Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Berantas Stunting Dan Penatalaksanaan Permasalahan Kesehatan Menuju Masyarakat Cerdas Bersama Mahasiswa Farmasi Stikes Harapan Ibu Jambi Meirista, Indri; Yulyana, Zahara; Maharani, Silviya; Nurhidayanti, Rts. Reni; Aisyah, Andi; Febiyanti, Lidya; Ningrum, Wesi Alfiah; Wahyuni, Sisca Tri
Bhumiputra: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Global Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/bhumiputra.v2i1.153

Abstract

Abstract: Stunting is a global health problem that affects the physical growth and cognitive development of children. Studies show that the prevalence of stunting in Indonesia is still high, affecting people's quality of life and productivity. This article discusses strategies to combat stunting and the management of health problems towards a smart society. Preventive approaches are the main focus in overcoming stunting. Public health education on balanced nutrition and good sanitation practices are key to preventing stunting. Supplementary feeding programs for pregnant women and children under five and monitoring child growth are important strategies in stunting intervention. In addition, the management of other health problems is also needed to create a smart society holistically. Efforts to prevent and treat infectious diseases such as diarrhea, respiratory infections, and other infectious diseases must be improved. An integrated and affordable health care system is crucial in providing full access to quality health services. A smart society requires an environment that supports optimal growth and development. Therefore, cross-sector collaboration is important in addressing stunting and other health issues. The government, non-governmental organizations, the private sector and communities need to come together to implement sustainable policies and innovative programs to improve the overall health and well-being of the community. In conclusion, eradicating stunting and managing health problems are crucial steps towards a smart society. Cross-sector collaboration, preventive approaches, and affordable health services are needed to achieve this goal.
Analisis Efektivitas Biaya (CEA) Penggunaan Kombinasi Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di RSUD X Provinsi Jambi Periode Juli – Desember Tahun 2024 Bhakti Natari, Rifani; Meirista, Indri; Wulandari, Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30525

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indoneisa yang memerlukan terapi jangka Panjang dan biaya yang berkelanjutan. Penggunaan kombinasi antihipertensi menjadi salah satu pendekatan terapi yang umum diterapkan. Oleh karena itu, diperlukan analisis efektivitas biaya untuk menentukan kombinasi terapi yang paling cost-effective dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya dari dua kombinasi antihipertensi yaitu candesartan + bisoprolol dan candesartan + amlodipine pada pasien hipertensi rawat jalan di RSUD X Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data rekam medis pasien rawat jalan periode Juli – Desember 2024. Analisis dilakukan terhadap efektivitas terapi (berdasarkan penurunan tekanan darah >5mmHg) dan biaya medik langsung (biaya obat dan biaya tindakan dokter). Evaluasi farmakoekonomi dilakukan menggunakan metode Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil penelitian, kombinasi candesartan + amlodipine digunakan oleh 70,89% pasien, dengan efektivitas 87,5% dan rata-rata biaya terapi sebesar Rp 129.038. Kombinasi candesartan + bisoprolol digunakan oleh 29,11% pasien, dengan efektivitas 78,26% dan biaya sebesar Rp116.583. Nilai ACER candesartan + amlodipine lebih rendah (Rp1.474) dibandingkan candesartan + bisoprolol (Rp1.489), sedangkan nilai ICER sebesar Rp 1.347 menunjukkan bahwa tambahan efektivitas dari kombinasi candesartan + amlodipine masih tergolong cost-effective.
Karakteristik Fisik dan Uji Aktivitas Antiokidan dengan Metode DPPH Sediaan Sheet Mask Ekstrak Biji Kakao Meirista, Indri; As'adi, M. Henityo Agung; Putri, Dzakiah Adillah
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 14 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v14i2.950

Abstract

Healthy skin can reflect a person's health. Healthy, clean and bright skin is everyone's dream, especially for women. Antioxidants protect the body from damage caused by free radicals. Free radicals can cause cell damage such as skin wrinkles, dark spots, and dullness. Cocoa beans (Theobroma Cacao Linn) contain catechins, epicatechins, and proanthocyanidins which have antioxidant properties. This study aims to determine how the physical characteristics of cocoa bean extract (Theobroma Cacao Linn) sheet mask and how the antioxidant activity of cocoa bean extract (Theobroma Cacao Linn) sheet mask preparations are produced. This research method is experimental, the data is processed statistically using microsoft excel diagram and visualized in the form of bar graphs. Extraction using percolation method using 96% ethanol solvent then the extract was identified with phytochemical screening test. Formulations were made with different concentrations of active substances and physical properties were carried out including organoleptic test, homogeneity test, viscosity test, pH test, stability test, moisture effectiveness test, irritation test, liking test, and antioxidant test of sheet mask preparations. The results of this study in each evaluation test showed that cocoa bean extract (Theobroma Cacao Linn) sheet mask preparations can be formulated as strong category antioxidant sheet mask preparations with IC50 values in formula 1 of 78.12 µg/ml, formula 2 of 67.08 µg/ml, and formula 3 of 55.2 µg/ml. The physical characteristics of cocoa bean extract (Theobroma Cacao Linn) sheet mask formula 0, formula 1, formula 2, and formula 3 sheet mask preparations can be said to be suitable for use on the face because they pass all tests and fall into the range that has been set.
PEMANFAATAN RIMPANG JAHE MERAH DALAM USAHA PENGOBATAN DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN Meirista, Indri; Hadriyati, Armini; Aptiarmi, Hendri; Jannah, Miftahul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.912-917

Abstract

Kelurahan Solok Sipin merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Danau Sipin. Pada kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di RT. 21 diketahui sebagian besar warga masyarakat memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam tanaman herbal yang dapat digunakan untuk kebutuhan mereka sendiri, salah satunya adalah tanaman jahe merah. Pengolahan dan penggunaan jahe merah yang dilakukan warga sangat sederhana yaitu dengan cara merebus dan merajahnya. Dari pengabdian masyarakat ini nantinya diharapkan dapat memberikan infomasi dan edukasi kepada warga bagaimana cara penggolahan jahe merah selain di rebus dan di rajah , tetapi dapat dibuat dalam bentuk olahan yang lain.
KARAKTERISASI NANOPARTIKEL EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis (park) fosberg) DENGAN MENGGUNAKAN METODE GELASI IONIK DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN M. Henityo Agung As'adi; Indri Meirista; Avisa Amelia

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.428

Abstract

Penghantaran nanopartikel dideskripsikan sebagai formulasi suatu partikel yang terdispersi pada ukuran nanometer atau skala per seribu mikron. Daun sukun mengandung senyawa flavonoid yang tinggi, jenis flavonoid yang terkandung yaitu artocarpin dan kuersetin yang berfungsi sebagai antioksidan. Salah satu polimer yang dapat diaplikasikan dalam formulasi nanopartikel adalah kitosan dengan agen silang karagenan. Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik nanopartikel ekstrak daun sukun dengan metode gelasi ionik dan aktivitas antioksidan nanopartikel ekstrak daun sukun. Pada penelitian ini meliputi pengambilan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi, analisis UPLC-MS/MS, uji aktivitas antioksidan, formulasi larutan nanopartikel, uji % transmitan, uji Particle Size Analyzer (PSA), pengukuran zeta potensial dan distribusi ukuran partikel. Penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak dan nanopartikel ekstrak didapatkan nilai IC50 19,8 ?g/mL dan 12,3 ?g/mL dengan intensitas sangat kuat. Hasil karakterisasi nanopartikel ekstrak daun sukun dengan perbandingan ekstrak daun sukun: karagenan: kitosan F1 (0,2%:0,1%:0,2%); F2 (0,2%:0,2%:0,2%); F3 (0,2%:0,1%:0,4%); dan F4 (0,2%:0,2%:0,4%) menunjukkan % transmitan berurutan 93,616%; 94,569%: 95,853%; dan 95,910%. Hasil uji PSA berurutan adalah 768 nm; 565 nm; 278 nm; dan 75 nm. Hasil zeta potensial berurutan -12 mV; -0,2 mV; -0,2 mV; dan -19,7 mV. Dapat disimpulkan bahwa dengan adanya variasi konsentrasi karagenan dan kitosan pada masing-masing formula dapat mempengaruhi uji transmitan, ukuran partikel, distribusi ukuran partikel dan nilai zeta potensial.
Formulasi pasta gigi hidroksiapatit dari limbah tulang ikan tenggiri (Scomberomorus guttatus) Hernawan, Aldi dwi; Anggresani, Lia; Meirista, Indri
Chempublish Journal Vol. 6 No. 1 (2021): Chempublish Journal
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/chp.v6i1.10859

Abstract

Provinsi Jambi memiliki 45% permasalahan gigi dan mulut. Permasalahan gigi dan mulut dapat dicegah dengan cara menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi. Pasta gigi diformulasikan menggunakan hidroksiapatit (HAp) yang berasal dari limbah tulang ikan tenggiri yang memiliki unsur utama kalsium. Metode Tulang ikan tenggiri direndam dengan NaOH dan aseton. Selanjutnya dilakukan kalsinasi pada suhu 800°C hingga didapatkan bubuk CaO. Bubuk ini dianalisa dengan XRF untuk mendapatkan oksida logamnya. CaO direaksikan dengan (NH4)2HPO4 dengan mol Ca/P 1,67 kedua larutan dicampurkan dan dipanaskan 90°C selama 1 jam. pH diatur hingga 12 dengan menambahkan NaOH. Selanjutnya dilakukan kalsinasi pada suhu 900°C. Selanjutnya bubuk dianalisa XRD dan SEM. Hidroksiapatit (HAp) diformulasikan menjadi pasta gigi dengan konsentrasi 45%, 50% dan 55%. Pasta gigi dievaluasi organoleptis, homogenitas, ketinggian busa,daya sebar,pH serta hedonik. Hasil analisa XRF didapatkan senyawa CaO sebanyak 49,911 %. Hasil analisa XRD pada mol Ca/P 1.67 didapatkan senyawa hidroksiapatit (HAp) yang sesuai dengan standar ICSD No 96-900-1234. Semua pasta gigi yang diformulasikan memenuhi persyaratan pasta gigi yang baik. Hidroksiapatit (HAp) dapat diformulasikan menjadi pasta gigi dengan konsentrasi yang baik adalah 45%.
Multi-Target Mechanisms of Celery-Derived Luteolin Glycosides Revealed by Network Pharmacology: A Systems-Level Perspective on Therapeutic Targeting of Inflammation and Oxidative Stress Andzely Zahana Putri; Indri Meirista; Hendri Satria Kamal Uyun; Rizky Yulion Putra
Journal of Natural Products and Drug Development Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Natural Products and Drug Development
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jnpdd.v1i1.49

Abstract

Background of study: Luteolin and its glycoside derivatives from natural sources possess potent anti-inflammatory and antioxidant properties, yet their multi-target mechanisms remain incompletely characterized.Aims and scope of paper: This study aimed to systematically elucidate the multi-target pharmacological mechanisms of three luteolin glycoside compounds (Luteolin 7-apiosyl(1→6)glucoside, Luteolin 7-sambubioside, and Luteolin 7-primeveroside) extracted via NaDES technology using integrated network pharmacology approaches, focusing on identification of core therapeutic targets and pathways modulating inflammatory and oxidative stress responses.Method: Comprehensive network pharmacology analysis was conducted through: (1) target prediction via TargetNet and Swiss Target Prediction platforms; (2) protein-protein interaction (PPI) network construction using STRING database; (3) disease-associated gene identification through GeneCards; (4) topological centrality analysis using Cytoscape with CytoNCA plugin. Hub proteins were prioritized based on degree, betweenness, and closeness centrality measures.Result: Network analysis identified 40 predicted targets with 5-6 intersection genes per compound. Venn diagram analysis revealed TNF (Tumor Necrosis Factor-alpha) as the critical hub protein (degree centrality 3.0, betweenness centrality 7.0), establishing a TNF-XDH-CYP1A2-ALOX15 integrated regulatory axis. Luteolin 7-apiosyl(1→6)glucoside and Luteolin 7-primeveroside demonstrated highest potency with 6 intersection targets, while Luteolin 7-sambubioside exhibited selective oxidative stress pathway.Conclusion: Network pharmacology analysis successfully elucidated the integrated TNF-XDH-CYP1A2-ALOX15 axis as a core mechanism through which luteolin glycosides coordinately modulate inflammatory and oxidative stress pathways. These findings provide mechanistic validation for therapeutic potential in chronic inflammatory diseases including inflammatory bowel disease, type 2 diabetes, and cardiovascular disorders. Future experimental validation is essential to translate these predictions into clinical therapeutic applications.