Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS ETNOMATEMATIKA PASAR TERAPUNG PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL UNTUK SISWA KELAS VII SMP Olma Mahlina; Hidayah Ansori; Yuni Suryaningsih
JURMADIKTA Vol. 2 No. 3 (2022): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v2i3.1260

Abstract

LKPD berbasis etnomatematika adalah bahan ajar yang yang di dalamnya terdapat rangkuman materi, rumus-rumus, latihan soal, dan petunjuk pengerjaan yang berkaitan dengan kebudayaan yang sesuai dengan Kompetensi Dasar. LKPD tersebut dapat menunjang pembelajaran matematika agar peserta didik mampu menghubungkan konsep matematik dengan kehidupan sehari-hari terutama pada kebudayaan sekitar tempat tinggal dan lebih aktif dalam pembelajaran matematika. Maka, dikembangkanlah LKPD berbasis etnomatematika pasar terapung. Tujuan pengembangan ini yaitu untuk (1) mendeskripsikan proses pengembangan LKPD berbasis etnomatematika pasar terapung materi aritmatika sosial untuk siswa kelas VII SMP dan (2) menghasilkan LKPD berbasis etnomatematika pasar terapung pada materi aritmatika sosial untuk siswa kelas VII SMP yang valid. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel dan Semmel (1974). Penelitian ini melalui tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), dan tahap pengembangan (develop). Pada tahap pengembangan (develop) hanya sampai pada validasi oleh ahli. Instrumen pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui lembar validasi ahli. Validasi dilaksanakan oleh 3 validator. Berdasarkan hasil uji validitas LKPD, rata-rata persentase kevalidan LKPD sebesar 88% dengan tingkat validitas sangat valid. Oleh karena itu, LKPD berbasis etnomatematika pasar terapung pada materi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN SMART APPS CREATOR PADA MATERI BENTUK ALJABAR Muhammad Ilyasin Akbar; Hidayah Ansori; Taufiq Hidayanto
JURMADIKTA Vol. 3 No. 2 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i2.1407

Abstract

Pesatnya perkembangan IPTEKS pada kehidupan sehari-hari berdampak terhadap perkembangannya dalam dunia pendidikan. Perlunya pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini untuk mempermudah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Terutama pengembangan media pembelajaran berbasis android pada materi bentuk aljabar karena memberikan kemudahan dalam penyajian materi sehingga mempermudah peserta didik dalam pemahaman konsep bentuk aljabar. Media pembelajaran berbasis android materi bentuk aljabar yang dikembangkan ini dapat diakses pengguna di manapun dan kapanpun. Tujuan penelitian ini ialah menghasilkan media pembelajaran berbasis android pada materi bentuk aljabar yang valid serta mengetahui kepraktisan media pembelajaran berbasis android pada materi bentuk aljabar. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan model 4-D dengan penelitian yang dibatasi hanya sampai pada tahap pengembangan (Develop) dengan uji validasi dan uji kepraktisan kepada peserta didik. Validasi dilakukan oleh dua orang validator dan diperoleh 3,47 pada validitas materi dan 3,41 pada nilai validitas media yang keduanya termasuk pada kriteria valid. Sedangkan untuk kepraktisan media pembelajaran berdasarkan angket peserta didik memperoleh rata-rata kepraktisan senilai 81,7% yang termasuk kriteria praktis. Dengan demikian media pembelajaran berbasis android yang dihasilkan termasuk kategori valid dan praktis.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) INTERAKTIF BERBASIS HOTS PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR BERBANTUKAN POWERPOINT ISPRING Suphalo Samuel Tjitradi; Hidayah Ansori; Kamaliyah Kamaliyah
JURMADIKTA Vol. 2 No. 2 (2022): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v2i2.1425

Abstract

Pembelajaran tidak lepas dari adanya perangkat pembelajaran yang disiapkan guru. Perangkat pembelajaran ini salah satunya adalah LKPD. Pada penerapan secara umum kebanyakan guru menggunakan LKPD yang bersifat konvensional yang mana LKPD ini membuat peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah melalui pengembangan LKPD yang memiliki sifat interaktif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghasilkan (LKPD) interaktif berbasis HOTS pada materi bangun ruang sisi datar berbantukan PowerPoint Ispring yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4D yang dilakukan sampai tahap ketiga yaitu define, design, dan develop dengan subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII SMP Dhammasoka Banjarmasin yang berjumlah 13 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi dan lembar angket untuk peserta didik. Validasi dilakukan oleh dua orang validator dan diperoleh rata-rata seluruh aspek sebesar 4,17 dengan kategori valid. Pada uji coba kelompok kecil hasil skor nilai kepraktisan sebesar 90,77% dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa (LKPD) interaktif berbasis HOTS pada materi bangun ruang sisi datar berbantukan PowerPoint Ispring yang dikembangkan merupakan (LKPD) yang valid, praktis.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS HOTS MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR UNTUK SISWA SMP KELAS VIII Khairunnisa Khairunnisa; Hidayah Ansori; Yuni Suryaningsih
JURMADIKTA Vol. 3 No. 1 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i1.1446

Abstract

Penggunaan media pembelajaran satu arah pada pembelajaran daring membuat interaksi menjadi terbatas, sehingga tidak mendorong keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Disamping itu, permasalahan terkait kemampuan kognitif akan selalu ada dan terus menjadi momok persoalan yang belum terselesaikan. Berdasarkan pengamatan peneliti, terdapat permasalahan peserta didik dimana mereka hanya dapat menyelesaikan soal yang sama persis dengan contoh dan kesulitan menyelesaikan permasalahan baru. Hal ini dikarenakan rendahnya kemampuan menganalisis peserta didik dan hanya terbiasa menyelesaikan soal-soal dengan tingkatan kognitif mengingat, memahami, dan menerapkan saja. Permasalahan ini tentu akan berpengaruh signifikan pada hasil belajar peserta didik nantinya. Oleh sebab itu perlunya pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis HOTS yang dapat mendorong dan menuntut keaktifan peserta didik, melatih, serta meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses dan menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis HOTS materi bangun ruang sisi datar yang mencukupi kriteria valid untuk siswa SMP/MTs. Proses pengembangan menggunakan model Four-D yang dibatasi hanya sampai tiga tahapan, yaitu define, design, dan development. Berdasarkan hasil uji validitas ketiga validator pada tahap development diperoleh nilai 85,20% berdasarkan kriteria validitas menyatakan sangat valid. Hal ini berarti bahwa media pembelajaran interaktif sangat baik, dapat dan layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS DENGAN KONTEKS LAHAN BASAH PADA PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMPN 2 BANJARMASIN Lapionita Yuli Elsa; Hidayah Ansori; Indah Budiarti
JURMADIKTA Vol. 2 No. 3 (2022): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v2i3.1454

Abstract

Hasil dari tes berstandar internasional TIMSS dan PISA memaparkan bahwa keahlian peserta didik di Indonesia dalam berpikir masih berada dalam tingkatan yang rendah. Rendahnya tingkat keterampilan berpikir peserta didik ini disebabkan oleh faktor dari soal yang diberikan terbiasa menggunakan kategori keterampilan berpikir rendah. Solusi agar kemampuan berpikir peserta didik meningkat adalah dengan pemberian instrumen penilaian formatif dengan konteks lahan basah seperti pada kehidupan disekitar peserta didik daerah Kalimantan Selatan untuk menguji pemecahan konsep peserta didik sebagai alat ukur dalam pemahaman materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian. formatif berbasis HOTS dengan konteks lahan basah pada persamaan garis lurus yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan evaluasi formatif tessmer yang terdiri atas: 1) Preliminary; 2) Self Evaluation; 3) One-to-one; dan 3) small group. Kevalidan produk yang dikembangkan dinilai dari hasil validitas oleh 2 validator ahli (expert reviews). Kepraktisan produk dilihat dari hasil lembar angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) validitas instrumen penelitian formatif berdasarkan pakar memiliki kategori valid dengan skor rata-rata 3,375; 2) kepraktisan instrumen penilaian formatif berdasarkan respon peserta didik memiliki kategori sangat praktis dengan persentase 94,17% dan berdasarkan respon guru memiliki kategori sangat praktis dengan persentase 87,14%.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK BERDASARKAN ASPEK THE TORRANCE TEST OF CREATIVE THINKING (TTCT) DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ALJABAR DITINJAU DARI GENDER Etty Dwi Lestari; Hidayah Ansori; Kamaliyah Kamaliyah
JURMADIKTA Vol. 3 No. 2 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i2.1780

Abstract

Dalam membangun kemampuan peserta didik untuk berpikir kreatif adalah salah satu cara untuk menekankan pentingnya menumbuhkan kemampuan berpikir. Dalam bidang matematika, kemampuan berpikir kreatif dapat melatih peserta didik guna memunculkan beragam solusi dalam memecahkan suatu masalah yang kemudian menjadi pribadi yang inovatif dan kreatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif peserta didik dalam menyelesaikan masalah aljabar ditinjau dari gender. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian melibatkan enam peserta didik SMP kelas VII yaitu subjek berkemampuan berpikir tinggi, sedang, dan rendah dari peserta didik laki-laki dan perempuan yang ditentukan berlandaskan metode purposive sampling. Tes tertulis berpikir kreatif dan wawancara digunakan dalam pengumpulan data. Aspek berpikir kreatif yang digunakan dari The Torrance Test of Creative Thinking (TTCT) meliputi kefasihan, fleksibilitas serta kebaruan. Hasil penelitian ini adalah peserta didik laki-laki berkemampuan berpikir tinggi (sangat kreatif) dikarenakan memenuhi ketiga aspek TTCT, sedangkan peserta didik perempuan (kreatif) dikarenakan memenuhi aspek kefasihan dan fleksibilitas. Peserta didik laki-laki dan perempuan berkemampuan berpikir sedang masing-masing (kurang kreatif) dikarenakan hanya memenuhi aspek kefasihan. Peserta didik laki-laki berkemampuan berpikir rendah (tidak kreatif) dikarenakan tidak memenuhi ketiga aspek TTCT. Peserta didik perempuan berkemampuan berpikir rendah (kurang kreatif) dikarenakan hanya memenuhi aspek kefasihan.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI QANDA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS X Muhammad Roid Albari; Hidayah Ansori; Juhairiah Juhairiah
JURMADIKTA Vol. 5 No. 1 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i1.1832

Abstract

Pembelajaran matematika biasanya lebih berfokus pada latihan mengerjakan soal dengan tujuan agar para siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pemecahan suatu masalah matematika. Namun, ketika siswa menghadapi soal yang berbeda dari soal latihan sebelumnya, para siswa mengalami kesulitan ketika menyelesaikannya karena belum sepenuhnya menguasai kemampuan pemecahan masalah pada materi yang dipelajari. Qanda adalah aplikasi seluler yang memungkinkan siswa mendapatkan solusi secara cepat dan dapat memberikan pembelajaran privat dari guru dengan fitur yang tersedia. Kemudahan penggunaan aplikasi qanda sebagai sarana pembelajaran untuk memecahkan suatu masalah matematika dapat membantu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan menganalisis solusi yang diperoleh melalui pemikiran analogis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi qanda terhadap hasil belajar matematika siswa di kelas X. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain eksperimen semu dan bentuk nonequivalent control group design. Populasi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Banjarmasin dengan sampel penelitian adalah siswa kelas X-K dan kelas X-I. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Informasi yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari hasil observasi, tes, nontes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan inferensial. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini: (1) Hasil belajar matematika siswa SMAN 7 Banjarmasin dalam pembelajaran matematika berbantuan aplikasi qanda memiliki nilai rata – rata sebesar 84,06 yang berada pada kategori baik, (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata – rata hasil belajar siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS MASALAH HOTS PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS Vivi Afrianti; Hidayah Ansori; Yuni Suryaningsih
JURMADIKTA Vol. 4 No. 2 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i2.2145

Abstract

Pembelajaran di Era abad 21 menuntut peserta didik Indonesia untuk memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi. Peserta didik diharapkan ikut serta dengan aktif dalam proses pembelajaran. Akan tetapi, berdasarkan hasil observasi masih didapati adanya peserta didik yang kurang aktif selama proses pembelajaran berlangsung disebabkan karena peserta didik masih terkendala dalam memahami konsep materi matematika. LKPD berbasis masalah HOTS merupakan salah satu media yang dapat membantu peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan melatih berpikir tingkat tinggi mereka. Penelitian pengembangan ini memiliki dua tujuan yang meliputi: (i) mendeskripsikan proses pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis masalah HOTS pada materi teorema pythagoras yang valid dan praktis; dan (ii) menghasilkan lembar kerja peserta didik berbasis masalah HOTS pada materi teorema pythagoras yang valid dan praktis. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D yang terdiri atas 4 tahapan yang mencakup tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Namun, pada tahap develop dilakukan uji validitas dan uji coba produk terbatas untuk menguji produk yang dikembangkan dengan uji kepraktisan. Melalui uji validitas diperoleh rata-rata penilaian dari dua validator adalah sebesar 3,44 dengan kriteria sangat valid, sedangkan pada uji kepraktisan diperoleh rata-rata total kepraktisan dari peserta didik adalah sebesar 3,34 dengan kriteria sangat praktis. Dengan demikian, LKPD berbasis masalah HOTS yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS HOTS MATERI PERSAMAAN LINEAR UNTUK PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP Siti Maisarah; Hidayah Ansori; Indah Budiarti
JURMADIKTA Vol. 3 No. 3 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i3.2172

Abstract

Pendidikan di Indonesia sejak lama telah mengutamakan adanya pembelajaran yang mengedepankan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau yang dikenal sebagai HOTS (Higher Order Thinking Skills). Namun nyatanya, masih terdapat beberapa peserta didik yang kesulitan dalam hal menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta apabila diberikan masalah kontekstual atas berbasis HOTS khususnya pada pembelajaran matematika. Dengan demikian, menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid sehingga layak digunakan untuk melatih kemampuan peserta didik dalam mengatasi masalah berbasis HOTS adalah tujuan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang mencakup empat tahapan yakni pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (dissemination). Namun, penelitian pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahapan pengembangan yakni mengembangkan LKPD berbasis HOTS dan menguji kevalidannya. Penelitian ini menggunakan lembar instrumen kevalidan sebagai teknik pengumpulan data. Produk dikatakan valid jika berada pada tingkat kevalidan cukup valid atau sangat valid yang mana validasi dilakukan oleh dua orang validator ahli. Berdasarkan lembar validasi yang diisi oleh validator ahli diperoleh hasil uji kevalidan dengan rata-rata sebesar 80,36% dengan tingkat kevalidan LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria cukup valid.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMP KELAS VII PADA KONSEP KELILING DAN LUAS SEGITIGA Rekno Winarsih; Hidayah Ansori; Rahmita Noorbaiti
JURMADIKTA Vol. 4 No. 1 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i1.2256

Abstract

Literasi matematis merupakan salah satu kemampuan literasi dasar yang harus dikuasai siswa sekolah menengah pada kurikulum merdeka. Literasi matematis adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami matematika dalam kehidupan nyata dan membuat penilaian dan penalaran yang tepat. Ini adalah keterampilan dasar yang sama pentingnya dengan membaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sebanyak 23 siswa SMPN 3 Banjarmasin kelas VIIA berpartisipasi dalam penelitian ini. Alat yang digunakan adalah tes dan wawancara dengan materi yang digunakan yaitu konsep segitiga. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian dan inferensi. Pengurangan materi dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah literasi matematika yaitu. perumusan tugas, penerapan konsep dan interpretasi hasil solusi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kemampuan literasi matematika siswa berada pada kategori yang berbeda yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Persentase terbesar adalah siswa dengan literasi matematika rendah yaitu 48% dari sampel. (2) Siswa mengetahui cara menerapkan indikator pertama literasi matematika dengan benar, yaitu merumuskan tugas. Namun masih belum sepenuhnya menjawab indikator literasi matematika yang kedua yaitu penerapan konsep. Juga, para siswa tidak sepenuhnya memenuhi yang ketiga kemampuan literasi matematis.