Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Optimalisasi Stroke Primary Prevention melalui Edukasi Kesehatan dan Pelatihan Senam Anti-Stroke sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran dan Kesehatan Masyarakat Fernandez, Gratsia Victoria; Renteng, Septriani; Wirawan, Alfonsius Ade
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23213

Abstract

ABSTRAK Upaya pencegahan timbulnya penyakit stroke harus dimulai dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan melakukan perubahan pola hidup kearah yang lebih sehat. Untuk meningkatkan kesadaran dan kesehatan masyarakat terkait pencegahan primer penyakit stroke, khususnya pada masyarakat yang menderita penyakit kronis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Puskesmas Teling Atas pada tanggal Jumat 22 Agustus dan 29 Agustus 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 54 anggota prolanis. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta, yang ditunjukkan dari perubahan nilai rata-rata dari pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, nilai signifikansi analisa rerata pengetahuan peserta sebelum dan setelah pelatihan menunjukkan nilai p 0,000 (p value 0,05), hal ini juga menjelaskan bahwa peningkatan pengetahuan peserta karena pelatihan berpengaruh secara signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Puskesmas Teling Atas Kota Manado dapat terlaksana dengan baik serta bermanfaat bagi peserta dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku dalam melakukan pencegahan primer penyakit stroke. Kata Kunci: Stroke, Pencegahan, Primer, Edukasi, Senam.  ABSTRACT Efforts to prevent the onset of stroke had to begin with increasing public awareness and promoting lifestyle changes toward healthier habits. This community service activity aimed to improve public awareness and health related to primary prevention of stroke, particularly among individuals suffering from chronic diseases. This community service activity was carried out at Puskesmas Teling Atas in Manado City on Friday, August 22 and August 29, 2025, with a total of 54 Prolanis members as participants. The activity was conducted through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The evaluation results showed an increase in the participants’ mean knowledge scores, as indicated by the difference between the average knowledge scores before and after the training. In addition, the significance value of the analysis comparing participants’ knowledge before and after the training showed a p value of 0.000 (p 0.05), indicating that the increase in participants’ knowledge due to the training was statistically significant. The community service activity conducted at Puskesmas Teling Atas, Manado City, was successfully implemented and provided benefits to participants in improving their knowledge and behavior regarding primary prevention of stroke. Keywords: Stroke, Prevention, Primary, Education, Exercise.
Pengalaman Lansia Menerapkan Protokol Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19: Studi Kualitatif di BPLU Senja Cerah Manado: Experiences of the Elderly Implementing Health Protocol During the Covid-19 Pandemic: A Qualitative Study in BPLU Senja Cerah Manado Kristamuliana, Kristmuliana; Renteng, Septriani; Datu, Ronald Joy
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.247 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1609

Abstract

Penerapan protokol kesehatan di seluruh kalangan masyarakat termasuk lansia merupakan salah satu langkah untuk mencegah penularan COVID-19, namun penurunan fungsi fisik dan psikososial pada lansia dapat menjadi salah satu penghambat bagi lansia dalam menerapkan protokol kesehatan yang dimaksud. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi pengalaman lansia dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemic COVID-19 khususnya di Panti Werdha. Peneltian ini adalah penelitian kualitatif yang dilaksanakan di Balai Penyantunan Lanjut Usia (BPLU) Senja Cerah Kota Manado dengan melakukan indept interview kepada 12 (dua belas) lansia sebagai informan utama dan 2 (dua) informan pendukung yang berasal dari pihak pengelola panti. Terdapat 3 (tiga) tema yang dapat disimpulkan dari penelitian ini yaitu 1) Gambaran berbagai pengalaman lansia dalam menerapkan protokol kesehatan (tidak nyaman menggunakan masker, tidak nyaman sering cuci tangan, menjaga jarak bukan sebuah masalah dan sering lupa menerapkan protokol kesehatan); 2) Motivasi lansia dalam menerapkan protokol kesehatan (demi kesehatan, supaya pandemic cepat berlalu dan aturan pemerintah) dan 3) Dukungan lansia dalam menerapkan protokol kesehatan (dukungan keluarga dan dukungan sosial). Kesimpulan dari penelitian ini adalah berbagai pengalaman yang dirasakan oleh lansia dalam menerapkan protokol kesehatan adalah gambaran dari penurunan fungsi fisik dan pasikososial namun lansia tetap termotivasi karena mengikuti anjuran pemerintah agar tetap sehat dan pendemi segera berlalu serta adanya dukungan baik dari keluarga, dari sesama lansia dan dari pihak pengelola panti.
Peran Keluarga dalam Manajemen Diare Anak Usia Prasekolah di Desa Tongkaina Feranisia Lois Lewan; Renteng, Septriani; Simanjuntak, Susi Roida
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background. Diarrhea is still one of the causes of death of children under 5 years of age, therefore families have an important role in carrying out diarrhea management at home. In the managed case, the assessment data showed that the family still did not have optimal knowledge related to diarrhea management in children. Objective. This study aims to analyze the effectiveness of education related to diarrhea management in children on family assistance in carrying out diarrhea management through a demonstration education approach. Methods. This study used a case study design approach in one assisted family. The educational media used was flipchart and also used the demonstration method. Results. There was an increase in knowledge to the family after being given health education about diarrhea management and the family could follow the demonstration of making salt-sugar ORS independently. Conclusion. Educational media using flipcharts and demonstrations have an impact on improving knowledge, attitudes and skills in families in diarrhea management. Abstrak Latar belakang. Diare masih menjadi salah satu penyebab kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun, oleh sebab itu keluarga memiliki peran penting dalam melakukan manajemen diare di rumah. Pada kasus kelolaan didapatkan data pengkajian bahwa keluarga masih belum memiliki pengetahuan yang optimal terkait manajemen diare pada anak. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi terkait manajemen diare pada anak terhadap bantuan keluarga dalam melakukan manajemen diare melalui pendekatan edukasi demonstrasi. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain studi kasus pada satu keluarga binaan. Media edukasi yang digunakan adalah flipchart dan juga menggunakan metode demonstrasi. Hasil. Terjadi peningkatan pengetahuan kepada keluarga setelah diberikan edukasi kesehatan mengenai manajamen diare dan keluarga dapat mengikuti demonstrasi pembuatan oralit gula garam secara mandiri. Kesimpulan. Media edukasi menggunakan flipchart dan juga demonstrasi memiliki dampak terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada keluarga dalam melakukan manajemen diare.
“Girls need sex education more”: Gendered views of kindergarten teachers on children’s sex education Renteng, Septriani; Simak, Valen Fridolin; Buanasari, Andi
Jurnal Cakrawala Promkes Vol. 8 No. 1 (2026): February
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jcp.v8i1.14826

Abstract

Preschool-aged children are vulnerable to sexual violence due to limited knowledge of sexual concepts, body autonomy, and personal boundaries. Early sex education is essential to strengthen children’s protective knowledge and help-seeking behaviors. In Indonesia, however, sex education for early childhood is often constrained by social taboos, limited teacher training, and insufficient instructional resources. Teachers play a central role in delivering age-appropriate sex education in schools, yet their perceptions and experiences remain underexplored. Therefore, this study aimed to explore kindergarten teachers' perceptions of sex education for preschool-aged children, including their understanding of sex education concepts, implementation challenges, and expectations for effective delivery. A qualitative study using a descriptive-phenomenological approach was conducted from August to September 2024 in Manado City. Purposive sampling was employed to recruit 15 kindergarten teachers as main informants and 7 preschool-aged children as supporting informants for data triangulation. Data were collected through in-depth interviews and participant observation. All interviews were audio-recorded, transcribed verbatim, and analyzed thematically. Two main themes emerged: (1) sex education for preschool-aged children and (2) challenges and expectations of teachers in conducting sex education. Teachers generally understood sex education as teaching body autonomy, private body parts, gender identity, and safe versus unsafe touch. However, perceptions differed regarding the appropriate age to introduce sex education and whether girls should receive greater emphasis than boys. Children's growth, attention spans, training, and teaching medium were challenges. Teachers stressed interactive methods and engagement with parents, health workers, and government agencies. Early childhood sex education is heavily influenced by teachers' expertise, challenges, and expectations. Effective and sustainable early sex education requires teacher competency, age-appropriate resources, and multi-stakeholder collaboration.
Pelatihan penguatan self-efficacy remaja dalam mengelola kesehatan reproduksi untuk mencegah perilaku berisiko Simak, Valen Fridolin; Renteng, Septriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37507

Abstract

Abstrak Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting yang berpengaruh pada kualitas hidup dan perkembangan masa depan. Rendahnya pemahaman serta kurangnya kepercayaan diri remaja dalam mengambil keputusan sehat seringkali menjadi faktor pemicu terjadinya perilaku berisiko hal ini diakibatkan karena minimnya keterjangkauan remaja untuk mencapai layanan kesehatan, Terbatasnya pengetahuan serta pengaruh budaya Tabuh orang tua dalam memberikan pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy remaja dalam mengelola kesehatan reproduksi melalui pelatihan berbasis edukasi interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi role play. Program ini diikuti oleh remaja usia 15–19 tahun sejumlah 50 orang dan menggunakan desain pre–post test untuk menilai perubahan pengetahuan dan keyakinan diri. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan (86%) pada pengetahuan dan keyakinan diri (82%). Peserta juga memperlihatkan partisipasi aktif selama kegiatan, yang mengindikasikan peningkatan kemampuan dalam komunikasi asertif dan pengelolaan tekanan sebaya. Pelatihan ini terbukti efektif dalam memperkuat self-efficacy remaja sehingga berpotensi menjadi strategi preventif dalam mencegah perilaku berisiko terkait kesehatan reproduksi. Program ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan melalui kerja sama sekolah, keluarga, dan komunitas guna memastikan perubahan perilaku yang lebih konsisten dan jangka panjang. Kata kunci: kesehatan reproduksi; remaja; self-efficacy. AbstractAdolescent reproductive health is a critical determinant of quality of life and future development. Limited understanding and low self-confidence in making healthy decisions often predispose adolescents to engage in risk-taking behaviors. These challenges are exacerbated by inadequate access to youth-friendly health services, insufficient knowledge, and persistent cultural taboos that hinder parents from providing comprehensive reproductive health education. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) aimed to enhance adolescents’ self-efficacy in managing reproductive health through an educational intervention incorporating interactive learning, group discussions, case studies, and role-play simulations. The program involved 50 adolescents aged 15–19 years and employed a pre–post test design to assess changes in knowledge and self-efficacy. Post-test results demonstrated a substantial improvement in participants’ knowledge (86%) and self-efficacy (82%). Participants also exhibited high levels of active engagement throughout the sessions, indicating enhanced assertive communication skills and improved capacity to manage peer pressure. These findings suggest that the training was effective in strengthening adolescents’ self-efficacy and holds promise as a preventive strategy to reduce reproductive health–related risk behaviors. Sustained implementation through collaborative efforts among schools, families, and community stakeholders is recommended to support consistent and long-term behavioral change. Keywords: reproductive health; adolescents; self-efficacy