Claim Missing Document
Check
Articles

GENHEALTH: A Peer Education-Based Healthy Youth Campaign to Improve Non-Communicable Disease Prevention Literacy among Students in High Schools in Riau Province: GENHEALTH: Kampanye Gerakan Remaja Sehat melalui Peer Education untuk Meningkatkan Literasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Sekolah Menengah Atas di Provinsi Riau Emy Leonita; Oktavia Dewi; Herniwanti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 2 (2026): JPKK Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss2.2602

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang mulai meningkat pada kelompok usia remaja akibat perubahan pola hidup dan rendahnya literasi kesehatan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya promotif dan preventif yang melibatkan remaja secara aktif sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pencegahan PTM melalui implementasi Program GENHEALTH berbasis peer education. Sasaran kegiatan adalah 200 siswa SMAN Plus Provinsi Riau dengan melibatkan 10 siswa sebagai Duta GENHEALTH. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan interaktif, pelatihan peer educator, pengembangan media promosi kesehatan berbasis visual dan digital berupa buku saku CERDIK, poster, infografis, kampanye media sosial, serta Mini Health Check Day bekerja sama dengan puskesmas. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 26% menjadi 69%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 30% menjadi 6%. Selain itu, terbentuk 10 Duta GENHEALTH yang berperan sebagai agen promosi kesehatan di sekolah serta tersedianya media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Program GENHEALTH terbukti mampu meningkatkan literasi kesehatan remaja mengenai pencegahan PTM serta berpotensi direplikasi sebagai model promosi kesehatan berbasis sekolah. Abstract  Non-communicable diseases (NCDs) have become an increasing public health concern among adolescents due to unhealthy lifestyles and limited health literacy. These conditions highlight the need for health promotion and preventive strategies that actively engage adolescents as agents of change within the school setting. This community service program aimed to improve adolescents' literacy on NCD prevention through the implementation of the GENHEALTH program based on a peer education approach. The program involved 200 students from SMAN Plus Riau Province, including 10 selected students trained as GENHEALTH Ambassadors. The intervention consisted of interactive health education sessions, peer educator training, development of visual and digital health promotion media, including the CERDIK pocketbook, posters, infographics, social media campaigns, and a Mini Health Check Day conducted in collaboration with the local primary healthcare center. Program effectiveness was evaluated using a pre-test and post-test design to assess changes in participants' knowledge. The results demonstrated an increase in the proportion of students with good knowledge from 26% to 69%, while the proportion with poor knowledge decreased from 30% to 6%. In addition, ten GENHEALTH Ambassadors were successfully established to sustain health promotion activities within the school. The GENHEALTH program effectively improved adolescents' health literacy regarding NCD prevention and has the potential to be replicated as a school-based health promotion model.
Increasing Medical Waste Management Literacy in Nursing and Midwifery Students at Hang Tuah University Pekanbaru: Peningkatan Literasi Pengelolaan Limbah Medis pada Mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan Universitas Hang Tuah Pekanbaru oktavia Dewi; Herniwanti; Emy Leonita
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 2 (2026): JPKK Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss2.2613

Abstract

Medical waste is hazardous waste that may cause infections, occupational injuries, and environmental pollution if not managed appropriately. Nursing and midwifery students, as future healthcare professionals, should acquire adequate medical waste management literacy during their academic training. This community service program aimed to improve students' literacy on medical waste management through interactive health education and simulation-based training. The program was conducted on 13 October 2025 at Universitas Hang Tuah Pekanbaru and involved 10 nursing and midwifery students selected using purposive sampling. The intervention consisted of a pre-test, educational sessions, medical waste segregation simulation, group discussion, and a post-test. The results showed that the mean knowledge score increased from 32.8 before the intervention to 56.4 after the intervention, representing an improvement of 21.8 points. The greatest improvement was observed in infectious waste and sharps waste management, while knowledge related to Needlestick Injury (NSI), Personal Protective Equipment (PPE), and PostExposure Prophylaxis (PEP) required further reinforcement through repeated simulation-based training. Most participants also reported high satisfaction with both the educational content and learning methods. This program effectively improved medical waste management literacy and may serve as a simulation-based educational model for strengthening occupational safety competencies among future healthcare professionals.   Abstrak Limbah medis merupakan limbah berbahaya yang berpotensi menimbulkan infeksi, cedera, dan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola sesuai standar. Mahasiswa keperawatan dan kebidanan sebagai calon tenaga kesehatan perlu memiliki literasi pengelolaan limbah medis sejak masa pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pengelolaan limbah medis melalui penyuluhan interaktif dan pelatihan berbasis simulasi. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Oktober 2025 di Universitas Hang Tuah Pekanbaru dengan melibatkan 10 mahasiswa keperawatan dan kebidanan yang dipilih secara purposif. Intervensi meliputi pre-test, penyampaian materi, simulasi segregasi limbah medis, diskusi, dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan meningkat dari 32,8 menjadi 56,4, atau meningkat sebesar 21,8 poin. Peningkatan tertinggi terjadi pada materi limbah infeksius dan limbah tajam, sedangkan materi mengenai Needlestick Injury (NSI), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan Post Exposure Prophylaxis (PEP) masih memerlukan penguatan melalui pelatihan lanjutan. Sebagian besar peserta juga menyatakan sangat puas terhadap materi dan metode pembelajaran yang diberikan. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi pengelolaan limbah medis pada calon tenaga kesehatan dan berpotensi diintegrasikan sebagai pembelajaran berbasis simulasi dalam pendidikan keperawatan dan kebidanan.