Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PREVALENCE OF IRIDOVIRUS AND VIRAL NERVOUS NECROSIS IN CANTANG GROUPER (Ephinephelus fuscogottatus x Ephinephelus lanceolatus) Alfianti, Fadia Tantri; Wahyudi, Dzikri; Kusuma, Prasetya Wahyu; Wibowo, Wahyu Budi; Prabowo, Guntur; Suhermanto, Achmad
Aurelia Journal Vol 6, No 2 (2024): October
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v6i2.13467

Abstract

Cantang grouper is a leading commodity, especially hatchery centers, namely East Java and Bali which is Indonesia's flagship. The growth of cantang grouper fish is hampered by one of the diseases caused Iridovirus and Viral Nervous Necrosis (VNN). These two diseases attacks the seed stage which causes high mortality, so that early detection is needed for preventive action. This study aims to detect and inventory of Iridovirus and VNN in cantang grouper. This research was carried out at BPBAP Situbondo, Irodovirus was detected using conventional PCR and VNN using rRT-PCR. Cantang grouper samples measuring 2,5-12 cm came from Situbondo and its surroundings, Bali and Lombok with a total of 23 samples. The test results showed that all samples were negative for Iridovirus, while the VNN examination showed 3 positive samples and 20 negative samples. Observation of clinical symptoms showed that the cantang grouper were in good health, swimming actively and did not show symptoms of Iridovirus and VNN infection. The prevalence of VNN infection in cantang grouper 13,04% which was included in the category of frequent infections.
POLA PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI PT. PYRAMIDE PARAMOUNT INDONESIA, PANDEGLANG, BANTEN. Priati, Dara Hayuning; Adi, Catur Pramono; Prabowo, Guntur
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20486

Abstract

Kegiatan usaha budi daya udang merupakan proses produksi yang memerlukan kendali dan keberhasilannya sangat bergantung pada faktor teknis dan nonteknis. Permasalahan yang sering dikeluhkan para pembudidaya udang vaname ialah kualitas pakan dan kuantitas pakan yang diberikan hingga pola pertumbuhan yang kurang efektif.oleh karena itu,perlu diambil langkah – langkah untuk melihat pola pertumbuhan panjang dan bobot udang vaname. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 september 2024 – 7 desember 2024 yang berlokasi Di Pyramide Paramount Indonesia, Pandeglang,Banten. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan 2 cara yaitu skunder dan primer. Analisis yang digunakan yaitu menentukan FCR,SR,Laju pertumbuhan,dan hubungan panjang dan berat. Kolam G7 0,05 gram/hari nya namun pada DOC 67 menurun disebabkan sebagian terkena penyakit myo yang berakibat udang memiliki kualitas yang buruk.Dapat dilihat SR  yang terdapat pada kolam G7 yaitu 58,7% ,memiliki sr rendah diakibatkan dari padat tebar yang tinggi sehingga sulit untuk kehidupan bagi udang. Hubungan panjang berat pada pola pertumbuhan udang vaname memiliki nilai <b yang dalam artian allometrik negatif (pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan berat). kolam G7 0,05 gram/hari nya namun pada DOC 67 menurun disebabkan sebagian terkena penyakit myo.
MONITORING KUALITAS AIR FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI. UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI PT. SINAR LAUT VANNAMEI, CIANJUR JAWA BARAT. Rahmat, Agus; Adi, Catur Pramono; Prabowo, Guntur
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20532

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas utama dalam industri budidaya perikanan di Indonesia karena memiliki pertumbuhan cepat, adaptasi lingkungan yang baik, serta permintaan pasar yang terus meningkat. Keberhasilan budidaya udang vaname sangat dipengaruhi oleh kualitas air sebagai media hidup utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan pengelolaan kualitas air fisika, kimia, dan biologi pada budidaya udang vaname secara intensif di PT. Sinar Laut Vannamei, Cianjur, Jawa Barat. Parameter kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut, kecerahan, amonia, nitrit, serta keberadaan plankton dan bakteri. Metode yang digunakan adalah observasi langsung, pengukuran rutin parameter kualitas air, serta pencatatan data selama kegiatan pemeliharaan udang. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa monitoring kualitas air secara berkala mampumenjaga kondisi perairan tetap berada pada kisaran optimal bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname. Pengelolaan kualitas air yang baik dapat meminimalkan stres, menekan risiko penyakit, serta mendukung produktivitas budidaya. Dengan demikian, monitoring kualitas air fisika, kimia, dan biologi merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan dan keberlanjutan budidaya udang vaname secara intensif.
TEKNIK KULTUR Artemia dan Thalassiosira sp SEBAGAI PAKAN ALAMI LARVA UDANG VANAME (Litopanaeus Vannamei) Di PT. SURITANI PEMUKA (STP) BANYUWANGI, JAWA TIMUR Kurniawan, Dafa Aby Yudha; Priati, Dara Hayuning; Prabowo, Guntur; Adi, Catur Pramono
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20491

Abstract

Ketersediaan pakan alami yang berkualitas merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembenihan udang vaname (Litopenaeus vannamei), terutama pada fase larva yang masih membutuhkan pakan berukuran kecil, mudah dicerna, dan bernilai nutrisi tinggi. Artemia dan Thalassiosira sp. digunakan sebagai pakan alami karena memiliki kandungan nutrisi yang mendukung pertumbuhan serta kelangsungan hidup larva udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik kultur Artemia dan Thalassiosira sp. sebagai pakan alami larva udang vaname di PT. Suritani Pemuka (STP) Banyuwangi, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah observasi langsung selama Praktik Kerja Lapang 1, pengambilan data primer melalui pengamatan proses kultur, pengukuran kualitas air, penghitungan daya tetas Artemia (hatching rate), dan penghitungan kepadatan sel Thalassiosira sp. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kultur Artemia dengan metode non-dekapsulasi pada salinitas 33–34 ppt, suhu 26–27°C, dan pH 7,9–8,46 menghasilkan daya tetas sebesar 86–90%. Pada kultur Thalassiosira sp., kualitas air yang terjaga pada kisaran salinitas 29–30 ppt, suhu 20–31°C, pH 8,1–8,7, dan intensitas cahaya 2.000–5.000 lux mendukung pertumbuhan mikroalga dengan kepadatan rata-rata pada skala laboratorium 46,6×10⁴ sel/mL, 52,8×10⁴ sel/mL, dan 67,6×10⁴ sel/mL, serta pada skala intermediate dan massal masing-masing 16,9×10⁴ sel/mL dan 13,1×10⁴ sel/mL. Kesimpulannya, teknik kultur Artemia dan Thalassiosira sp. yang dilakukan di PT. Suritani Pemuka efektif sebagai penyedia pakan alami larva udang vaname, dengan keberhasilan kultur sangat dipengaruhi oleh kualitas air, cahaya, dan tahapan pemeliharaan yang tepat.
TEKNIK PEMBENIHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI PT SURI TANI PEMUKA REMBANG, JAWA TENGAH Saputra, Mohamad Nabil; Adi, Catur Pramono; Prabowo, Guntur
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20550

Abstract

Penelitian   ini   memaparkan   hasil  studi   mengenai   teknik pembenihan sepenggal udang vaname  (Litopenaeus vannamei) di PT. Suri Tani Pemuka. Tujuan  dari penelitian  ini  adalah untuk mengetahui  teknologi  pembenihan di  PT. Suri Tani Pemuka Rembang, Jawa Tengah menggunakan metode observasi, wawancara dengan teknisi lapang, serta pengukuran parameter kualitas air. Hasil menunjukkan kegiatan pembenihan dimulai dari persiapan bak,  penebaran naupli, pemeliharaan larva,  pengolaan  pakan,  kualitas  air, serta  pemanenan  benih  udang vaname. Hasil menunjukkan dari tebaran 2.400.000 dalam satu bak mendapatkan Survival Rate (SR) 60%. Parameter kualitas air-suhu rata rata 32℃, salinitas 30 ppt, pH 8,2, dan oksigen terlarut (DO) 5,2 ppm, berada dalam kisaran optimal berdasarkan SNI 8678-4:2021. Kesimpulannya, protokol pembenihan di PT. Suri Tani Pemuka Rembang, Jawa Tengah layak dijadikan acuan untuk pengembangan hatchery udang vaname berkelanjutan.
PENGARUH PARAMETER KUALITAS AIR TERHADAP POLA PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI CV.TAMBAK UDANG KOPERASI TNI AU CIKALAPA,CIANJUR , JAWA BARAT. Priati, Dara Hayuning; Adi, Catur Pramono; Prabowo, Guntur
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20487

Abstract

Udang merupakan komoditas perikanan unggulan dalam program revitalisasi perikanan selain rumput laut dan tuna (Rama Putra dan Abdul Manan, 2014). Melakukan pengendalian kualitas udara menjadi salah satu opsi yang dapat diterapkan petambak untuk meningkatkan produksi udang vaname .Metode yang digunakan dapat mempertimbangkan berdasarkan faktor fisika,dan kimia seperti kegiatan pemantauan, pengelolaan kualitas udara, dan pengolahan jika terdapat penyimpangan parameter kualitas udara dari nilai optimalTeknik pengumpulan data nya yang digunakan yaitu data primer,wawancara,dan observasi. Dan analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif,analisis korelasi,analisis regresi,dan hubungan panjang dan berat.Berdasarkan hasil korelasi pearson ke 7 parameter kualitas udara di CV.Tambak Udang TNI AU Cikalapa berlawan memiliki korelasi yang tidak signifikan. dapat diketahui bahwa hasil regresi hubungan panjang dan berat pada udang vaname memiliki persamaan regresi y 3,1896 x 0,0721 dengan koefisien determinasi R² 0,0487 .Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai b3 dapat diartikan pola pertumbuhan adalah allometrik negatif, dimana pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan beratDapat diketahui tingkat korelasi antara parameter kualiatas udara dengan sejenisnya memiliki keterkaitan sangat erat dan memiliki nilai 1 , Hubungan Pola pertumbuhan panjang berat dapat diketahui dari hasil regresi bahwasannya memiliki hubungan alometrik negatif ,dan Dari hasil regresi parameter yang mempengaruhi pertumbuhan panjang udang suhu dan DO dengan nilai koefiensi suhu (3,9%),dan DO (2,5%).