Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Guidance And Counseling For Local Culture-Based Industries In The Context Of Modern Indonesia's Multicultural Workforce Marsela Dominika Negor; Paskalia Osda Wardani; Tina Anggriani; Amelia Yupita; Rahmah Rahmah; Karyanti Karyanti; Asep Solikin; M. Fatchurrahman
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. Spesial-1 (2025): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v11iSpesial-1.12374

Abstract

Background: The workforce's cultural diversity is a social reality increasingly prominent in the industrial world and has direct implications for the need for guidance and counseling services. Aim: This study analyzes the characteristics of the workforce's cultural background and their implications for the development of adaptive, multicultural industrial guidance and counseling services. Method: The research uses a descriptive, quantitative approach with labor subjects from various ethnic backgrounds. Data were collected through demographic questionnaires and analyzed using descriptive statistics to illustrate the distribution of respondents' cultural characteristics. Results and Discussion: The results showed a dominance of local culture alongside the diversity of minority cultural groups, which affected work values, career orientation, and the need for counseling services. The discussion revealed that industry guidance and counseling need to integrate local cultural values while implementing a multicultural approach to make services more inclusive and contextual. The study's conclusions confirm that the effectiveness of industry guidance and counseling is largely determined by counselors' cultural sensitivity and multicultural competence. Conclusion: This study recommends developing a guidance and industry counseling model grounded in local context and cultural diversity, and conducting follow-up research with a more comprehensive design.
Analysis of Student Economic Conditions in Choosing Career Plans from the Perspective of the Guidance Counseling Industry, Central Kalimantan, Indonesia Alia Rosa Kludia; Sabila Sabila; Melani Putri; Nur Sabila; Karyanti Karyanti; Asep Solikin; M. Fatchurrahman
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. Spesial-1 (2025): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v11iSpesial-1.12377

Abstract

Background: Socioeconomic conditions are contextual factors that shape the selection of career plans, especially for prospective workers in developing regions such as Central Kalimantan. Aim: This study aims to describe the economic conditions of the respondents and to analyze their implications for career choice in the context of Industrial Guidance and Counseling. Method: The research uses a quantitative, descriptive design. Data was collected through questionnaires and analyzed descriptively using frequency and percentage distributions. Results and Discussions: The results of the study showed that the economic condition of the respondents was dominated by the medium economic category, followed by the medium, low, and high economic categories. These findings indicate that the majority of respondents are in a transition phase towards economic independence, which affects the direction and realism of their career plans. The discussion of the results confirmed that economic conditions do not stand alone, but interact with psychosocial factors and the industrial environment. Conclusion: The study emphasizes the importance of industrial guidance and counseling in helping individuals develop adaptive, sustainable career plans. Therefore, it is recommended to develop industrial Guidance and counseling services based on socioeconomic conditions to support the selection of a fair career plan.
Pelatihan Penyusunan Program Bimbingan Konseling Bagi Mahasiswa Prodi Bimbingan Dan Konseling FKIP Universitas Muhammamdiyah Palangkaraya Esty Aryani Safithry; Karyanti Karyanti
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v1i1.5211

Abstract

Program bimbingan dan konseling merupakan bagian yang terpadu dari keseluruhan program pendidikan di sekolah. Sebagai bagian yang terpadu, program bimbingan dan konseling di arahkan kepada upaya untuk memfasilitasi siswa asuh mengenal dan menerima dirinya sendiri serta lingkungannya secara positif dan dinamis, dan mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab, mengembangkan dan mewujudkan diri secara efektif dan produktif, sesuai peranan yang diinginkan di masa depan serta menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya. Peserta didik sebagai individu yang sedang berada dalam proses perkembangan ke arah yang lebih matang dan mandiri memerlukan bimbingan dan konseling karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Selain itu terdapat keyakinan proses perkembangan individu tidak selalu berlangsung secara mulus, atau bebas dari masalah. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nlai-nilai yang dianut. Untuk itulah perlu disusun suatu program bimbingan dan konseling yang dirancang secara baik agar mampu menfasilasi individu kearah kematangan dan kemandirian, yang meliputi aspek pribadi, sosial, belajar, dan karir. Dalam kelompok diskusi dan pelatihan nampak peserta pelatihan serius mencoba menyusun program bimbingan dan konseling dari program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan dan harian. Masing masing kelompok mendiskusikan agar program tersebut terwujud dan dapat diaplikasikan. Dari pelatihan ini harapanya peserta pelatihan ketika melakukan magang dapat menyusun program dengan benar dan baik sesuai dengan assesment yang dilakukan dari kelas yang diampu.
Optimalisasi Kesehatan Mental Siswa: Inisiatif Sosialisasi dan Pendampingan di SMA Muhammadiyah Palangka Raya Haris Munandar; Esty Aryani Safithry; Istiqamah Hafid; Dwi Sari Usop; Isnaeni Marhani; Siti Juhairiah; Dedy Setyawan; Karyanti Karyanti
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i1.10343

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental siswa SMA Muhammadiyah Palangka Raya melalui intervensi berbasis sekolah. Latar belakang didasarkan pada laporan I-NAMHS (2022) yang menunjukkan 34,9% remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, dengan hanya 2,6% yang mengakses layanan. Metode yang digunakan meliputi: (1) workshop interaktif selama dua hari dengan pendekatan partisipatif, dan (2) aplikasi digital berbasis soal psikologis dengan umpan balik instan. Partisipan terdiri dari 60 siswa yang dipilih secara acak. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kesehatan mental sebesar 38% secara rata-rata, dengan capaian tertinggi pada pemahaman dasar (39%). Intervensi digital mendapat respons positif (85% siswa menyatakan materi mudah dipahami), meskipun 28% mengalami kendala akses internet. Program ini membuktikan efektivitas pendekatan multimodal dalam meningkatkan literasi kesehatan mental remaja, dengan rekomendasi pengembangan modul offline untuk menjangkau siswa dengan keterbatasan infrastruktur.