Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Kesadaran Hukum Mahasiswa Fis-H Terhadap Pencegahan Dan Penanggulangan Kekerasan Seksual Di Lingkungan Kampus Sakiyah Sakiyah; Mustaring Mustaring; Muh. Khaidir
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 1 (Maret 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i1.83792

Abstract

Kekerasan seksual di perguruan tinggi menjadi isu mendesak di Indonesia. Meskipun Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 telah menyediakan landasan normatif yang komprehensif, implementasinya masih menghadapi tantangan, khususnya di Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesadaran hukum mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum terhadap pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual, mencakup pemaknaan hukum, tingkat kesadaran berdasarkan indikator Soerjono Soekanto, faktor yang mempengaruhi keberanian melapor, serta sikap dan tindakan mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 13 informan, observasi partisipatif, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data diuji melalui triangulasi dan member check. Hasil menunjukkan bahwa kesadaran hukum mahasiswa relatif baik pada aspek pengetahuan, pemahaman, dan sikap, ditandai dengan penolakan terhadap kekerasan seksual. Namun, terdapat kesenjangan pada aspek perilaku akibat hambatan struktural dan kultural, seperti relasi kuasa, budaya victim blaming, dan rendahnya kepercayaan terhadap mekanisme pelaporan. Sosialisasi kebijakan belum optimal dan kinerja satgas masih cenderung reaktif.
Perlindungan Hukum Terhadap Jasa Kurir Dalam Transaksi Jual Beli Online Di Era Digital Nur Hasyiah; Andi Kasmawati; Mustaring Mustaring
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 2 (Juni 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i2.85070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap jasa kurir dalam transaksi jual beli online di era digital, serta kendala-kendala yang dihadapi kurir dalam jalankan tugasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui tahapan redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi jasa kurir dalam transaksi jual beli daring di era digital terwujud dalam dua bentuk utama: preventif dan represif. Perlindungan hukum preventif mencakup penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan, penyediaan jaminan sosial ketenagakerjaan seperti BPJS atau asuransi kecelakaan kerja, serta pelatihan bagi perlindungan hukum represif diwujudkan dalam bentuk pendampingan oleh pihak perusahaan apabila terjadi sengketa antara kurir dan konsumen. Pendampingan tersebut meliputi bantuan mediasi, penyelesaian konflik, hingga dukungan dalam pelaporan kepada aparat penegak hukum apabila kurir menjadi korban ancaman, kekerasan, atau tindakan melawan hukum lainnya. Hal ini menunjukkan adanya peran perusahaan dalam memberikan perlindungan lanjutan terhadap kurir. Kendala yang dihadapi jasa kurir meliputi kekerasan verbal maupun fisik dari konsumen, kesalahpahaman terkait sistem pembayaran Cash on Delivery (COD), keterlambatan pengiriman akibat faktor cuaca atau kendala teknis, gangguan pada sistem aplikasi, serta ketidakjelasan alamat penerima. Kondisi ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap jasa kurir masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran hukum masyarakat, penguatan kebijakan perusahaan yang lebih tegas dan responsif, serta dukungan aktif dari aparat penegak hukum guna mewujudkan perlindungan hukum yang adil, efektif, dan berkelanjutan bagi jasa kurir di Indonesia.
Integrasi Nilai-Nilai Islam dan Kearifan Lokal: Relevansi Konsep Doi’ Pallawa Wanua dalam Pembentukan Karakter Bangsa Muh Sudirman; Mustaring Mustaring; Muh. Haras Rasyid
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dalam tradisi Doi’ Pallawa Wanua serta relevansinya terhadap pembentukan karakter bangsa. Permasalahan ini penting dikaji dalam konteks upaya memperkuat karakter bangsa berbasis moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Doi’ Pallawa Wanua mengandung nilai-nilai luhur seperti penghormatan terhadap otoritas, tanggung jawab sosial, ukhuwah, tawakkul, dan ta’awun. Nilai-nilai tersebut mencerminkan keterpaduan antara norma adat dan ajaran Islam, serta berkontribusi terhadap pembentukan karakter kolektif masyarakat Bugis. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai mekanisme pendidikan informal yang mentransmisikan nilai-nilai moral lintas generasi. Temuan ini menegaskan bahwa Doi’ Pallawa Wanua dapat diposisikan sebagai model pendidikan karakter berbasis budaya lokal dan nilai keislaman yang relevan untuk penguatan karakter bangsa dalam kerangka pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Pemenuhan Hak Anak Hasil Perkawinan Siri Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Islam Haslinda Jumadi; Rifdan Rifdan; Mustaring Mustaring
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2023): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v9i1.333

Abstract

Abstract: (1) The purpose of this research is to determine, in accordance with Article 55 of the Marriage Law Number 1 of 1974, the legal status of children born to multiple marriages. 2) Under the Marriage Law, rights to child custody and inheritance in multiple marriages. Researchers use methods like documentation, observation, and interviews to gather data for this purpose. Qualitative descriptive analysis is used to process the research results' data. According to article 55 of Law Number 1 of 1974, the legal position of children in serial marriages reveals that the serial marriages that occur in their field do not register their marriages, leaving the positive law of their children's legal position uncertain and their rights as children unrecognized. According to Islamic law, Siri marriage does not violate the pillars and conditions of the child being born legally but siri marriage caused by being pregnant outside of marriage has many differences of opinion, one of which is that the status of the child is legal if the child is born within 6 months or 180 days of the marriage contract of both parents while the child born in the provision is considered a child outside the marriage which is only to the mother. (2) According to Article 186 of the Compilation of Islamic Law, a child born without a marriage only has a relationship that is mutually inherited with his mother and her family. However, the proof of the legal relationship of the child resulting from the marriage did not cause him to be able to inherit from his biological father (although it is technologically provable). This opinion was also corroborated by a Fatwa from the Indonesian Ulema Council dated March 10, 2012 which stated that the child was only entitled to a mandatory will. (3) With regard to the custody of a child outside of marriage if the child is born before 6 months, the child is only related to his mother through marriage or kinship, whereas a child born after six months is considered a legal member of the father and mother's family.
Peer Support System and School Climate Management: A Strategic Approach to Building an Anti-Bullying Culture Muh. Amar; Andi Kasmawati; Mustaring Mustaring; Najamuddin Najamuddin; Bakhtiar Bakhtiar; Fitriani. K
Asian Journal of Management Analytics Vol. 5 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajma.v5i1.15967

Abstract

This study examines the strategic role of peer support systems and school climate management in fostering an anti-bullying culture in secondary schools in Jeneponto, Indonesia. Using a qualitative case study approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis involving teachers, principals, and students. The findings reveal that bullying is deeply rooted in patriarchal social structures and reinforced by weak school climate management. Peer support Systems function as informal yet effective emotional networks that promote empathy and Solidarity among students. However, the absence of institutionalized mechanisms limits Their sustainability. The study suggests Integrating peer-based interventions        with Inclusive school climate management to establish a participatory, equitable, and gender-responsive education system.
Budaya Santri Dalam Menerapkan Nilai-Nilai Persatuan Di Pondok Pesantren Assalam Timbuseng Febi Febrianti; Mustaring Mustaring; Imam Suyitno
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 4 (Desember 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v12i4.77124

Abstract

Budaya Santri dalam Menerapkan Nilai-Nilai Persatuan dipondok Pesantren Assalam Timbuseng” Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Muh Sudirman selaku Pembimbing I dan Imam Suyitno selaku pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) penerapan nilai-nilai persatuan dipondok pesantren assalam timbuseng. 2) kendala santri dalam menerapkan nilai-nilai persatuan. 3) Upaya santri mengatasi kendala yang di alami dalam menerapkan nilai-nilai persatuan dipondok pesantren assalam timbuseng. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan pendekatan deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder dalam rangka mencapai tjuan tersebut, maka peneliti menggunakan Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang diperoleh dari hasil reduksi kata, penyajian data kemudian penarikan Kesimpulan. Sumber informan peneliti adalah Pembina, guru, dan santri pondok pesantren assalam timbuseng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Penerapan nilai-nilai persatuan dipondok pesantren assalam timbuseng dilakukan dengan ranah Pendidikan baik formal maupun non-formal dan melalui kegiatan-kegiatan yang membentuk stivitas santri. 2. Kendala santri dalam menerapkan nilai-nilai persatuan terdapat pada diri sendiri dan di asrama, karena kurangnya intensif dan juga pengaruh dari orang lain. 3. Upaya santri dalam mengatasi kendala yang dialami dalam menerapkan nilai-nilai persatuan yaitu dengan membimbing, menuntun dan mengajak santri dalam perkembangannya dengan memberikan jalan lingkungan dan arahan sesuai dengan tujuan Pendidikan.
Peran Mahasiswa Program Kampus Mengajar Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Dan Numerasi Peserta Didik Marsanda Putri; Andi Kasmawati; Mustaring Mustaring
Jurnal Tomalebbi Volume 12, Nomor 2 (Juni 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v12i2.73677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui kesiapan mahasiswa dalam meningkatkan literasi dan numerasi peserta didik SMP Maha Putra Tello (2) Untuk mengetahui strategi yang digunakan mahasiswa program kampus mengajar dalam meningkatkan literasi dan numerasi peserta didik SMP Maha Putra Tello. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh data terkait dengan tujuan penelitian ini, maka digunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sumber informan peneliti adalah Kepala Sekolah, Guru, Peserta didik dan Mahasiswa program Kampus Mengajar di SMP Maha Putra Tello. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kesiapan mahasiswa dalam Program Kampus Mengajar untuk meningkatkan literasi dan numerasi peserta didik SMP Maha Putra Tello  sangat bergantung pada pemahaman mereka terhadap konsep literasi dan numerasi, berdasarkan kesiapan mental, akademik, serta pembekalan yang komprehensif. (2) Strategi yang digunakan mahasiswa Program Kampus Mengajar dalam meningkatkan literasi dan numerasi peserta didik SMP Maha Putra Tello difokuskan pada pemanfaatan teknologi dan media digital, pembelajaran kontekstual yang menarik, serta pendampingan khusus yang berpusat pada kebutuhan individu peserta didik.
The Influence of Empathy, School Climate, and Peer Support on Anti-Bullying Behavior among High School Students in Jeneponto Regency Muh Amar; Andi Kasmawati; Mustaring Mustaring; Bakhtiar Bakhtiar; Najamuddin Najamuddin
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15787

Abstract

Bullying is a serious problem in educational settings that negatively affects students’ psychological and social well-being. Anti-bullying behavior is influenced by various psychological and social factors, including empathy, school climate, and peer support. This study aimed to analyze the effects of empathy, school climate, and peer support on anti-bullying behavior among public senior high school students in Jeneponto Regency. This study employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The sample consisted of 109 students selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires and analyzed using SPSS. The results showed that empathy had a positive and significant effect on anti-bullying behavior (B = 0.166; t = 2.235; p = 0.028), school climate also had a positive and significant effect (B = 0.206; t = 2.349; p = 0.021), and peer support had a positive and significant effect and was identified as the most dominant predictor (B = 0.641; t = 7.571; p < 0.001). Simultaneously, empathy, school climate, and peer support significantly influenced anti-bullying behavior (F = 176.922; p < 0.001), with a coefficient of determination (R²) of 0.835, indicating that these variables explained 83.5% of the variance in students’ anti-bullying behavior. These findings indicate that anti-bullying behavior is influenced by the interaction between individual psychological factors and social environmental factors. This study highlights the importance of strengthening empathy, fostering a positive school climate, and enhancing peer support in promoting anti-bullying behavior among students.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Kehamilan di Luar Nikah (Studi pada Mahasiswa Universitas Negeri Makassar) Jeane Elisabet Hatmin; Mustaring Mustaring; Muh. Sudirman
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 3 (September 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i3.86371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Universitas Negeri Makassar terhadap kehamilan di luar nikah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut, serta menjelaskan implikasinya terhadap sikap dan perilaku mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Makassar serta informan pendukung. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya memandang kehamilan di luar nikah sebagai kehamilan yang terjadi tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah menurut agama maupun hukum. Fenomena tersebut dipersepsikan sebagai perilaku yang bertentangan dengan norma agama, moral, sosial, dan budaya yang berlaku dalam masyarakat. Meskipun demikian, terdapat  perbedaan  pandangan  di kalangan mahasiswa, di mana sebagian masih menganggapnya sebagai isu yang tabu, sedangkan sebagian lainnya memandangnya sebagai fenomena sosial yang semakin sering terjadi akibat perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Persepsi mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berinteraksi. Faktor internal meliputi nilai moral, pemahaman agama, kontrol diri, pengalaman pribadi, dan pola pikir individu. Sementara itu, faktor eksternal mencakup lingkungan keluarga, teman sebaya, lingkungan pergaulan, media sosial, perkembangan teknologi, serta nilai budaya yang berkembang di masyarakat. Persepsi tersebut berimplikasi terhadap sikap dan perilaku mahasiswa, yang tercermin melalui kehati-hatian dalam bergaul, upaya menjaga batasan dalam interaksi dengan lawan jenis, munculnya empati dan dukungan sosial terhadap individu yang mengalami kehamilan di luar nikah, serta kesadaran untuk berperan sebagai agen perubahan sosial dalam menjaga nilai moral di lingkungan kampus dan masyarakat.
Peran Ganda Fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan FIS-H UNM dalam Menjalankan Program Kerja dan Penuntasan Akademik Putri Rahayu; Andi Aco Agus; Mustaring Mustaring
Jurnal Tomalebbi Volume 13, Nomor 3 (September 2026)
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/jt.v13i3.84318

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran ganda fungsionaris BEM FIS-H UNM dalam menyeimbangkan pelaksanaan program kerja organisasi dengan penuntasan akademik. Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi serta (2) menggambarkan kondisi penuntasan akademik selama masa kepengurusan dan kaitannya dengan keterlibatan organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif analitis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama terletak pada tuntutan tanggung jawab organisasi yang memerlukan komitmen tinggi dalam menjalankan program kerja dan peran struktural. Selain itu, sistem periodesasi kepengurusan yang beririsan dengan tahapan akademik menyebabkan kesulitan dalam pengaturan waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, fungsionaris menerapkan strategi seperti penentuan prioritas, perencanaan waktu yang efektif, serta komunikasi adaptif.Dari segi akademik, ditemukan bahwa dari 33 pengurus, 15 mahasiswa melampaui semester delapan hingga menyelesaikan masa kepengurusan. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaksinkronan antara periodesasi organisasi dan kalender akademik, terutama bagi pengurus yang menduduki posisi pimpinan pada semester akhir. Sementara itu, sebagian pengurus lainnya tetap mampu menyelesaikan studi sesuai tahapan akademik. Penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan dalam organisasi dimaknai secara ambivalen, yaitu sebagai hambatan dalam penuntasan akademik sekaligus peluang untuk mengembangkan kompetensi diri. Dengan demikian, hubungan antara peran akademik dan organisasi bersifat kontradiktif namun saling melengkapi dalam membentuk pengalaman mahasiswa. Kata kunci: Peran Ganda, Organisasi Kemahasiswaan, Program Kerja, Penuntasan Akademik, BEM FIS-H UNM