Claim Missing Document
Check
Articles

PENGENDALIAN BIAYA BAHAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISA VARIAN (STUDI KASUS: PROYEK PEMBANGUNAN MENARA SUAR GUNUNG WENANG TAHAP II) Malingkas, Grace Y.
TEKNO Vol 9, No 56 (2011): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan di sektor pembangunan akhir-akhir ini berkembang semakin pesat. Tetapi terkadang dalam dalam pelaksaan suatu proyek selalu mengalami hambatan baik dari segi biaya maupun waktu. Pada proyek pembangunan Menara Suar Gunung Wenang, dalam pelaksanaannya pihak kontraktor dituntut untuk menyelesaikan proyek sesuai jadwal dan anggaran biaya yang telah disepakati sebelumnya, sehingga tidak terjadi adanya penyimpangan yang dapat merugikan pihak pelaksana. Khususnya penyimpangan terhadap anggaran yang telah ditetapkan. Kondisi yang terjadi dapat dihindari dengan melakukan tindakan pengendalian.Metode yang digunakan dalam suatu pengendalian adalah Metode Analisa Varian. Pengendalian bertujuan untuk dapat mengetahui seberapa besar total biaya perencanaan (standar) dan total biaya pelaksanaan (aktual). Dengan melakukan perhitungan perbandingan antara biaya standar dan biaya aktual maka akan dapat terlihat varian apa yang terjadi positif maupun varian negatif. Hasil perhitungan yang diperoleh kemudian akan diaplikasikan pada tabel pelaporan varian dan grafik ?S?, sehingga dapat diperoleh seberapa besar varian yang paling dominan terjadi selama masa hari kerja.Penerapan Metode Analisa Varian ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Menara Suar Gunung Wenang Tahap II untuk rangkaian pekerjaan GRC Board, pada biaya bahan dan upah selama masa kerja 7 minggu. Analisa dilakukan setiap minggunya dengan data sekunder yang diperoleh dari pihak kontraktor pelaksana. Analisa perhitungan biaya standar diperoleh dari data-data dari RAB, sedangkan analisa biaya aktual diperoleh data-data dari daftar aktual dari pihak pelaksana.Berdasarkan hasil analisa dengan penerapan metode Analisa Varian diperoleh total biaya perencanaan sebesar Rp 305.379.489,- dan total biaya pelaksanaan di lapangan sebesar Rp 299.070.642,-. Dengan varian dominan yang terjadi pada minggu ke-12 hari kerja sebesar Rp 8.579.570,- sebagai varian negatif (-). Berdasarkan hasil perbandingan dengan grafik ?S?, maka diperoleh biaya varian total sebesar Rp 6.308.847,- sebagai varian positf (+). Jadi, disimpulkan bahwa dari hasil perbandingan pihak pelaksana memperoleh keuntungan sehingga tidak kembali melakukan tindakan koreksi.Kata kunci : analisa varian, biaya aktual, biaya standar, pengendalian
Analisa Perhitungan Produktivitas Alat Berat Gali-Muat (Excavator) Dan Alat Angkut (Dump Truck) Pada Pekerjaan Pematangan Lahan Perumahan Residence Jordan Sea Sokop, Ronald Martin; Arsjad, Tisano Tj.; Malingkas, Grace
TEKNO Vol 16, No 70 (2018)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan alat berat yang akan digunakan merupakan faktor penting dalam keberhasilan suatu proyek kostruksi. Alat berat yang dipilih harus tepat sehingga proyek/pekerjaan berjalan lancar. Tugas akhir ini memiliki pokok pembahasan, yaitu untuk mengetahui produktifitas alat berat, jumlah alat berat dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini dibatasi pada masalah produktivitas alat berat yang berkaitan dari kombinasi alat barat excavator Hitachi ZX200-5G, dan dump truck isuzu Ps125HD, Adapun Produktivitas excavator didapat sebesar 105,3 m3/jam dengan membutuhkan alat sebanyak 1 unit membuang tanah sebesar 5445.9 m3 dalam waktu 52 jam. Produktivitas dump truck tujuan pembuangan Lokasi Warembungan dengan jarak 7 km adalah sebesar 24 m3/jam dengan menggunakan 4 (empat) unit dump truck.
ANALISIS PERCEPATAN WAKTU DAN BIAYA PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE CRASHING (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN RUSUN IAIN MANADO) Malifa, Yusuf; Dundu, Ariestides K. T.; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tolak ukur suatu proyek konstruksi berhasil adalah waktu penyelesaian sesuai dengan jangka waktu yang sudah disediakan, biaya yang minimal dan tanpa mengesampingkan mutu dalam pembangunan. Keterlambatan adalah momok yang sering dijumpai dalam  penyelesaian proyek konstruksi oleh karena itu percepatan penting untuk dilakukan untuk mengatasi keterlambatan. Konsekuensi dari percepatan adalah penambahan biaya. Dalam melakukan analisis biaya akibat percepatan waktu digunakan metode Crashing. Analisis dilakukan dengan mempersingkat waktu pelaksanaan proyek dengan alternatif penambahan tenaga kerja pada kegiatan-kegiatan kritis. Pelaksanaan proyek pembangunan Rumah Susun IAIN Manado setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode Crashing dengan menambah pekerja pada kegiatan-kegiatan kritis dapat dipercepat menjadi 77 hari kalender dari perencanaan semula 91 hari kalender(3 bulan terakhir proyek). Dari crashing yang dilakukan dengan alternatif penambahan tenaga kerja pada proyek pembangunan Rumah Susun IAIN Manado diperoleh hasil bahwa terjadi percepatan durasi waktu sebesar 14 hari kalender dengan penambahan biaya langsung sebesar Rp2.800.000 dan penurunan biaya tidak langsung sebesar  Rp.48.347.484 . Kata kunci: proyek, konstruksi, keterlambatan, metode Crashing, percepatan proyek
Pengendalian Biaya Dengan Metode Analisis Indeks Pada Proyek Pembangunan Jalan Ulu-Ondong (Lingkar Utara) Segmen Apelawo-Bukide Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Sulawesi Utara Rumboisano, Arnol; Malingkas, Grace; Walangitan, D. R. O.
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolahan anggaran biaya pada pelaksanaan satu proyek konstruksi menuntut adanya suatu sistem dan analisis dimana bisa memberikan hasil dan masukan pada tahap awal mengenai pertumbuhan biaya proyek sehingga dapat memberikan gambaran apakah proyek dapat menguntungkan pihak pelaksana atau sebaliknya. Pengendalian proyek bertujuan untuk mengendalikan proses pelaksanaan proyek sejak awal dimulainya pembangunan hingga selesainya proyek terlaksana sesuai waktu, mutu dan biaya yang telah direncanakan. Penerapan metode analisis indeks digunakan sebagai salah satu alat kendali untuk pengendalian biaya dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Tolak ukur atau acuan pengukuran analisis indeks adalah Rencana Anggaran Biaya (RAB). Studi kasus dilakukan pada pembangunan Jalan Ulu Ondong (Lingkar Utara) Segmen Apelawo Bukide Kabupaten Kepulawan Siau Tagulandang Biaro Sulawesi Utara. Berdasarkan hasil evaluasi pekerjaan pada minggu ke-18 dimana total pemakaian biaya atau fakta biaya dari tiap pekerjaan yang telah terlaksana sebesar Rp. 4,690,157,583.30 dari rencana biaya sebesar Rp. 9,015,604,911.29 sehingga terjadi perbedaan biaya sebesar Rp. 4,325,447,328.00
ANALISIS RISIKO PELAKSANAAN PERAWATAN LANDAS PACU BANDAR UDARA SAM RATULANGI MANADO Bachdar, Reza Rizki Kurnia; Malingkas, Grace Y.; Tarore, Huibert
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 1 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi terletak di kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Bandar udara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I ini mampu menerima beban dari pesawat udara Boeing 737 series dan Air Bus A320 Series. Perawatan secara berkala dilakukan untuk menjaga kemampuan dari landas pacu yang ada. Salah satu perawatan yang sedang dilakukan saat ini adalah proyek “Pekerjaan Overlay Runway 18-36 di Bandar Udara Sam Ratulangi – Manado”. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor resiko, terkait dengan kecelakaan penerbangan dan dapat mengetahui kondisi risiko dominan yang muncul dalam metode kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran antara kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data dalam penelitian ini berupa data primer (Wawancara dan menyebarkan kuisioner) dan data sekunder (Studi literatur). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan bantuan aplikasi Statistical Program for Social Science (SPSS), kemudian dilakukan uji validitas dengan teknik pengujian Pearson Correlation, uji reabilitas dengan teknik pengujian Cronbach’s Alpha, analisis resiko secara kualitatif, analisis resiko secara kuantitatif dan analisis kategori resiko. Hasil analisis disajikan dengan mengelompokkan risiko dalam kategori tinggi, sedang dan rendah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Risiko yang ada dalam metode kerja “Pekerjaan Overlay Runway 18-36 di Bandar Udara Sam Ratulangi – Manado” terkait dalam kecelakaan penerbangan, sebanyak 62 faktor risiko, setelah divalidasi dengan pengujian validitas dan reliabilitas, didapat sebanyak 43 faktor risiko yang pasti. (2) Dari hasil analisis didapati dari ke 43 faktor risiko terdapat 12 faktor risiko yang masuk dalam kategori risiko tinggi. Tiga faktor risiko tertinggi adalah “kualitas pekerjaan kurang baik” berada pada tahapan pekerjaan “penghamparan”, “hasil akhir pengaspalan/sambungan runway tidak landai”berada pada tahapan pekerjaan “penghamparan” dan “kualitas pekerjaan kurang baik” berada pada tahapan pekerjaan “pengecatan marka”. Ke-43 faktor risiko tinggi tersebut harus dilakukan penanganan segera, untuk menghindari terjadinya kecelakaan dalam penerbangan terkait pekerjaan pembangunan di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado. Kata Kunci: bandar udara, landas pacu, metode kerja,  proyek, risiko
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS: PROYEK PT. TRAKINDO UTAMA) Kani, Bobby Rocky; Mandagi, Robert J. M.; Rantung, Johan p; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMasalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor yang paling berisiko terhadap kecelakaan kerja, disamping sektor utama lainnya yaitu pertanian, perikanan, perkayuan, dan pertambangan. Jumlah tenaga kerja disektor konstruksi yang mencapai sekitar 4.5 juta orang, 53% diantaranya hanya mengenyam pendidikan sampai dengan tingkat Sekolah Dasar, bahkan sekitar 1.5% dari tenaga kerja ini belum pernah mendapatkan pendidikan formal apapun.Di dalam penelitian ini, perencanaan K3 dibuat berdasarkan pedoman/standar OHSAS 18001 juga sesuai dengan peraturan dan standar teknik terkait konstruksi di Indonesia bahkan juga menurut undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.Pada penelitian ini peneliti langsung mengadakan survey di lapangan untuk mengidentifikasi mengenai risiko K3, kemudian langsung memberikan penilaian tentang risiko-risiko K3 yang terjadi di lapangan, serta mempelajari bagaimana tindakan penanganan yang baik terhadap risiko K3 pada kegiatan proyek pembangunan PT. Trakindo Utama.Dari hasil penelitian didapat bahwa masih banyak tenaga kerja yang tidak mengetahui tentang K3. Apa yang dimaksud dengan K3, bagaimana cara penerapan K3, dan lain-lain sebagainya. Ini menunjukkan bahwa masih kurangnya perhatian ataupun komitmen dari perusahaan kontraktor untuk melaksanakan program K3 dengan baik.Kata kunci: K3, tenaga kerja, penilaian resiko
PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PELAKSANAAN KONSTRUKSI (STUDI KASUS: LANJUTAN PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN LAUT MANADO T.A. 2012) Mintje, Victoria; Malingkas, Grace Y.; Walangitan, D. R. O.; Tarore, Huibert
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Sistem Pengendalian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) banyak menyita perhatian berbagai organisasi karena mencakup permasalahan segi prikemanusiaan, biaya dan manfaat ekonomi, aspek hukum, pertanggung jawaban serta citra organisasi itu sendiri. Proses pembangunan proyek konstruksi umumnya merupakan kegiatan yang mengandung unsur bahaya, sehingga hal Keselamatan dan Kesehatan Kerja perlu diperhatikan.Proyek konstruksi memiliki sifat yang khas, antara lain tempat kerjanya di ruang terbuka yang dipengaruhi cuaca, jangka waktu pekerjaan terbatas, menggunakan pekerja yang belum terlatih, menggunakan peralatan kerja yang membahayakan keselamatan dan kesehatan kerja dan pekerjaan yang banyak mengeluarkan tenaga.Studi di bidang Penerapan Sistem Pengendalian Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pelaksanaan Konstruksi, dilakukan pada Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Manado Tahun Anggaran 2012. Adapun yang dipelajari adalah bagaimana melaksanakan pekerjaan konstruksi yang aman dengan berpatokan pada penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Metodologi penelitian menggunakan questioner, survei dan wawancara langsung di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi lokasi proyek, survei secara visual di proyek dan pengambilan dokumentasi dilapangan.Dalam pelaksanaan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Manado Tahun Anggaran 2012, Penerapan Sistem Pengendalian K3 pada Pelaksanaan Konstruksi sudah berjalan cukup baik dengan adanya jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) bagi para pekerja proyek yang merupakan perhatian yang diberikan perusahaan kepada para pekerja yang sesuai dengan amanat UU No. 3/1992, namun dari segi teknis masih terdapat beberapa kekurangan antara lain: belum tersedianya tenaga profesional dibidang K3, sifat pekerja lebih memilih tidak menggunakan Alat Pelindung Diri dan lebih memilih bekerja berdasarkan pengalaman dan mengabaikan K3, tidak adanya pelatihan khusus mengenai K3 kepada para pekerja serta tidak adanya pengawasan langsung dari pihak pemerintah terhadap pelaksanaan K3 dilokasi proyek ini.Kata kunci: penerapan Sistem Pengendalian K3, alat pelindung diri, pemerintah,perusahaan, pekerja.
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA (Studi Kasus: Pembangunan Jembatan Dr. Ir. Soekarno-Manado) Pangkey, Febyana; Malingkas, Grace Y.; Walangitan, D. R. O.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 2 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan sistem perlindungan bagi tenaga kerja dan jasa konstruksi untuk meminimalisasi dan menghindarkan diri dari resiko kerugian moral maupun material, kehilangan jam kerja, maupun keselamatan manusia dan lingkungan sekitarnya yang nantinya dapat menunjang peningkatan kinerja yang efektif dan efisien. Pedoman penerapan SMK3 di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER.05/MEN/1996.Penelitian ini mencoba memberikan jawaban tentang bagaimana standar dan pedoman SMK3 yang digunakan pada proyek pembangunan Jembatan Dr. Ir. Soekarno di Manado serta membahas bagaimana pengaruh dari penerapan SMK3 bagi perusahaan dan tenaga kerja itu sendiri.Analisis data dilakukan dengan menyusun dan membahas hasil wawancara dengan petugas K3, hasil observasi atau pengamatan langsung di lokasi proyek dan hasil evaluasi data-data SMK3 yangtersedia serta studi kepustakaan sebagai data pendukung.Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa SMK3 telah direncanakan dan diterapkan dengan baik di lokasi proyek. Standar dan pedoman yang digunakan untuk mengatur sistem ini disusun dalam Rencana Mutu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Proyek (RMK3LP). Dasar penerapan prosedur-prosedur tersebut disesuaikan dengan standar internasional yaitu Occupation Health and Safety Management System (OHSAS) 18001:1999 yang memiliki kesamaan dengan SMK3 diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER.05/MEN/1996. Penerapan SMK3 ini membawa pengaruh yang baik bagi perusahaan maupun tenaga kerja, hal tersebut terlihat dari jumlah tenaga kerja yang mengalami kecelakaan atau penyakit kerja masih tergolong rendah dantidak memberikan pengaruh yang berarti bagi pelaksanaan pekerjaan.Kata Kunci : SMK3, OHSAS 18001:1999
IDENTIFIKASI RISIKO RANTAI PASOK BATU BOULDER DALAM PEKERJAAN KONSTRUKSI PENGAMAN PANTAI (Study Kasus : Pembangunan Tembok Pengaman Pantai Desa Matani Kabupaten Minahasa Selatan) Wongkar, Deny; Manoppo, Fabian J.; Malingkas, Grace Y.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 1 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan rantai pasok diyakini dapat menjadi salah satu solusi, sehingga akan mendatangkan keuntungan baik bagi pengguna maupun penyedia jasa konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis  rantai pasok material batu boulder dimulai proses pemilihan penyedia pekerjaan konstruksi tembok pengaman pantai di pesisir pantai Amurang, menganalisis kriteria-kriteria dan sumber sumber risiko tembok pengaman pantai. Dan mendapatkan identitas pemasok batu boulder (Quarry). Wawancara secara terstruktur dengan Kelompok Kerja Pemilihan (Pokja Pemilihan), para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta penyedia jasa maupun pemasok-pemasok batu boulder untuk mendapatkan serangkaian informasi  yang akan digunakan dalam analisis pengambilan keputusan. Pengamatan di lapangan pekerjaan dan quarry pemasok untuk mengetahui jarak optimal yang dibutuhkan. Kajian literatur mengenai  pemilihan penyedia barang/jasa pemerintah sesuai dengan Perpres No. 16 Tahun 2018. Akhirnya dibangun model tingkatan berupa hirarki untuk dianalisis keputusan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).  Dari penelitian dapat disimpulkan risiko rantai pasok batu boulder tidak dimasukan dalam evaluasi penawaran penyedia jasa sehingga walaupun penyedia tidak menyediakan quarry (pemasok) sebagai pendukung rantai pasok pekerjaan batu boulder tetap bisa ditetapkan sebagai pemenang tender. Analisis 29 (dua puluh sembilan) faktor-faktor risiko  dan 6 (enam) sumber sumber risiko, didapat bahwa faktor risiko X-12 yaitu kemampuan manajerial dalam hal tidak adanya dukungan quarry (pemasok) dalam batu boulder dalam fungsi manajemen proyek, mempunyai unsur dominan sebesar 11% (sebelas persen). Didapat 6 (enam) identitas pemasok batu boulder Disarankan dukungan quarry (pemasok) batu boulder menjadi salah satu yang dapat dievaluasi oleh kelompok kerja pemilihan.  Kata kunci: identifikasi risiko, rantai pasok, batu boulder, tembok pengaman, AHP
SISTEM HIRARKIS MALINGKAS, GRACE Y.
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem hirarki adalah alat yang paling mudah untuk memahami masalah-masalah yang kompleks, dimana masalahtersebut diuraikan ke dalam elemen-elemen yang bersangkutan, menyusun elemen-elemen tersebut secara hirarkis danakhirnya melakukan penilaian atas elemen-elemen dalam komponen yang sifatnya homogen dan menyusun komponenkomponentersebut dalam level hirarki yang tepat.Hirarki juga merupakan abstraksi struktur suatu sistem yang mempelajari fungsi interaksi antara komponen dan jugadampak-dampak pada sistem. Abstraksi ini mempunyai bentuk saling berkaitan, tersusun dan suatu puncak atausasaran utama (Ultimate goal) menuju pada bagian-bagian, kemudian kebijakan-kebijakan dan strategi-strategi.Dengan demikian hirarki adalah sistem yang tingkatan-tingkatan keputusannya berstratifikasi dengan beberapa elemenkeputusan pada setiap tingkatan keputusan.
Co-Authors . Junaidi Abd. Rajab R. Dasinangon Adikavara E. T. Rapar Agryanto P. Parinding Ariestides K. T. Dundu Ariestides K. T. Dundu Asrini Novita Rompas Audie L. E. Rumayar Bachdar, Reza Rizki Kurnia Bartje F. Tombokan Bobby Rocky Kani Bonny F. Sompie Buyung, Rudy. A. H. F. Ceisya G. Keintjem Cendy Merry Tumbelaka Charen N. P. Montolalu Christina A. J. Pangkey Christy A. Labolaang D. R. O. Walangitan David H. Mewengkang David M. Walean Deane R. O. Walangitan Eris Rosita Eurene M. Rawis Fabian J. Manoppo Failen Pratasik Febrina P. Y. Sumanti Febyana Pangkey Felicia, Zefanya P. Fharel Novel Lantang Fransisko Noktavian Wowor Frendi D. Lumintang Frendy, Vania T. Grace Priscillia Kamagi Grasheila B. Tambayong Hairunisa Mokodompis Huibert Tarore Inkiriwang, Revo L. Irene G. Tumbel Jantje B. Mangare Jantje B. Mangare Jasmin Christy Natalia Mandey Jermias Tjakra Jermias Tjakra Johan p Rantung Johan P. Rantung Jolan Juliana Sumajow Juno E. Ch. Langi Kevin Imanuel Kambey Kornelia Pararuk Kristi Elsina Leatemia Langgeroni, Reni Lestiani Nova Pontoh Livia L. Luntungan Lucia I. R. Lefrandt Lucia I.R. Lefrandt Lumentah, Christin Natalia Magdalena Monica Pontoh Malifa, Yusuf Mantiri, Deisy H. M. Meylisa E. Balirante Mochtar Sibi Mokolensang, Virginia Marcelin Muh. F. Sumantri Nono, Yousantho Pingkan A. K. Pratasis Pingkan A. K. Pratasis Pondaag, Nathalia Elizabeth Pontoh, Miyabi R. Porajow, Tania G. Praesillia Christien Ator, Praesillia Christien Prince A. Sepang Rando R. V. Kare Ratag, Kezia Aprilia Rayhan Aslah Rebecca Glory Ropa Regina Lombogia Rivi K. Lantang Robert J. M. Mandagi Rolangon, Aprilia A. Rori, Widya Fanheyvel Rumboisano, Arnol Sokop, Ronald Martin Sompie, Cecilia T. Stefi Priescha Tauro Stevano Krista Kambey Sthefanus A. Lengkong Sumanti, Febrina P. Y. The, Londy Herianto Tilaar, Melisa F. Tisano Arsjad Tisano T. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Umboh, Alfian H. Vania Y. Moningkey Victor Michael Tyson Lempoy Victoria Mintje Vivian G. Iroth Wanta, Isty M. Wilar, Wingky P. R. Wongkar, Deny Wuisan, Felleps Yeremia B. Mokalu