Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nuansa Journal of Arts and Design

NILAI-NILAI BUDAYA MAKASSAR DALAM KARAKTER TOKOH PERTUNJUKAN TEATER THE EYES OF MAREGE Ramli, Asia
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v4i2.19132

Abstract

Pertunjukan teater The Eyes of Marege kolaborasi Teater Kita Makassar dengan Australian Performing Exhange dipentaskan pada OzAsia Festival tanggal 27 – 29 September 2007 di Playhouse Adelaide, dan tanggal 5 – 7 Oktober 2007 di Studio Opera House, Sydney. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis fokus masalah: nilai-nilai budaya Makassar dalam karakter tokoh pada pertunjukan tersebut. Data dari jenis penelitian kualitatif ini diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil data dideskripsikan dan dianalisis berdasarkan pendekatan kebudayaan dan kajian semiotika teater. Adapun pola relasi antartokoh dianalisis dengan menggunakan model aktantial Greimas. Hasil menunjukkan bahwa karakter tokoh dalam pertunjukan teater The Eyes of Marege yang mewakili suku-bangsaMakassar mengandung nilai-nilai budaya Makassar, antara lain: nilai-nilai siri’ na pacce, nilai-nilai tausipakatau, nilai-nilai pangngadakkang, dan nilai-nilai islam.
Tata Artistik Pertunjukan Teater The Eyes of Marege Ramli, Asia
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v6i1.32159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan dan menganalisis fokus masalah tata artistic pertunjukan teater The Eyes of Marege hasil kolaborasi Teater Kita Makassar dengan Australian Performing Exchange yang pernah dipentaskan pada OzAsia Festival tanggal 27 – 29 September 2007 di Playhouse Adelaide, dan tanggal 5 – 7 Oktober 2007 di Studio Opera House, Sydney. Data dari jenis penelitian kualitatif ini diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil data dideskripsikan dan dianalisis mengacu pada analisis data Miles dan Huberman yang menggambarkan tiga alir utama dalam analisis, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa tata artistic pertunjukan teater The Eyes of Marege, antara lain tata panggung, tata kostum dan rias, tata property, tata music, dan tata cahaya. Di atas panggung dibangun set bagang multifungsional, menyimbolkan perahu, latar peristiwa, sebagai rumah, tempat pengintai, penjara, dan sebagai pintu masuk dan keluar aktor ke ruang sidang. Kostum tokoh dari Makassar menggunakan kostum adat Makassar, sarung, belah dada, celana barocci, jas tutup, baju koko, kopiah, baju pengantin Makassar. Kostum tokoh dari Aborigin menggunakan kostum adat Aborigin. Property menggunakan balasuji, oja’ simpa’, payung kematian, payung perkawinan, keranjang ikan parang, tombak, badik, giring-giring, dayung, passapu, karung beras, bola raga, tali merah, gelang perkawinan. Fungsi kostum sebagai alat identifikasi diri dalam kehidupan social dan budaya yang menandakan peran social masing-masing pemakainya. Beberapa alat music, antara lain:  gendang, gambus, kecapi, suling, rebana, kancing-kancing, puik-puik, gong.  Musik berfungsi sebagai latar peristiwa, membangun suasana dan emosi peran tokoh dalam setiap adegan. Tata cahaya diprogram secara komuputerisasi dan berfungsi untuk mendukung latar peristiwa, pergantian babak dan adegan, serta menandakan berbagai aksi dan kejadian alam.Kata kunci: tata artistic, teaterÂ