Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pemberdayaan UMKM Desa Kadumaneuh Kecamatan Banjar Kabupaten Pandeglang melalui pelatihan dan fasilitasi merek Endang Purwaningsih; Irwan Santosa; Irfan Islami
Abdimas Siliwangi Vol. 7 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v7i2.22817

Abstract

The stakeholders in this program are MSMEs, the Village Head along with the village apparatus (village officials) of Kadumaneuh, representatives from the Village-Owned Enterprises (BUMDesa), and the community. The issues faced by the stakeholders include: (1) lack of knowledge about business legality, especially trademarks, (2) weak entrepreneurial spirit, (3) no MSMEs with registered trademarks and no training or facilitation for trademark legality, (4) suboptimal role of BUMDesa, (5) absence of MSME associations, (6) absence of Village Cooperatives, (7) absence of CSR programs or similar initiatives facilitating business legality. So, both the legal entity and the legal product of the stakeholders are still lacking. Due to the multitude of stakeholder issues, the addressed problems are (1) efforts to increase stakeholders' knowledge and motivation in acquiring business legality, especially trademarks, and (2) 2) Partner's efforts to prepare the complete legality of brand registration in accordance with the priority scale that partners and the Team have justified during the needs assessment. The objectives of this program are (1) so that partners in general increase the knowledge and motivation of partners in obtaining business legality, especially brand registration, while also being able to develop the business climate in Kadumaneuh Village, and (2) so that partners are able to prepare complete legality for brand registration according to the priority scale of partners and the team has been justified. This activity is conducted using persuasive and participatory action methods. After training and mentoring, regarding the issue of Empowering MSMEs in Kadumaneuh Village, Banjar Subdistrict, Pandeglang Regency Through Trademark Training and Facilitation, it has been well addressed through continuous counseling and mentoring, and the average increase in activities of Empowering MSMEs in Kadumaneuh Village, Banjar Subdistrict, Pandeglang Regency Through Trademark Training and Facilitation is 29.1%.
Hubungan Antara Pola Makan Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Sindrom Pre Menstrual Pada Mahasiswi Universitas Yarsi Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Preity Shalima Nirlia Putri; Endang Purwaningsih; Karimulloh
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2469

Abstract

Sindrom premenstrual (PMS) adalah kumpulan gejala fisik dan mental yang muncul beberapa hari sebelum menstruasi dan dapat memengaruhi produktivitas serta kesehatan mental wanita. Dua faktor yang memengaruhi prevalensi PMS adalah pola makan dan indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara pola makan dan IMT dengan sindrom premenstrual pada mahasiswi angkatan 2022 dan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sampel sebanyak 214 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi yang dibagikan kepada responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dengan uji Chi Square, menggunakan perangkat lunak Statistical Program for Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan yang cukup baik (59,1%), tetapi 53% dari mereka berada pada rentang berat badan di atas normal. Sebagian besar responden (61,9%) mengalami PMS. Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara pola makan dan IMT terhadap sindrom premenstrual. Dalam pandangan Islam, terdapat hubungan antara pola makan dan PMS, namun tidak ditemukan hubungan langsung antara IMT dan PMS karena konsep IMT tidak dibahas secara spesifik dalam Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola makan dan IMT berkontribusi terhadap prevalensi PMS, dengan temuan yang relevan secara statistik dan pandangan agama, sehingga memberikan wawasan baru untuk penelitian dan intervensi lebih lanjut.