Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Kerawanan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Riza Saputra; Deasy Arisanty; Sidharta Adyatma
Jambura Geoscience Review Vol 3, No 2 (2021): Jambura Geoscience Review (JGEOSREV)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jgeosrev.v3i2.5648

Abstract

One of the areas in South Kalimantan that is prone to land fires is the Banjarbaru area, especially on peatlands. The fire in Banjarbaru is important because of the vital object of Syamsudin Noor Airport. Mapping of fire vulnerability was important for the Banjarbaru area, which had repeated fires throughout the year. The objective of the study was to analyze the vulnerability of forest and land fires in Banjarbaru, South Kalimantan Province. This study used Landsat 8 Oli Tirs imagery to obtain NDVI data and land cover maps from INA-Geoportal. The analysis of data used the scoring and overlay of the two maps. The level of vulnerability was dominated by the high vulnerability. The high level of vulnerability in Cempaka District was 81.9 %, in Banjarbaru Selatan District was around 99.5 %, in Banjarbaru Utara District was around 95.3 %, in Landasan Ulin District was around 94.1 % and in Lianganggang District was around 88.9 %. Land cover in the form of agriculture, plantations, and shrubs with moderate-high density caused the land to be more prone to fires.
Media Video Ekosistem Lahan Basah untuk meningkatkan Kemampuan Mitigasi Bencana pada Anak Usia Sekolah (13-15 tahun) di Desa Sungai Lumbah Kecamatan Alalak Kabupaten Batola Faisal Arif Setiawan; Deasy Arisanty; Sidharta Adyatma; Aswin Nur Saputra
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.142 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i1.3603

Abstract

Pelaksanaan pengabdian masyaratakat dengan dengan video merupakan salah satu sosialisasi mitigasi bencana. Mitigasi bencana adalah langkah meminimalisir kerugian ketika sebelum dan sesudah bencana. Kondisi alam yang luas seperti lahan basah menyulitkan masyarakat dalam mengidektifikasi kerusakan lingkungan. Kesulitan dalam mengidentifikasi kerusakan lingkungan akan menyebabkan sikap acuh. Dampaknya adalah ketika bencana terjadi maka kerugian yang ditimbulkan akan semakin besar. Pengenalan lingkungan dan potensi bencananya perlu disampaikan kepada generasi anak sekolah dengan tujuan memunculkan kesadaran dan kemampuan mitigasi bencana pada diri anak. Penggunaan media video merupakan alat yang efektif dalam menyampaikan permasalahan lingkungan yang luas dan konkret. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berikut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mitigasi bencana anak usia sekolah (usia 13-15 tahun). Peserta kegiatan adalah anak usia 13-15 tahun di Desa Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kegiatan dilaksanakan sebanyak satu kali secara luring. Metode kegiatan meliputi: (1)Pembukaan dan Pre tes (2) Menyaksikan Video; (3) Diskusi dan tanya jawab; dan (4) Post tes dan penutup. Instrumen kemampuan mitigasi bencana terdiri dari 5 aspek: (1)  Pengetahuan umum risiko bencana, (2) respon terhadap bencana, (3) sistem peringatan bencana, (4) kearifan lokal mitigasi bencana, (5) tindakan ketika terjadi bencana.
Pemberdayaan Masyarakat Daerah Rawan Banjir Berbasis Ekonomi Kreatif di Desa Lok Baintan Aswin Nur Saputra; Parida Angriani; Deasy Arisanty; Sidharta Adyatma; Nevy Farista Aristin
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.78 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i3.4219

Abstract

Nilai ekonomi dari suatu produk atau jasa di era kreatif tidak lagi ditentukan oleh bahan baku atau sistem produksi seperti pada era industri, tetapi lebih kepada pemanfaatan kreatifitas dan penciptaan inovasi melalui perkembangan teknologi yang semakin maju. Kegiatan yang dilakukan melalui pelatihan ekonomi kreatif pengolahan lilin aroma terapi serta pelatihan branding produk dan strategi pemasaran bertujuan untuk meningkatkan dan menemukan sumber perekonomian baru bagi masyarakat Desa Lokbaintan yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pedagang. Pelatihan ini dilakukan dengan metode pendekatan kegiatan dan partisipasi mitra (kelompok sasaran). Metode pendekatan kegiatan dilakukan dengan cara sosialisasi melalui penyampaian materi pembuatan lilin aroma terapi dan branding serta strategi pemasaran produk. Metode partisipasi dilakukan dengan cara praktik langsung mengolah lilin aroma terapi oleh kelompok sasaran. Kegiatan pelatihan ini secara keseluruhan dapat dikatakan baik dilihat dari ketercapaian target peserta dari kelompok sasaran, ketercapaian tujuan pelatihan, antusiasme peserta pelatihan, dan kemampuan peserta dalam pengolahan lilin aroma terapi.
Estimasi Tingkat Bahaya Erosi dengan Menggunakan Metode USLE Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Amandit Julita Safitri; Deasy Arisanty; Sidharta Adyatma; Karunia Puji Hastuti
Indonesian Journal of Earth Sciences Vol. 1 No. 1 (2021): June
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.712 KB) | DOI: 10.52562/injoes.v1i1.20

Abstract

Abstrak: Erosi tanah menjadi semakin meningkat setiap tahun yang disebabkan oleh terjadinya peningkatan kerusakan lahan. Daerah Aliran Sungai (DAS) Amandit mengalami kerusakan lahan yang ditandai dengan luasnya lahan kritis pada DAS tersebut yang akan berpengaruh pada tingginya tingkat bahaya erosi pada DAS tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat bahaya erosi yang terjadi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Amandit. Penelitian ini menggunakan peta bentuklahan sebagai dasar pengambilan sampel. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 18 buah sampel. Analisa data yang digunakan adalah berdasarkan Metode Universal Soil Loss Equation (USLE) yang digunakan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi yang terjadi pada wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan tingkat bahaya erosi yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Amandit termasuk dalam klasifikasi berat-sangat berat. Tingkat bahaya erosi yang paling tinggi adalah 1276.535 ton/ha/tahun. Faktor yang dominan yang mengakibatkan tingkat bahaya erosi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Amandit termasuk dalam klasifikasi berat-sangat berat adalah kemiringan lereng, nilai erodibilitas yang tinggi, dan tutupan lahan. Kata Kunci: Tingkat Bahaya Erosi (TBE), Bentuklahan, USLE, DAS Amandit Abstract: Soil erosion is increasing every year due to increased land degradation. The Amandit Watershed has suffered damage which affects critical land in the watershed which will affect the level of erosion hazard in the watershed. This study aims to analyze the level of erosion that occurs in the Amandit Watershed. This study uses a landform map as a basis for sampling. The number of samples in this study were 18 samples. The data analysis used is based on the Universal Soil Loss Equation (USLE) method which is used to see the level of erosion hazard that occurs in the study area. The results showed that the level of erosion that occurred in the Amandit Watershed was classified as heavy-very heavy. The highest level of erosion was 1276.535 ton/ha/year. The dominant factors resulting in the level of erosion in the watershed (DAS) included in the weight-very weight classification are the slope of the slope, high erodibility values and land cover. Keywords: Erosion Hazard Level, Landform, USLE, Amandit Watershed
Faktor Kesulitan Belajar Geografi Siswa Sma Negeri di Kota Banjarmasin Lista Karlina; Deasy Arisanty; Sidharta Adyatma
PAKIS (Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial) Vol 1, No 2 (2021): PAKIS, September 2021
Publisher : Pendidikan IPS FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.864 KB) | DOI: 10.20527/pakis.v1i2.4005

Abstract

This research is motivated by the difference in the average score of the National Examination on geography subjects at State Senior High Schools in Banjarmasin City in 2018/2019 with successively experiencing the lowest scores with less criteria, namely in SMA Negeri 11 Banjarmasin, SMA Negeri 12 Banjarmasin and SMA Negeri 10 Banjarmasin. This study aims to analyze the internal factors that influence the geography learning difficulties of State Senior High School students in Banjarmasin City, analyze the external factors that influence the geography learning difficulties of State Senior High School students in Banjarmasin City and analyze the dominant factors in influencing the geography learning difficulties of State Senior High School students in Banjarmasin City. This research used a descriptive-quantitative method. The data analysis technique used percentages. The results showed that the percentage of internal factors consisting of health factors (32%), interests (22%), motivation (21%) and study habits (67%), external factors consisting of family factors (40%), school ( 10%) and society (61%) and the most dominant factor influencing the difficulty of learning geography for State Senior High School students in Banjarmasin City is the internal factor, namely study habits (67%).
Pemetaan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Banjarbaru Aswin Nur Saputra; Muhammad Iqbal; Sidharta Adyatma
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v10i1.12424

Abstract

Kota Banjarbaru merupakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan, setiap tahunnya, kasus karhutla pada tahun 2019, dari bulan Januari hingga Oktober telah terjadi kebakaran sebanyak 327 kejadian dengan luas sebesar 5.6 Km2. Tujuannya mengetahui tingkat kerawanan daerah terhadap kebakaran hutan dan lahan di Kota Banjarbaru. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian yaitu luasan setiap kelas atau kategori kebakaran. Peta rawan kebakaran dilakukan pengujian akurasi menggunakan matrik konfusi. Peta kerawanan kebakaran hutan dan lahan memiliki 5 (lima) kategori yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi.Kategori tinggi yang merupakan kategori memiliki luasan terbesar yaitu mencakup 38,6% dari total wilayah dengan luas 127,2 Km2, kategori tersebut tersebar sebagian besar di Kecamatan Liang Angga, Landasan Ulin, Cempaka dan sebagian kecil tersebar di Banjarbaru Utara, sedangkan kategori sedang yang merupakan kategori memiliki luasan tersebar kedua yaitu mencakup 27,3% dari total wilayah dengan luas 89,9 Km2, tersebar sebagian besar di Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Utara, sebagian kecil ada di Landasan Ulin, Liang Angga dan Cempaka. Dinas kebencanaan atau BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) harus selalu menghimbau kepada masyarakat, terutama pada saat musim kemarau berkepanjangan agar selalu waspada terhadap daerah yang rawan terjadi kebakaran.
Pelatihan Pembuatan Alat Early Warning System (EWS) Sederhana Untuk Meningkatkan Pemahaman Kesiapsiagaan Bencana Banjir Rob Sidharta Adyatma; Deasy Arisanty; Akhmad Munaya Rahman; Faisal Arif Setiawan
Carmin: Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Borneo Research and Educatin Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.382 KB) | DOI: 10.59329/carmin.v2i2.69

Abstract

Desa Sungai Lumbah, Barito Kuala merupakan desa yang terdampak banjir rob. Dalam menghadapi ancaman bencana banjir rob, kesiapsiagaan adaah hal yang penting dan menjadi kunci keselamatan. Sistem peringatan dini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan (pra bencana). Kegiatan ini menggunakan pendekatan Rural Participatory Appraisal (RPA). Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama bulan Juli 2022, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Masyarakat yang mengikuti kegiatan ini terdiri atas masyarakat yang bermukim di Desa Sungai Lumbah yang rawan terhadap banjir rob. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Desa Sungai Lumbah berupa pelatihan pembuatan alat early warning system sederhana, dan kemudian dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman penduduk mengenai alat early warning system ini. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Masyarakat berlatih membuat alat early warning system sederhana untuk meningkatkan kesiapsiagaan mereka terhadap bencana banjir rob. Alat ini akan memberikan alarm ketika terjadi kenaikan muka air yang ada disekitar mereka, sehingga masyarakat bisa waspada dan melakukan berbagai tindakan penyelamatan, misalnya meletakan hasil panen mereka dan barang-barang berharga lainnya ketempat yang lebih tinggi. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pengetahuannya dan kesiapsiagaannya dalam menghadapi bencana. Hal ini dibuktikan dengan tingkat pemahaman dan pengetahuan mereka yang meningkat setelah dilakukan pelatihan.
Effectiveness of problem-based learning models to improve learning outcomes of geography in the new normal learning era Nevy Farista Aristin; Karunia Puji Hastuti; Deasy Arisanty; Sidharta Adyatma; Christiana Donna
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 17, No 4: November 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v17i4.20834

Abstract

Online learning causes teachers to be considered more active than students, so students’ higher-order thinking skills decrease. Limited face-to-face learning is a new normal policy in the field of education. Learning models can be one way to recreate active learning to improve student’s learning outcomes. This study determines the effectiveness of the problem-based learning (PBL) model in enhancing student learning outcomes of geography in new normal learning. This research is a nonequivalent pretest-posttest control group design. The population is all class XI social study (IPS) at Senior High School 13 Banjarmasin, Indonesia. The sample is used as the experimental group, namely XI IPS 3 totaling 17 students, and the sample is used as the control group, namely XI IPS 2 totaling 14 students. Data collection techniques use tests, non-test, interviews, and documentation. The results are the independent t-test in the experimental and control groups showed that the PBL model effectively improved student learning outcomes in geography in the new normal learning era. The implication is the PBL model can be applied to new normal learning by teachers by elaborating with learning technology which is still adapted to the characteristics of students so that learning objectives are achieved.
Persepsi Siswa SMP Negeri 35 Banjarmasin Terhadap Pernikahan Usia Dini Permatasari, Rahmah; Puji Hastuti, Karunia; Muhaimin, Muhammad; Adyatma, Sidharta; Alviawati, Eva
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v5i1.3280

Abstract

Early marriage in adolescents can have an impact on adolescent health, both physically and psychologically. The causes of early marriage are influenced by various factors, namely factors that arise within themselves and also from outside themselves. This research is entitled "Perceptions of Students of SMP Negeri 35 Banjarmasin Towards Early Marriage". This study aims to determine students' perceptions of early marriage. The population of this study were all ninth-grade students of SMP Negeri 35 Banjarmasin, totaling 118 students. The sample used as respondents is the entire population of 118. This research uses a quantitative descriptive method. Primary data collection techniques in this study used questionnaire techniques, while secondary data used document study techniques and literature studies. Data analysis in this study uses percentage techniques to determine the percentage of each question asked in the questionnaire. The results of this study indicate that the perceptions of students of SMP Negeri 35 Banjarmasin do not agree with early marriage.
Strategies for Controlling Dye Liquid Waste Pollution in Sasirangan Village, Sungai Jingah Village, Banjarmasin City Rusmawati, Devi; Adyatma, Sidharta; Aristin, Nevy Farista
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v11i1.18750

Abstract

Water pollution increases every year even though water has an indispensable role for every human activity and other living things. Pollution is caused by chemicals or other substances. Consequences of irresponsible environmental management Poor environmental management can lead to a decrease in available water supplies. The function of the river is very important for the community in Banjarmasin City so that it is vulnerable to pollution because most community activities are carried out in the river, be it household activities, industry, domestic, agriculture, mining, and the like. This study aims to analyze the control strategy of colored liquid waste pollution in Sasirangan Village, Sungai Jingah Village, Banjarmasin City. The variables in this study are related to the control of internal and external pollution factors. Determine the sample using non probability sampling, namely purposeful sampling. The data types used are primary data and secondary data. Primary data was collected through field observations and distribution of questionnaire. Secondary data were obtained from institutions, literature studies and document studies. The type of research used by researchers is quantitative descriptive research. The data processing technique used consists of: editing, coding, scoring, and tabulating then analyzed using SWOT. From the results of tabulating and SWOT analysis in the Grand Strategy Matrix, it can be seen that the most appropriate strategy is in the position of Devensif Strategy (Defense Strategy).
Co-Authors A. Riyan Rahman Hakiki Agus Riyanto Ahmad Kamil Ahmad Noor Suprayogie Aida Rismana Aienna Aienna Akhmad Munaya Rahman Akhmad Rusmin Nooryadin Akhmad Zainal Amandita 'Ainur Rohmah Andariani, Yogi Restu Nuri Andy Sanjaya Arbayah, Siti Arif Rahman Arif Rahman Nugroho Arifin, Alam Astuti Astuti Aswin Nur Saputra Bayu Andana Christiana Donna Deasy Ari Santy Deasy Arisanty Desy Iswayuni Dewi Kumala Sari Ellyn Normelani Ellyn Normlenai Erma Suryani Eva Alviawati Eva Alviawati, Eva Faisal Arif Setiawan Falik Wardana Fitri Heldayanti Fitriyani Fitriyani Ginanjar Ilham Fauzan Hasniati Hasniati Ibnu Setiawan Ibrahim, Mohd Hairy bin Ihwati Nur Cahyani Julita Safitri Jumainia Nur Saidah Karunia Puji Hastuti, Karunia Puji Khairina Khairina Lina Nabila Lini Mahdina Lista Karlina Marlina Marlina Mawarni, Nurul Mayang Sari Menik Susilowati Muhammad Frido Saputra Muhammad Iqbal Muhammad Muhaimin Muhammad Riza Saputra Munthomimmah, Siti Nachnor Rizky Nadia Nabilla Ardhani Nahdiatul Husna Nana Elidasari Nasruddin Nasruddin Nevy Farista Aristin Nevy Farista Aristin, Nevy Farista Nila Sari Norfaida, Norfaida Norhatimah, Norhatimah Norlinda Norlinda Novitriyani, Rahmadana Ade Nur Saputra, Aswin Nur, Rahmat Nurlianti Nurlianti Nurul Huda Nurul Huda Nurul Maulida P, Reski Pangestu, Muhammad Sigit Parida Angriani Permatasari, Rahmah Pra Dwi Ramadhani Puji Hastuti, Karunia Puspita, Dea Puspita, Elzanadia Rabul Alamin Rafika Fitrianingsih Rina Puspita Riska Pualita Fatimah Rochgiyanti Rosalina Kumalawati Rusmawati, Devi Ruth Fransisca Safitri, Gina Santi, Intan Prama Selamat Riadi Setiawan, Faisal Arif Silvia Wardani Sumiati Sumiati Sunia Galih Saputri Tangguh Perdana Putra Ulfa Fauzia Utami Noviani Veithzal Rivai Zainal Viandra, Danti Alma Virgiawan, Doni Vonny Lollyanti Widaty, Cucu Wilda Muslimah Wina Indriani Wisnu Subroto Yulisa Mulyani Yunita Adilla Zaki Mubarak