Claim Missing Document
Check
Articles

STUDY KORELASIONAL ANTARA SIKAP PEKERJA DENGAN PENERAPAN PROGRAM K3 Tumbelaka, Cendy Merry; Mandagi, Robert J. M.; Tarore, Huibert; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKeselamatan dan Kesehatan Kerja sekarang ini telah menduduki tempat yang penting dalam perusahaan terutama dalam pekerjaan konstruksi. Rasa aman dan nyaman dalam bekerja merupakan tuntutan bagi perusahaan untuk dapat memenuhinya dalam rangka memberikan jaminan kerja bagi para pekerja proyek maupun karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Sikap Pekerja dengan Penerapan Program K3 pada Proyek pembangunan Mall Star Square Manado dengan perusahaan kontraktor PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap pekerja dengan penerapan program K3 Baik yaitu sebesar 81,67% atau sebanyak 245 orang, Hubungan positif antara sikap pekerja terhadap penerapan program K3 menunjukkan pertanda bahwa program K3 telah di presepsikan secara positif dan di pandang efektif, aman dan sesuai dengan prosedur yang akan menimbulkan perasaan tenang, aman dan nyaman pada diri pekerja proyek maupun karyawan saat bekerja sehingga menimbulkan kepercayaan bahwa perusahaan benar-benar memperhatikan minat dan harapan terkait dengan Kesehatan dan Keselamatannya dalam Bekerja. Oleh sebab itu di harapkan perusahaan lebih memperhatiakn penerapan K3 di perusahaan untuk meningkatkan dukungan pekerja terhadap K3 yang nantinya akan meningkatkan produktifitas kerja bagi Perusahaan.Kata kunci: sikap pekerja, penerapan program K3, pemerintah, perusahaan, pekerja.
PENENTUAN SUPPLY MATERIAL MENGGUNAKAN MODEL ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN PERUMAHAN CITRA LAND TIPE ASCOT) Sumajow, Jolan Juliana; Malingkas, Grace Y.; Sompie, Bonny F.; Tarore, Huibert
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Persediaan material atau bahan baku selalu terjadi pada pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Memiliki persediaan material yang terlalu berlebihan akan mengakibatkan berkurangnya benefit dari suatu perusahaan. Sebaliknya jika persediaan material mengalami kekurangan di dalam suatu tahap pelaksanaan proyek konstruksi maka kelancaran pelaksanaan akan terganggu sehingga berakibat waktu penyelesaian proyek bergeser dan menjadi tidak tepat waktu. Terlihat jelas bahwa biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengadakan suatu persediaan material ternyata cukup besar dan sering hal ini luput dari perhatian pihak pelaksana proyek. Economic Order Quantity atau jumlah pemesanan yang ekonomis adalah model persediaan yang dapat membantu manajemen untuk mengambil keputusan tentang unit yang harus dipesan agar tidak terjadi investasi berlebihan yang ditanamkan dalam persediaan dan tidak mengalami kehabisan persediaan yang mengakibatkan terhentinya proses produksi, kehilangan keuntungan (laba) dan lain-lain. Landasan manajemen untuk mencapai dua butir tujuan tersebut adalah meminimumkan biaya, dalam kaitannya dengan persediaan maka kriterianya adalah meminimumkan biaya persediaan (Total Cost of Inventory = TIC). Tempat penelitian dilakukan di wilayah Kota Manado dan waktu penelitian dimulai sekitar bulan Oktober tahun 2012, pada Proyek Pembangunan Perumahan Citra Land Manado Type Ascot yang berlokasi di Jl. Raya Winangun Kompleks Perumahan Citra Land Manado, dan dilaksanakan oleh PT. Karya Tinumbu Baru. Jumlah kebutuhan bahan jenis semen, pasir, dan kerikil untuk pembangunan 25 unit perumahan Citra Land tipe Ascot yakni 3818 zak semen, 835 m3 pasir, dan 65 m3 kerikil, dimana biaya persediaan material untuk semen yakni Rp. 1.520.206,94, untuk pasir yakni Rp. 617.820,14, dan untuk kerikil yakni Rp. 190.090,38. Agar diperoleh hasil yang maksimal maka bentuk pemesanan untuk semen dilakukan sebanyak 4 tahapan dengan jumlah frekuensi pemesanan sebanyak 4 (empat) kali, untuk pasir dilakukan sebanyak 4 tahapan dengan frekuensi pemesanan sebanyak 6 (enam) kali, dan untuk kerikil dilakukan sebanyak 1 kali dengan frekuensi pemesanan. sebanyak 2 (dua) kali. Kata kunci: Economic Order Quantity, persediaan material, tahap pemesanan
PERANAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA TAHAP PELAKSANAAN (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN STAR SQUARE) Lempoy, Victor Michael Tyson; Malingkas, Grace Y.; Sompie, Bonny F.; Walangitan, D. R. O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan jasa konsultan manajemen konstruksi biasanya hanya pada proyek berskala besar, dimana konsultan manajemen konstruksi berperan untuk mengelola manajemen proyek. Meskipun demikian, penggunaan jasa konsultasi ini tidak menjamin suatu proyek pembangunan bisa berjalan lancar. Berbagai permasalahan pada tahap pelaksanaan pembangunan sering terjadi. Faktor-faktor penyebabnya antara lain: organisasi proyek yang tidak tertata rapi, sumber daya manusia yang tidak profesional ataupun kendala alam. Oleh karena itu, perlu ditinjau apa saja peranan konsultan manajemen konstruksi dan bagaimana implementasi peranan tersebut dilapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tugas dan tanggung jawab Konsultan Manajemen Konstruksi terhadap pelaksanaan proyek pembangunan Star Square Dalam pelaksanaan penelitian disusun suatu lingkup perencanaan yang meliputi: studi literatur, persiapan menentukan data yang diperlukan, pengambilan data primer langsung dari objek yang diteliti melalui survei lapangan dan wawancara, pengumpulan data sekunder, analisis data dan penarikan kesimpulan. Proyek pembangunan Star Square masih dalam tahap awal, namun dalam pelaksanaannya menunjukkan adanya keterlambatan waktu pelaksanaan proyek dikarenakan adanya masalah dalam pengiriman material, adanya perbedaan orientasi hari libur diantara pihak-pihak yang terlibat dalam proyek. serta kurangnya peran konsultan manajemen konstruksi dalam mengatasi masalah keterlambatan tersebut. Kata Kunci : konsultan manajemen konstruksi, pelaksanaan, waktu.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KETERLAMBATAN PEKERJAAN DI KANTOR KECAMATAN MORI ATAS KABUPATEN MORI UTARA SULAWESI TENGAH Langgeroni, Reni; Tjakra, Jermias; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis faktor keterlambatan di proyek ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti faktor yang sangat berpengaruh dalam keterlambatan perkerjaan di proyek. Serta untuk kedepannya dapat meminimalisir keterlambatan di berbagai proyek baik yang sudah berlangsung maupun proyek yang akan berlangsung.Analisis faktor keterlambatan di proyek digunakan sebagai salah satu acuan untuk meminimalisir keterlambatan di proyek. Tolak ukur dan landasan untuk melakukan analisis ini adalah data kuisioner, data lapangan dalam hal ini wawancara yang dilakukan pada para pekerja lapangan. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan dari analisis yang dilakukan dengan menggunakan SPSS, rangking 1 adalah dengan faktor keterlambatan (jadwal pekerjaan tidak berjalan sesuai dengan kontrak kerja) dengan kinerja waktu sedikit terlambat dari jadwal antara 4 sampai 8 minggu. Rangking 2 dengan faktor keterlambatan (jadwal pengadaan material tidak tepat waktu), (kurangnya pengawasan dari pemerintah dalam berjalannya proyek) dengan kinerja waktu terlambat lebih dari 8 minggu.  Kata kunci: analisis, SPSS, factor keterlambatan,proyek, Kec Mori
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUKO DI AREA PERUMAHAN KHARISMA KOKA MINAHASA MENGGUNAKAN METODE KONSEP NILAI HASIL Lumentah, Christin Natalia; Arsjad, Tisano Tj.; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian pada pembangunan proyek konstruksi merupakan hal yang sangat penting pada tahap pelaksanaan proyek. Pengendalian waktu dan biaya yang baik diharapkan dapat membantu pelaksanaan proyek sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan terlebih dahulu. Maka dari itu diperlukan perencanaan dan pengendalian supaya tidak terjadi pembengkakan biaya dan tidak terjadi keterlambatan pada proyek pembangunan. Salah satu metode dalam mengendalikan biaya dan waktu proyek dengan menggunakan metode konsep nilai hasil (earned value), dimana metode ini menggunakan perbandingan antara nilai dan hasil dari apa yang telah dikerjakan dalam suatu proyek.Dari hasil perhitungan analisis metode nilai hasil pada minggu ke-10 didapatkan ACWP= Rp. 229.208.374, BCWS= Rp. 512.320.972, BCWP= Rp. 254.667.780, nilai schedule variance (SV) sebesar Rp. Rp (-257.653.192)). Hasil ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan terlambat sekitar (-14.770%) dari jadwal rencana. Sedangkan cost variance (CV) sebesar Rp. 25.459.406. Diperkirakan waktu penyelesaian proyek ini (ECD) = 34Minggu, berarti cenderung mengalami  penambahan waktu selama 12 Minggu. Kata Kunci: Pengendalian, Nilai Hasil, Pembangunan Ruko
ANALISIS BIAYA PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN TANAH (Studi Kasus Perencanaan Bandar Udara Lokasi Desa Pusungi Kec. Ampana Tete Kab. Tojo Una-una, Sulawesi Tengah) Tauro, Stefi Priescha; Tjakra, Jermias; Malingkas, Grace Y
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi memberi peluang kepada pelaksana pekerjaan konstruksi untuk menggunakan alat berat sebagai pengganti peralatan manual. Alat berat bisa menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan pekerjaan yang terlihat dalam perhitungan biaya atau harga satuan.Pada penelitian ini, dilakukan analisis biaya dengan metode SNI (standar Nasional Indonesia) dan analisis harga satuan di lapangan. Kedua metode tersebut kemudian diperbandingkan untuk mendapatkan hasil anggaran biaya yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan harga satuan peralatan, upah kerja, dan pekerjaan untuk mendapatkan selisih (%) harga satuannya.Dari hasil perhitungan didapatkan selisih dan presentase harga satuan yang berbeda untuk masing-masing metode. Hasil perhitungan metode SNI lebih besar dibandingkan dengan hasil perhitungan Harga Satuan Jadi di lapangan, yaitu untuk Pekerjaan Perpanjangan Runway Sub Pekerjaan Clearing, Stripping, dan Grubbing (Rp 12.448,13) 5,985%, Pekerjaan Terminal VVIP Sub Pekerjaan Clearing, Stripping, dan Grubbing (Rp 12.879,81) 6,393%, Pekerjaan Parkir Terminal Sub Pekerjaan Clearing, Stripping, dan Grubbing (Rp 12.250,21) 5,947%, Pekerjaan Terminal VVIP Sub Pekerjaan Galian Tanah Konstruksi (Rp 58.130,54) 8,354%, dan Pekerjaan Terminal VVIP Sub Pekerjaan Galian, Pemadatan, dan Pembuangan (Rp 59.679,00) 7,953%.Hasil analisis dari kedua metode tersebut, menunjukkan bahwa analisis menggunakan Harga Satuan Jadi di lapangan lebih efisien dan efektif.Kata kunci: rencana biaya, pekerjaan tanah, metode SNI, harga satuan, hasil analisis
STUDI PEMERIKSAAN CEPAT PENERAPAN SNI DALAM RANGKA PENINGKATAN MANAJEMEN PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG DI MANADO Mangare, Jantje B.; Sibi, Mochtar; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam rangka memajukan bidang teknik sipil di kota Manado maka dengan mampunya melakukan pendeteksian awal terhadap hasil akhir dari perencanaan struktur gedung di daerah ini maka diharapkan “tindakan pencegahan awal” untuk meminimalisir permasalahan-permasalahan yang dapat terjadi di kemudian hari. Hal-hal yang menyangkut kondisi geografis kota Manado yang rawan gempa, hasil akhir perencanaan struktur kebanyakan berbeda dengan hasil akhir pembangunannya, juga masih memungkinkannya kebelumjelasan SNI, masih minimnya sosialisasi SNI, dan masih sering terjadi kesalahan penerapan SNI, serta apakah dibutuhkan fungsi pengawasan untuk perencanaan struktur bangunan gedung berskala kecil, merupakan landasan untuk mendapatkan suatu solusi yang tepat sasaran untuk mengatasi permasalahan-permasalahan ini, atau setidaknya meminimkan timbulnya permsalahan-permasalahan ini.Sistem rangka struktur adalah bagian dari bangunan yang merupakan struktur utama pendukung berat bangunan dan beban luar yang diaplikasikan. Rangka struktur ini terdiri dari kolom dan balok yang merupakan rangkaian yang dijadikan satu kesatuan yang kuat. Di dalam perencanaan rangka struktur ini maka SNI yang sering digunakan yakni, SNI 1726-2012, SNI 1727-2013, dan SNI 2847-2013.Untuk pelaksanaan penelitian ini maka hal-hal yang telah dipelajari, diselidiki dan didalami dari keseluruhan SNI yang akan dipakai terkait penelitian ini. Selanjutnya sesuai dengan keahlian dan pengalaman yang dimiliki oleh peneliti, akan disusun suatu daftar untuk pemeriksaan cepat perencanaan struktur bangunan gedung, sesuai dengan sudut pandang dan engineering judgments dari peneliti. Hal-hal yang dimaksud yakni mengenai prarencana awal suatu struktur, penerapan pembebanan yang sesuai dengan fungsi bangunan yang akan dibangun, hasil-hasil respons dari suatu rangka struktur yang menjadi batasan tingkat keamanan struktur, serta hasil desain akhir. Keseluruhan hal-hal ini selanjutnya akan dicari korelasi dan korespondensinya sesuai dengan isi dari keseluruhan SNI yang akan ditinjau. Kata Kunci: Perencanaan, Struktur, Manajemen, Konstruksi, Gedung, SNI
APLIKASI REKAYASA NILAI PADA PROYEK KONSTRUKSI PERUMAHAN (STUDI KASUS PERUMAHAN TAMAN SARI METROPOLITAN MANADO PT. WIKA REALTY) Pontoh, Magdalena Monica; Tarore, Huibert; Mandagi, Robert J. M.; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada proyek Perumahan Taman Sari Metropolitan Manado, terdapat masalah-masalah yang dihadapi seperti penggunaan material yang boros dan waktu penyelesaian pekerjaan yang tidak tepat waktu sehingga menyebabkan pemborosan biaya. Untuk itu diperlukan suatu cara untuk mengatasi masalah tersebut. Atas dasar hal ini dipilih suatu cara yaitu dengan menerapkan Rekayasa Nilai (Value Engineering).Tujuannya adalah untuk dapat dilakukan penghematan biaya tanpa mengurangi mutu atau kualitas serta fungsi bangunan dan anggaran biaya dapat digunakan secara optimal dan efisien. Dalam hal ini pekerjaan yang akan dilakukan Rekayasa Nilai adalah pekerjaan rangka atap dan pekerjaan penutup atap. Analisa ini menggunakan tahap-tahap rencana Rekayasa Nilai, yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, tahap pengembangan dan tahap penyajian. Sedangkan kriteria-kriteria yang dipakai untuk mengevaluasi komponen-komponen / sistem, meliputi aspek biaya, waktu pelaksanaan, kekuatan, efisiensi dan kemudahan pekerjaan.Berdasarkan hasil analisis Rekayasa Nilai pada proyek Perumahan Taman Sari Metropolitan Manado, didapatkan penghematan biaya pada 2 (dua) item pekerjaan yang ditinjau untuk 1 (satu) unit rumah tipe 155, yaitu untuk pekerjaan rangka atap diperoleh penghematan sebesar Rp. 4.347.000,00 atau 20.09 % dan penutup atap Rp. 5.250.019,00 atau 28.88 %. Sehingga total penghematan yang didapat dari penerapan Rekayasa Nilai sebesar 9.597.019,00 atau 2.23 % dari total biaya pembangunan.Kata kunci : rekayasa nilai, proyek perumahan, penghematan.
PENGARUH PENEMPATAN MATERIAL PADA PROYEK KONSTRUKSI TERUTAMA PADA DAERAH PESISIR PANTAI STUDI KASUS: PROYEK PENGAMAN PANTAI PULAU GANGGA LIKUPANG Pontoh, Lestiani Nova; Malingkas, Grace Y.; Sompie, Bonny F.; Walangitan, D. R. O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan pengaman pantai di pulau gangga adalah pekerjaan yang terletak di daerah pesisir pantai yang areanya sangat terbatas terlebih khusus untuk menempatakan material yang akan digunakan dalam pekerjaan. Untuk mengatur segala kegiatan sejak awal hingga selesainya proyek, maka sangat dibutuhkan manajemen konstruksi.Manajemen konstruksi akan mengatur segala kegiatan dalam pradesign, design/perencanaan, pengawasan, hingga pelaksanaan. Oleh karena itu dalam kesepatan ini penulis akan membahas pengaruh penempatan material pada proyek konstruksi yang menggunakan alat-alat konvensional.Penempatan material dalam proses pekerjaan berpengaruh pada waktu dan biaya pelaksanaan. Bart chart di buat untuk memperhatikan lamanya waktu pekerjaan yang di peroleh dari perhitungan jarak lokasi penempatan material ke lokasi pekerjaan dan dilihat dari letak jalan masuk untuk mengangkut material.Dari hasil analisa waktu pelaksanaan di dapat hasil, yaitu: lokasi A ke area I; 97 hari kerja, 1384 jam kerja, lokasi A ke areal II; 97 hari kerja, 1440 jam kerja, lokasi A ke areal III; 98 hari kerja, 1488 jam kerja, lokasi B ke areal I; 98 hari kerja, 1328 jam kerja, lokasi B ke areal II; 100 hari kerja,1592 jam kerja, lokasi B ke areal III; 97 hari kerja, 1161 jam kerja. Penempatan material sangat berpengaruh pada waktu penyelesaian pekerjaan.Kata kunci: material, location, time, cost
PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA PADA TAHAP PELAKSANAAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE NILAI HASIL (Studi Kasus : Proyek Lanjutan Pembangunan Gedung PIP2B Kota Manado) Junaidi, .; Tarore, Huibert; Malingkas, Grace Y.; Walangitan, D. R. O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian  dalam  proyek  konstruksi  pada  umumnya  menyangkut  tiga  aspek  utama,  yaitu, biaya,  waktu  dan  SDM.  Didalam  pelaksanaan  suatu  proyek  konstruksi,  perencanaan  dan pengendalian merupakan  fungsi  yang paling pokok didalam mewujudkan  keberhasilan proyek. Persoalan  yang  timbul  adalah  bagaimana  mencapai  pemecahan  optimum  dengan  kondisi sumber  daya  yang  serba  terbatas.  Bagaimana  menerapkan  suatu  metode  pada  proyek  untuk mengendalikan biaya dan waktu, serta mengendalikan pelaksanaan proyek konstruksi  terhadap terjadinya  penyimpangan,  dan  mengevaluasi  proyeksi  penyelesaian  terhadap  terjadinya penyimpangan pada proyek merupakan tujuan dari penelitian ini. Untuk  meningkatkan  efektivitas  dalam  memantau  dan  mengendalikan  proyek,  perlu  dipakai metode  yang  mengintegrasikan  jadwal  dan  biaya  sehingga  mengungkapkan  kinerja  kegiatan. Salah satu metode yang memenuhi tujuan ini adalah Konsep Nilai Hasil, Earned Value Concept, yang terdiri dari tiga indikator yaitu BCWS, BCWP, dan ACWP. Prosedur  penelitian  dimulai  dengan  melakukan  studi  kepustakaan,  pengambilan  data, melakukan  pengamatan  langsung  pada  proyek,  dan merangkum  hasil  pengumpulan  data-data yang ada.  Variansi  yang  ditekankan  disini  adalah  untuk  menyelidiki  penyimpangan  biaya  atau  jadwal pelaksanaan yang  telah direncanakan atau ditentukan.   Bila angka kinerja ditinjau  lebih lanjut maka  Angka  indeks  kinerja  kurang  dari  satu  (<1),  dan  (>1)  yang  berarti  makin  besar penyimpangannya dari perencanaan dasar atau anggaran, atau prestasi pelaksanaan pekerjaan sangat baik, perlu diadakan pengkajian apakah mungkin perencanaan tidak realistis. Konsep Nilai Hasil bisa diterapkan pada studi kasus  ini di dalam  tujuan pengendalian dimana berdasarkan analisis maka pengendalian yang dilakukan banyak terjadi penyimpangan dari sisi penjadwalan  pada  saat  pelaporan-pelaporannya.  Berdasarkan  nilai  ETC  dan  EAC  yang terhitung maka apabila kinerja tidak diperbaharui akan terjadi bergeseran. Kata Kunci : Metode Nilai Hasil, BCWS, BCWP, ACWP
Co-Authors . Junaidi Abd. Rajab R. Dasinangon Adikavara E. T. Rapar Agryanto P. Parinding Ariestides K. T. Dundu Ariestides K. T. Dundu Asrini Novita Rompas Audie L. E. Rumayar Bachdar, Reza Rizki Kurnia Bartje F. Tombokan Bobby Rocky Kani Bonny F. Sompie Buyung, Rudy. A. H. F. Ceisya G. Keintjem Cendy Merry Tumbelaka Charen N. P. Montolalu Christina A. J. Pangkey Christy A. Labolaang D. R. O. Walangitan David H. Mewengkang David M. Walean Deane R. O. Walangitan Eris Rosita Eurene M. Rawis Fabian J. Manoppo Failen Pratasik Febrina P. Y. Sumanti Febyana Pangkey Felicia, Zefanya P. Fharel Novel Lantang Fransisko Noktavian Wowor Frendi D. Lumintang Frendy, Vania T. Grace Priscillia Kamagi Grasheila B. Tambayong Hairunisa Mokodompis Huibert Tarore Inkiriwang, Revo L. Irene G. Tumbel Jantje B. Mangare Jantje B. Mangare Jasmin Christy Natalia Mandey Jermias Tjakra Jermias Tjakra Johan p Rantung Johan P. Rantung Jolan Juliana Sumajow Juno E. Ch. Langi Kevin Imanuel Kambey Kornelia Pararuk Kristi Elsina Leatemia Langgeroni, Reni Lestiani Nova Pontoh Livia L. Luntungan Lucia I. R. Lefrandt Lucia I.R. Lefrandt Lumentah, Christin Natalia Magdalena Monica Pontoh Malifa, Yusuf Mantiri, Deisy H. M. Meylisa E. Balirante Mochtar Sibi Mokolensang, Virginia Marcelin Muh. F. Sumantri Nono, Yousantho Pingkan A. K. Pratasis Pingkan A. K. Pratasis Pondaag, Nathalia Elizabeth Pontoh, Miyabi R. Porajow, Tania G. Praesillia Christien Ator, Praesillia Christien Prince A. Sepang Rando R. V. Kare Ratag, Kezia Aprilia Rayhan Aslah Rebecca Glory Ropa Regina Lombogia Rivi K. Lantang Robert J. M. Mandagi Rolangon, Aprilia A. Rori, Widya Fanheyvel Rumboisano, Arnol Sokop, Ronald Martin Sompie, Cecilia T. Stefi Priescha Tauro Stevano Krista Kambey Sthefanus A. Lengkong Sumanti, Febrina P. Y. The, Londy Herianto Tilaar, Melisa F. Tisano Arsjad Tisano T. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Umboh, Alfian H. Vania Y. Moningkey Victor Michael Tyson Lempoy Victoria Mintje Vivian G. Iroth Wanta, Isty M. Wilar, Wingky P. R. Wongkar, Deny Wuisan, Felleps Yeremia B. Mokalu