Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kegiatan Bermain Usap Abur dalam Mengembangkan Motorik Halus pada Anak Usia Dini Windari Despa Risca; Evia Darmawani; Padilah
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 02 (2022): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/paud-lectura.v5i02.8362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan bermain usap abur dalam mengembangkan motorik halus pada anak kelompok B di TK Aisyiyah 2 Palembang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pre-experimental design dengan rancangan one-group pretest-posttest design, dengan memberikan treatment berupa kegiatan bermain usap abur pada anak. Kemudian membandingkan motorik halus pada anak sebelum dan sesudah diberi kegiatan bermain usap abur. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak kelompok B3 dengan berjumlah 16 orang anak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji statistika dengan rumus uji-t. Dan hasil penelitian menunjukkan perhitungan uji-t dengan taraf signifikan ( ) 0,05 dan dk = 16-1=15 diperoleh thitung 13,26. Dengan demikian diperoleh thitung> ttabel atau 13,26 > 1,746 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain usap abur berpengaruh terhadap mengembangkan motorik halus pada anak kelompok B (5-6Tahun) di TK Aisyiyah 2 Palembang diterima kebenarannya. Abstract This study aims to determine the effect of playing swab in developing fine motor skills in group B children at Aisyiyah 2 Kindergarten Palembang. The research method used in this study is pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design, by providing treatment in the form of playful usap abur activities for children. Then compare the fine motor skills of children before and after being given a blurry play activity. The sample used in this study was group B3 children with a total of 16 children. The data collection technique was done by using test, documentation and observation techniques. The data analysis technique of this study used statistical tests with the t-test formula. And the results showed that the t-test calculation with a significant level (α) of 0.05 and dk = 16-1=15 obtained tcount of 13.26. Thus obtained tcount > ttable or 13.26 > 1.746 then Ho is rejected and Ha is accepted. So it can be concluded that the play activities of playing blurry effect on developing fine motor skills in children in group B (5-6 years) in Kindergarten Aisyiyah 2 Palembang is accepted as true.
Bimbingan Klasikal Untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik Terhadap Perilaku Seksual Remaja di SMA Negeri 06 Lahat Lara Sintia; Evia Darmawani; Endang Surtiyoni
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.129 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5613

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman peserta didik melalui bimbingan klasikal terhadap perilaku seksual remaja di SMA Negeri 06 Lahat. Metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif yaitu pra eksperimen. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan perhitungan uji t-tes. Hasil penelitian dari kelas eksperimen didapatkan hasil bahwa banyak peserta didik yang memiliki tingkat pemahaman tentang perilaku seksual sedang. Dengan persentase peserta didik yang memiliki tingkat pemahaman tinggi 30.0%, tingkat sedang 66.7%, dan tingkat rendah 3.3%. Sedangkan dari kelas kontrol terdapat hasil dengan tingkat pemahaman peserta didik terhadap perilaku seksual remaja adalah tingkat tinggi, dengan persentase peserta didik dengan pemahaman tinggi 79.2%, tingkat sedang 19.8%, dan tingkat rendah 0%. Kemudian hasil penghitungan hipotesis menggunakan SPSS versi 25 for windows diperoleh nilai signifikan (2 tailed) sebesar <0,001. Sedangkan taraf signifikan dalam penelitian ini adalah 0,05. Jadi hasil uji hipotesis ini adalah <0,001 < 0,05 yang artinya bahwa bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari penelitia ini bahwa pemberian bimbingan klasikal kepada peserta didik dapat meningkatkan pemahaman terhadap perilaku seksual remaja di SMA Negeri 06 Lahat yang terlihat dalam hasil perhitungan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
KESULITAN SISWA DALAM MENGERJAKAN TUGAS-TUGAS PEMBELAJARAN TATAP MUKA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMA PEMBINA PALEMBANG Robi Hidayat; Evia Darmawani; M. Ferdiansyah
Berajah Journal Vol. 2 No. 3 (2022): August
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v2i3.143

Abstract

Sekolah sebagai tempat menyelenggarakan pendidikan formal dalam membantu siswa mengenali potensi dirinya dan mengubah perilakunya menjadi lebih positif. Pendidikan yang baik dan benar dapat membantu siswa mencapai impian mereka dalam kehidupan. Sekolah seringkali kesulitan melaksanakan pembelajaran sesuai harapan terkait kesulitan siswa berinteraksi secara langsung (tatap muka) karna harus menerapkan social distencing atau jarak sosial untuk memutus mata rantai penularan covid-19. Dengan kondisi covid-19 ini perubahan sistem pembelajaran dari daring ke tatap muka menambah warna kesulitan belajar yang di alami siswa seperti, kasus siswa lebih sering bermain sosial media di saat proses belajar mengajar sehingga mengakibatkan kurangnya konsentrasi dalam belajar. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa siswa kesulitan memahami tugas yang diberikan guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi siswa kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas pembelajaran seperti faktor internal dan faktor eksternal. Adapaun kesulitan siswa mengerjakan tugas pembelajaran yang diberikan oleh guru yaitu tidak memahami materi yang diberikan, malu bertanya, takut untuk bertanya dan lain sebagainya. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa.
Pemahaman Siswa Terhadap Kekerasan Seksual Pada Anak Usia Sekolah Melalui Media Sosial Indriani Indriani; Evia Darmawani; Arizona Arizona
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Number 2, November 2022
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v6n2.p95-100

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemahaman siswa terhadap kekerasan seksual pada anak usia sekolah melalui media sosial di Sekolah “x”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap kekerasan seksual pada anak usia sekolah melalui media sosial di Sekolah “x”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan survey. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap kekerasan seksual pada anak usia sekolah melalui media sosial termasuk ke tingkat pemahaman rendah dengan persentase 43,2%, tingkat pemahaman sedang 33,3% dan tingkat pemahamn tinggi 23,5%. Dengan pemahaman mereka yang tergolong rendah mengenai kekerasan seksual maka tidak menutup kemungkinan akan terjadinya kekerasan seksual. Maka dari itu saran dari penelitian ini adalah informasi-informasi mengenai kekerasan seksual sangat dibutuhkan dan diperlukan untuk generasi milenial seperti sekarang ini.
Analisis Pelaksanaan Pendidikan Anti Korupsi Di SMK Negeri 5 Palembang Alin Anesti; Evia Darmawani; Erfan Ramadhani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7959

Abstract

Korupsi adalah istilah yang berasal dari bahasa latin corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik, menyogok, mencuri. Jadi pengertian korupsi adalah perilaku tidak jujur atau ilegal, terutama dilakukan oleh orang yang berwenang. Perilaku peserta didik yang kerap kali melakukan korupsi disekolah, baik itu korupsi uang buku, uang kas kelas ataupun korupsi waktu. Tujuan diadakan nya pendidikan anti korupsi untuk mengendalikan, mengurangi atau bahkan mengatasi korupsi berupa keseluruhan upaya untuk mendorong generasi mendatang untuk mengembangkan sikap menolak secara tegas terhadap setiap bentuk korupsi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam proses penelitian ini diambil dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini yaitu guru Bimbingan dan Konseling, Guru Mata pelajaran Pkn serta peserta didik SMK Negeri 5 Palembang. Untuk menganalisis data dari penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, data display, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan anti korupsi di SMK Negeri 5 Palembang sudah terlaksana dengan baik.
Kegiatan Bernyanyi di Depan Kelas dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok B (5-6 Tahun) di TK Aisiyah 2 Palembang Farah Yanuarita; Evia Darmawani; Padilah Padilah
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i3.1423

Abstract

This study aims to deermine the development of gross motor skills in group B children (5-6 years) in Aisiyah 2 Palembang. This research is a type of experimental quantitative descriptive research method. Namely by using singing activities in front of the class to develop gross motor skills in children at kindergarten Aisiyah 2 Palembang. The results of this study indicate that there is an effect of singing activities in front of the class on the gross motor development of children in kindergarten Aisiyah 2 Palembang. Then it is obtained that the significant value (2-tailed) is 0.000 because the signifivant value is less than 0.025, then Ho is rejected, meaning Ha is accapted, so there is a significant difference in singing activities in front of the class on gross motoric development of children in kindergarten B Aisiyah 2 Palembang.
Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Pemahaman Dampak Kekerasan Seksual Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Palembang: Using Image Media To Improve The Understanding Of The Impact Of Sexual Violence In Class 1 Children Development Institutions (LPKA) Palembang Siti Anisa; Evia Darmawani; Nurlela
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2023): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v8i2.4158

Abstract

Kekerasan seksual merupakan suatu kejahatan yang mendapat perhatian dilingkungan masyarakat dan sering diberitakan dimedia cetak maupun media elektronik. Kekerasan seksual dapat memberikan dampak serius bagi korban yang mendapatkan perlakuan tersebut. Seperti sekedar gurauan yang bersifat seksual yang tidak diinginkan hingga tindakan yang hampir menjurus ke aktifitas seksual. Pencegahan dan pembinaan pelaku kekerasan seksual perlu diterapkan oleh pemerintah untuk mengurangi terjadinya kasus kekerasan seksual. Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) sebagai perwujudan upaya pemerintah dalam menekan dan melakukan pembinaan terhadap kekerasan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pemahaman dampak kekerasan seksual pada anak didik lapas. Jenis penelitian menggunakan metode Kuantitatif Pre-experimen tipe The One Group Pretest-postest Design. Hasil analisis data bahwa pretes kelas eksperimen didapatkan hasil bahwa yang memiliki tingkat pemahaman rendah dengan persentase yang memiliki tingkat pemahaman tinggi 98.0%, dan tingkat rendah 2%. Sedangkan dari posttes kelas eksperimen yang memiliki tingkat pemahaman tinggi 79%, peserta didik dengan tingkat sedang 19%, dan peserta didik dengan tingkat rendah 2%. Dari pretes kelas eksperimen nilai mean 65 sedangkan dari postest kelas eksperimen nilai mean 89, standar deviasi 76. Setelah melakukan analisi s data dari hasil pengumpulan data dengan soal tes, peneliti malakukan uji hipotesis menggunakan SPSS versi 26. for windows didapatkan hasil uji hipotesis adalah 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima atau penggunaan media gambar dapat meningkatkan pemahaman terhadap kekerasan seksual di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Palembang. Dengan demikian disimpulkan bahwa pemberian media gambar kepada sampel yang diteliti dapat meningkatkan tingkat pemahaman terhadap kekerasan seksual. Kekerasan seksual merupakan suatu kejahatan yang mendapat perhatian dilingkungan masyarakat dan sering diberitakan dimedia cetak maupun media elektronik. Kekerasan seksual dapat memberikan dampak serius bagi korban yang mendapatkan perlakuan tersebut. Seperti sekedar gurauan yang bersifat seksual yang tidak diinginkan hingga tindakan yang hampir menjurus ke aktifitas seksual. Pencegahan dan pembinaan pelaku kekerasan seksual perlu diterapkan oleh pemerintah untuk mengurangi terjadinya kasus kekerasan seksual. Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) sebagai perwujudan upaya pemerintah dalam menekan dan melakukan pembinaan terhadap kekerasan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pemahaman dampak kekerasan seksual pada anak didik lapas. Jenis penelitian menggunakan metode Kuantitatif Pre-experimen tipe The One Group Pretest-postest Design. Hasil analisis data bahwa pretes kelas eksperimen didapatkan hasil bahwa yang memiliki tingkat pemahaman rendah dengan persentase yang memiliki tingkat pemahaman tinggi 98.0%, dan tingkat rendah 2%. Sedangkan dari posttes kelas eksperimen yang memiliki tingkat pemahaman tinggi 79%, peserta didik dengan tingkat sedang 19%, dan peserta didik dengan tingkat rendah 2%. Dari pretes kelas eksperimen nilai mean 65 sedangkan dari postest kelas eksperimen nilai mean 89, standar deviasi 76. Setelah melakukan analisi s data dari hasil pengumpulan data dengan soal tes, peneliti malakukan uji hipotesis menggunakan SPSS versi 26. for windows didapatkan hasil uji hipotesis adalah 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima atau penggunaan media gambar dapat meningkatkan pemahaman terhadap kekerasan seksual di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Palembang. Dengan demikian disimpulkan bahwa pemberian media gambar kepada sampel yang diteliti dapat meningkatkan tingkat pemahaman terhadap kekerasan seksual.  
Strategi Pembelajaran Guru dalam Meningkatkan Belajar Efektif Anak Di PAUD AR-RAHMA Kertapati Tahun 2022 Sri Lestari Agustina; Evia Darmawani; Melinda Puspita Sari Jaya
Jurnal Lentera Pedagogi Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Lentera Pedagogi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.069 KB) | DOI: 10.54895/jlp.v6i2.1513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi guru dalam meningkatkan belajar efektif anak di PAUD AR-RAHMA Kertapati tahun 2022. Subjek penelitiannya anak-anak kelompok B di PAUD KB AR-RAHMA Palembang yang berjumlah 12 anak yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 5 anak perempuan yang berada pada rentang usia 5-6 tahun. Metode penelitian ini menggunakan penelitian Tindakan kelas (PTK) yang digunakan berbentuk loop yang mengacu pada model Kemmis sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitafif. Berdasarkan hasil penelitan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak untuk dapat belajar efektif mengalami peningkatan setelah diberikan tindakan melalui strategi BCCT (Beyond Center and Circle Time) dan Brainstorming. Peningkatan tersebut dapat diliha dari kondisi awal pemahaman teoritis dan respon anak kelompok B berada pada kriteria belum berkembang dengan persentase 75%. Pada siklus I dengan persentase 58,7% meningkat menjadi berkembang sangat baik dan sesuai harapan dan dengan dilakukan kegiatan lebih sederhana pada siklus II meningkat menjadi 11%. Anak sudah menunjukkan aspek dan indikator-indikator belajar efektif.
Peer Counseling Mentoring Model to Assist Students with Problems in Higher Education Neni Noviza; Nyayu Khadijah; Evia Darmawani; Kushendar Kushendar
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to: (1) identify the factual conditions of guidance and counseling services that exist at the Faculty of Dakwah and Communication of UIN Raden Fatah Palembang, (2) analyze the problems experienced by students, (3) identify the needs of students for guidance and counseling services, ( 4) Knowing the process of developing a peer counseling guidance service model with a mentoring approach and (5) Producing an effective mentoring approach peer counseling service model following the objective conditions of the Faculty of Da'wah and Communication. This study uses a development approach (research & development). The population and research subjects were students, PA lecturers, BK lecturers, Deputy Dean III for student affairs and cooperation and guidance and counseling experts. Data collection tools in this study used interview guidelines and questionnaires. The results of the study show: (1) the factual condition of counseling guidance services at the Faculty of Da'wah and Communication is carried out by academic supervisors individually (45.14%), and group (42.44%) not good category (2) description of the problems experienced by students of the Faculty of Da'wah and Communication-based on the results of the AUM analysis of the most common problems experienced by BPI study program students in the field of career and work problems ( KDP) of 46.01%, and Personal Self (DPI) of 36.58% (3) students' need for guidance and counseling services is needed (86.98%) with reasons to help students solve/handle problems (9.44%), personal, academic, social, career and religious fields, students will take advantage of (52, 05%). 4) developing a model for peer counseling services by conducting preliminary studies, designing a hypothetical model, carrying out due diligence, improving the model, limited field trials, and perfecting the model. 5) The peer counseling guidance service model, the mentoring approach is effective 72.04%, in helping solve student problems at the Faculty of Da'wah and Communication at UIN Raden Fatah Palembang.
Penggunaan Permainan Gambar Warna Dalam Menumbuhkan Minat Belajar Anak Di Paud Arrayyan Palembang Puput Wulandari; Evia Darmawani; Rahmah Novianti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.11376

Abstract

Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui penggunaan permainan gambar warna didalam menumbuhkan minat belajar anak di Paud Arrayan Palembang. Lokasi penelitian dilaksanakan di PAUD Arrayan Palembang dimana alamatnya di Jl. Kancil Putih Gg. Bersama 8 Kecamatan Alang-Alang Lebar Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah anak PAUD kelompok B, yakni 15 anak dan sampel penelitiannya yaitu 7 anak pada kelompok B2. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan oleh peneliti tentang “Penggunaan Permainan Gambar Warna Dalam Menumbuhkan Minat Belajar Anak Di Paud Arrayan Palembang” bisa disimpulkannya bahwa: masalah atau hambatan dalam Keterlaksanaan Permainan Gambar Warna diantaranya: 1) Minimnya pengetahuan tentang permainan gambar warna, 2) Fasilitas yang kurang memadai, 3) Kreativitas guru yang kurang sehingga pembelajaran jadi monoton, 4) Takut akan kotor sehingga guru dan anak jarang melakukan permainan warna. Adapun manfaat dalam Keterlaksanaan Permainan Gambar Warna diantaranya: 1) Anak menjadi rajin mengerjakan tugas yang diberikan guru, 2) Anak menjadi semakin berminat dalam belajar saat guru menjelaskan, 3) Anak fokus ketika mengamti apa yang dijelakan guru, 4. Guru lebih tertarik menggunakan permainan warna untuk menarik minat belajar anak