Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PADA TOKO BANGUNAN UD SUMBER WANGI DENGAN INTEGRASI SERVICE QUALITY DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (Studi kasus : UD. Sumber Wangi) Rifqi Dhiaul Firdaus; Nina Aini Mahbubah; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 4 (2020): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.244 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i4.2939

Abstract

Sumber Wangi merupakan suatu usaha jasa yang melayani penjualan barang material bangunan. Badan usaha ini mengalami masalah berupa pelayanan yang kurang baik, ditandai dengan beberapa keluhan pelanggan dan juga perginya pelanggan yang memilih toko lain. Pada penelitian ini akan dilakukan perbaikan kualitas pelayanan dengan metode service quality dan juga diintegrasikan dengan metode quality function deployment. Tahapan penelitian ini diawali dengan membagikan kuesioner kepada pelanggan. Dari kuesioner itu akan diolah dengan metode service quality sehingga dapat diketahui mana atribut pelayanan yang memiliki nilai negatif dan masih belum memenuhi kepuasan pelanggan. Dari atribut dengan nilai negatif inilah selanjutnya diolah dengan metode quality function deployment. Pada metode QFD terdapat berbagai perhitungan matematis dan nantinya dapat dibuat suatu house of quality. Pada HOQ ini terdapat respon teknis yang berisi jawaban atas masalah kualitas pelayanan yang terjadi pada UD. Sumber Wangi. Dari penelitian ini akan diketahui mana atribut layanan yang memiliki nilai gap negatif terbesar yaitu kebersihan ruang tunggu dengan nilai -1,43. Sementara atribut dengan gap negatif terkecil adalah keteraturan antrian pelayanan dengan nilai -0,02. Sementara pada pengolahan data QFD, pada house of quality, respon teknis dengan nilai tertinggi adalah penambahan jumlah dan kelengkapan barang material dengan nilai relative weight and percent sebesar 163.200. Diikuti dengan penambahan sarana hiburan dengan nilai sebesar 140.232. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode servqual sangat berperan dalam menentukan langkah pada metode QFD sehingga respon teknis dapat diterima dengan hasil baik. Sebagai saran untuk perusahaan adalah agar segera menerapkan respon teknis tersebut demi keberlangsungan usaha.
ANALISIS POSTUR KERJA PADA PEKERJA DI JALAN REL DENGAN PENDEKATAN METODE WERA DAN JSI Agung Dharma Eka; Nina Aini Mahbubah; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.384 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2623

Abstract

Aktivitas pekerjaan perbaikan struktur jalan rel dilakukan pekerja dengan menggunakan alat mekanis yang disebut hand tie tamper. Kegiatan pekerjaan perbaikan dilakukan secara terus-menerus dapat menyebabkan resiko musculoskeletal disorders pada pekerja. Kuesioner Nordic Body Map diketahui beberapa keluhan yang dialami pekerja dalam proses pekerjaan tersebut. Metode WERA dan JSI merupakan metode untuk menganalisa gerakan kerja yang dapat menyebabkan cedera musculoskeletal disorders. Gerakan kerja operator alat mekanis hand tie tamper di mulai dari pegelangan tangan, batang tubuh, leher, kaki, dan bahu. Hasil perhitungan metode WERA pada operator A memiliki nilai sebesar 45 dengan level HIGH yang artinya segera dilakukan perbaikan segera sedangkan pada operator B memiliki nilai 44 dengan level MEDIUM yang artinya Tugas tersebut perlu diselidiki lebih lanjut dan diperlukan perubahan. Untuk hasil perhitungan JSI pada operator A memiliki nilai 15 yang artinya pekerjaan yang diamati berbahaya sedangkan pada operator B memiliki nilai 10 yang artinya pekerjaan yang diamati berbahaya. Hasil perhitungan menunjukan beberapa gerakan kerja para pekerja menyebabkan risiko musculoskeletal disorders sehingga perlu dilakukan perbaikan secepatnya.Usulan perbaikan gerakan kerja dengan membandingkan postur kerja saat ini dengan postur kerja WERA dan JSI.
USULAN PERAWATAN MAINTANANCE TASK UNTUK MESIN B-67 DENGAN PENDEKATAN METODE REALIBILITY CENTERED MAINTANANCE DI PT BUMIMULIA INDAH LESTARI PLANT GRESIK (Studi Kasus PT BUMIMULIA INDAH LESTARI PLANT GRESIK) Muhammad Indra Rizaldi; Nina Aini Mahbubah; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.959 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2619

Abstract

PT Bumimulia Indah Lestari – Gresik adalah salah satu cabang perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan botol kemasan plastik. Terdapat tujuh mesin yang di gunakan untuk memproduksi botol kemasan plastik yaitu lima mesin produksi botol oli yang di suplay ke pertamina yaitu mesin B-28, B-27, B41, B30 dan B51 dan satu mesin yang memproduksi botol untuk petronika yaitu B17 dan dua mesin yang di gunakan untuk memproduksi jerrycan plastik untuk minyak yang di suplay ke PT KIAS yaitu B67. Di PT Bumimulia Indah Lestari menerapkan sistem pemeliharaan corrective maintenance, yaitu melakukan perbaikan ketika terdapat kerusakan atau kendala saat beroprasi. Urutan pengerjaan dalam penelitian ini antara lain adalah ; studi referensi, pengumpulan data komponen kritis berdasarkan pada data downtime,pemilihan komponen kritis menggunakan diagram Pareto, Functional Block Diagram, identifikasi penyebab kegagalan, RCM Decesion worksheet, Penentuan distribusi waktu antar kerusakan dan distribusi waktu antar perbaikan, penentuan interval perawatan , analisa hasil, dan pengambilan kesimpulan dan saran. Berdasarkan dari pengumpulan, pengolahan, dan analisa data didapatkan bahwa interval perawatan berdasarkan RCM Decision Worksheet untuk komponen yang memiliki kegagalan potensial diantaranya adalah kompenen Nodding Error dengan interval perawatan selama 4,18 jam dan mengalami breakdown sebanyak 34 kali dalam 1 tahun, komponenSensor Error dengan interval perawatan selama 4,54 jam dan mengalami breackdown sebanyak 30 kali dalam 1 tahun, dan komponen Trip Mcdengan interval perawatan selama 28,17 jam dan mengalami breackdown sebanyak32 kali dalam 1 tahun. Dalam hal ini seharusnya pihak perusahaan diharapkan mendata atau mengakses secara lengkap seluruh kerusakan yang terjadi pada mesin botol B67 sehingga dapat dibuatkan program tentang keandalan, jadwal perawatan, penggantian komponen, dan persediaan dengan tepat. Sedangkan untuk komponen yang masih mengalami breakdown maintenance, diharapkan agar melakukan tindakan perawatan pencegahan secara intensif untuk menghindari terjadinya kerusakan yang dapat mempengaruhi berhentinya proses produksi
Analisis Pengukuran Kinerja Rantai Pasok UD. Agung Jaya Dengan Metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) Dan Analytical Hierarchy Process (AHP) Pujo Purnomo; Nina Aini Mahbubah; Dzakiyah Widyaningrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.657 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2624

Abstract

Bisnis makanan olahan merupakan bisnis skala kecil menengah. Salah satu bisnis makanan olahan yaitu UKM petis udang. UKM petis udang pada penelitian ini memiliki permasalahan yang berhubungan dengan kinerja rantai pasok yang dimulai dari hulu sampai hilir pada aliran rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja rantai pasok pada UKM petis udang, lalu mengidentifikasi key performance indicator untuk menganalisis kinerja rantai pasok agar performansi rantai pasoknya tidak menurun. Setelah itu mendefinisikan tingkat kepentingan pada performance attributedan Proses inti SCOR dengan menggunakan AHP. SCOR merupakan metode pengukuran kinerja rantai pasok dengan lima proses inti yaitu plan, source, make, deliver, dan return. Pengukuran kinerja dengan SCOR diharapkan bisa merepresentasikan kondisi rantai pasok UKM petis udang. Sehingga bisa mengevaluasi kinerja rantai pasok dari ukm tersebut. Adapun hasil pengukuran kinerja Pada proses supply chain UD. Agung Jaya yaitu proses plan terdapat 1KPI, pada proses source terdapat 2 KPI, proses make terdapat 4 KPI, proses deliver terdapat 3 KPI dan pada proses return terdapat 2 KPI. Setelah KPI teridentifikasi lalu mem-bechmarking antara target perusahaan dengan pencapaian perusahaan. Dari hasil rata – rata tingkat pencapaian target yang mempunyai nilai paling besar yaitu Deliver dengan nilai 83,4 %, sedangkat tingkat pencapaian target yang paling terkecil yaitu pada proses make dengan nilai 57,8. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja rantai pasok dengan metode SCOR yang dumana pada proses source memiliki tingkat kepentingan paling besar maka perusahaan harus memperhatikan proses tersebut tanpa mengurangi perhatian pada proses lainnya agar kinerja rantai pasoknya tidak menurun
Optimalisasi Layout Logistik Gudang G10 Menggunakan Integrasi Metode 5S dan ABC Igo Ramadhan; Nina Aini Mahbubah
TEKNIKA SAINS Vol 7, No 2 (2022): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v7i2.1926

Abstract

Efisiensi adalah cara yang tepat untuk menjalankan pekerjaan tanpa membuang tenaga, waktu dan uang. Perusahaan mengalami kendala di gudang G10 karena tidak ada cara untuk mengontrol barang dan pesanan di gudang G10. Masalah ini juga berlaku untuk tata letak gudang G10 yang masih belum sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk ketidakefisienan pengelolaan gudang G10 Logictics Depat PT JKL mengusulkan dan skenario efisiensi penataan berbasis integrasi metode ABC dan 5S. Metode yang digunakan ABC untung menyortir frekuensi perpindahan memungkinkan pekerja menemukan dan menerima barang di gudang secara efisien, cepat dan akurat. Metode standar 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) mengacu pada sistem pelatihan pekerja gudang G10 pada tahap implementasi. Hasil penelitian ini memberikan informasi mengenai data barang, hasil wawancara, tata letak gudang G10 dan biaya barang per item.Hasil penelitian dengan metode ABC berdasarkan klasifikasi dapat diketahui bahwa kelas A sebesar 72,68 persen, kelas B sebesar 20,55 persen, dan kelas C sebesar 6,77 persen. Hasil penelitian dengan metode 5S dapat dilihat dengan mengelompokkan dan mengklasifikasikan barang-barang ke dalam kategori setiap produk, mendesain rencana gudang G10 yang dirapikan, menentukan prosedur dan mengatur jadwal, mengembangkan metode penerimaan dan pengambilan barang, dan melakukan auditional checklist.
IMPLEMENTASI METODE HOUSE OF RISK PADA EVALUASI KETERLAMBATAN PROYEK RENOVASI GEDUNG AULA PP3 BLITAR UM Abu Rizal Firmansyah; Nina Aini Mahbubah
SIGMA TEKNIKA Vol 5, No 2 (2022): SIGMATEKNIKA, VOL. 5, N0. 2, NOVEMBER 2022
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v5i2.4591

Abstract

CV. DDD is a company engaged in construction services. In the construction of the Pp3 Blitar Hall renovation project, State University of Malang, there was a delay in project completion which had an impact on the quality of the project. In project work, there are several things that are required to be taken into consideration including finance, equipment, materials, labor, and time. So based on these considerations, the work in a project can be carried out properly. Project management needs to be done, so that the smooth running of the project can be carried out properly and optimally. The purpose of this study is to identify risk events and risk agents the factors that cause project delays. House of Risk is the method used in this research. The results of this study are the identification of risk events against the analysis of project delays, there are twelve risk events and 15 potential causes of risk events. This research also produces scenarios of five priority mitigation strategies, namely purchasing materials planned for weekly or monthly needs, looking for closer suppliers, buying lots at lower prices and sufficient safety stock and applying the material requirements planning method to find out more details of the lead time of each material.
Efisiensi Persediaan Kantong Semen Berbasis Metode MIN-MAX, EOQ, dan TWO-BIN di Packing Plant PT AKA Muhammad Ryfqie Alamanda Rozaq; Nina Aini Mahbubah
SIGMA TEKNIKA Vol 5, No 2 (2022): SIGMATEKNIKA, VOL. 5, N0. 2, NOVEMBER 2022
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v5i2.4637

Abstract

PT AKA  is a multinational enterprise engaged in the cement industry. One of the supporting raw materials in cement production is cement bags. Demand for cement bags is directly proportional to the demand for cement. The production division has been experiencing the problem of inefficiency in determining the supply of cement bags. This study aims to evaluate the company's policy in controlling the supply of raw materials for cement bags by comparing the 3 Min-Max, EOQ, and Two-Bin methods. Quantitative data were used: demand for cement bags, storage, and ordering costs. Forecasting data calculations were performed using Minitab software. The results showed that the Min-Max method produced the optimal efficiency with a total inventory cost of Rp. 119,107,700 for 40 kg cement bags, and Rp. 35,528,720 for 50 kg cement bag.
Optimalisasi Fasilitas Produksi Dengan Metode Multi-Objective Function Dan Simulasi Arena Berdasarkan ARC dan Algoritma Blocplan Muhammad Ikhlasul Amal; Nina Aini Mahbubah
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i2.19935

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi besi betoneser di Kawasan Industri Gresik. Dalam proses produksinya, terdapat beberapa tahapan yang dilalui hingga menghasilkan produk jadi. Tahapan tersebut dimulai dari gudang bahan baku, Billet Reheating Furnance (BRF), Stand, Marking, Cooling, Cutting, Bed Roller, Binder, Bending, hingga gudang bahan jadi. Tahapan proses PT.XYZ berurutan, namun tidak didukung dengan jarak yang berdekatan, sehingga menyebabkan pemborosan material handling. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi layout produksi sehingga dapat meminimalkan ongkos material handling. Awal dari penelitian ini dilakukan dengan perancangan diagram ARC yang dipengaruhi oleh aliran material pada proses produksi dan relasi kedekatan antar fasilitasnya. Selanjutnya dilakukan analisis layout berdasarkan algoritma blocplan da dipilihlah tujuh tujuh iterasi dengan nilai rel-dist score tertinggi. Tujuh iterasi ini dilakukan pemilihan layout dengan perhitungan multi-objective function  yang memertimbangan travel distance dan safety index antar fasilitas. Iterasi ke-1 dipilih karena dapat menghemat OMH sebesar Rp 439.782,- perhari karena terjadi penurunan travel distance sebesar 1305.7 meter dan skor safety index pun menurun sebesar 4.4. Simulasi arena dilakukan guna mengetahui  pengaruh antara layout existing dan layout usulan. Simulasi ini menghasilkan hasil bahwa layout usulan dapat meningkatkan produk dengan rata-rata 3.8 perhari yang disebabkan karena meningkatnya WIP sebesar 5,65% dan nilai VA sebesar 11.48%.
Pelatihan Digital marketing dalam Pengembangan Pemasaran Produk UMKM di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik (Studi Kasus: Produk Kopi dan Temulawak) Hidayat Hidayat; Nina Aini Mahbubah; Chusain Chusain
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 1 No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.704 KB) | DOI: 10.20895/ijcosin.v1i1.274

Abstract

Pembekalan ilmu pengetahuan dan ketrampilan pada masa pandemi saat ini dirasa sangat penting bagi para pelaku UMKM. Pengetahuan tidak hanya dilakukan pada bidang yang ditekuni, akan tetapi pembekalan bidang lain juga perlu diberikan, misalnya pada penguasaan teknologi digital marketing. Digital marketing telah berkembang dengan sangat pesat sejak penggunaan internet yang tinggi. Tingkat penggunaan ini dipicu dengan kehadiran smartphone dengan harga yang sangat terjangkau. Tetapi penggunaan digitial marketing tidak banyak disadari oleh pelaku bisnis, terutama para pelaku usaha kecil di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Dalam kegiatan pelatihan ini dimulai dengan presentasi, dan selanjutnya dilakukan tanya jawab terkait materi yang telah dipaparkan oleh dosen. Kegiatan terakhir adalah praktik secara langsiung menggunakan salah satu platform penjualan online yaitu Shopee. Hampir seluruh peserta berhasil membuka toko online nya masing-masing di platform Shopee.
Pengendalian Mutu Proses Casting Casing Cover Type EN 1-315 Berbasis Integrasi Metode SPC dan FMEA Nur Kholis Azis; Nina Aini Mahbubah
TEKNIKA SAINS Vol 8, No 1 (2023): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v8i1.2142

Abstract

Perbaikan terus menerus merupakan upaya Divisi Kualitas dalam penjaminan mutu produk agar sesuai permintaan konsumen. Divisi Produksi dan kualitas PT. PG telah menetapkan standar maksimum 5 persen produk defect di setiap produksi, akan tetapi pada kenyataannya produk cacat tiga kali lebih besar dari standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan mutu di sepanjang lini produksi produk Cover Case Type EN 1-315 berbasis integrase pendekatan Statistical Proses Control dan Faillure Mode and Effect Analysis. Penelitian berfokus pada proses casting, responden penelitian merupakan expert di divisi tersebut. Hasil penelitian terdapat enam jenis defect yang teridentifikasi diantaranya yaitu defect blow hole, tilted core, bad core, sand drop, missrun, dan slag. Hasil diagram fishbone terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya defect yaitu manusia, mesin, material, metode. Kemudian dari hasil analisis metode FMEA terdapat perhitungan RPN tertinggi dengan skor 168 yaitu pada faktor manusia dengan jenis defect missrun dan penyebab kecacatan yaitu melebihi standar time pouring, kerusakan pada area gear mesin ladle, Operator kurang teliti pada saat bekerja, Standar time pouring tidak boleh lebih dari 10-13 detik per satu produk.
Co-Authors Abu Rizal Firmansyah Achmad Fany Rislamy Achmad Maulana Abdillah Afifuddin Zhuhri Agachi, Muhammad Rigam Agung Dharma Eka Ahmad Ari Afifudin Akhmad Wasiur Rizky Alfina Fitri Damayanti Ali Zainal Abidin Ananda Hernawan Andi Rahmad Rahim Andrianto Eko Saputra Andrik Duwi Satrio Ari Aprian Amartya Aryncha, Gilang Riski Aulia, Ulil Ayu Lestari Bashori, Shiddiq Adhim Belita Mega Musfita Chusain Chusain Dahda, Said Salim Deny Andesta Dhonny, Mohammad Ahsantudh Dimas Aditya Ferdiansyah Dzakiyah Widyaningrum Elly Ismiyah Fikri, M. Afdholul Gilang Putut Wijonarko Gilang Riski Aryncha Hendra Sapta Putra Hendrik Ady Saputro Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat, _ Hidayatullah, Iqbal Fikri Igo Ramadhan Ilham Nur Novadi Ilmansyah, Yahdi Khoiratus Zaidah Kurniawan, Moh Dian M. Tajul Arifin Ma'ruf, Najah Maulana Maghfur Rozudin Miftahul Qowim Misbah Misbah Moh. Dian Kurniawan Moh. Jufriyanto Muhammad Ikhlasul Amal Muhammad Indra Rizaldi Muhammad Ryfqie Alamanda Rozaq Muhammad Shofiyyullah Muhammad Taufiqul Ihsan Muhammad Zainuddin Fathoni Muhammad Zainur Ridlo Nofanda, Taraz Atillah Nur Fauziyah Nur Kholis Azis nuruddin, mochammad Olivia, Vina Agustin Prakoso, Aditya Hendi Prayuda, Rengga Aldi Pregiwati Pusporini Pujo Purnomo R Indriawan Praja Kusuma Renaldy Eka Ramadhan Rifky Maulana Yusron Rifqi Dhiaul Firdaus Rislamy, Achmad Fany Rizal Anggara Kurniawan Rohmat Rohmat -, Rohmat Seftian Amiludin Septia Priambodo Shiddiq Adhim Bashori Sukaris Syahrul Akbar Tajri Tutut Nur Asih Wiryawan, Muhammad Ricky Yahdi Ilmansyah Yan Defit A'an Syaifullah Yanuar Pandu Negoro Yanuar Pandu Negoro Yusufatama Widjaya Zhuhri, Afifuddin