Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA) Dewi Andini Kunti Mulangsri; Anita Dwi Puspitasari
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i2.2089

Abstract

Penuaan dini adalah proses dari penuaan kulit yang lebih cepat dari seharusnya. Banyak yang mulai melihat timbulnya kerutan kulit wajah pada usia yang relative muda, bahkan pada usia awal 20-an. Ditengah maraknya informasi mengenai bahaya sinar UV yang dipancarkan oleh sinar matahari, tabir surya memang menjadi sebuah solusi tersendiri bagi kita semua. Kemampuan suatu tabir surya dapat melindungi kulit dengan menunda eritema dinyatakan dengan Sun Protection Factor (SPF). Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai tabir surya alami adalah daun kersen (Muntingia calabura). Daun kersen mengandung senyawa flavonoid, saponin, polifenol dan tannin sehingga dapat digunakan sebagai antioksidan dan tabir surya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas tabir surya dari ekstrak etanol daun kersen. Daun kersen (Muntingia calabura) yang diekstraksi dengan pelarut etanol 96% menggunakan metode maserasi. Ekstrak etanol daun kersen dibuat dalam seri konsentrasi 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, dan 300 ppm. Absorbansi diukur pada panjang gelombang 280-400 nm dengan interval 5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol efektif untuk menangkal radiasi sinar UV. Nilai SPF dari ekstrak etanol daun kersen pada konsentrasi 100 ppm; 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm, dan 500 ppm sebesar 1,528; 3,890; 3,971; 4,585, dan 5,252. Ekstrak etanol daun kersen dapat efektif memberikan perlindungan terhadap sinar UV. Kata kunci : daun kersen (Muntingia calabura), metode ekstraksi, nilai SPF
KARAKTERISASI NANOPARTIKEL EKSTRAK DAUN SAWO (Manilkara zapota L.) DAN DAUN SUJI (Pleomole Angustifilia) DENGAN BERBAGAI VARIASI KOMPOSISI KITOSAN-NATRIUM TRIPOLIFOSFAT Elya Zulfa; Anita Dwi Puspitasari
CENDEKIA EKSAKTA Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v4i1.2676

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik nanopartikel dari ekstrak daun suji (Pleomole Anustifolia)(EDSj) dan daun sawo (Manilkara zapota L.) (EDSw)  dengan berbagai variasi konsentrasi kitosan. Sediaan nanopartikel dibuat dengan berbagai variasi komposisi kitosan menggunakan metode gelas ionik. Pada nanopartikel EDSj ada 3 variasi komposisi kitosan yakni rasio (6:1); (12:1); dan (18:1) sedangkan pada nanopartikel EDSw ada 3 variasi komposisi kitosan yakni rasio (FI 10:1, F2 5:1, F3 1:1) . Sediaan nanopartikel dikarakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer, Zeta Sizer dan KLT. Hasil pengujian dianalisa deskriptif. Hasil pengujian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa karakteristik sediaan nanopartikel EDSj dan EDSw sudah memenuhi memenuhi syarat dan sediaan nanopartikel EDSj dan EDSw positif mengandung Flavonoid. Kata kunci : daun suji, daun sukun, nanopartikel , kitosan
VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR ASIKLOVIR DALAM SEDIAAN SALEP MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) Anita Dwi Puspitasari; Sumantri Sumantri; Putri Nara Aqidah Pawae
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i2.1943

Abstract

Asiklovir merupakan derivat guanosin yang berkhasiat untuk pengobatan infeksi virus herpes. Namun penelitian tentang validasi metode penetapan kadar acyclovir masih jarang dilakukan, maka perlu adanya pengembangan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan validasi metode penetapan kadar asiklovir menggunakan KCKT dan aplikasinya dalam sediaan salep. Validasi penetapan kadar salep asiklovir menggunakan KCKT dengan kolom C18 dan fase gerak hasil optimasi campuran asetonitril:asam fosfat (80:20 v/v) dan detektor uv-visibel 254 nm. Uji validasi yang dilakukan meliputi akurasi, presisi, selektivitas, linieritas dan sensitivitas. Metode  tervalidasi diaplikasikan pada penetapan kadar salep asiklovir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji validasi memenuhi persyaratan sebagai berikut : Uji akurasi dengan perolehan kembali 99,603-101,800 %, uji presisi dengan nilai RSD 0,302 %, selektivitas yang baik, linieritas dengan nilai korelasi (r) 0,9998, LOD sebesar 0,282 µg/mL dan LOQ sebesar 0,635 µg/mL. Hasil penetapan kadar menggunakan metode KCKT pada sediaan salep diperoleh hasil 104,632%. Hal ini memenuhi persyaratan kadar yang ditetapkan Farmakope Indonesia Edisi V (2014). Kata kunci: asiklovir, salep, validasi
PERBANDINGAN KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK TOTAL EKSTRAK METANOL DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) PADA BERBAGAI METODE EKSTRAKSI Ikke Safitri; Maulita Cut Nuria; Anita Dwi Puspitasari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v3i1.2123

Abstract

Beluntas (Pluchea indica L.) merupakan tumbuhan yang mengandung sterol, flavonoid, tanin, dan fenol hidrokuinon. Flavonoid dan fenolik dapat diekstraksi dengan metode perkolasi, maserasi, soxhlet, dan refluks. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar flavonoid dan fenolik total ekstrak metanol daun beluntas (EMDB) pada berbagai metode ekstraksi. Penentuan kadar flavonoid dan fenolik total dilakukan secara spektrofotometri. Pereaksi AlCl3 dan Folin-ciocalteu digunakan pada metode spektrofotometri tersebut dengan senyawa pembanding kuersetin dan asam galat. Seri konsentrasi kuersetin adalah 5, 10, 15, 20 dan 25 µg/mL pada λ=428,90 nm dengan operating time 30 menit. Persamaan kurva baku yang diperoleh adalah y= 0,02001x + 0,10906 (x= kadar flavonoid dalam µg/mL, y= absorbansi) dengan nilai r = 0,99848. Serial konsentrasi asam galat adalah 10, 20, 30, 40 dan            50 µg/mL pada λ= 757,80 nm dengan operating time 2 jam. Persamaan kurva bakunya adalah y= 0,01086 x + 0,12030 (x=kadar fenolik dalam µg/mL, y=absorbansi) dengan nilai r=0,99808. Kadar flavonoid dan fenolik total EMDB dari berbagai metode ekstraksi dianalisis statistik One-Way Anova kemudian dilanjutkan uji Bonferroni pada taraf kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid total EMDB dengan metode perkolasi, maserasi, soxhlet dan refluks berturut-turut sebesar 66,75; 51, 80 ; 47,72 dan 38,39 mg/gram ekstrak. Adapun kadar fenolik total berturut-turut sebesar 116,95; 84,11; 67,53 dan 44,36 mg/gram ekstrak. Hasil statistika menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada kadar flavonoid dan fenolik total EMDB diantara berbagai metode ekstraksi. Kata kunci: ekstraksi, fenolik, flavonoid
PENGARUH WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL DAUN KERSEN (Muntingia calabura) Anita Dwi Puspitasari; Lean Syam Prayogo
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i2.1657

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat analgesik, antiinflamasi, antispasmodik, antidispepsia dan obat aborsi. Penelitian lain juga telah membuktikan bahwa daun kersen berpotensi sebagai anti kanker. Secara empiris, ekstrak air daun kersen telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa daun kersen mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, polifenol, steroid dan triterpen. Penelitian mengenai kandungan kimia daun kersen telah banyak dilaporkan dan senyawa yang paling banyak diisolasi adalah flavonoid. Flavonoid berpotensi sebagai antioksidan dan mempunyai aktivitas sebagai anti bakteri, anti inflamasi, anti alergi dan anti thrombosis. Struktur kimia obat dapat menjelaskan sifat obat dan keterkaitan unit struktur dan molekul obat dengan aktivitas biologinya. Senyawa dengan gugus fungsi yang sama dapat memberikan respon biologis yang sama karena bekerja pada reseptor yang sama. Telah dilakukan penentuan kandungan flavonoid total ekstrak air daun kersen dengan variasi lamanya waktu perebusan menggunakan metode Chang, identifikasi menggunakan metode spektrofotometri. Hasil pengukuran menunjukkan kandungan flavonoid total ekstrak air daun kersen pada variasi lamanya waktu perebusan 5 menit, 10 menit, 20 menit dan 30 menit yaitu sebesar 1,163; 1,161; 1,160 dan 1,152 mg QE/g ekstrak Kata kunci: daun kersen, flavonoid total, metode chang, spektrofotometri
Evaluasi Karakteristik Fisika-Kimia dan Nilai SPF Lotion Tabir Surya Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Anita Dwi Puspitasari; Eka Intan Kusuma Wardhani
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.12 No.2 Desember 2018
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.233 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v12i2.4242

Abstract

Sinar matahari memiliki banyak manfaat kesehatan tetapi juga dapat menyebabkan masalah kulit, mulai dari yang ringan hingga berat, untuk mencegah masalah tersebut upaya yang biasa dilakukan dengan memakai tabir surya. Bahan alam yang diketahui berkhasiat sebagaitabir surya alami adalah daun kersen yang memiliki kandungan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter fisika dan kimia sediaan lotion tabir surya dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun kersen serta mengetahui nilai SPF sediaan lotion tabir surya dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun kersen.Daun kersen diekstraksi dengan pelarut etanol 70% dan menggunakan metode maserasi. Pengujian karakteristik dan nilai SPF dilakukan pada 4 formula lotion yang masing-masing mengandung ekstrak konsentrasi 0 gram (Formula 1), 1 gram (Formula 2), 2 gram (Formula 3) dan 3 gram (Formula 4).Keempat formula lotion berwarna putih hingga coklat muda, beraroma khas minyak mawar dan berbentuk semi padat dengan viskositas antara 50-63,33 dPas. Lotion yang dihasilkan memenuhi semua persyaratan fisika dan kimia, serta memiliki nilai SPF berturut-turut 0,62 (tidak efektif); 8,7 (proteksi maksimal); 15,2 (proteksi ultra); 20,8 (proteksi ultra).  SPF menunjukkan seberapa kuat tabir surya dapat memberikan perlindungan dari sunburn.Kata kunci:  SPF, Lotion, Tabir surya, Muntingia calabura L.Besides its many benefits for health, sunlight can also cause health problem, such as mild to severe skin problem.to prevent these problems the usual effort is to use a sunscreen.One of the natural ingredients efficacious for sunscreen is the MuntingiacalaburaL. leaves that contain flavonoids. This study aims to determine the physical and chemical characteristics of sunscreen lotion preparations with variations in the concentration of ethanol extract of MuntingiacalaburaL. leaves and to know the SPF value of sunscreen lotion preparations with variations in the concentration of ethanol extract of MuntingiacalaburaL. leaves.Extraction of MuntingiacalaburaL. leaves was carried out by maceration method using 70% ethanol solvent. Characteristics and SPF values were tested on 4 lotion formulas in which each contained 0 gram (Formula 1), 1 gram (Formula 2), 2 grams (Formula 3) and 3 grams (Formula 4) of the concentration extract.The fourth formula lotion is white to light brown,it has a distinctive aroma of rose oil and is semi-solid with viscosity between 50-63.33 dPas. The resulting lotion meets all physical and chemical requirements, and has an SPF value of 0.62 (not effective); 8.7 (maximum protection); 15.2 (ultra protection); 20.8 (ultra protection). SPF is a measure of how much solar energy is required to produce sunburn on protected skin.Keywords: SPF, Lotion, Sunscreen, Muntingia calabura L.
PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN SOKLETASI TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura) Anita Dwi Puspitasari; Lean Syam Proyogo
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 13 No 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.606 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v13i2.1695

Abstract

INTISARI Telah  dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi terhadap kadar flavonoid total ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura). Ekstraksi daun kersen dilakukan dengan metode maserasi dan sokletasi. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Visibel. Metode ini dapat digunakan untuk penentuan kadar flavonoid total yang dihitung sebagai kuersetin dengan persamaan regresi  y = 0,0560x+0,1198, koefisien korelasi r = 0,9989, simpangan baku 0,00415, batas deteksi 1,24375 µg/mL dan batas kuantifikasi 4,145 µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid total dalam ekstrak etanol daun kersen dengan metode maserasi adalah 0,187947% b/b dan metode sokletasi adalah 0,215835% b/b. Kata kunci :  daun kersen, flavonoid total, maserasi, sokletasi ABSTRACT This research to determine the effect of extraction method on total flavonoids of ethanolic extract of  cherry  leaves.  Cherry  leaves  extraction is done by the method of maceration and soxhletasi. Total flavonoid were evaluated using spectrophotometry UV-Visible. This method can be used for the determination of total flavonoid quercetin which is calculated as the regression equation y = 0,0560x + 0.1198, the correlation coefficient r = 0.9989, 0.00415 standard deviation, the detection limit of 1.24375 mg / mL and the limit quantification of 4.145 mg / mL. The results showed that levels of total flavonoids in ethanol extract of leaves of cherry with maceration method is 0.187947% w / w and methods soxhletation is 0.215835% w / w. Keywords: leaves of cherry, total flavonoids, maceration, soxhletasi
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BATANG BERENUK TERHADAP Bacillus cereus Devi Nisa Hidayati; Cicih Sumiarsih; Umroh Mahmudah; Anita Dwi Puspitasari
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 15 No 2 Desember 2018
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.646 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v15i2.2563

Abstract

ABSTRACTThe plants (Crecentia cujete Linn) Are known to have antibacterial activity and can be used as a diarrhea drug due to microorganisms. Bacillus cereus is one of the bacteria that causes diarrhea.This aims to the study was antibacterial activity of ethanol extract of leaves (EL) and bark broodstock (EB) on Bacillus cereus. EL and EB were extracted with ethanol 96% using maceration method. Antibacterial activity test was carried out with disk diffusion method in EL with a concentration of 30%, 60%, 90%, 120% and 150%, and in EB using concentrations of 60%, 70%, 80%, 90% and 100% then antibacterial activity measurements were taken. by looking at the Diameter of the Inhibitory Area (DDH). The results of the EL and EB of antibacterial activity proved that EL and EB berenuk have antibacterial activity against Bacillus cereus.Keywords: Antibacterial, Crescentia cujete Linn, Bacillus cereus.
Perbandingan Kadar Fenolik Dan Flavonoid Total Ekstrak Metanol Umbi Wortel (Daucus carota L.) pada Berbagai Metode Ekstraksi Anita Dwi Puspitasari; Widya Novita Sari
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik 2023: [Special Edition] Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v0i1.9372

Abstract

Umbi wortel (Daucus carota L.) mengandung senyawa golongan fenolik dan flavonoid yang memiliki berbagai aktivitas farmakologis. Senyawa golongan fenolik dan flavonoid dapat diekstraksi dengan berbagai metode ekstraksi. Perbedaan metode ekstraksi dapat menghasilkan kadar fenolik dan flavonoid yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar fenolik dan flavonoid total ekstrak metanol umbi wortel dari berbagai macam metode ekstraksi. Umbi wortel diekstraksi dengan metode perkolasi, maserasi, soklet, dan refluks menggunakan pelarut metanol sehingga diperoleh ekstrak metanol umbi wortel. Penetapan kadar fenolik dan flavonoid total dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-VIS dengan pembanding asam galat dan kuersetin. Kadar fenolik total dari empat metode ekstraksi dianalisis statistic menggunakan uji One Way Anova sedangkan kadar flavonoid total menggunakan uji Kruskal Wallis kemudian dilanjutkan Mann-whitney pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik total ekstrak metanol umbi wortel dengan metode perkolasi, maserasi, soklet, dan refluks berturut-turut 40,423; 33,311; 45,164; dan 41,663 mgGAE/gram ekstrak sedangkan kadar flavonoid total secara berturut-turut 14,348; 6,065; 11,861; dan 4,704 mgQE/gram ekstrak. Analisis statistik menunjukkan ada perbedaan kadar fenolik dan flavonoid total ekstrak metanol umbi wortel hasil ekstraksi menggunakan metode perkolasi, maserasi, soklet, dan refluks. Kadar fenolik total tertinggi diperoleh dengan metode soklet sedangkan flavonoid total tertinggi diperoleh dengan metode perkolasi.
MEMBERDAYAKAN PEREKONOMIAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN DALAM PEMBUATAN SABUN YANG RAMAH LINGKUNGAN Subadriyah Subadriyah; Anita Dwi Puspitasari; Khoirul Anwar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.20509

Abstract

ABSTRAKKelurahan Kalisegoro merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang. Rata-rata penduduk Kalisegoro bekerja di sektor swasta, wiraswasta dan buruh serta sebagian yang lain beragam. Adanya pandemi covid-19 yang terjadi beberapa waktu yang lalu, menyebabkan masyarakat banyak kehilangan pekerjaan dan sumber mata pencaharian. Hilangnya pendapatan suatu kepala keluarga akibat pandemi Covid-19 ini mengharuskan setiap keluarga mencari alternatif lain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu warga kelurahan Kalisegoro tentang pembuatan sabun eco-friendly serta produk yang dihasilkan dapat dijual sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat setempat. Metode pelaksanakaan dengan memberikan pelatihan pembuatan sabun eco-friendly kepada ibu-ibu di Kelurahan Kalisegoro. Peserta pelatihan terdiri dari ibu-ibu PKK di RT 06 RW 01 yang berjumlah 22 orang. Hasil dari kegiatan ini yaitu dihasilkan sabun eco-friendly dengan bahan alami yang aman bagi lingkungan dan pemakai serta memberikan pelatihan kepada masyarakat Kelurahan Kalisegoro mengenai langkah pembuatan sabun eco-friendly yang nantinya mitra dapat mengembangkan keterampilan dalam berwirausaha. Kata kunci: pelatihan; sabun eco-friendly; kewirausahaan ABSTRACTKalisegoro Village is one of the villages in Gunung Pati District, Semarang City. The average Kalisegoro resident works in the private sector, is self-employed and is a laborer, as well as a variety of others. The Covid-19 pandemic that occurred some time ago caused many people to lose their jobs and sources of livelihood. The loss of income for the head of the family due to the Covid-19 pandemic requires each family to look for other alternatives to meet their daily needs. The aim of this service is to provide knowledge to mothers of Kalisegoro sub-district residents about making eco-friendly soap and the resulting products can be sold so that they can improve the economy of their families and local communities. The implementation method is to provide training in making eco-friendly soap to mothers in Kalisegoro Village. The training participants consisted of 22 PKK women in RT 06 RW 01. The results of this activity are producing eco-friendly soap with natural ingredients that are safe for the environment and users as well as providing training to the Kalisegoro Village community regarding steps for making eco-friendly soap so that partners can later develop entrepreneurial skills. Keywords: training; eco-friendly soap; entrepreneurship.