Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Masyarakat tentang Ruang Terbuka Hijau di Alun-Alun Dan Taman Kota Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwang Mohammad Faiz Fahriyan; Saimul Laili; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6: Edisi Khusus Tafsir I tentang Masyarakat-Lingkungan-Hayati
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.188 KB)

Abstract

Green Open Space is spaces in a city or a wider area both in the form of area or in the form of elongated lanes areas where the use is more open in nature in the form of buildings. This study aims to determine the state and value of public perceptions about the benefits of green open space. The method used in this study uses a hygrometer and anemometer. The material used is a questionnaire. This research method uses descriptive quantitative method and through direct observation in the field. The results of the study show the average yields of temperatures 29 and 29 in each park. Humidity 70 and 71 wind speeds 0.20 and 0.23 for abiotic factors. While the biotic factor were 25 vegetation in the city of Blambangan and 37 in the city of Sritanjung. The Blambangan city has very high perception value to esthetical and sustainable plants. Sritanjung city has very high perception value to only esthetical plants. Keywords:Vegetation, Green Open Space, Public Perception ABSTRAK Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah ruang dalam kota atau wilayah yang lebih luas baik dalam bentuk kawasan maupun dalam bentuk area memanjang/jalur di mana dalam penggunaannya lebih bersifat terbuka yang pada dasarnya berupa bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan dan nilai persepsi masyarakat tentang manfaat ruang terbuka hijau. Metode yang diguakan dalam penelitian ini meggunakan alat hygrometer dan anemometer bahan yang digunakan adalah kuesioner. Mertode penelitian ini menggunakan metode descriptive kuantitatif dan melalui observasi langsung dilapangan. Dari hasil penenlitian tersebut menunjukkan rata-rata hasil Kelembapan 70 Blambngan dan 71 Sritanjung kecepatan angin 0,20 dan 0,23 untuk faktor abiotik. Sedangkan faktor biotik terdapat 25 vegetasi di taman kota blambangan dan 37 di taman kota sritanjung. Kota Blambangan memiliki nilai persepsi sangat tinggi terhadap tentang estetika dan kelestarian tumbuhan. Kota Sritanjung nilai persepsi sangat tinggi hanya pada tentang estetika. Kata kunci: Vegetasi, Ruang Terbuka Hijau, Persepsi Masyarakat
The Population of Fungi in Potato Dextrose Media With Energy Sources Cells Siti Fatimah; Ahmad Syauqi; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 7 No 2 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.047 KB) | DOI: 10.33474/e-jbst.v7i2.414

Abstract

The growth of fungi can be influenced by nutrients is in the environment, With the additional two kinds of nutrients from sugar plant waste of molasses, and waste of the pepaya taken the filtrate. Both of these wastes contain sugar which is needed by fungal microorganisms to grow and reproduce. The fungus Aspergillus niger, Hansenulla sp, Trichoderma viride, and Candida sp have a synergy interaction in a media. This study aims to learn in the growth of fungal cell populations as cell masses in potato dextrose media with the addition of two kinds of nutrients. The method used in this study was a two-population mean test with 2 treatments, namely the first treatment with the addition of sugarcane drops, and the next with the addition of papaya fruit filtrate, consisting of 11 replications, with incubation for 3 days. The analysis used was the T test and the analysis results obtained were significant, which was shown from P> 0.05. The mass of fungi cells in the addition of nutrients from sugar factory waste was greater than that of papaya fruit filtrate waste
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP BERORIENTASI KECAKAPAN HIDUP DI SEKOLAH DASAR DAN MADRASAH IBTIDAIYAH KOTA BATU Ratna Djuniwati Lisminingsih
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemberlakuan kurikulum Pendidikan Lingkungan  Hidup secara monolitik dapat memberikan potensi dan masalah di dalam pembelajarannya. Penelitian deskriptif telah dilakukan untuk menganalisis pembelajaran, hambatan serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup berorientasi kecakapan hidup di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah kota Batu. Data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dengan cara triangulasi kemudian dianalisis. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup mengalami hambatan yang bervariasi, antara lain  keterbatasan perangkat pembelajaran, materi belum sesuai dengan kurikulum, keterbatasan sumber belajar dan media pembelajaran yang relevan, struktur pembelajaran belum terorganisasi dengan baik, terjadi kesalahan konsep pada materi pembelajaran serta belum diintegrasikannya teknologi di dalam pembelajaran. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan antara lain memperbaiki dan menambahperangkat pembelajaran, menyesuaikan materi dengan kurikulum, mengembangkan sumber belajar dan media pembelajaran yang relevan, perbaikan struktur pembelajaran, serta pengembangan multi media pendukung pembelajaran.  Kata Kunci:     kecakapan hidup, pendidikan lingkungan hidup, sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah
Gambaran Karakteristik Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sumenep Tahun 2018-2019 Luluk Rofiatul Mafluhah; Nour Athiroh Aboes Sjakoer; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v10i1.9350

Abstract

HIV/AIDS cases have high rates in various countries. The reason is, HIV/AID cases are like an iceberg phenomenon, cases that are not seen and not recorded are more than cases that have been recorded. This study aims to describe the characteristics of HIV/AIDS sufferers in Sumenep District. This study used a descriptive qualitative method with a cross-sectional research design. There were 202 HIV/AIDS sufferers in Sumenep District, while the sample taken was 44 people from 3 Public Health Center. The results showed that based on gender the most were male (57.95%), while the age range was 25-49 years (75.25%), and the area with the most sufferers was Kalianget Sub-District (10.4%) of a total 202 sufferers. Referring to 44 patients who were sampled in this study, there were 39 patients (88.6%) who were married, the most transmission was sex (90.9%), most opportunistic infections were pulmonary tuberculosis (20.4%). Stage I (63.6%) is the most common clinical-stage suffered, and most HIV/AIDS sufferers have been infected for 1-2 years (93.2%). To break the chain of HIV/AIDS transmission, the public needs to be educated, from the mode of transmission to treatment, this also aims to eliminate the negative stigma against people with HIV/AIDS.
Training on herbal plants and simplicia processing at the Miftahul Jannah Mosque, Malang Regency Ratna Djuniwati Lisminingsih
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 7, No 2 (2022): May 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v7i2.6307

Abstract

Most people have knowledge of herbal medicine, but understanding of Thibbun Nabawi, especially herbal and simplicia needs to be improved among the congregation of the Miftahul Jannah Mosque in Malang. Thibbun Nabawi is one of the alternatives regarding disease recognition, hygiene, prevention, and treatment based on the Al Qur’an and Al Hadith. Training activities have been carried out aimed at improving the knowledge, attitudes, and skills of mosque congregations as well as expanding the function of the mosque in addition to being a place of worship as well as to improve the health and welfare of the community. The method of implementing the activities carried out by developing the community includes team formation, goal formulation, user identification, gathering and analyzing needs, determining problem solution priorities, preparation, implementation, mentoring, review and evaluation, as well as determining new target needs. The profile of the training participants aged 20-60 years is 78.9% with the highest level of education equivalent to a diploma at 42.1%. There was an increase in knowledge test scores by 57.9%, attitudes by 2.63%, and skills by 92.11% after training on the introduction of herbal plants and making simplicia. Participants were 100% satisfied with the training held at the Miftahul Jannah Mosque and the mosque has widely functioned to improve the health and welfare of the community. 
COMBINATION OF PLANT MEDIUM COMPOST AND MANURE (GOAT) TO THE GROWTH OF PAKCOY (BRASSICA RAPA L) PLANT WITH THE HYDROPONIC METHOD Erin Novita Agustina; Saimul Laili; Lisminingsih Djuniwati Ratna
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 8 No 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.255 KB) | DOI: 10.33474/e-jbst.v8i1.370

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Sebagian besar lahan saat ini beralih fungsi untuk pembangunan industri. Akibatnya muncul berbagai macam metode tanam yang salah satunya metode hidroponik. Hidroponik adalah metode tanpa menggunakan media tanah sebagai pengikat nutrisi. Penelitian ini bertujuan yang pertama, untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam pupuk kompos dan pupuk kandang (kambing) dengan metode hidroponik terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Kedua, untuk mengetahui jenis media tanam mana yang memberikan pengaruh terbaik dengan metode hidroponik terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 5 perlakuan yaitu P0: media air (kontrol), P1: media pupuk kompos + pupuk kambing + air 150 ml = 1:1, P2: media pupuk kompos + pupuk kambing + air 150 ml = 3:1, P3: media pupuk kompos + pupuk kambing + air 150 ml = 1:3, P4: media pupuk kompos + Pupuk kambing + air 150 ml = 1:4. Analisis data menggunakan ANOVA apabila terjadi perbedaan nyata akan dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian yang pertama, media tanam pupuk kompos dan pupuk kandang (kambing) memberikan hasil yang nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan panjang akar tanaman. Sedangkan pada pengamatan lebar daun dan berat kering tanaman memberikan hasil yang tidak berbeda nyata. Kedua, Pada perlakuan P2 atau pemberian pupuk kompos + pupuk kandang (kambing) dengan perbandingan 3:1 memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica Rapa L.) Kata kunci : Hidroponik, Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.), Media tanam.
Uji Limbah Hasil Fermentasi Buah Maja (Aegle marmelos) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa l.) Silvia Eka Safitri; Saimul Laili; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v4i1.8853

Abstract

The Maja plant is a plant of the Rutaceae family that from tropical and subtropical regions of America. The benefits of Maja fruit fermentation waste can be used as organic liquid fertilizer. Pakcoy mustard is a vegetable that is needed by humans to meet their daily needs. The need for the vegetable market, especially Pakcoy mustard, has increased from year to year. Fertilizing plants is redundant to replace nutrients transported by plants, especially if the soil used for plant cultivation has a low fertility level, one of which is by utilizing the fermented Maja fruit waste can be used as liquid organic fertilizer containing elements macro and micronutrients needed by plants. This study aims to determine the effect of giving Maja fruit fermentation waste to the growth of mustard Pakcoy and to determine the best concentration for the growth of mustard Pakcoy. The method used in this study was an experimental method using a one-factor completely randomized design study (CRD) with concentrations of 0%, 10%, 20%, 30%, and 40% respectively 4 times with 5 treatments. The parameters observed in this study included plant height, number of leaves, root length, wet weight, dry weight, and abiotic factors. The research data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), then if there was a significant difference, the LSD test was continued at 5%. The results showed that giving Maja fruit fermentation waste with a concentration of 40% affected increasing the wet weight of Pakcoy mustard with an average value of 82.50 grams.Keywords: Pakcoy Mustard, Maja Fruit Fermented Waste, Organic FertilizerABSTRAKTanaman maja adalah tumbuhan dari famili Rutaceae berasal dari daerah tropis dan subtropis di Amerika. Manfaat limbah fermentasi buah maja dapat digunakan sebagai pupuk cair organik. Sawi Pakcoy adalah sayuran yang sering diolah oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Terjadi peningkatan kebutuhan pakcoy setiap periode tahun. Pemberian pupuk terhadap tanaman mutlak diperlukan untuk menggantikan unsur hara. Media tanam budidaya sawi pakcoy pada tanah dengan tingkat kesuburan rendah perlu pemupukan, salah satu alternatif dengan pupuk cair organik limbah fermentasi buah maja yang mudah diperoleh. Limbah tersebut terbukti mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah hasil fermentasi buah maja terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakcoy pada konsentrasi yang paling baik bagi pertumbuhan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL).Perlakuan konsentrasi dimulai dari 0%; 10%; 20%; 30%; 40% dengan 4 kali ulangan. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot basah, bobot kering, dan faktor abiotik. Analisis anova digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan kemudian dilanjut uji BNT 5%. Penelitian ini memberikan hasil bahwa pemberian limbah hasil fermentasi buah maja dengan konsentrasi 40% berpengaruh dalam peningkatan bobot basah sawi pakcoy dengan nilai rata-rata 82,50 g.Kata kunci : Sawi Pakcoy, Limbah Hasil Fermentasi Buah Maja, Pupuk Organik
Uji Efektivitas Residu Tembakau Sebagai Bioinsektisida Hama Plutella Xylostella pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Rina Alfi Hafiana; Saimul Laili; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v4i1.8895

Abstract

The mustard plant (Brassica juncea L) has been widely cultivated by local communities. The problem that occurs in mustard cultivation farmers is the attack of plant pests which can reduce the quality and quantity of mustard plants. The abundant amount of cigarette butts waste has the potential to be used as a source of insecticides. The nicotine in cigarette butts is acknowledge to be a potential nerve poison and is used as a raw material for various types of insecticides and the essential oil content in clove also contains eugenol which is a component that can be used as an inhibitor of bacterial and fungal proliferation and plays an effective role in controlling pests, can cause skin irritation, and other problems that will become contact poison for insect pests. One of the leaf destroying leaf plants is Plutella xylostella. This study aims to distinguish the effect of kretek cigarette butts and determine the effective concentration on pest mortality. This research was carried out at Biology Laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Islamic University of Malang. The research method used an Randomized Block Design (RBD) experimental with 5 treatments and 4 replications. ANOVA test results show there are significant differences and the pest mortality tend to increase  after being treated. The most effective results are 25% solution concentrations with 6.75% mortality.  Keywords: Bioinsecticide, Cretek Cigarette Waste, Plutella xylostella Pest ABSTRAKTanaman sawi (Brassica juncea L) telah banyak dibudidayakan oleh masyarakat sekitar. Permasalahan yang terjadi pada petani budidaya sawi adalah serangan hama tanaman yang dapat menurunkan kualitas  dan kuantitas tanaman sawi. Limbah puntung rokok jumlahnya yang sangat melimpah berpotensi untuk dimanfatkan sebagai sumber insektisida. Nikotin yang ada di puntung rokok diyakini dapat menjadi racun syaraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida serta kandungan minyak atsiri pada cengkeh juga mengandung eugenol yang merupakan komponen yang dapat digunakan sebagai penghambat perkembangbiakan bakteri dan jamur serta berperan efektif dalam mengendalikan hama, dapat menimbulkan iritasi kulit dan masalah masalah lain yang akan menjadi racun kontak untuk serangga hama. Salah satu hama tanaman sawi perusak daun yaitu Plutella xylostella. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan pengaruh limbah puntung rokok kretek dan mengetahui konsentrasi efektif terhadap mortalitas. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Malang. Metode penelitian menggunakan eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil uji statistik ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan serta cenderung mengalami peningkatan mortalitas hama setelah diberi perlakuan. Hasil yang paling efektif yaitu dengan konsentrasi larutan 25% dengan mortalitas 6,75%.  Kata kunci : Bioinsektisida, Limbah Puntung Rokok Kretek, Hama Plutella xylostella
Uji Ekstrak Buah Maja (Aegle marmelos) Sebagai Antibakteri Pada Bakteri Escherichia coli Susi Apriliani; Ahmad Syauqi; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v4i1.9907

Abstract

Maja fruit (Aegle marmelos) is a fruit that contains substances such as balm oil, 2-furocoumarins-psoralen and marmelosin (C13H12O). Maja fruit, roots and leaves have antibiotic properties. Plants that contain chemicals in the maja fruit can potentially act as antibacterials that inhibit bacterial growth. The bacteria that cause diarrhea are Coliform, Escherichia coli, Salmonella enterica and Shigella which are bacteria that cause food poisoning or gastrointestinal disorders. Chemical content of maja fruit (Aegle marmelos), namely alkaloids, terpenoids, coumarin, phenylpropanoids, tannins, polysaccharides and flavonoids. This study aims to determine the maja fruit extract has an anti-bacterial effect on minimum bacterial inhibitory growth and to determine the concentration of maja fruit extract on the minimum inhibitory growth of Escherechia coli bacteria. In this study, using the experimental method completely randomized design (CRD). Using 4 treatments and 6 repetitions. By using EMB and BGLB media. The mean of observations on the inhibitory growth test of Escherichia coli bacteria at a concentration of 19.2 was 0.43, a concentration of 35.7 was 0.48, at a concentration of 37.5 was 1.703 and a control was 0.33. Anova test results showed that there was a significant difference, after being treated with a concentration of 0%, 19.2%, 35.7% and 37.5%, the most effective results were with a solution concentration of 37.5% with an average of 1.703 mm.Keywords: Antibacterial, Maja Frutt, Escherechia coli ABSTRAK Buah maja (Aegle marmelos) adalah buah yang mengandung substansi seperti minyak balsem, 2-furocoumarins-psoralen dan marmelosin (C13H12O). Buah, akar dan daun maja mempunyai sifat antibiotik. Tumbuhan yang memiliki kandungan kimia pada buah maja dapat berpotensi sebagai antibakteri yang menghambat pertumbuhan bakteri. Bakteri yang menimbulkan diare adalah Coliform, Escherichia coli, Salmonella enterica, Shigella yang merupakan bakteri penyebab keracunan makanan atau gangguan saluran cerna. Kandungan kimia dari ekstrak buah maja yaitu alkaloid, terpenoid, kumarin, pherilpropanoid, tannin, polisakarida dan flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak buah maja memiliki pengsruh antibakteri terhadap pertumbuhan hambat minimal bakteri Escherichia coli dan menentukan konsentrasi ekstrak buah maja terhadap pertumbuhan hambat minimal bakteri Escherichia coli. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL). Menggunakan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Dengan menggunakan media EMB dan BGLB. Rerata pengamatan pada pertumbuhan uji daya hambat bakteri pada konsentrasi 19,2 % yaitu 0,43 mm, konsentrasi 35,7% yaitu 0,48 mm, konsentrasi 37,5% yaitu I,70 mm dan pada kontrol 0,33 mm. Hasil uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan, setelah diberi perlakuan konsentrasi 0%,19,2%,35,7% dan 37,5% hasil yang paling efektif yaitu dengan konsentrasi larutan 37,5% dengan rata-rata 1,703 mm. Kata kunci : Antibakteri, Buah Maja, Escherechia coli
Uji Antibakteri Ekstrak Eucheuma cottonii Terhadap Bakteri Escherichia coli Sofiyatul Umaroh; Ahmad Syauqi; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v4i1.9909

Abstract

Seaweed is a plant as a source of bioactive compounds which produces various kinds of secondary metabolites characterized by a wide spectrum of biological activity. Various benefits of seaweed, namely as a food ingredient, as an ingredient in the pharmaceutical industry and food industry. The content of bioactive compounds in seaweed as secondary metabolites is antibacteria, antioxide, and anticoagulant. Quite a few people know about Escherichia coli, which causes gastrointestinal infections, one of Eucheuma cottonii extract concentration in ethanol as an antibacterial against the growth of Escherichia coli bacteria and to study the maximum inhibition area of Eucheuma cottonii extract against Escherichia coli bacteria. In this study, an experimntal method was used completely randomized design (CRD). It used 4 treatments and 6 replications. By using EMB and BGLB media for antibacterial test. ANOVA test results showed that there was a significant of o%, 19,2%, 35,7%, and 37,5% the results with an average of 3 mm, at a concentration of 37,5% as highest concentration but still in a weak category.Keywords: Eucheuma cottonii, Antibacteria, Escherichia coli ABSTRAK Eucheuma cottonii adalah  salah satu tanaman sebagai sumber senyawa bioaktif yang menghasilkan berbagai macam metabolit sekunder yang dicirikan oleh spektum aktivitas biologis yang luas. Berbagai manfaat rumput laut yaitu sebagai bahan pangan, sebagai bahan industri farmasi dan industri makanan. Kandungan senyawa bioaktif pada Eucheuma cottonii sebagai metabolit sekunder adalah sebagai antibakteri, antioksida, antikoagulan. Beberapa masyarakat yang mengetahui tentang bakteri Escherichia coli sebagai  penyebab penyakit infeksi saluran pencernaan, bakteri Escherichia coli adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh kosentrasi ektrak Eucheuma cottonii dalam etanol sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. dan mempelajari daerah hambat maksimum ektrak Eucheuma cottonii sebagai antibakteri pada bakteri Escherichia coli. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Menggunakan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Dengan menggunakan media EMB dan BGLB untuk uji antibakteri. Hasil uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan, setelah diberi perlakuan konsentrasi 0%,19,2%,35,7% dan 37,5% hasil dengan konsentrasi larutan 37,5% dengan rata-rata 3 mm, pada kosentrasi 37,5% sebagagai kosentrasi tertinggi tetapi masih katagori lemah. Kata kunci : Eucheuma cottonii, Antibakteri, Escherichia coli