Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR–FAKTOR PEMILIHAN PENGGUNAAN JENIS ALAT KONTRASEPSI KELUARGA MISKIN DI KELURAHAN KELAYAN TIMUR KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN Nana Elidasari; Sidharta Adyatma; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.09 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v3i3.1502

Abstract

The research titled “The Factors of  Chosen Contraseption Stuff Usage by Poor Family in East Kelayan Village, South Borneo Regency”. The purpose of this research is to knowing the factors of chosen contraseption stuff usage by poor family.The populations in this research are fertiled couple (PUS) activated members who living at East Kelayan village. The biggest sample are 335 members as respondents. The technique used is simple random sampling. The data that used are primary data and secondary data. The primary data got directly on the field using questioners and secondary data got from government instancy such as BPS, BKKBN and Kantor Dinas Sosial & Tenaga Kerja. Analyze technique used is percentation analysis and class interval.The results of this research shown are couples factor is the high class with 100%, where as the lowest class with 0% therefor the respondents are choosing the contraseption their have using. Health factor is the high class with 88%, where as the lowest class with 12%  therefor the respondents are choosing the contraseption their have using. Stuff and metodes of contraseption is the high class with 16%, where as the lowest class with 84% therefor the respondents are choosing the contraseption their have usingKeywords : Contraseption Stuff, Poor Family
PENGETAHUAN GURU SMA DI KECAMATAN BANJARMASIN BARAT TERHADAP KURIKULUM 2013 Wina Indriani; Eva Alviawati; Sidharta Adyatma
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.13 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v2i1.1467

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengetahuan Guru SMA/MA di Kecamatan Banjarmasin Barat Terhadap kurikulm 2013. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengetahuan guru SMA/MA di Kecamatan Banjarmasin Barat terhadap kurikulum 2013.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Polulasi dalam penelitian ini adalah semuan guru SMA/MA di Kecamatan Banjarmasin Barat yang belum menerapkan kurikulum 2013 dengan jumlah populasi  87 guru. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 87 guru sehingga menggunakan sampel penuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, studi dokumen dan studi pustaka. Data yang diperoleh diolah secara kuanlitatif dengan menggunakan rumus banyak kelas, kemudian dihitung menggunakan rumus interval skor dan selanjutnya menggunakan teknik analisis persentase.Hasil dari penelitian tentang Pengetahuan Guru SMA/MA di Kecamatan Banjarmasin Barat terhadap kurikulum 2013 memiliki pengetahuan agak rendah sampai sangat rendah sebanyak 77 guru dengan persentase 88,51% dikategorikan masih rendah.hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi dan pelatihan dari Dinas Pendidikan maupun tenaga ahli tentang kurikulum 2013.Kata kunci: Pengetahuan, Guru, Kurikulum 2013
PENGARUH JEJARING SOSIAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA-SISWI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KECAMATAN BANJARMASIN BARAT Aida Rismana; Ellyn Normelani; Sidharta Adyatma
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 5 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v3i5.2299

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Jejaring Sosial Terhadap Motivasi Belajar Siswa-Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Banjarmasin Barat”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jejaring sosial terhadap motivasi belajar siswa-siswi SMP di Kecamatan Banjarmasin Barat.Populasi penelitian adalah siswa-siswi kelas IX di Kecamatan Banjarmasin Barat. Sampel yang dijadikan responden diambil berdasarkan perhitungan proposional random sampling sehingga mewakili jawaban pada wilayah yang diteliti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data primer dalam penelitian menggunakan metode observasi dan metode kuisioner, pengumpulan data sekunder menggunakan metode studi dokumen dan studi pustaka. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Korelasi product moment dan analisis regresi.Hasil penelitian menunjukan bahwa, ada hubungan yang signifikan antara penggunaan jejaring sosial terhadap motivasi belajar siswa-siswi SMP di Kecamatan Banjarmasin Barat, karena nilai rxy bernilai 0,4385 lebih besar dari r tabel 1% yang menghasilkan angka 0,1128 dan tabel 5%  dari tabel r menghasilkan angka 0,1478 sehingga nilai rxy lebih besar dari r tabel 1% dan r tabel 5% yaitu 0,1128<0,4385>0,1478. Dari hubungan yang signifikan diatas juga diperoleh pengaruh yang signifikan antara penggunaan jejaring sosial terhadap motivasi belajar siswa-siswi di Kecamatan Banjarmasin Barat Tahun Pelajaran 2015/2016. Hasil analisis dari analisis regresi menunjukan hasil analisis regresi memperoleh harga Freg= 74,03. Harga Freg lebih besar dari pada harga tabel F baik taraf signifikan 5% maupun 1%, yaitu 3,889<74,03>6,759. Artinya ada pengaruh yang negatif dan hubungan yang tinggi antara penggunaan jejaring sosial terhadap motivasi belajar siswa-siswi SMP kelas IX di Kecamatan Banjarmasin Barat. Kata Kunci : Pengaruh Jejaring Sosial, Motivasi Belajar
PENGETAHUAN GURU IPS TERPADU SMP/SEDERAJAT DI KECAMATAN BANJARMASIN BARAT MENGHADAPI PENERAPAN KURIKULUM 2013 Utami Noviani; Karunia Puji Hastuti; Sidharta Adyatma
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v1i1.1393

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengetahuan Guru IPS Terpadu SMP/Sederajat di Kecamatan Banjarmasin Barat Menghadapi Penerapan Kurikulum 2013. Tujuan Penelitian adalah mengetahui pengetahuan guru IPS Terpadu SMP/Sederajat di Kecamatan Banjarmasin Barat Menghadapi Penerapan Kurikulum 2013.            Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan Pengetahuan Guru IPS Terpadu SMP/Sederajat di Kecamatan Banjarmasin Barat Menghadapi Penerapan Kurikulum 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru IPS Terpadu SMP/Sederajat di Kecamatan Banjarmasin Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh guru IPS Terpadu yang berjumlah 31 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa angket dan observasi, sedangkan data sekunder berupa studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik banyak kelas, panjang kelas interval dan persentase.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan Guru IPS Terpadu SMP/Sederajat di Kecamatan Banjarmasin Barat Menghadapi Penerapan Kurikulum 2013 memiliki kriteria pengetahuan sangat rendah. Hal ini diketahui dari hasil analisis menggunakan perhitungan persentase, dimana P = 45% yang berada antara 0-15 pada kriteria sangat rendah.Kata Kunci: Pengetahuan, Guru, Kurikulum 2013
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN BATANG ALAI UTARA, KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Nachnor Rizky; Deasy Arisanty; Sidharta Adyatma
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.169 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v4i4.3807

Abstract

Judul dalam penelitian ini adalah “Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan”. Penelitian ini bertujuan menentukan kelas kesesuaian lahan untuk lahan kelapa sawit di Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Populasi dan sampel penelitian ini adalah 32 satuan lahan dengan luas 70 Km² di Kecamatan Batang Alai Utara, yang diperoleh dari hasil overlay peta bentukan lahan, peta penggunaan lahan, peta tanah, dan peta kemiringan lereng. Data primer diperoleh melalui observasi di lapangan, maupun pengambilan sampel tanah yang akan dianalisis baik secara langsung dan analisis laboratorium. Data sekunder diperoleh dari studi dokumen dan kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode matching.Hasil penelitian evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit menggunakan metode matching menyatakan bahwa lahan di Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan berada di kelas kesesuaian lahan S2 (sesuai) dan S3 (agak sesuai/sesuai marginal) dengan faktor pembatas berupa kedalaman efektif (s). Luas kelas kesesuaian lahan S2 adalah 32 km² (45,71%) dan  sekitar 38 km² (54,29%) kelas S3. Kata Kunci : Evaluasi Kesesuaian Lahan, Tanaman Kelapa Sawit, Matching 
KERENTANAN KEBAKARAN DI KELURAHAN SUNGAI ANDAI KECAMATAN BANJARMASIN UTARA KOTA BANJARMASIN Ruth Fransisca; Sidharta Adyatma; Arif Rahman Nugroho
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.327 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v1i2.1409

Abstract

Penelitian ini berjudul Kerentanan Kebakaran di Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kerentanan kebakaran di Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga (KK) Kelurahan Sungai Andai yang berjumlah 5.720 Kepala Keluarga (KK), dengan sampel berjumlah 263 Kepala Keluarga (KK) menggunakan teknik sampel random sampling. Data primer diperoleh melalui observasi di lapangan dan penyebaran koesioner atau angket, sedang data sekunder diperoleh dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah dan Kebakaran, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Badan Pusat Statistik, Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara dan Kantor Kelurahan Sungai Andai. Teknik analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik presentase.Hasil penelitian menunjukan bahwa kerentanan kebakaran tergolong rendah dengan kriteria sangat rendah berjumlah 10 KK atau 31,81%, kriteria rendah berjumlah 91 KK atau 34,61%, dan kriteria cukup rendah berjumlah 125 KK atau 47,52%. Kata Kunci : Kerentanan, Kebakaran
ANALISIS PETA PERSEBARAN TITIK API UNTUK KESESUAIAN PERSEBARAN SUMUR BOR DI KECAMATAN LANDASAN ULIN KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Zaki Mubarak; Rosalina Kumalawati; Sidharta Adyatma
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.824 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v5i3.6217

Abstract

Kebakaran rutin di hutan dan lahan gambut terjadi hampir setiap tahun. Pencegahan atau mengatasi kebakaran di lahan gambut adalah dengan cara pembasahan lahan gambut dengan memompa air dari bawah tanah atau dari badan air sekitarnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis peta persebaran titik api dan persebaran sumur bor untuk bencana kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Metode dalam penelitian ini menggunakan Metode Survey. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah persebaran titik api dan sumur bor di Kecamatan Landasan ulin. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi berdasarkan dokumen dari intansi/jurnal dan wawancara terhadap warga sekitar. Data sekunder didapat dari pemerintahan daerah Provinsi Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru Kecamatan Landasan Ulin. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Kecamatan Landasan Ulin pada tahun 2015- juli 2017 menurut data persebaran titik api berjumlah 17 titik api. Titik api tersebar disemua Kelurahan di Kecamatan Landasan Ulin. Sumur bor untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan berjumlah 50 sumur bor yang tersebar di Kelurahan Guntung Payung dan Kelurahan Syamsudinnor. Lokasi sumur bor yang diolah sudah sesuai dengan persebaran titik api yang rawan terjadi kebakaran hutan dan  lahan. Daerah Kelurahan Guntung Manggis dan Kelurahan Landasan Ulin Timur perlu dibangun beberapa sumur bor untuk antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KARET DI KECAMATAN WANARAYA, KABUPATEN BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Jumainia Nur Saidah; Deasy Arisanty; Sidharta Adyatma
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 2, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.86 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v2i4.1427

Abstract

This research entitled evaluation on appropriateness of land for Rubber Plant in Wanaraya Subdistrict, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province. The objective of this research is to know the level of land appropriateness for rubber plant in Wanaraya Subdistrict, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province.Population and sample of this research were same, which taken from the amount of land in Wanaraya Subdistrict, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province that is 16 lands. The lands are taken from overlaying of land form map, map of the kinds of land, map of land slope, and map of using  land which taken from satellite imaginery and Earth map.The result showed that land matching method in Wanaraya Subdistrict, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province had 2 land appropriateness classes, i.e S2 (appropriate enough) and N2 (very inappropriate), S2 has diveider , i.e temperature, dry months, drainage, water pH, salinity, and danger of flooding; and N2 has diveider temperature and salinity. Land scoring method in Wanaraya Subdistrict, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province included in S1 class of land very suitable. Temperature can not be changed or repaired, the bad drainage can be repaired by prosessing of land, such as manufacturing of drainage channels or planting rubber trees on a mound of soil or soil that has been elevated.Keywords: land evaluation, rubber tree, land appropriateness class
POTENSI PENCEMARAN AKTIVITAS KERAMBA JARING APUNG (KJA) TERHADAP SUNGAI MARTAPURA DI KELURAHAN BENUA ANYAR BANJARMASIN TIMUR Yulisa Mulyani; Deasy Arisanty; Sidharta Adyatma
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.088 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v6i2.7570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air terhadap aktivitas keramba jaring apung (KJA) di Sungai Martapura di tinjau dari sifat fisik dan kimia. Penentuan lokasi di bagi menjadi 5 titik dengan kedalaman 0,2, 0,6 dan 0,8. Teknik analisis data yang digunakan adalah Metode MPN yaitu: pengujian perkiraan, pengujian penegasan dan pengujian lengkap yang dilakukan oleh pihak laboratorium.Hasil penelitian dari pengukuran kualitas air saat pasang surut dan pasang naik kedalaman 0,2, 0,6 dan 0,8. Parameter fisik yaitu suhu berkisar 23 - 30oC saat pasang surut  titik S2 kedalaman 0,2, 0,6 dan 0,8 suhu airnya rendah yaitu 23 oC. Warna air saat pasang surut berwarna dikarenakan saat pasang surut kedalaman air 0,5 m saat pasang naik air sungai tidak berwarna. Bau air saat pasang surut dan pasang naik titik S0 dan S4 tidak berbau sedangkan titik S1, S2 dan S3 berbau .Kekeruhan air normal berkisar antara 0,12 - 1,39. Rasa air sungai saat pasang surut dan pasang naik berasa. Parameter kimia dibandingkan dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan No. 5 Tahun 2007 yaitu amoniak, 0,05 mg/l - 0,3 mg/l melebihi kandungan maksimum kelas III yaitu (0,02 mg/l). Nitrit saat pasang surut dan pasang naik berkisar berkisar 0,006 mg/l - 0,011mg/l saat pasang surut nitrit melebihi kandungan maksimum kelas III yaitu (0,006 mg/l), saat pasang naik titik S0 kedalaman 0,2, 0,6 dan 0,8 tidak melebihi kandungan maksimum. Nitrat saat pasang surut dan pasang naik berkisar 0,1 mg/l – 0,7 mg/l tidak melebihi kandungan maksimum kelas III yaitu (20 mg/l).  DO 0,2 – 4 mg/l saat pasang surut titik S1, S2 kedalaman 0,2 titik S2 dan S3 kedalaman 0,6 dan 0,8 melebihi kandungan maksimum kelas III yaitu (3 mg/l) saat pasang naik titik S0, S1, S2, S3 kedalaman 0,2, titik S0, S3 kedalaman 0,6 dan titik S3 kedalaman 0,8 melebihi kandungan maksimum kelas III yaitu (3 mg/l). pH berkisar 6 – 7 saat pasang surut bersifat basa sedangkan saat pasang naik termasuk larutan asam.Kata Kunci : Pencemaran, Kualitas Air, Keramba Jaring Apung (KJA)
PENGEMBANGAN TERMINAL HANDIL BAKTI KEC. ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA METODE ANALISIS SWOT Akhmad Zainal; Sidharta Adyatma; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 5, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v5i4.6980

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengembangan Terminal Handil Bakti Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala metode Analisi SWOT ”.Metode yang digunakan adalah metode deskripti fkuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah supir dan penumpang AKAP/AKDP  yang ada di Terminal Handil bakti sebanyak 83 orang. Sampel penelitian ini adalah  supir  dan  penumpang  yanga  ada  diterminal  handil  bakti  selama  satu  minggu penelitian. Teknik pengumpulan data adalah data primer dan sekunder diperoleh dari studi dokumen dan studi literatur. Hasil  penelitian  ini  menyimpulkan bahwa  Pengembangan terminal  Handil  bakti masih terbuka lebar dengan adanya Kekuatan (strength) yang bias dilihat dari sudah baiknya penanganan permasalahan di  terminal, jumlah  petugas  yang sudah mencukupi, fasilitas terminal yang sudah terpelihara, keadaan terminal yang bersih dan nyaman dan biaya tiket yang sudah sesuai dengan peraturan pemerintah, sedangkan pada sisi peluang (opportunity) adalah tingginya tingkat kebutuhan masyarakat akan transportasi umum jarak jauh (> 20 km) yang cukup tinggi, kecendrungan masyarakat akan transportasi murah dan aman asalkan mudah dijangkau dan tidak jauh dari tempat tinggalnya. Kelemahan  terminal Handil bakti terletak pada lemahnya pelaksanaan dan rendahnya respon terhadap pelanggaran peraturan pemerintah serta  keterbatasan lahan  parkir  merupakan kelemahan  yang  harus dicarikan solusinya.
Co-Authors Agus Riyanto Ahmad Noor Suprayogie Aida Rismana Aienna Aienna Akhmad Munaya Rahman Akhmad Rusmin Nooryadin Akhmad Zainal Andariani, Yogi Restu Nuri Andy Sanjaya Arbayah, Siti Arif Rahman Arif Rahman Nugroho Arifin, Alam Astuti Astuti Aswin Nur Saputra Bayu Andana Christiana Donna Deasy Ari Santy Deasy Arisanty Desy Iswayuni Dewi Kumala Sari Ellyn Normelani Ellyn Normlenai Erma Suryani Eva Alviawati Eva Alviawati, Eva Faisal Arif Setiawan Fitri Heldayanti Fitriyani Fitriyani Ginanjar Ilham Fauzan Hasniati Hasniati Ibnu Setiawan Ibrahim, Mohd Hairy bin Ihwati Nur Cahyani Julita Safitri Jumainia Nur Saidah Karunia Puji Hastuti, Karunia Puji Khairina Khairina Lini Mahdina Lista Karlina Marlina Marlina Mawarni, Nurul Mayang Sari Menik Susilowati Muhammad Frido Saputra Muhammad Iqbal Muhammad Muhaimin Muhammad Riza Saputra Munthomimmah, Siti Nachnor Rizky Nadia Nabilla Ardhani Nahdiatul Husna Nana Elidasari Nasruddin Nasruddin Nevy Farista Aristin Nevy Farista Aristin, Nevy Farista Nila Sari Norfaida, Norfaida Norhatimah, Norhatimah Norlinda, Norlinda Novitriyani, Rahmadana Ade Nur Saputra, Aswin Nur, Rahmat Nurlianti Nurlianti Nurul Huda Nurul Huda Nurul Maulida P, Reski Pangestu, Muhammad Sigit Parida Angriani Permatasari, Rahmah Pra Dwi Ramadhani Puji Hastuti, Karunia Puspita, Dea Puspita, Elzanadia Rabul Alamin Rafika Fitrianingsih Rina Puspita Riska Pualita Fatimah Rochgiyanti Rosalina Kumalawati Rusmawati, Devi Ruth Fransisca Safitri, Gina Santi, Intan Prama Saputri, Sunia Galih Selamat Riadi Setiawan, Faisal Arif Silvia Wardani Sumiati Sumiati Tangguh Perdana Putra Ulfa Fauzia Utami Noviani Veithzal Rivai Zainal Viandra, Danti Alma Virgiawan, Doni Vonny Lollyanti Widaty, Cucu Wilda Muslimah Wina Indriani Wisnu Subroto Yulisa Mulyani Yunita Adilla Zaki Mubarak