Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Warta Pengabdian

Utilization of Household Waste into Eco-Enzyme in Gitik Village, Rogojampi District, Banyuwangi Ari Istanti; Sari Wiji Utami
Warta Pengabdian Vol 16 No 1 (2022): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v16i1.27328

Abstract

The waste heap of Banyuwangi Regency in 2019 was ± 3,387 m3/day with an increasing trend over the last 10 years. It came from settlements, markets, parks, drainage, and other places, which only part of it could be transported to the landfill due to the declining capacity of the landfill. In addition, waste management services mostly only cover urban areas, while in rural areas are usually carried out on-site by people as did in Gitik Village, Rogojampi District. Waste management did traditionally and partly subscribing to waste transport services. Waste transported by the service is only dumped with an open dumping way, due to the unavailability of landfil facilities in Gitik Village. The existence of waste transport services has not been utilized by all the rural people, because some of them were constrained by the cost of waste service fees. As a result, many piles of household waste are still found in various places that cause environmental pollution. The most common complaint felt by the people regarding the impact of pollution is the pungent smell of waste which usually comes from household organic waste. The solution that can be done to overcome these problems is to process household organic waste into eco-enzymes. The eco-enzyme produced from this program can be used by people for many household activities including farming. In addition, environmental cleanliness can also be improved by reducing the amount of household organic waste that is disposed of around settlements.
Pemberdayaan PKK Desa Tambong dalam Pembuatan Sabun Pencuci Piring Eco-Enzyme Ari Istanti; Sari Wiji Utami; Astri Iga Siska
Warta Pengabdian Vol 17 No 1 (2023): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v17i1.35180

Abstract

Pengelolaan sampah di wilayah perdesaan biasanya dilakukan oleh masyarakat secara on site. Begitupun halnya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tambong, Kecamatan Kabat yang belum mempunyai TPA. Pengelolaan sampah organik rumah tangga secara tepat guna sudah pernah dilakukan oleh masyarakat Desa Tambong. Kelompok PKK sudah berhasil membuat bersama larutan eco-enzyme F1 hingga panen, akan tetapi pemanfaatan dan animo masyarakat untuk mengaplikasikan eco-enzyme masih belum maksimal. Selama ini, hasil panen F1 dari eco-enzyme hanya digunakan sebagai obat luar untuk tubuh oleh beberapa warga. Masih adanya aroma khas fermentasi secara teknis sangat mengganggu, sehingga minat masyarakat untuk menggunakan eco-enzyme lebih lanjut menurun drastis dan cairan yang sudah dipanen terbengkalai. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membuat diversifikasi produk eco-enzyme F1 yang digemari masyarakat dan mempunyai nilai jual. Salah satunya dengan mengembangkan eco-enzyme menjadi sabun pencuci piring cair yang ramah lingkungan. Produk sabun yang dihasilkan dikemas sedemikian rupa sehingga layak untuk dipasarkan. Dengan demikian diharapkan pendapatan masyarakat dapat mengalami peningkatan dan masyarakat akan terus tergerak untuk peduli lingkungan.