Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Matra

PROSES PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SAXOPHONE DI LARGO MUSIC KECAMATAN KRAMATWATU KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN Anggoro, Triyo; Suhaya, Suhaya; Permana, Rian
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v3i1.21955

Abstract

ABSTRAKLargo Music Serang merupakan sebuah tempat yang menyediakan jasa berupa entertaint, perbaikan instrument serta pembelajaran music. Peserta didik yang sudah menyelesaikan pembelajarannya di Largo banyak menjadi pekerja di dunia hiburan musik bahkan ada beberapa yang menyalurkan kembali materi yang telah didapatkan ketika dahulu melalui proses pembelajaran ditempat ini. Peneliti dalam melakukan penelitian seputar proses pembelajaran teknik dasar saxophone di Largo Music Serang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil yang didapatkan setelah melakukan penelitian ini diawali dengan mengetahui ada 6 tahapan yang dilakukan seperti pra kegiatan, kegiatan awal, kegiatan, inti, kegiatan akhir, evaluasi dan berlatih bersama instrument lain. Pendidik dalam memberi materi seputar teknik dasar saxophone lebih menekankan kepada pendalaman seputar breathing agar peserta didik dapat terbiasa menggunakan pernafasan yang baik supaya suatu saat diberikan materi lanjutan yang lebih sulit peserta didik dapat dengan mudah menerapkan dengan penguasaan teknik ini.Kata kunci: proses pembelajaran, teknik dasar saxophone, Largo Music 
Teknik Permainan Musik Tradisional Rudat di Sanggar Al-Fattah Desa Simangu Kecamatan Walantaka Kota Serang Banten Nugraha, Muhammad Akbar; Suhaya, Suhaya; Permana, Rian
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v2i2.19565

Abstract

Kesenian dapat dikatakan sebagai warisan leluhur yang harus tetap dilestarikan. Pada lingkup penelitian ini mengacu pada teknik permainan musik tradisional Rudat serta pola tabuhan dasar musik tradisional Rudat yang mana masih minimnya literasi tentang pola tabuhan serta teknik permianan musik Rudat. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan teknik permainan musik tradisional Rudat di sanggar al-fattah serta mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan pola tabuhan Rudat di sanggar Al-Fattah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif secara deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu (1) Teknik permainan Rudat yang mencangkup posisi badan ketika memainkan Rudat pada saat duduk dan berdiri, posisi tangan ketika meimankan Rudat serta teknik atau cara ketika saat memainkan Rudat (2) Mengetahui pola tabuhan dasar saat memainkan Rudat, dalam musik tradisional Rudat memiliki pola tabuhan yang sederhana dan tidak memiliki motif tabuhan yang bervariasi. Dengan begitu pembahasan pada penelitian ini mengacu pada teknik permainan Rudat serta pola tabuhan dasar Rudat.
Proses Pembuatan Alat Musik Gesek Tehyan Di Sanggar Putra Ula Kota Tangerang Kawistara, Muhammad Galih; Hadiyatno, Hadiyatno; Permana, Rian
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v3i1.23347

Abstract

This research aims to find out and study the process of making tehyan as a Betawi traditional musical instrument at Tangerang. This study used a descriptive qualitative method. The research data was obtained through tehyan craftsmen. Data collection techniques were carried out by observing documentation and in-depth interviews, the collected data were described and analyzed about the process of making tehyan by the craftsmen. This research is limited to the media selection, tools and materials used in making, and the process and stages of making tehyan. The researcher’s interest in this research is due to the lack of public interest and appreciation of tehyan as a cultural heritage, which needs attention so tehyan sustainability is maintained, and hopes to motivate other researchers to continue this research that author has done. So tehyan sustainability is maintaned.Keywords: the making of, media, material, Tehyan
ORGANOLOGICAL REVIEW OF ARI GUNADI'S CLASSIC GUITAR BRACING IN RANGKASBITUNG Furqon, Aynan; Permana, Rian; Rizal, Syamsul; Purwinarti, Wiwin
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v2i2.19859

Abstract

Ari Gunadi, luthier from Rangkasbitung has been made classical guitar for years. He has problems, when he wants to make a good guitar, but only have cheap materials and tools. Ari realized that bracing is the most important part of the quality of a classical guitar. The aim of the study was to find out in detail about the organology of Ari Gunadi's bracing, and to find out the differences between Ari Gunadi's guitar bracing and similar bracing. The methodology used is descriptive qualitative by using observation, interviews, and literature as a medium for data collection. The research results obtained, that organologically Ari Gunadi used the "Fan Bracing" with using local hibiscus and mahogany wood, and using cheap tools. But, Ari Gunadi made changes to the shape of his guitar frame, such as the small frame on the top bracing wavy, and the large frame on the back bracing where the seat was curved. So when compared with fan bracing on other guitars, there are many differences that cannot be compared and becomes a unique characteristic of classical guitar bracing made by Ari Gunadi.
Upaya Meningkatkan Eksistensi dalam Bekesenian Musik Tradisional Pada Sanggar Panghegar Manah di Kabupaten Pandeglang Arif, Abdullah; Suhaya, Suhaya; Permana, Rian
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v2i1.13555

Abstract

Kurangnya eksistensi kegiatan berkesenian musik tradisional pada sanggar Panghegar Manah di Kabupaten Pandeglang, membuat penelitian ini mempunyai tujuan (1) Mengetahui apa saja yang membuat kurangnya eksistensi berkesenian musik tradisional, dan (2) Upaya meningkatkan eksistensi dalam berkesenian musik tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang artinya penelitian ini memberikan gambaran tentang permasalahan melalui analisis dan pendekatan ilmiah pada Sanggar Panghegar Manah. Objek penelitian ini akan berpusat pada sanggar Panghegar Manah sendiri dan Subjek dari penelitian ini akan berfokus pada pemilik sekaligus pengelola sanggar yaitu bapak Casmita serta para anggota sanggar yang ada. Pada teknik pengumpulan data akan dilakukan oservasi, wawancara dan dokumentasi sebagai acuan untuk memperoleh data yang diperlukan sedangkan keabsahan data diperoleh dari triangulasi sumber, teknik dan data. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa sanggar Panghegar Manah ini pada awal pendiriannya sekitar tahun 2000an di komplek Empang Sari Desa Banjar masih sangat aktif dalam berkegiatan musik tradisionalnya akan tetapi memasuki tahun 2010an sampai sekarang kegiatan eksistensi semakin tergerus akibat perkembangan jaman modernisasi dan banyaknya para anggota yang berpindah domisili. Upaya yang dilakukan peneliti seperti peremajaan alat, pembersihan gedung latihan, pembuatan latihan terprogram, pembuatan garapan lagu dan promosi yang telah dilakukan bersama sehingga kembaliknya kegiatan sanggar seperti pada umumnya diharapkan bisa meningkatkan kembali kegiatan eksistensi berksenian musik tradisional pada sanggar ini, dan akan terus berlangsung kedepannya. Kata Kunci: Eksistensi, Musik Tradisional, Sanggar Panghegar Manah
EKSISTENSI KESENIAN DEBUS PADEPOKAN SUMUR TUJUH DI BABAKAN KABUPATEN PANDEGLANG PROVINSI BANTEN Ramadani, Alan; Rizal, Syamsul; Permana, Rian
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v3i1.21243

Abstract

Kesenian debus merupakan kesenian Banten yang harus dijaga keberadaanya dan kelesetariannya. kesenian debus beraawal dari perkembangan penyebaran agama islam di banten. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan Eksistensi Debus Padepokan Sumur Tujuh Di Babakan Kabupaten Pandeglang dan upaya pelestarian kesenian debus di babakan. Mengingat perkembangan zaman menjadi pengaruh terhadap eksistensi sebuah kesenian tradisi di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitati deskriptif dan pendekatan studi kasus. Dalam tekhnik pengumpulan data penelitian ini  penelitian ini menggunakan tekhnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penenlitian ini adalah kita dapat mengetahui kesenian ini masih eksis di masyarkat dalam pertunjukan yang dilakukan setiap tahunan, acara- acara pernikahan, khitanan, pemerintahan dan kegiatan latihan rutinan yang dilakukan setiap minggunya. Dalam penenlitian ini kita ketahui upaya pelestarian kesenian debus dibabakan ini, yaitu pemahaman untuk mrnimbulkan kesadaran, perencaaan secara kolektif, pembangkitan kretifitas budaya. Dalam ketiga tahapan ini Padepokan Sumur Tujuh melakukan langka-langkah sebgai upaya pelestarian kesenian debus dengan dorongan masyrakat dan pemerintah setempat.Kata kunci : Eksistensi,Pelestarian,kesenian debus,daerah babakan
KESENIAN BELUK PADA MASYARAKAT KAMPUNG KADU HEULANG DESA CISEREH KABUPATEN PANDEGLANG-BANTEN Wahyudin, Asep; Suhaya, Suhaya; Permana, Rian
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v2i2.20129

Abstract

This study aims to find out the general description and function of Beluk art in Kampung Kadu Heulang, Cisereh Village, Cisata sub-district, Pandeglang-Banten Regency, which is motivated by a lack of broad understanding of the function of Beluk in society. This study uses a qualitative research method with an ethnographic research design to describe and interpret culture, social groups or systems. The data analysis technique uses interactive models, data presentation, and conclusions drawing/verifying. The results of this study are that the form of presentation of the Beluk art in Kampung Kadu Heulang has its own uniqueness both before and after the performance. As for the initial function of Beluk art, namely as a means of communication by farmers, over time, Beluk art was used as a means of religion, entertainment, and social, so it can be concluded that Beluk Art in Kadu Heulang Village, Cisereh Village, Cisata District, Pandeglang Regency is still being preserved and maintained properly. both from the first generation to the fourth generation.
BENTUK PENYAJIAN “MARHABAN” DI KAMPUNG CIWARU KELURAHAN CIPOCOK JAYA KECEMATAN CIPOCOK JAYA KOTA SERANG-BANTEN Kharisma, Nur Hidayat; Suhaya, Suhaya; Permana, Rian
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v3i1.21685

Abstract

oThis research focuses on how to serve Marhaban which is located in Ciwaru Village, Cipocok Jaya Village, Cipock Jaya District, Serang City, Banten. This research focuses on shaving events for babies who are usually only 7 days or 40 days old. This study has two problem formulations, one of which is related to the general description of Marhaban and the form of presentation of Marhaban art which is located in Kampung Ciwaru. This study uses qualitative methods to find answers to the problem formulation above. The researcher found that the Marhaban art is a hereditary art that is still practiced today in Ciwaru Village and is one of the arts that is cultivated. The sholawat marhaban program lasts approximately 20-30 minutes and consists of 4 to 10 people or more. When the sholawat marhaban is recited and begins to recite the sholawat marhaban, it is started by an imam or leader in the sholawat marhaban group according to the structure, poetry and style. The meaning of sholawat marhaban in each of the verses and verses already has meanings according to what is contained in the contents of the Qur'an or the hadith, as for the types of genres, namely the lagum bayati song with the meaning of the house because it is usually chanted as a foothold or for the following songs, the song lagum shoba has the meaning of the word longing because in the chant it is like a deep longing, the song lagum hijaz which in its meaning and the chant is very soft but impressive and lastly the song lagum rosta in the chant gives a feeling of sincerity and peace of mind. 
Pengaruh pengajaran teknik inquiry terhadap prestasi siswa pada materi peragaan adegan drama musikal mata pelajaran seni budaya di mts Negri 4 pandeglang muzaqi, noval ahmad; Permana, Rian; Roekmana, Giri Mustika
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v3i2.27797

Abstract

Skripsi ini membahas masalah pengaruh pengajaran yang menggunakan teknik inquiry terhadap prestasi belajar siswa MTs Negeri 4 Pandeglang dalam mata pelajaran seni budaya materi memperagakan adegan drama musikal. Skripsi ini bertitik tolak dari masalah-masalah pengaruh teknik pengajaran yang digunakan terhadap prestasi siswa, dan pengaruh teknik inquiry terhadap prestasi siswa dalam pengajaran seni budaya, apabila dibandingkan dengan teknik ceramah. Tujuan skripsi ini adalah mencari teknik yang efektif dalam mengajarkan mata pelajaran seni budaya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu dengan desain pretest, posttest kelompok kontrol tak acak. Sedangkan tekniknya adalah teknik wawancara, observasi, dan test (uji coba), instrumen nya adalah format checklist, kartu partisipasi, soal test, lembar materi, dan lembar jawaban test. Penelitian dalam skripsi ini menggunakan perhitungan statistik inferensial dengan tiga perhitungan, pertama perhitungan uji normalitas, kedua perhitungan homogenitas, dan yang ketiga perhitungan beda dua rata-rata. Hasil perhitungan uji normalitas menunjukkan bahwa data dalam kelas kontrol dan kelas eksperimen normal sebab X2 hitung (9,7) < X2 tabel (0,01) (11,3), dan X2 hitung (0,96) < X2 tabel (0,01) (13,3). Hasil perhitungan uji homogenitas menjunjukan bahwa variansi kelas kontrol dan variansi kelas eksperimen itu homogen dalam taraf signifikansi 0.01 taraf kepercayaan 99% sebab F hitung < F table, atau F < F 0,01 (34/34), yaitu 0,87 < 2,26. Hasil perhitungan uji beda dua rata-rata menunjukan bahwa penelitian dalam skripsi ini menerima hipotesis kerja (H1) dan menolak hipotesis nol (H0) karena t hitung  >  dari pada t table atau t hitung > t 0,99 (66) jelasnya 2,51 > 2,39,Dengan demikian kesimpulannya adalah pengaruh pengajaran yang menggunakan teknik inquiry lebih efektif dari pada pengaruh pengajaran yang menggunakan teknik ceramah.
BENTUK PENYAJIAN DAN STRUKTUR GERAK TARI LAGE PANGALASAN DI SANGGAR PAMANAH RASA PANDEGLANG BANTEN Santo, Aris; Permanasari, Alis Triena; Permana, Rian
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v3i2.29167

Abstract

ABSTRACTThe background of this research is the form of presentation and the structure of the movement of the Lage Pangalasan dance. The purpose of this study was to determine the form of presentation and the movement structure of the Lage Pangalasan dance. The method used is a qualitative descriptive method, with the research object being the Pamanah Rasa Pandeglang Studio. Data collection techniques include library study techniques, observation, interviews and documentation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation and data inference. Based on the results of the study, the Lage Pangalasan dance originates from traditional dance arts in Pandeglang Regency which has a form of presentation with elements of movement, music, make-up, clothing and property. The dance movements are taken from the activities of melinjo farmers with pure types of movements and meaningful movements, accompaniment using traditional musical instruments such as calung, kendang, goong, bonang, suling, saron dan angklung. . Cosmetology uses a type of corrective makeup. The clothing used is a dance dress depicting melinjo farmers. with kaneron bag properties. The movement structure consists of 39 main movements and 2 transitional movements. One of the main moves  mempruk, meber panangan, calik and transitional motion includes mincit and trisi.Key words: Form of presentation and structure of motion, Lage Pangalasan