Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EVERYDAY LIFE HISTORY DI SUNGAI MUSI (KAJIAN FOTO DAN PEMBELAJARAN SEJARAH KRITIS) Dhita, Aulia Novemy
Danadyaksa Historica Vol 3, No 2 (2023): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v3i2.7292

Abstract

AbstrakSejarah seringkali terfokus pada grand naratif dengan dominasi ideologi nasionalisme dan militerisme dalam buku teks pelajaran Sejarah Nasional Indonesia. Padahal, sejarah juga mencakup kehidupan sehari-hari ordinary people  yang perlu diangkat dalam pembelajaran sejarah. Potret kehidupan tersebut dapat direkam melalui fotografi sekaligus menjadi sumber pembelajaran sejarah. Atas dasar itu penelitian ini akan menguraikan kehidupan sehari-hari ordinary people di Sungai Musi melalui fotografi dan penerapannya dalam pembelajaran sejarah kritis. Metode yang digunakan yaitu metode historis meliputi pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang dan masyarakat rumah rakit di Sungai Musi memiliki peran signifikan dalam sejarah Palembang, dan foto-foto mereka yang terdapat dalam koleksi KITLV. Dengan pendekatan kritis yang mengacu pada teori kritis dan pedagogi kritis untuk membantu peserta didik mendemistifikasi ideologis yang menyelimuti realitas sejarah. Melalui pemahaman yang diperdalam tentang kehidupan sehari-hari, penelitian membangun kesadaran sejarah tentang pentingnya Sungai Musi sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Palembang sebagai kekayaan tak ternilai.Kata Kunci: everyday life history, fotografi, kitlv, sungai musi, pembelajaran sejarah kritis.   
JALAN MENUJU KELAHIRAN KESULTANAN PALEMBANG (1675) Dhita, Aulia Novemy; Nofradatu, Salsabila
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 2, No 1 (2021): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.45 KB) | DOI: 10.30998/je.v2i1.598

Abstract

The Palembang Sultanate was born as a result of the less harmonious relationship between Palembang and Mataram. This explains that in the course of its history, Palembang had a relationship with the kingdom in Java. This study aims to describe the relationship of Palembang with Java before the birth of the Palembang Sultanate (1675). This research uses historical methods in the form of heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results showed that the Palembang Kingdom was the forerunner to the birth of the Palembang Sultanate. After the collapse of Sriwijaya, Palembang became a royal protection area in Java, namely Majapahit, Demak, Pajang and Mataram. In 1675, Ki Mas Hindi officially adopted the title sultan. This action politically demonstrated that Ki Mas Hindi was equivalent to that of the Mataram ruler and marked the birth of the Palembang Sultanate.Key words: Kingdom, Sultanate, PalembangKesultanan Palembang lahir sebagai akibat dari hubungan yang kurang harmonis antara Palembang dan Mataram. Hal ini menerangkan bahwa dalam perjalanan sejarahnya Palembang memiliki hubungan dengan kerajaan di Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan hubungan Palembang dengan Jawa sebelum lahirnya Kesultanan Palembang (1675). Penelitian ini menggunakan metode historis berupa heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kerajaan Palembang merupakan cikal bakal kelahiran Kesultanan Palembang. Pasca keruntuhan Sriwijaya, Palembang menjadi wilayah protekorat kerajaan di Jawa yaitu Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram. Pada tahun 1675, Ki Mas Hindi secara resmi menggunakan gelar sultan. Tindakan ini secara politik menunjukkan bahwa status Ki Mas Hindi setara dengan penguasa Mataram dan menandai kelahiran Kesultanan Palembang. Kata Kunci: Kerajaan, Kesultanan, Palembang
NILAI-NILAI ENTREPRENEUR PADA BUKU TEKS MATA PELAJARAN SEJARAH DAN IMPLEMENTASINYA DI SMA NEGERI 1 INDRALAYA Dhita, Aulia Novemy; Asmi, Adhitya Rol; Yunani, Yunani
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 15, No 1 (2021): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v15i12021p62-73

Abstract

Historical events have a lot of treasure that contains learning values, one of which is entrepreneurial values. This value is very important in educating students, with historical material in textbooks such as Arrived Hindu-Buddha in Indonesia, Hindu-Buddha Kingdom in Indonesia, Islam Kingdom in Indonesia, and History of Colonial in Indonesia, which so far have only been memorized as events only. The great potential contained in the history textbook, becomes the background for analyzing the values of entrepreneurs in the use of history textbooks in Senior High School Number 1 in Indralaya. This study aims to get clear any material that contains the values of entrepreneurs in history textbooks at Senior High School Number 1 in Indralaya. The method used in this research is naturalistic qualitative research. Data collection is done by observation, documentation, and triangulation, while data analysis is done by reducing, describing data and drawing conclusions. The results showed that history textbooks contain entrepreneurial values that are independent, creative, risk-taking, action-oriented, leadership, hard work, concepts and skills Masa lalu menyimpan banyak harta karun yang mengandung nilai-nilai pembelajaran, salah satunya nilai-nilai entrepreneur. Penerapan nilai-nilai entrepreneur tidak hanya melalui kegiatan praktek wirausaha, tetapi dapat diterapkan melalui buku teks pelajaran, sehingga mengandung niai-nilai entrepreneur. Salah satunya buku teks mata pelajaran sejarah SMA. Sangat penting untuk mengetahui kandungan entrepreneur dalam buku teks mata pelajaran sejarah SMA dan penerapannya di sekolah. Potensi besar yang terdapat dalam buku teks sejarah tersebut, menjadi latar belakang untuk melakukan analisis nilai-nilai entrepreuner dalam penggunaan buku teks mata pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Indralaya.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan secara jelas materi apa saja yang mengandung nilai-nilai entrepreneur dalam buku teks mata pelajaran Sejarah  dan implementasinya di SMA Negeri 1 Indralaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif naturalistik. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan mereduksi, menguraikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks sejarah mengandung nilai-nilai entrepreneur yaitu mandiri, kreatif, berani mengambil resiko, berorientasi pada tindakan, kepemimpinan, kerja keras, konsep dan skill/keterampilan. Implementasi nilai-nilai entrepreneur yang terkandung dalam buku teks mata pelajaran sejarah, dilakukan secara tidak langsung oleh guru sejarah, dalam berbagai kegiatan di sekolah. KATA KUNCINilai, Entrepreneur, Buku Teks, Sejarah
SITUS TINGGI HARI SEBAGAI OBJEK WISATA EDUKASI DI KABUPATEN LAHAT Prayitno, Dandi Dwi; Syarifuddin, Syarifuddin; Dhita, Aulia Novemy
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/.v2i1.870

Abstract

Situs tinggi Hari merupakan salah satu situs peninggalan zaman megalitik yang ada di kabupaten Lahat yang berada di desa tinggi hari, situs ini merupakan salah satu situs yang unik yang ada di kabupaten Lahat dari sekian banyak situs – situs megalitik di daerah lainnya, dalam tulisan ini akan dibahas mengenai potensi situs tinggi hari tersebut menjadi wisata edukasi kesejarahan yang terpadu dan terawat serta dapat menarik minat pengunjung untuk datang dan belajar mengenai peniggalan zaman batu besar atau Megalitikum.Kata kunci: Lahat, tinggi Hari, Peninggalan, situs
KAIN BATIK BESUREK DI KOTA BENGKULU Deppendra, Muhammad; Yusuf, Syarifuddin; Dhita, Aulia Novemy
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/.v2i1.875

Abstract

penulisan yang berjudul “Batik Besurek” ini adalah sebuah penulisan yang membahas hampir tentang keseluruhan gambaran umum yang berkaitan dengan sub judul mulai dari sejarah cara pembuatan, bahan pembuatan hingga perkembangan sendiri. Perlu diketahui bersama bahwa batik ini merupakan batik khas yang dimiliki kota Bengkulu. Batik ini memiliki sejarah panjang dalam perkembangannya dari awal hingga sekarang, unik nya ini memiliki motif utama yaitu motif kaligrafi, sehingga bisa didapatkan bahwa ada berkaitan dengan unsur Islam, karena awalnya kain ini dibawa langsung oleh Sentot Ali Basya yang merupakan salah satu orang yang menyebarkan agama Islam. Dalam penulisan ini dijelaskan juga tentang nilai dan arti dari macam-macam motif yang ada, karena dalam motif ini memiliki makna dan arti sendiri serta berbeda dengan lainnya. Pada masa sekarang perkembangannya telah menjadi pakaian dinas wajib bagi pegawai negeri sipil yang ada di Provinsi Bengkulu dan ini membuktikan bahwa besurek merupakan karyabesar yang dimiliki serta dapat didapatkan bahwa pemerintah provinsi telah berupaya untuk mencerminkan nilai-nilai yang ada pada kearifan lokal.Kata Kunci : Batik, Batik Besurek, Bengkulu, Kearifan Lokal
Dekonstruksi Narasi Sejarah Perempuan dari Perspektif Kritis Guru Sejarah Dhita, Aulia Novemy; Nana Supriatna; Didin Saripudin; Erlina Wiyanarti
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i1.29585

Abstract

History education is a strategic instrument for politics and ideological indoctrination. This tendency creates the dominance of the grand narrative in historical education, leading to injustice toward women. Women's representation is often singular and masculine in nature. For instance, Kartini is highly revered, overshadowing the contributions of other women. Historical narratives also frequently prioritize women's involvement as warriors or politicians. This imbalance can be addressed through the role of critical history teachers. This study aims to analyze how history teachers deconstruct women's historical narratives from a critical perspective. The research employs a case study method with a deconstructive approach to women's historical narratives. Data collection is conducted through interviews and documentation. The research subjects are history teachers from Sumatera Selatan Senior High School and Lifeskill Teknologi Informatika Indo Global Mandiri (LTI IGM) Senior High School in Palembang. The research findings indicate that critical history teachers deconstruct Kartini's narrative and offer alternative historical figures. They also critique the dominant narrative that primarily highlights women as warriors or politicians by introducing figures such as Dewi Sartika. Through Dewi Sartika’s Sakola Kautamaan Istri, history teachers emphasize the relevance of the domestic sphere in history. The deconstruction of dominant women's narratives by history teachers fosters a more diverse representation of women's roles in history. Ultimately, this approach contributes to critical and inclusive history education.
Postmodern feminist pedagogy in history education at a public senior high school in Palembang Dhita, Aulia Novemy; Supriatna, Nana; Saripudin, Didin; Wiyanarti, Erlina
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 6 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v6i3.4796

Abstract

History education has traditionally been dominated by masculine narratives and has paid limited attention to contemporary social issues. In response to this imbalance, this study aims to explore the implementation of a postmodern feminist approach in the teaching of history. The research employed a case study method with purposive sampling, selecting a Grade 10 history teacher at SMA Negeri 20 Palembang, due to her direct involvement in applying postmodern feminist pedagogy. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and analysis of instructional documents, while data analysis was conducted using pattern matching and explanation-building techniques. The findings indicate that the postmodern feminist approach, applied by the history teacher through the topic of the Majapahit Kingdom, successfully challenges the androcentric orientation of historical content. The learning process is also directed toward contemporary social issues, particularly the subordination of women's roles as mothers. Through a pop-up book project, students depicted not only male figures from the Majapahit Kingdom but also the female ruler Tribhuwanattunggadewi. The postmodern feminist approach opens space for the pluralisation of women’s experiences in historical narratives and fosters a more horizontal and egalitarian relationship between teacher and students.
Eventful Man or Event Making Man? The Local Hero (1945-1950) Based on The Toponymy of Street Names in Palembang City Aulia Novemy Dhita; Muhammad Reza Pahlevi; Khalidatun Nuzula; Rieca Nona Mutia; Salsabila Nofradatu; Tubagus Rizki Sunandar
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v11i2.89

Abstract

Sidney Hook classifies the hero in history into two categories, namely eventful man and event making man. Using this approach, it can classify the fighter figures (1945-1950) in Palembang which are traced based on the toponymy of street names in Palembang City. The problem in this study is how to classify ‘the hero in history-Sidney Hook’ against the fighting figures (1945-1950) in Palembang based on the toponymy of street names in Palembang?. This study aims to describe the role and values of the struggle of the fighter figures (1945-1950) which are traced based on the toponymy of street names in Palembang City. This research uses historical methods in solving problems with heuristic stages, source criticism, interpretation and historiography. Based on the results of the study, it was obtained that most street names in Palembang use the names of fighter figures (1945-1950) in Palembang. Based on the classification of ‘the hero on history-Sidney Hook’, A.K. Gani (A.K. Gani Street) is an eventful man and an event making man. Abdul Rozak (Residen Abdul Rozak Street) and M. Isa (M. Isa Street) are making man events. In addition to these three fighter figures, there are many other fighter figures (1945-1950) in Palembang.