaru, sehingga model ini bisa menjadi alternatif untuk proses pembelajaran di sekolahKata kunci: kemampuan koneksi matematis; kemandirian belajar; model contextual teaching and learnig (CTL).