Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemberdayaan UMKM Desa Kadumaneuh Kecamatan Banjar Kabupaten Pandeglang melalui pelatihan dan fasilitasi merek Endang Purwaningsih; Irwan Santosa; Irfan Islami
Abdimas Siliwangi Vol. 7 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v7i2.22817

Abstract

The stakeholders in this program are MSMEs, the Village Head along with the village apparatus (village officials) of Kadumaneuh, representatives from the Village-Owned Enterprises (BUMDesa), and the community. The issues faced by the stakeholders include: (1) lack of knowledge about business legality, especially trademarks, (2) weak entrepreneurial spirit, (3) no MSMEs with registered trademarks and no training or facilitation for trademark legality, (4) suboptimal role of BUMDesa, (5) absence of MSME associations, (6) absence of Village Cooperatives, (7) absence of CSR programs or similar initiatives facilitating business legality. So, both the legal entity and the legal product of the stakeholders are still lacking. Due to the multitude of stakeholder issues, the addressed problems are (1) efforts to increase stakeholders' knowledge and motivation in acquiring business legality, especially trademarks, and (2) 2) Partner's efforts to prepare the complete legality of brand registration in accordance with the priority scale that partners and the Team have justified during the needs assessment. The objectives of this program are (1) so that partners in general increase the knowledge and motivation of partners in obtaining business legality, especially brand registration, while also being able to develop the business climate in Kadumaneuh Village, and (2) so that partners are able to prepare complete legality for brand registration according to the priority scale of partners and the team has been justified. This activity is conducted using persuasive and participatory action methods. After training and mentoring, regarding the issue of Empowering MSMEs in Kadumaneuh Village, Banjar Subdistrict, Pandeglang Regency Through Trademark Training and Facilitation, it has been well addressed through continuous counseling and mentoring, and the average increase in activities of Empowering MSMEs in Kadumaneuh Village, Banjar Subdistrict, Pandeglang Regency Through Trademark Training and Facilitation is 29.1%.
Hubungan Antara Pola Makan Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Sindrom Pre Menstrual Pada Mahasiswi Universitas Yarsi Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Preity Shalima Nirlia Putri; Endang Purwaningsih; Karimulloh
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2469

Abstract

Sindrom premenstrual (PMS) adalah kumpulan gejala fisik dan mental yang muncul beberapa hari sebelum menstruasi dan dapat memengaruhi produktivitas serta kesehatan mental wanita. Dua faktor yang memengaruhi prevalensi PMS adalah pola makan dan indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara pola makan dan IMT dengan sindrom premenstrual pada mahasiswi angkatan 2022 dan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sampel sebanyak 214 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi yang dibagikan kepada responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dengan uji Chi Square, menggunakan perangkat lunak Statistical Program for Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan yang cukup baik (59,1%), tetapi 53% dari mereka berada pada rentang berat badan di atas normal. Sebagian besar responden (61,9%) mengalami PMS. Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara pola makan dan IMT terhadap sindrom premenstrual. Dalam pandangan Islam, terdapat hubungan antara pola makan dan PMS, namun tidak ditemukan hubungan langsung antara IMT dan PMS karena konsep IMT tidak dibahas secara spesifik dalam Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola makan dan IMT berkontribusi terhadap prevalensi PMS, dengan temuan yang relevan secara statistik dan pandangan agama, sehingga memberikan wawasan baru untuk penelitian dan intervensi lebih lanjut.
ASPEK NEUROSAINS DALAM PATOFISIOLOGI PRURITUS NOKTURNAL Reqgi First Trasia; Samsul Mustofa; Endang Purwaningsih; Sri Wahyu Herlinawati
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Juni 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/2cyt9p58

Abstract

Itching at night in scabies patients is considered a very disturbing symptom. It is known that the main role of the itch sensation and subsequent motor response is to remove environmental influences from the skin, especially arthropods. The purpose of this article is to provide an understanding of the overall physiology and associated pathophysiology of itch. This article focuses on the neuronal aspect, as the nervous system is necessary to perceive the sensation of itch, as well as the multidirectional connections between the nervous and immune systems that influence the transmission of itch from the skin to the spinal cord. Itching is felt by skin nerve fibers called pruriceptors. These primary afferent fibers function as antennae and continuously sense the skin environment to detect and respond to cues. All major afferents project to the dorsal part of the spinal cord. Peptidergic and nonpeptidergic neurons target different areas of the dorsal superficial lamina. Based on this review, it can be concluded that noxious and pruritic stimuli are mostly processed in the superficial dorsal horn, whereas deeper dorsal horn neurons receive nociceptive and pruritic input via polysynaptic innervation.
Hubungan Antara Pola Makan Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Sindrom Pre Menstrual Pada Mahasiswi Universitas Yarsi Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Preity Shalima Nirlia Putri; Endang Purwaningsih; Karimulloh
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2469

Abstract

Sindrom premenstrual (PMS) adalah kumpulan gejala fisik dan mental yang muncul beberapa hari sebelum menstruasi dan dapat memengaruhi produktivitas serta kesehatan mental wanita. Dua faktor yang memengaruhi prevalensi PMS adalah pola makan dan indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara pola makan dan IMT dengan sindrom premenstrual pada mahasiswi angkatan 2022 dan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sampel sebanyak 214 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi yang dibagikan kepada responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dengan uji Chi Square, menggunakan perangkat lunak Statistical Program for Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan yang cukup baik (59,1%), tetapi 53% dari mereka berada pada rentang berat badan di atas normal. Sebagian besar responden (61,9%) mengalami PMS. Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara pola makan dan IMT terhadap sindrom premenstrual. Dalam pandangan Islam, terdapat hubungan antara pola makan dan PMS, namun tidak ditemukan hubungan langsung antara IMT dan PMS karena konsep IMT tidak dibahas secara spesifik dalam Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola makan dan IMT berkontribusi terhadap prevalensi PMS, dengan temuan yang relevan secara statistik dan pandangan agama, sehingga memberikan wawasan baru untuk penelitian dan intervensi lebih lanjut.
Branding, Artificial Intelligence, dan Tradisi Berdesa dalam Membangun Kinerja Inovasi BUMDesa Endang Purwaningsih; Muhamad Fathurahman; Basrowi Basrowi; Nabila Salim; Achmad Said Agil
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v5i3.9189

Abstract

The purpose of this PkM is to empower partners in terms of law, management and technology, the focus of community service is to build an innovative spirit to support brand implementation, the community service team created a company profile website as well as e-commerce bumdeskadumaneuh.com, registered a trademark, while Artificial Intelligence is used to build an innovative creative spirit, which supports brand implementation, which ultimately supports measurable innovation performance from the dimensions of managerial innovation, process and product. Strengthening Village Traditions has an impact on the resilience and sustainability of BUMDesa, so innovation based on village inclusivity supported by the application of AI, branding optimization based on trademark ownership, is expected to be able to boost the commercialization of BUMdesa Kadumaneuh products. This PkM activity has been carried out using training and counseling methods as well as assistance in law, IT, and marketing management. Partner knowledge has also increased by an average of above 30%, and legal, management and technology problems have been resolved well. The outputs achieved are the availability of a web company profile along with e-commerce https//bumdeskadumaneuh.com and AI access to support product and service innovation, the registration of the trademarks "Nah&Neh" and "du Maneuh" for pandan mat and Emping Mlinjo producers, improving managerial quality and efficiency, increasing BUMDesa performance, and increasing the empowerment of partner services in the commercialization of micro-business products
Frekuensi Pola Sidik Bibir dan Hubungan Antara Pola Sidik Bibir dengan Kejadian Hipertensi pada Civitas Akademik Universitas YARSI dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Faiza Syakira Ramadhina; Endang Purwaningsih; Muhammad Arsyad
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5440

Abstract

Pendahuluan: Pola sidik bibir, yaitu pola garis alami pada permukaan bibir, kini mulai diteliti sebagai indikator risiko kesehatan, termasuk hipertensi. Pembentukan pola tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik yang bersifat konstan dan tidak mengalami perubahan meskipun terjadi cedera. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa faktor genetik berperan dalam perkembangan hipertensi. Oleh karena itu, analisis pola sidik bibir dapat berfungsi sebagai alat deteksi dini hipertensi. Dalam pandangan Islam, hubungan antara pola sidik bibir dan hipertensi dianggap sebagai bagian dari hikmah penciptaan manusia, yang memungkinkan pemanfaatannya untuk meningkatkan kualitas hidup melalui deteksi dini penyakit. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik deskriptif dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan setelah responden menandatangani informed consent, dilanjutkan dengan pengambilan cetakan pola sidik bibir menggunakan teknik cheiloscopy. Analisis data dilakukan dengan uji statistik SPSS menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square untuk mengeksplorasi hubungan antara variabel. Hasil: Frekuensi pola sidik bibir tertinggi penderita hipertensi adalah Tipe V (reticulated groove) dan terendah adalah Tipe II (short vertical groove) pada pose normal dan tersenyum, baik pada laki-laki maupun perempuan serta hasil uji Chi-square menunjukan p<0.05 Simpulan: Frekuensi pola sidik bibir tertinggi penderita hipertensi adalah Tipe V dan terdapat hubungan yang bermakna antara pola sidik bibir dengan kejadian hipertensi pada civitas akademik Universitas YARSI.