Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Strategi Impression Management Ruben Onsu Pasca Keputusan Pengangkatan Anak Betrand Peto di Akun Instagram @ruben_onsu Vita Magdalena Bernadi; Jandy Edipson Luik; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impression management atau manajemen impresi adalah suatu atribut atau perangkat yang digunakan guna menciptakan persona tertentu untuk mempengaruhi persepsi dan citra diri kita terhadap orang lain (L'Etang, 2007). Setiap figur publik, baik sadar maupun tidak, akan menggunakan manajemen impresi dalam penyampaian pesan untuk menanamkan citra diri mereka pada publiknya, termasuk Ruben Onsu sebagai figur publik sekaligus seorang pemimpin korporasi miliknya. Peneliti ingin mengetahui strategi impression management Ruben Onsu, khususnya pasca keputusan pengangkatan anak Betrand Peto yang ditampilkan di akun Instagram @ruben_onsu yakni 25 Juli – 8 Oktober 2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Peneliti melakukan koding terhadap pesan verbal dan non-verbal yang ada di dalam foto, video beserta caption dari 78 post yang diunggah dalam Instagram @ruben_onsu. Adapun strategi impression management yang digunakan adalah strategi impression management dari Jones dan Pittman (1982), meliputi: ingratiation, intimidation, self-promotion, exemplification, dan supplication. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang paling sering ditampilkan oleh Ruben Onsu melalui akun Instagramnya adalah strategi exemplification, dimana ia ingin mendapatkan kesan sebagai figur publik sekaligus ayah yang berintegritas dan layak secara moral. Strategi ini secara dominan ditunjukkan melalui sub-indikator sikap kedermawanan khususnya pada Betrand dan anggota keluarga lainnya. Sehingga, hal ini sesuai dengan prinsip dasar dan peranan seorang ayah dalam kehidupan berkeluarga yaitu menafkahi dan memberikan kehidupan yang layak bagi seluruh anggota keluarganya.
Efektivitas Pesan Iklan Youtube BCA “Buat Apa Susah, Cukup Buka Rekening di BCA Mobile” Irene Yenawan; Jandy Edipson Luik; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklan YouTube BCA “Buat Apa Susah, Cukup Buka Rekening di BCA mobile” menjadi iklan yang paling banyak ditonton di YouTube selama semester kedua 2019. YouTube sendiri merupakan media sosial yang paling sering digunakan di Indonesia. Untuk itu peneliti ingin mengetahui, apakah iklan yang paling banyak ditonton dan ditayangkan pada platform populer yakni YouTube pesan iklannya efektif. Tentunya dalam dunia Marketing Public Relations, memilih platform yang tepat untuk beriklan serta memiliki pesan iklan yang efektif sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Efektifitas pesan iklan diukur dengan menggunakan metode AIDA (attention, interest, desire, dan action). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode online survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menilai pesan iklan YouTube BCA “Buat Apa Susah, Cukup Buka Rekening di BCA mobile” efektif.
Representasi Toxic Relationship dalam Film Story of Kale: When Someone’s in Love Joshua AlbericoTedjo Tedjo; Jandy Edipson Luik; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana toxic relationship direpresentasikan melalui film Story of Kale: When Someone’s in Love. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian semiotika kode-kode televisi John Fiske yang dilihat melalui kode level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Story of Kale: When Someone’s in Love memperlihatkan bagaimana sebuah hubungan berpacaran dikendalikan atau dipengaruhi oleh hal-hal yang toxic. Ketika pasangan menciptakan sebuah ikatan fantasi tersendiri yang menyebabkan munculnya dominasi salah satu orang yang berakibat kepada penderitaan pasangannya. Ikatan fantasi ini juga yang kemudian membuat perasaan denial korban akan hal toxic yang terjadi dalam hubungannya dan membuat dia terus bertahan dalam hubungan tidak baik itu.
Opini Masyarakat Surabaya Terhadap Kasus Tagihan Listrik Dari PLN Yang Melonjak Tinggi Tahun 2020 Alanus Yosua Renaldo; Jandy Edipson Luik; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui opini masyarakat Surabaya terhadap kasus tagihan listrik PLN yang melonjak tinggi pada tahun 2020 ini. Kasus tagihan listrik ini telah perhatian publik dikarenakan naik-nya jumlah tagihan yang tergolong cukup tinggi yang dirasa merugikan masyarakat. Namun di tengah kasus ini ada perbedaan opini di masyarakat ada yang menganggap hal ini wajar dan ada juga yang menentang adanya kasus yang menimpa Perusahaan Listrik Negara tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan metode survei. Survei ini dilakukan terhadap 100 orang yang berasal dari masyarakat kota Surabaya. Hasil dari penelitian ini menunjukan Opini Masyarakat Surabaya Terhadap Kasus Tagihan Listrik Dari PLN Yang Melonjak Tinggi Tahun 2020 cenderung netral dengan mendapatkan nilai akhir 3,36. Hasil dari penelitian ini tidak ada komponen yang bernilai negatif, semua komponen bernilai netral namun ada beberapa pernyataan yang bernilai positif seperti di cognition 1 dan 4, dan juga behaviour 3 dan 4. Netral bukan berarti responden tidak memihak setuju atau tidak setuju namun tanggapan positif maupun negatif diberikan berdasarkan pengalaman dan juga pengetahuan responden mengenai kasus tagihan listrik melonjak tinggi tahun 2020.
Studi Komparatif: Pesan Komunikasi Pemasaran pada Postingan Instagram Healthy Catering Di Indonesia Jessica Michelle Hartono; Jandy Edipson Luik; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbandingan penggambaran pesan pada dua akun Instagram healthy catering di Indonesia. Instagram merupakan media sosial yang digunakan oleh beberapa merek healthy catering sebagai media utama dalam menyampaikan pesan komunikasi pemasaran. Melalui Instagram, peneliti dapat melihat perbandingan penggambaran pesan yang disampaikan oleh merek healthy catering di Indonesia. Menggunakan metode analisis isi kuantitatif, hasil temuan menunjukkan bahwa kedua merek sebagai pengirim pesan memiliki persamaan, yaitu paling banyak menggunakan tema pesan Aspiration and Beliefs dan Avalanche about to Roll. Sedangkan, tema pesan David and Goliath tidak ditemukan pada postingan Instagram Hadi Kitchen. Postingan paling banyak diunggah pada hari Kamis oleh YellowFit Kitchen dan hari Senin oleh Hadi Kitchen. Selain itu, pesan disajikan dalam bentuk media yaitu image, hashtag, caption, dan tag. Jumlah comments terbanyak ditemukan pada tema Aspiration and Beliefs. Sementara, jumlah likes terbanyak pada YellowFit Kitchen ditemukan pada postingan yang mengandung tema pesan Aspiration and Beliefs dan pada Hadi Kitchen postingan dengan likes terbanyak yaitu tema Glitz and Glam.
Citra YG Entertainment Pasca Skandal Burning Sun di Soompi dan Allkpop Stacia Meiti Airell Wiyogo; Jandy Edipson Luik; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggambaran citra YG Entertainment pada media Soompi dan Allkpop. YG Entertainment merupakan Big 3 Most Powerful Agency of Kpop dari Korea Selatan yang terlibat skandal entertainment terbesar sepanjang sejarah Korea Selatan yaitu skandal Burning sun. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori citra dan elemen citra korporat dari Marita Vos dan Henny Schoemaker tahun 2006, yakni primary impression, familiarity, perception, preference dan position sebagai indikator. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Peneliti menganalisis citra YG Entertainment pada 57 berita di media Allkpop dan 69 berita di media Soompi. Hasil penelitian menunjukan kedua media banyak menggambarkan elemen familiarity pada citra YG Entertainment, yang mengartikan bahwa kedua media sadar dan mengenali perusahaan YG Entertainment. Sub-indikator yang menonjol pada elemen ini ialah pengenalan akan orang-orang yang terlibat dalam organisasi baik pada media Soompi maupun media Allkpop. Citra YG Entertainment yang digambarkan pada media Soompi dan Allkpop tidak begitu menggambarkan skandal Burning Sun, kedua media menggambarkan YG Entertainment yakni memposisikan perusahaan sebagai pemimpin yang membawa orang-orang dalam organisasi dalam setiap kegiatan perusahaan.
Sikap Followers Instagram @sushiteijogja Terhadap Isi Akun Instagram Sushi tei Jogjakarta Betari Gita Andini; Jandy Edipson Luik; Otto Bambang Wahyudi
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sushi Tei Jogjakarta merupakan salah cabang restoran Jepang waralaba, Sushi Tei. Public relations dari restoran ini memilih Instagram karena sesuai dengan target market-nya. Dengan adanya Instagram, Sushi Tei berharap followers dapat mengetahui, menyukai, dan memberi tanggapan dalam tiga dimensi yaitu gambar, tulisan, dan video. Penelitan ini dilakukan untuk mengetahui sikap followers Instagram @sushiteijogja terhadap isi akun Instagram Sushi Tei Jogjakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei online. Responden merupakan followers Instagram @sushiteijogja berjumlah 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan sikap followers Instagram Sushi Tei Jogjakarta berada di antara skala netral.
Motif Masyarakat Indonesia Menggunakan Aplikasi Tiktok Selama Masa Pandemi Covid- 19 Adil Dimas Andrian; Jandy Edipson Luik; Judy Djoko Wahjono Tjahjo
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 1 (2021): VOL 9, NO 1 FEBRUARY 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiktok merupakan aplikasi yang pada masa pandemi sangat ramai digunakan oleh masyarakat Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Hampir semua platform media sosial berisi tentang konten Tiktok yang dibagikan oleh penggunanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motif masyarakat Indonesia menggunakan aplikasi Tiktok selama masa pandemi Covid-19. Peneliti menggunakan teori Uses and Gratifications for New Media dengan enam indikator, yaitu Social Interaction, Documentation, Diversion, Self-Promotion, dan Creativity. Metode penelitian ini adalah online survey, maka didapatkan motif tertinggi adalah pada indikator Diversion. Hal tersebut berkaitan dengan masa pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat untuk melakukan segala kegiatan dirumah saja. Sehingga suasana menjadi membosankan dan kesepian. Untuk urutan motif selanjutnya adalah motif Creativity, motif Documentation, motif Social Interaction, dan yang terendah adalah indikator Self-Promotion.
Efektivitas Iklan Shopee Edisi ‘Main Shopee Tanam, Menang THR 10 Milyar’ di YouTube pada Masyarakat Surabaya Jessica Dea Prisiela; Jandy Edipson Luik; Judy Djoko Wahjono Tjahjo
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan perilaku semasa pandemi dimana aktivitas belanja terus meningkat membawa keberhasilan besar untuk Shopee terutama selama periode Shopee Big Ramadhan Sale 2020. Antusias besar pada fitur Shopee Tanam membuat promosi dengan hadiah fantastis pada fitur ini diteruskan. Shopee juga melakukan promosi melalui iklan yang menarik. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah iklan Shopee edisi ‘Main Shopee Tanam, Menang THR 10 Milyar’ di Youtube efektif pada masyarakat Surabaya. Periklanan merupakan alat yang penting dalam bauran promosi yang juga menjadi bagian dalam kajian MPR. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei online. Teknik penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dan peneliti menyebarkan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa iklan Shopee edisi ‘Main Shopee Tanam, Menang THR 10 Milyar’ di YouTube pada masyarakat Surabaya efektif. Hal ini ditunjukkan melalui perhitungan nilai mean dari setiap indikator Attention, Interest, Desire, Action (AIDA), dimana semua total nilai mean efektif. Hasil nilai efektif ini disebabkan karena pesan dalam iklan memiliki daya tarik yang kuat terutama tentang pesan dalam iklan yaitu hadiah yang menarik. Maka dari itu, iklan Shopee edisi ‘Main Shopee Tanam, Menang THR 10 Milyar’ yang dipublikasikan melalui media promosi YouTube telah tersampaikan dengan baik kepada masyarakat Surabaya.
Adoption Belief Mobile Communication: Konvergensi aktivitas menguatkan Adoption Belief Smartphone, Tablet, dan Handphone Jandy Luik
Jurnal InterAct Vol 3, No 1 (2014): Jurnal InterAct
Publisher : Atma Jaya Indonesia Catholic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.465 KB) | DOI: 10.36388/ia.v3i1.716

Abstract

Decision of using mobile communication device is not a single-independent event, rather it is a series of cognitive understanding. Adopting a model of adoption decision-making process, this paper describes one of the events namely adoption belief. Adoption belief of young people becomes important because they are potential early adopter on technology-based innovation. How these group of people understands the meaning of having one or more than one gadget would determine the potential adopting decision. Therefore, this paper elaborates adoption belief of a survey on high school student in Surabaya. The result shows that smartphone has received highest adoption belief, followed by tablet and cellular phone.