Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengetahuan Legal Entity dan Legal Product Perangkat Kelurahan dan Pengurus UMKM Kebon Manggis Matraman Jakarta Timur Endang Purwaningsih; Nelly Ulfah Anisariza; Irwan Santosa
Info Abdi Cendekia Vol 6 No 1: Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/iac.v5i2.80

Abstract

Tujuan kegiatan ini bermaksud memberikan tambahan pengetahuan kepada pelaku UMKM Kebon Manggis Matraman dan sekitarnya tentang legal entity dan legal product untuk meningkatkan pengetahuan hukum mereka supaya terbangun kesadaran hukumnya. Mitra dalam program ini adalah perangkat kelurahan dan pengurus UMKM di Kelurahan Kebon Manggis Matraman. Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain: (1) Keterbatasan akses informasi hukum terlebih tentang pengetahuan legal entity dan legal product, jenis-jenisnya serta prosedural perolehannya, dan (2) Kurangnya wawasan pengetahuan hukum pelaku UMKM terkait regulasi dan legalitas seputar usaha dan produknya, seperti halnya merek, desain, bentuk badan usaha dan badan hukum. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan edukasi dan pelatihan serta pendampingan hingga para pelaku UMKM termotivasi untuk mendapatkan legalitas produknya. Kegiatan telah dilaksanakan dengan baik, dengan hasil terjadi peningkatan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya legalitas usaha, legalitas produk, perolehan legalitas usaha, dan syarat dan cara perolehan legalitas produk antara sebelum dan sesudah pemberikan penyuluhan tentang legal entity dan legal product.
KEDUDUKAN AKTA NOTARIS ATAS PENDIRIAN BADAN USAHA MILIK DESA PASCA UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2020 TENTANG CIPTA KERJA Andriana Kusumawati; Endang Purwaningsih; Irwan Santosa
Jurnal ADIL Vol 14, No 1 (2023): JULI 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ajl.v14i1.3169

Abstract

Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa), Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) merupakan badan usaha yang didirikan dengan peraturan desa. BUMDesa kesulitan menjalin kerjasama karena belum ada legalitasnya sehingga sebagian didirikan dengan akta Notaris. Ketentuan UU Desa diubah dalam Pasal 117 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja). Penelitian ini membahas kedudukan akta Notaris dalam pendirian BUMDesa serta pelaksanaannya pasca UU Cipta Kerja. Metode penelitian yuridis normatif dengan data primer, sekunder, dan tersier. Penelitian menggunakan pendekatan perundang-undangan, konsep, dan analisis. Hasil penelitian kedudukan akta Notaris tidak diperlukan dan bukan kewenangan notaris untuk pendirian BUMDesa, akta Notaris diperlukan untuk perjanjian kerjasama dan pendirian unit usaha BUMDesa yang berbadan hukum. Persoalan multitafsir pendirian BUMDesa dijawab dengan keluarya UU Cipta Kerja sebagai upaya penegasan status BUMDesa yang didirikan dengan peraturan desa sehingga ada kepastian hukum dan perlindungan hukum dalam kerjasama. Peraturan desa yang menetapkan pendirian BUMDesa didaftarkan melalui Sistem Informasi Desa dan terintegrasi pada Sistem Administrasi Badan Hukum dan mendapatkan Sertifikat Pendaftaran Badan Hukum BUMDesa. Dalam kurun waktu 1 (satu) tahun sejak disahkan UU Cipta Kerja, telah ada 10.602 BUMDesa yang telah selesai melakukan pendaftaran. Status BUMDesa yang bersertifikat ini setara dengan perseroan dan koperasi.
Dukungan Civitas Akademika Terhadap Perlindungan Hukum Dan Komersialisasi Produk Dari Hulu Ke Hilir Pada Umkm Bantarsari Desa Binaan Universitas Yarsi Endang Purwaningsih
Jurnal Surya Kencana Dua : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum & Keadilan
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/SKD.v10i1.y2023.32269

Abstract

Tri Dharma Perguruan Tinggi mengkreasikan intensitas interaksi akademisi, baik mahasiswa maupun dosen, sekaligus sebagai peneliti dan pengabdi  disandingkan dengan stakeholder Kampus Merdeka termasuk pelaku UMKM Desa Binaan. Penelitian ini mengkaji model yang tepat guna memfasilitasi peran civitas akademika terhadap komersialisasi produk UMKM dari hulu ke hilir dan faktor kendalanya. Penelitian ini merupakan penelitian normative empiris dan kolaboratif partisipatif antara kampus, pelaku UMKM dan pemerintah desa serta masyarakat. Data diperoleh dari data sekunder didukung data hasil wawancara dengan beberapa narasumber.  Model yang tepat guna memfasilitasi peran civitas akademika terhadap komersialisasi produk UMKM dari hulu ke hilir adalah dengan mendorong dan membantu meningkatkan komersialisasi produk UMKM binaan  dari hulu ke hilir melalui proses pendampingan UMKM,  kerja sama lintas disiplin dibutuhkan dalam pendampingan tersebut, dan  dosen serta mahasiswa  dari berbagai Prodi  mendesain model pendampingan yang tepat sesuai kebutuhan Mitra UMKM. Pemberdayaan dan fasilitasi menjadi kata kunci bagi keberhasilan hilirisasi. Kendala utamanya dari pihak UMKM sendiri yang belum siap untuk hilirisasi, dan pendorong pelaksanaannya adalah motivasi serta inovasi civitas akademika untuk hilirisasi riset dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berimpak pada hilirisasi dan komersialisasi produk desa binaan.
PENINGKATAN GAIRAH UMKM PASCA COVID-19 DI DESA ADAT BADUY Basrowi Basrowi; Furtasan Ali Yusuf; Endang Purwaningsih; Agus Syabarudin
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 3 No. 2 (2023): Batara Wisnu | Mei - Agustus 2023
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v3i2.179

Abstract

The purpose of this community service is to increase the understanding of the target audience of the Baduy indigenous people in terms of product packaging, product branding, product marketing, and financial management. The method used is by conducting structured training using training methods, question and answer, and direct practice. The number of training participants was 109 people. The implementation time is August 21, 2022 at 10 s.d. 14.00. the place of implementation is at the Kanekes Village Hall Office, Leuidamar District, Lebak Regency. Based on the results of the training, it can be concluded: there was a very significant change in understanding between before and after the training. The trainees became very aware of the importance of packaging, product branding, marketing to tourists, and financial management. The increase occurred by 35% from the average value of 42% to an average of 77%. Through this service activity, follow-up can be carried out, so that the four aspects that are trained can be carried out properly. In other words, the majority of the training participants became more aware of how to improve packaging quality, create product brands, conduct marketing to tourists, and implement financial management
Pengetahuan Guru-Guru SMPN 32 Bekasi Terhadap Pentingnya Akta Autentik dalam Transaksi Tanah Endang Purwaningsih; Irwan Santosa; Evie Rachmawati Nur Ariyanti
Info Abdi Cendekia Vol 4 No 2: Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.774 KB) | DOI: 10.33476/iac.v4i2.51

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan terhadap guru-guru SMP N 32 Bekasi adalah untuk meningkatkan pemahaman dan literasi pentingnya akta autentik dalam transaksi jual beli tanah, sehingga terbangun kesadaran hukum dalam transaksi pertanahan, yang kemudian dapat ditularkan pengetahuannya kepada peserta didik dan masyarakat sekitar, sekaligus memahami faktor kendala dan pendukung kesadaran hukumnya agar dapat dicarikan solusinya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Tahap awal dilakukan pre-test untuk mengungkap pengetahuan para guru secara brainstorming, kemudian dilakukan intervensi berupa pembekalan materi dengan cara sosialisasi dan edukasi, dengan metode ceramah dan diskusi. Selanjutnya dilakukan post-test, untuk mengetahui apakah materi benar-benar terserap dan dipahami oleh para guru. Hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dalam bentuk penyuluhan hukum dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum para guru akan pentingnya akta autentik dalam transaksi jual beli tanah. Pada aspek pentingnya akta autentik dalam transaksi jual beli tanah guna lebih menjamin kepastian hukum dalam pembuktian kepemilikan terjadi peningkatan 12,5%. Peningkatan aspek perbedaan antara akta autentik dan akta di bawah tangan sebesar 20%. Peningkatan aspek pemahaman PPJB dan AJB sebesar 27,5%. Peningkatan aspek syarat sahnya perjanjian dalam transaksi tanah dan alur prosesnya hingga peralihan hak milik sebesar 27,5%. Peningkatan aspek perbedaan tugas Notaris dan PPAT yaitu sebesar 25%. Faktor pendukung dan penghambat tumbuhnya kesadaran hukum guru terhadap pentingnya pembuatan akta autentik terkait transaksi tanah adalah motivasi yang baik, namun kurang akses informasi dan sosialisasi serta edukasi dari para pembuat kebijakan maupun pihak yang peduli seperti kampus.
Penulisan Karya Ilmiah Guru yang Berpotensi Hak Cipta dalam Upaya Menunjang Kompetensi Guru-Guru SMPN 32 Bekasi Endang Purwaningsih; Evie Rachmawati Nur Ariyanti; Irwan Santosa
Info Abdi Cendekia Vol 4 No 1: Juni 2021
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.248 KB) | DOI: 10.33476/iac.v4i1.52

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru-guru SMP N 32 Bekasi dalam penulisan karya ilmiah guru yang berpotensi hak cipta. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan pelatihan tentang (1) edukasi dan pelatihan penulisan karya ilmiah yang berpotensi hak cipta; dan (2) penyuluhan hukum tentang HKI khususnya Hak Cipta agar menambah pengetahuan dan motivasi para guru SMPN 32. Jumlah khalayak sasaran sebanyak 41 orang (89%) dari jumlah total guru sebanyak 46 orang. Berdasarkan hasil analisis data pre-test dan post-test diperoleh hasil: terjadi peningkatan: a) pemahaman cara membuat karya ilmiah sebesar 9,7%, b) pemahaman objek hak cipta dan sistem perlindungannya sebesar 21,9%, c) pemahaman responden akan pentingnya publikasi karya ilmiah sebesar 7,3%, d) pemahaman responden akan cara mencatatkan hasil ciptaan sebagai hak cipta sebesar 31,7%, e) pemahaman responden akan istilah ciptaan, pencipta, pemegang hak cipta dan peralihan hak cipta sebesar 21,9%, dan f) keinginan responden dalam hal pemilihan hak cipta sebesar 4,8%). Tingkat kenaikan tertinggi yaitu pada aspek Pemahaman responden akan cara mencatatkan hasil ciptaan sebagai hak cipta sebesar 31,7%, disusul aspek Pemahaman objek hak cipta dan sistem perlindungannya dan Pemahaman responden akan istilah ciptaan, pencipta, pemegang hak cipta dan peralihan hak cipta masing-masing sebesar 21,9%. Kenaikan terendah yaitu pada aspek Keinginan responden dalam hal pemilihan hak cipta yang hanya sebesar 4,8%. Dengan demikian, rata-rata kenaikan sebesar 15,01%.
PKM-TECHNOPRENEUR-SYARIAH BAGI SANTRI PP AL-MUBAROK Basrowi Basrowi; Nurhasan Nugroho; Endang Purwaningsih; Ajeng Eka Nurkholifah; Eka Fitriani; Eva Muti’ah; Juwita Juwita; Anita Nurjanah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18529

Abstract

Sebagian masyarakat masih memiliki ketakutan ketika menitipkan anaknya pada pondok pesantren, masyarakat beranggapan pondok pesantren bukan tempat yang tepat untuk perkembangan pendidikan siswa. Berdasarkan hal tersebut pondok pesantren harus meningkatkan kualitas santri dalam segala bidang, menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi menguasai teknologi, komunikasi dan bidang bisnis. Untuk itu perlu adanya peningkatan pembelajaran bagi santri terutama dalam hal keterampilan, salah satu keterampilan yang perlu dimiliki oleh santri adalah dalam bidang kewirausahaan, yang nantinya bisa diaplikasikan dilingkungan luar pesantren dan bisa menjadi bekal masa depan para santri. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat adalah 1) meningkatkan kemampuan bidang produksi, 2) meningkatkan kemampuan bidang manajemen dan pemasaran, 3) meningkatkan kemampuan bidang teknologi, 4) meningkatkan penguasaan technopreneur syariah . Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode pendampingan dan praktik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat dampak positif kegiatan pelatihan terhadap santri PP Al-mubarok, terdapat peningkatan dalam bidang produksi yakni santri mampu membuat dua produk yakni emping jagung dan bandeng presto, peningkatan dalam bidang manajemen dan pemasaran yakni santri mampu menggunakan e-commerce dalam memasarkan produk, peningkatan dalam bidang teknologi menggunakan peralatan yang merupakan perkembangan dari teknologi berupa mesin pembuat emping jagung, alat presto dan pengemasan menggunakan vakum. serta meningkatnya pemahaman santri tentang technopreneur syariah.
PERAN KOPERASI DALAM PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN DESA DAN KESEJAHTERAAN PETANI SERTA USAHA MIKRO DESA SEUAT JAYA SERANG Endang Purwaningsih; Dhita Mutiara; Nadya Bunga; Azzahra Aprilia; Akbar Nugroho; Marsha Redinta; Kartika Indah; Rifqi Kurnia; Nadya Andhiny; Fikril Aslam
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18532

Abstract

Alasan pemilihan topik ini yaitu rendahnya kualitas pelayanan desa dan rendahnya tingkat kesejahteraan Petani dan UMKM Desa Seuat Jajaya Serang. Tujuan kegiatan ini bermaksud memberikan tambahan pengetahuan kepada petani dan pelaku usaha mikro Desa Seuat tentang koperasi desa guna meningkatkan pengetahuan hukum serta terbangun kesadaran hukum. Mitra dalam program ini adalah perangkat kelurahan, petani, dan pengurus usaha mikro di Desa Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain: (1) keterbatasan akses informasi hukum terlebih tentang pengetahuan koperasi, hak dan kewajiban serta prosedur pembuatan, dan (2) kurangnya wawasan pengetahuan hukum pelaku usaha mikro terkait regulasi dan legalitas seputar usaha dan produknya, seperti halnya merek, bentuk badan usaha dan badan hukum. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan edukasi, pendampingan, dan fasilitasi pendirian badan hukum koperasi desa. Kegiatan telah dilaksanakan dengan baik, dengan hasil terjadi peningkatan signifikan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya legalitas usaha, legalitas produk, perolehan legalitas usaha, dan Syarat dan Cara Perolehan Legalitas produk antara sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan tentang hukum koperasi dan hukum merek. Terkait (1) permasalahan keterbatasan akses informasi hukum terlebih tentang koperasi telah ditangani dengan baik melalui penyuluhan secara berkesinambungan, pendampingan dan fasilitasi pendirian badan hukum Koperasi Usaha Makmur Bersama, (2) demikian pula kurangnya wawasan pengetahuan hukum perangkat kelurahan dan pengurus, tetua serta pelaku usaha mikro terkait hukum koperasi dan merek telah ditingkatkan dan hasilnya naik secara signifikan.
Pengetahuan Legal Entity dan Legal Product Perangkat Kelurahan dan Pengurus UMKM Kebon Manggis Matraman Jakarta Timur Endang Purwaningsih; Nelly Ulfah Anisariza; Irwan Santosa
Info Abdi Cendekia Vol. 6 No. 1: Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/iac.v5i2.80

Abstract

Tujuan kegiatan ini bermaksud memberikan tambahan pengetahuan kepada pelaku UMKM Kebon Manggis Matraman dan sekitarnya tentang legal entity dan legal product untuk meningkatkan pengetahuan hukum mereka supaya terbangun kesadaran hukumnya. Mitra dalam program ini adalah perangkat kelurahan dan pengurus UMKM di Kelurahan Kebon Manggis Matraman. Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain: (1) Keterbatasan akses informasi hukum terlebih tentang pengetahuan legal entity dan legal product, jenis-jenisnya serta prosedural perolehannya, dan (2) Kurangnya wawasan pengetahuan hukum pelaku UMKM terkait regulasi dan legalitas seputar usaha dan produknya, seperti halnya merek, desain, bentuk badan usaha dan badan hukum. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan edukasi dan pelatihan serta pendampingan hingga para pelaku UMKM termotivasi untuk mendapatkan legalitas produknya. Kegiatan telah dilaksanakan dengan baik, dengan hasil terjadi peningkatan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya legalitas usaha, legalitas produk, perolehan legalitas usaha, dan syarat dan cara perolehan legalitas produk antara sebelum dan sesudah pemberikan penyuluhan tentang legal entity dan legal product.
PENDAMPINGAN EDU-TECHNOPRENEURSHIP BERBASIS AI PADA SANTRI PP AL-MUBAROK DENGAN PENDEKATAN NEURO COACHING MENUJU DAYA SAING DAN READINESS CAREER OPTION Basrowi; Endang Purwaningsih; Pertiwi Utami; Yoga Mahendra
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i3.3815

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh santri di PP Al-Mubarok adalah keterbatasan akses terhadap teknologi dan sumber daya kewirausahaan, serta kurangnya personalisasi dalam pembelajaran yang menghambat perkembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Menggabungkan konsep edu-technopreneurship berbasis AI dengan pendekatan neuro coaching merupakan kombinasi antara pendidikan, teknologi, dan kewirausahaan yang memungkinkan para santri untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam dunia digital saat ini. Oleh karena itu, PKM ini penting untuk dilakukan guna mengeksplorasi bagaimana pendampingan edu-technopreneurship berbasis AI dengan pendekatan neuro coaching dapat diimplementasikan secara efektif di lingkungan pesantren. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pendampingan edu-technopreneurship berbasis ai pada santri PP Al-Mubarok dengan pendekatan neuro coaching. Hasil PkM menunjukkan pendampingan edu-technopreneurship berbasis AI dengan pendekatan neuro coaching memberikan dampak positif dalam mempersiapkan santri PP Al-Mubarok untuk menghadapi tantangan dunia kerja di era digital. Integrasi AI dalam proses pembelajaran dan pengembangan kewirausahaan terbukti memberikan nilai tambah, seperti akses informasi yang lebih luas, peningkatan efisiensi produksi, dan kemampuan menganalisis data pasar secara lebih baik. Sementara itu, pendekatan neuro coaching berperan penting dalam memfasilitasi proses belajar santri, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan membangun resiliensi dalam menghadapi tantangan kewirausahaan.