Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Perempuan Pelaku UMKM untuk Kemandirian Ekonomi dalam Program Kampung Bangkit di Desa Ciporeat Rosida Tiurma Manurung; Ariesa Pandanwangi; Meythi Meythi; Setin Setin
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 9, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.9.1.1-6.2023

Abstract

Gerakan Program Kampung Bangkit edukasi kewirausahaan untuk kemandirian ekonomi dilakukan di Desa Ciporeat agar masyarakat dan secara mandiri, masyarakat dapat memperoleh income bagi keluarganya serta menghidupkan perekonomian rakyat. Program ini lebih menekankan pada pembangunan yang bermakna oleh pengabdi dan mahasiswa dari proses sosial yang bertumpu pada konteks belajar dan transfer pengetahuan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun keberhasilan perempuan pelaku yang mengelola UMKM dengan berbasis kemandirian ekonomi. Sebagai teknologi untuk Program Kampung Bangkit (technology for instruction), Program Kampung Bangkit melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan meminimalkan perbedaan-perbedaan antar individu. Metode yang dipergunakan dalam pengabdian ini adalah metode survei dan metode ABCD dikenal dengan istilah Asset Based Community Development. Hasil dari pengabdian ini adalah pemberdayaan perempuan berhasil dilakukan di Desa Ciporeat, perempuan dapat melakukan dan menjalankan usahanya, sehingga membantu keuangan keluarga. Mereka menjadi perempuan mandiri secara ekonomi, dan menjadi perempuan yang lebih percaya diri.
Dinamika Istilah Fesyen pada Kalangan Generasi Milenial Rosida Tiurma Manurung
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 9, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.9.1.67-74.2023

Abstract

Dalam era modern ini, terdapat tren fesyen yang populer dan menjadi viral di masyarakat secara luas, termasuk di generasi milenial. Pada saat ini, terjadi dinamika istilah fesyen yang sangat bervariasi dan dinamis, khususnya di kalangan generasi milineal. Peneliti tertarik untuk membahas dinamika istilah dengan perspektif tren fesyen yang sedang hits dan menjadi fokus generasi milenial. Dinamika istilah fesyen ini dikaji dengan tujuan untuk memaknai istilah dan keunikan tren fesyen yang sedang tersebar luas di tengah masyarakat. Dalam penelitian ini, digunakan sumber data berupa kuesioner yang didistribusikan kepada 27 responden dengan kualifikasi subjek sasarnya adalah para remaja generasi milenial yang paham dan menggunakan fesyen pada tren-tren yang dibahas. Istilah tren fesyen yang dikaji dengan metode analisis deskriptif dan komparatif berasal dari artikel dan media sosial ini serta ditunjang dengan hasil kuesioner. Adapun metode kausalitas digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat adanya tren dengan penggunaan istilah oleh generasi millenial. Ada juga metode eksplanasi dengan tujuan untuk membahas masalah dengan penjelasan secara rinci. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa ada 60.02% jawabannya yang setuju dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan ada 20.72% yang memilih sangat setuju.
Penyuluhan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Guru dan Siswa SDK BPPK Bandung Ida Ida; Rosida Tiurma Manurung; Ratnadewi Ratnadewi; Ariesa Pandanwangi
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 9, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.9.1.129-136.2023

Abstract

Perawatan gigi untuk anak dibutuhkan penyuluhan yang baik dan benar, tujuannya untuk mengenalkan kepada anak dan guru sekolah bagaimana memelihara kesehatan giginya. Permasalahan dalam pengabdian ini adalah SD BPPK bermaksud  secara langsung memberitahukan pengetahuan tentang gigi yang sehat dan cara perawatan serta pemeliharaannya. Untuk menjawab permasalahan tersebut maka tim pengabdi dari lintas fakultas bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kristen Maranatha mengadakan penyuluhan dan pemeriksaan gigi terhadap anak dan guru di Sekolah  Dasar BPPK Jalan Pajajaran Bandung. Untuk mengetahui keberhasilan dalam pengabdian ini, maka setelah kegiatan disebarkan angket kepada para guru yang mengikuti penyuluhan ini. Metode yang dipergunakan adalah metode angket. Hasil dari pengabdian ini dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan pemeliharaan gigi dan mulut guru sebagai pendidik di SD BPPK pada tingkatan sangat baik (64.7%) dan baik (35.3%).  Hal ini sebagai dasar agar dapat terus memberikan edukasi dan mengingatkan peserta didiknya untuk melakukan pemeliharaan gigi dan mulut yang baik dan benar. Hal ini juga didukung oleh perilaku guru dalam pemeliharaan gigi dan mulut sangat baik (41.2%), Baik (47.1%), dan cukup (11.8%).
Marriage Satisfaction among Civil Servants in Provincial Government: The Role of Adult Attachment and Religiosity Rumondang JK Napitu; Yuspendi Yuspendi; Rosida Tiurma Manurung
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 5 No. 1 (2023): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bocp.v5i1.490

Abstract

Marriage is a beneficial institution when it provides satisfaction to both partners. However, divorce rates have increased in Indonesia in the past five years, with Riau Province ranking eighth in the country with the highest divorce rate. This study aimed to investigate the extent to which adult attachment and religiosity influence the marital satisfaction of civil servants in Riau Province. Adult attachment dimensions were assessed using the Experience in Close Relationship (ECR) Scale Inventory, while religiosity was measured using The Four Basic Dimensions of Religiousness Scale (4-BDRS). Marital satisfaction was evaluated using the Marital Satisfaction Scale (MSS), which was adapted from the Marital Satisfaction Synder Inventory. The sample comprised 350 participants who met the eligibility criteria, selected using offline and online surveys through convenience sampling. The results of the multiple regression analysis revealed that the anxiety and avoidance dimensions of adult attachment, along with religiosity, jointly influenced the marital satisfaction of civil servants in the Riau Province government, accounting for 52.6% of the variance. The analysis also showed that the avoidance dimension of adult attachment had a more significant effect on marital satisfaction than the anxiety and religiosity dimensions. This study provides important information for the government to improve the marital satisfaction of civil servants in different regions of Indonesia.
GAGASAN KEARIFAN LOKAL: PENDAMPINGAN PELATIHAN BATIK KREATIF DI ATAS KAYU DI KAMPUNG BATIK PASIRAN Belinda Sukapura Dewi; Ariesa Pandanwangi; Dewi Isma Aryani; Rosida Tiurma Manurung; Ida Ida
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i1.369

Abstract

The Sundanese Wiwitan people in the Pasiran Traditional Village, Garut Regency, live in the present era with diverse livelihoods. The rich potential of nature made her creative to put it into batik motifs, so that in 2010, the women started learning traditional batik. Based on this condition, the local government seeks to improve community skills through collaboration with many parties who are directly fostered by community leaders. The problem faced by partners is the development of the potential of batik by utilizing materials in the Pasiran Traditional Village environment. The goal is to increase skills so that economic conditions can also develop. The method used is the mentoring and evaluation method through distributing questionnaires with a Likert scale before and after the activity. There were 19 participants who took part in this training and from the results of SPSS processing using the Wilcoxon sign-rank test method, it was found that there were differences in knowledge before and after mentoring with a significance level of 0.00 > 0.05 and all 19 participants experienced increased knowledge after mentoring
TINGKAT KEBERHASILAN PELATIHAN MEMBATIK ECO GREEN DENGAN MENGGALI POTENSI ALAM DI KAMPUNG ADAT CIREUNDEU-CIMAHI Ariesa Pandanwangi; Ida Ida; Belinda Sukapura Dewi; Dewi Isma Aryani; Rosida Tiurma Manurung
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i1.409

Abstract

The people of the Cireundeu-Cimahi traditional village are Sundanese indigenous people who have preserved traditions from generation to generation. Cireundeu is famous for its natural potential in the form of Sampeu which has not been fully exploited. The problem is, the government is trying to improve the skills of citizens. One of them is providing batik training by utilizing natural potential to become batik motifs. The goal is to improve skills so that economic conditions can also develop. The method used is the SL (Service Learning) method which involves students. Participants totaled 20 people. The results of this training participants can make batik motifs that were initiated from natural potential. The objects are dominated by shapes made of cassava leaves, which is interesting that almost all of his works are marked with his name written in Sundanese script. The visualized composition varies from asymmetrical and centered. The colors combined are also very interesting, such as a combination of color gradations from red to yellow, dark blue to light blue gradations
PENDAMPINGAN TEKNIK KOLASE DI ATAS TAS SERUT UNTUK ANAK-ANAK SEKOLAH MINGGU GEREJA PANDU BANDUNG Ariesa Pandanwangi; Dewi Isma Aryani; Belinda Sukapura Dewi; Rosida Tiurma Manurung; Ida Ida; Basituasi Baene
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i1.442

Abstract

Pandu Church Sunday School is located at Jalan Pandu No.4, Pamoyanan, Cicendo District, Bandung. This school has creativity programs that aim to improve children's character in working together or having empathy in solving a problem that is being faced. To develop this character requires various efforts related to creativity. The problems faced by partners require strategies for solving them, one of which is assistance in making pictures using the collage technique on drawstring bags that students can use every day. The aim is to improve the skills that are expected to be able to develop their character in the future. The method used is a mentoring method involving students. Participants totaled 27 people. As a result, participants can draw with mixed media, the chosen theme is family and the environment such as flora and fauna. The visualized composition varies from asymmetrical and centered. The colors combined are very interesting, many children choose flannel in primary colors such as red, yellow, blue, orange
Dinamika Istilah Hukum Bidang Korupsi Rosida Tiurma Manurung; Meilani Rohinsa; Maria Yuni Megarini
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 9, No 2 (2023): May 2023
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.9.2.1421-1428.2023

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan Dinamika Istilah Korupsi dalam Berita Hukum. Adapun tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap penggunaan istilah korupsi dalam berita hukum dan dapat dipakai sebagai bahan evaluasi penggunaan bahasa pada berita hukum. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu dengan mengumpulkan data secara langsung dan sebagaimana adanya, adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada kalangan mahasiswa dengan jenjang umur 17-22 tahun, dalam kuesioner dipaparkan pertanyaanpertanyaan yang perlu dijawab responden secara fakta. Berdasarkan hasil penelitian mengenai penggunaan istilah korupsi dalam berita hukum diperoleh hasil bahwa mayoritas responden setuju jika istilah korupsi dalam berita hukum menggunakan bahasa Indonesia lebih mudah dipahami dibandingkan dengan menggunakan bahasa asing. Responden juga setuju jika penggunaan peristilahan bahasa baku yang sesuai dengan pedoman umum dan mengacu kepada peristilahan yang baku lebih mudah di pahami dalam peristilahan di bidang hukum. Dari penelitian juga didapatkan bahwa masih sering ditemukan kesalahan ejaan dalam istilah hukum selain itu dari penelitian ditemukan bahwa bahasa asing tidak seharusnya dihindari untuk pemakaian istilah di bidang hukum. Selain itu, dari penelitian juga diketahui bahwa masih banyak responden yang masih belum mengetahui perbedaan dalam dinamika istilah penyuapan, penggelapan, pemerasan dan gratifikasi.
Makna Hidup dan Subjective Well-Being Mahasiswa Evany Victoriana; Rosida Tiurma Manurung; Endeh Azizah; Mia Teresa; Zuster Alvin Gultom
Humanitas (Jurnal Psikologi) Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/humanitas.v7i2.6544

Abstract

Subjective well-being, or happiness, is essential for all individuals, including university students. The purpose of this study was to examine the relationship between meaning in life and subjective well-being in college students. The respondents to this study were 261 Y university students in Bandung. The research method used in this study is a quantitative method that involved the use of questionnaires to collect data. The questionnaires used in this research were the Meaning in Life Questionnaire (MLQ), the Satisfaction with Life Scale (SWLS), and PANAS (Positive Affect and Negative Affect Schedule). Research data were analyzed using Pearson's correlation. The results of data processing show that there is a positive correlation between meaning in life and subjective well-being. This study also found that aspects of meaning in life (presence of meaning in life and searching for meaning in life) correlate with aspects of subjective well-being (life satisfaction, positive affect, and negative affect). Moreover, searching for meaning is not correlated with negative affect. Through this research, it was concluded that the more students have meaning in life, the more they will be able to achieve high subjective well-being, which is characterized by having satisfaction in life, dominated by positive affect compared to negative affect. Keywords: meaning in life, subjective well-being, university student
PELATIHAN RESILIENSI KELUARGA DI KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBAR Meilani Rohinsa; Rosida Tiurma Manurung; Irene Prameswari Edwina; Yuspendi Yuspendi; Tesalonika Sembiring; Franxis Jolanda Trisje Hattu
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.174

Abstract

Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Maluku, Indonesia. Kabupaten Kepulauan Tanimbartengah mengalami permintaan percepatan pembangunan dari pemerintah daerah. Kondisi ini memberikan tantangan tersendiri bagi segala unitkemasyarakatan, termasuk diantaranya keluarga. Oleh karena itu diperlukan ketahanan keluarga atau resiliensi keluarga untuk menghadapi berbagai tantangan dan perubahan di masyarakat. Hal tersebut diharapkan dapat dicapai melalui kegiatan Pelatihan Resiliensi Keluarga yang diikuti oleh 35 pendeta Gereja Kristen Maluku Klasis Tanimbar Selatan yang merupakan rohaniawan yang intens berinteraksi dengan mayoritasmasyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar Selatan. Pelatihan dilaksanakan dengan metoda ceramah, diskusi dan studi kasus. Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada umumnya para pendeta telah memahami pentingnya peran ketahanan keluarga dalammenghadapi tantangan kehidupan maupun perubahan di masyarakat yang dialami oleh masing-masing anggota keluarga. Sebagai implikasi dari pelatihan ini diharapkan para pendeta dapat merancang kegiatan kerohanian yang dapat memfasilitasi terbentuknya resiliensi keluaraga dari jemaatnya.