Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Communication Management

Komunikasi antar Pribadi dalam Menciptakan Harmonisasi Ibu dan Anak pada Film Susah Sinyal Rianti Septianingsih; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.49 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i1.642

Abstract

Abstract. This research is entitled "Interpersonal Communication in Creating Harmonization of Mother and Child in the Film of Difficult Signals". The purpose of this study was to determine the meaning of denotation, connotative meaning, and the meaning of myth, then to determine the resolution of interpersonal communication conflicts in the film "Susah Signal". The research method used in this study is a qualitative research method. The data collection technique used in this research is through observation and documentation. The data analysis technique in this research is using semiotic analysis from Roland Barthes theory. The results of this study are the meanings of denotation, connotation, and myths that are raised in creating harmonization in the film Difficult Signals are about single parents who are too busy with their work to forget their children. This attitude causes a lack of harmony in the family. But in the end, good communication helped Ellen and Kiara to improve their relationship so that harmonization was created. The resolution of interpersonal conflicts in the film Difficult Signal is to take a vacation together and start trying to understand each other. Abstrak. Penelitian ini berjudul “Komunikasi Antar Pribadi Dalam Menciptakan Harmonisasi Ibu dan Anak Pada Film Susah Sinyal”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna denotasi, makna konotasi, dan makna mitos, kemudian untuk mengetahui penyelesaian konflik komunikasi antar pribadi pada film “Susah Sinyal”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis semiotika dari teori Roland Barthes. Hasil penelitian ini adalah makna denotasi, konotasi, dan mitos yang dimunculkan dalam menciptakan harmonisasi pada film Susah Sinyal adalah mengenai orangtua tunggal yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga melupakan anaknya. Sikap seperti ini menimbulkan kurangnya harmonisasi pada keluarga. Namun pada akhirnya komunikasi yang baik membantu Ellen dan Kiara untuk memperbaiki hubungan sehingga harmonisasi tercipta. Penyelesaian konflik antar pribadi pada film Susah Sinyal adalah dengan melakukan liburan bersama dan mulai mencoba memahami satu sama lain.
Analisis Media Sosial Mengenai Isu Indonesia Sebagai Negara Paling Tidak Sopan di Asia Tenggara Dimas Ongko Wijoyo; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.972 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i1.1453

Abstract

Abstract. With the presence of the internet and new media, it makes the world of communication very fast and efficient for use in everyday life. Social media that came after the new media made researchers want to discuss social media analysis on the issue of Indonesian netizens as the most disrespectful netizens in Southeast Asia regarding the case of Nia Ramadhani's arrest on the @lambe_turah Instagram account. According to the Digital Civility Index research by Microsoft in 2020. This study aims to (1) To find out the importance of responding to a viral news that is being discussed on social media (2) To find out the factors that make Indonesian netizens known as the most disrespectful netizens throughout Southeast Asia. (3) To find out why Indonesian netizens really like to spread hate speech and things that are not polite on social media. In this study, the researcher used a qualitative method with a content analysis approach, with data collection sources from Instagram users who follow the @lambe_turah account, psychologists and communication experts. In this study, the author uses the cualitative descriptive method by Sugiyono Abstrak. Dengan hadirnya internet dan new media disertainya membuat dunia komunikasi sangatlah jauh cepat dan efisien untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sosial media yang hadir setelah adanya new media membuat peneliti ingin membahas Analisis media sosial mengenai isu netizen Indonesia sebagai netizen paling tidak sopan se-Asia Tenggara terhadap kasus penangkapan Nia Ramadhani di akun Instagram @lambe_turah. Menurut riset Digital Civility Index oleh Microsoft pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Guna mengetahui pentingnya dalam menyikapi sebuah berita viral yang sedang ramai diperbincangkan dalam media sosial (2) Guna mengetahui faktor yang membuat netizen Indonesia dikenal sebagai netizen yang paling tidak sopan se-Asia Tenggara. (3) Guna mengetahui penyebab netizen Indonesia sangat menyukai menyebarkan ujaran kebencian dan hal-hal yang tidak sopan di media sosial. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan narasumber pengambilan data dari pennguna Instagram yang mengikuti akun @lambe_turah, pakar psikolog dan juga ahli komunikasi. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode Sugiyono.
Model Interaksi Sosial dalam Forum Virtual Abyan Arrasid; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.3 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.3816

Abstract

Abstract. The development and progress of today's technology continues to grow rapidly. Modern technology allows users to fulfill their social needs without meeting face to face. Without realizing it, the human community has emerged in two worlds, namely real life and virtual life (cyber community). This study aims to determine how the model of social interaction in a virtual community on the Discord Channel "Rise of Monster Slayer (S.S.S)". Monster Slayer". This study uses a virtual ethnographic research method, namely research that involves ethnographers to participate as observers, either openly or secretly to observe what is happening in the virtual community space. The object in this study is the Discord Channel server " Rise of Monster Slayer (S.S.S)" as a virtual community. while the subjects involved were five people who were selected based on a purposive technique, with three main informants and two supporting informants. The results of this study show that the process of social interaction through virtual forums of user entities in the Rise of Monster Slayer server community generally uses a Mutual Discourse interaction model, where the identity of the entity as a communicator and communicant is fused and difficult to distinguish, therefore entities are considered as participants. Abstrak. Perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini terus berkembang pesat. Teknologi modern memungkinkan pengguna memenuhi kebutuhan sosialnya tanpa harus bertatap muka. Tanpa disadari, komunitas manusia telah muncul di dua dunia, yaitu kehidupan nyata dan kehidupan maya (cyber community). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model interaksi sosial dalam komunitas virtual di Discord Channel “Rise of Monster Slayer (S.S.S)”. Monster Slayer”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian etnografi virtual, yaitu penelitian yang melibatkan etnografer untuk berpartisipasi sebagai pengamat, baik secara terbuka maupun diam-diam untuk mengamati apa yang terjadi di ruang komunitas virtual. Objek dalam penelitian ini adalah server Discord Channel “ Rise Monster Slayer (S.S.S)” sebagai komunitas virtual. Sedangkan subjek yang terlibat adalah lima orang yang dipilih berdasarkan teknik purposive, dengan tiga informan utama dan dua informan pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses interaksi sosial melalui forum virtual entitas pengguna dalam komunitas server Rise of Monster Slayer umumnya menggunakan model interaksi Mutual Discourse, dimana identitas entitas sebagai komunikator dan komunikan menyatu dan sulit dibedakan, oleh karena itu entitas dianggap sebagai partisipan.
Motif Berafiliasi Perempuan Pengguna Bumble dengan Sesama Pengguna Amallia Chairunnisa; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.471 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.3839

Abstract

Abstract. To get affiliation in the middle of pandemic, we can find new dating friends from new media online dating apps. Bumble is one of the most active online dating applications in Indonesia. Unlike competing apps, Bumble requires female users to start a conversation with their partner. This is a step taken to avoid the stigma that women cannot start a relationship. This research was conducted to find out the motive, experience, and meaning behind the Bumble users. Researchers used a constructive paradigm with a qualitative research method. The subjects in this study are the active-girls-users around 18-23 who lives in Bandung and the area, also the application itself. The Because-Motive of using Bumble was attracted to Bumble by knowing the information from friends and social media. The in-order-to-motive of using Bumble were for spending time, finding new relations, and finding a lover. The user’s experience would be divided by two terms, before and after the interaction held by the users. The value of Bumble was a place for finding relations and lover. Abstrak. Salah satu cara untuk mendapatkan afiliasi di tengah pandemi ini adalah dengan mencari teman kencan melalui media baru aplikasi biro jodoh online. Bumble merupakan salah satu aplikasi kencan online yang aktif di Indonesia. Berbeda dengan aplikasi pesaing, Bumble mengharuskan pengguna perempuan untuk memulai percakapan dengan pasangannya. Ini merupakan langkah yang diambil untuk menghindari stigma bahwa wanita tidak bisa memulai sebuah hubungan. Penelitian ini akan dilakukan untuk mengetahui makna, pengalaman, dan motif pengguna Bumble dalam menggunakan aplikasi tersebut. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan dan metode fenomenologi dari pemikiran Alfred Schutz secara kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah perempuan berusia 18-23 pengguna aktif aplikasi tersebut yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya, serta aplikasi itu sendiri. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa motif karena (Because-Motive) pengguna adalah tertarik dengan aplikasi Bumble setelah mendapatkan informasi dari teman dan media sosial. Motif agar (In-order-to-Motive) yang dimiliki pengguna adalah mengisi waktu luang, mencari relasi, dan mencari pasangan. Pengalaman yang dialami oleh pengguna dibagi menjadi dua fase, sebelum berinteraksi dan saat berinteraksi dengan pengguna lainnya. Makna yang dirasakan oleh pengguna adalah Bumble merupakan tempat untuk mencari relasi dan mencari pasangan.
The Penggunaan Aplikasi Discord dalam Komunikasi Pemasaran Content Creator Gaming Ramayandi Rizkisya; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.321 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.3885

Abstract

Abstract. Technological developments give rise to new types of work. One of them is creator content. Creator content can be categorized into various types, one of which is gaming creator content. A gaming content creator needs viewers as well as subscribers to grow his channel. Especially the new content creator gaming. Therefore it is necessary to have content marketing communications. One of the media that can be used for marketing is Discord. Because the Discord application is mostly used by game lovers. This study aims to determine the marketing communication process carried out by gaming content creators in the Discord application using the theory of attention, interest, desire, action (AIDA). This study used descriptive qualitative method. The subject of the research is content creators who upload their content on Youtube and have less than 10 thousand subscribers. The data collection technique used interviews with the research subjects. The data analysis technique of this research consisted of data reduction, data presentation and then drawing conclusions. The results of this study illustrate that a gaming content creator can take advantage of Discord features and successfully introduce their content to Discord users. Abstrak. Perkembangan teknologi memunculkan jenis pekerjaan baru. Salah satunya adalah konten kreator. Konten kreator dapat dikategorikan menjadi berbagai jenis, salah satunya adalah konten kreator gaming. Seorang konten kreator gaming memerlukan penonton dan juga pelanggan untuk mengembangkan channel-nya. Terutama konten kreator gaming yang baru. Maka dari itu diperlukan adanya komunikasi pemasaran konten. Salah satu media yang dapat digunakan untuk pemasaran adalah Discord. Karena aplikasi Discord mayoritas digunakan oleh para pecinta games. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi pemasaran yang dilakukan konten kreator gaming di dalam aplikasi Discord dengan menggunakan teori attention, interest, desire, action (AIDA). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah konten kreator yang mengunggah kontennya di Youtube dan memiliki pelanggan kurang dari 10 ribu orang. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara kepada subjek penelitian tersebut. Teknik analisis data penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data lalu penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa seorang konten kreator gaming dapat memanfaatkan fitur-fitur Discord dan berhasil memperkenalkan kontennya ke pengguna Discord.
Hubungan Konten Promosi Akun Instagram @Kamargadget dengan Minat Beli Followers Athallah Pratama Putra; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.408 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4043

Abstract

Abstract. Instagram is a multi-functional media that can be used in any case and by anyone, especially business people to promote the products and services they sell. Kamar gadget is one of the companies that utilize Instagram social media as a means of promotion with the @kamargadget account. Therefore, this study aims to determine the relationship between the promotional content of the @kamargadget Instagram account and followers' buying interest using correlational methods and quantitative approaches. The data collected is primary data obtained through questionnaires, as well as secondary data obtained through library research. The population in this study is the followers of the @kamargadget account totaling 71,100. To measure the sample, the Slovin formula was used to obtain 100 samples with a percentage rate of 10%. The data analysis technique used is a descriptive and inferential analysis using IBM SPSS Statistics for Windows version 22. The results of this study are that there is a relationship between aspects of Personal Relevance with followers' buying interest with the Spearman Test of 0.549. There is a relationship between the Interactivity aspect and the buying interest of followers with the Spearman Test of 0.471. There is a relationship between the Message aspect and followers' buying interest with the Spearman Test of 0.437. There is a relationship between Brand Familiarity and followers' buying interest with the Spearman Test of 0.359. So that the simultaneous relationship between @kamargadget Promotional Content and followers' buying interest is 0.581. Abstrak. Instagram sebuah media multi fungsi yang dapat digunakan dalam hal apapun dan oleh siapapun terutama para pembisnis untuk mempromosikan produk serta layanan yang mereka jual. Kamar gadget adalah salah satu perusahaan yang memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana promosi dengan akun @kamargadget. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konten promosi akun Instagram @kamargadget dengan minat beli followers dengan menggunakan metode korelasional dan pendekatan kuantitatif. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang didapatkan melalui kuesioner, serta data sekunder yang didapatkan melalui studi kepustakaan. Populasi dalam penelitian ini adalah followers akun @kamargadget berjumlah 71.100. Untuk mengukur sampel digunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 100 sampel dengan tingkat persentase 10%. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan inferensial menggunakan IBM SPSS Statistic untuk Windows versi 22. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara aspek Personal Relevance dengan minat beli followers dengan Uji Spearman sebesar 0,549. Terdapat hubungan antara aspek Interactivity dengan minat beli followers dengan Uji Spearman sebesar 0,471. Terdapat hubungan antara aspek Message dengan minat beli followers dengan Uji Spearman sebesar 0,437. Terdapat hubungan antara Brand Familirity dengan minat beli followers dengan Uji Spearman sebesar 0,359. Sehingga hubungan secara simultan antara Konten Promosi @kamargadget dengan minat beli followers yaitu 0,581.
Makna Avatar Couple pada Pengguna Media Sosial Discord Risman Maulana; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.851 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4055

Abstract

Abstract. Couple avatars have become one of the things that we often encounter, especially when we browse the internet. Not infrequently we encounter photos or two-dimensional avatars that show like a couple. In this study, the researchers wanted to dig deeper into the relationship between this avatar couple for discord social media users. The purpose of this research is to find out how the motives, experiences, and also the meaning of the avatar couple users in using the avatar couple. The method used in this study is a qualitative method with a phenomenological study approach which is also supported by the theory of symbolic interactionism. The subject of this research is of course the avatar couple users on Discord social media where they are included in the Discord server, Buddy Genshin. Data collection techniques in this study used in-depth interviews, and observation. Based on the results of the study, it was found that the motives of discord social media users in using the avatar couple were seeking attention, and giving a sense of security, being invited by a partner, being forced, and seeing other people. The experiences gained while using the avatar couple include a change in interaction which then from this interaction change gives a negative value and a positive value which in the end gives a response in the form of feelings of pleasure, sadness, happiness, discomfort and shame. Then the meaning of the avatar couple users was also found. This means that it has the meaning of showing the existence of a relationship, which is further elaborated in the form of a sense of love and security in the form of validation, a form of sense of belonging and status clarification. Abstrak. Avatar couple telah menjadi salah satu hal yang cukup sering kita temui, terkhusus ketika kita berjelajah lewat internet. Tidak jarang kita temui foto-foto atau avatar dua dimensi yang menunjukkan layaknya sepasang kekasih. Pada penelitian ini peneliti ingin menggali lebih dalam lagi terkait daripada avatar couple ini bagi para pengguna media sosial discord. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motif, pengalaman, dan juga makna dari para pengguna avatar couple dalam menggunakan avatar couple. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi yang didukung juga oleh teori interaksionisme simbolik. Subjek dari penelitian ini yaitu tentunya para pengguna avatar couple pada media sosial Discord yang mana mereka termasuk kedalam server Discord Sobat Genshin. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa motif dari pengguna media sosial discord dalam menggunakan avatar couple yaitu mencari perhatian, dan memberikan rasa aman, diajak oleh pasangan, terpaksa, dan karena melihat orang lain. Pengalaman yang didapatkan selama menggunakan avatar couple diantaranya adalah terjadi perubahan interaksi yang kemudian dari perubahan interaksi ini memberikan nilai negatif dan nilai positif yang pada akhirnya memberikan respon berupa perasaan senang, sedih, bahagia, risih dan malu.Kemudian ditemukan juga makna dari para pengguna avatar couple ini yaitu memiliki makna sebagai menunjukkan adanya suatu hubungan, dimana dijabarkan lebih dalam lagi berupa adanya rasa cinta dan aman ke dalam bentuk validasi, bentuk sense of belonging dan penjelesan status.
Manajemen Konten Tiktok @HALO.BDG Sebagai Media Informasi Ghita Mauritsa; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5249

Abstract

Abstract. The rapid development of information and communication technology has led to the presence of various social media that can be accessed online, one of which is Tiktok. The Bandung City Government for Protocol and Leadership Communications (Prokopim) also uses the Tiktok application as a medium of information and entertainment for other users. The purpose of this study was to find out how the management of Tiktok content on the @Halo.Bdg account as an information medium includes planning, organizing, directing, influencing, and monitoring. Using qualitative methods with a case study approach. Then the data collection technique in this study will be through observation and in-depth interviews with the social media manager Tiktok @Halo.Bdg, namely Mrs. Anisa Putri and the head of the Protocol and Communications Section, Mr. Sony Teguh. The results of the study found that the reason for using Tiktok social media is because the application is an application that is currently busy in the wider community so that it helps spread information more widely, then in planning includes content research activities, dividing the type of content and determining the time to upload content, then organizing includes the creation of quality content by following the Standard Operating Procedures (SOP) and the flow of communication to the leader regarding the content to be created. The third stage is direction, which includes teamwork Tiktok @Halo.Bdg social media team, engagement and feedback obtained and direction from the leadership, the last stage is controlling, which includes monitoring activities for content and feedback, then routine evaluations are carried out to maintain quality informative content. Abstrak. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat ini memunculkan kehadiran berbagai media sosial yang dapat diakses secara online, salah satunya adalah Tiktok. Pemerintah Kota Bandung bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) juga menggunakan aplikasi Tiktok ini sebagai media informasi dan juga hiburan bagi pengguna lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen konten Tiktok akun @Halo.Bdg sebagai media informasi meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, memberikan pengaruh, dan pengawasan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kemudian teknik pengumpulan data pada penelitian ini akan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pengelola media sosial Tiktok @Halo.Bdg yakni Ibu Anisa Putri dan kepala bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Bapak Sony Teguh. Hasil penelitian ditemukan bahwa alasan penggunaan media sosial Tiktok sebab aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang sedang ramai di masyarakat luas sehingga membantu penyebaran informasi semakin luas, lalu pada bagian perencanaan meliputi kegiatan riset konten, pembagian jenis konten dan menentukan waktu untuk mengunggah konten, kemudian pengorganisasian meliputi pembuatan konten yang berkualitas dengan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan alur komunikasi terhadap pimpinan mengenai konten yang akan dibuat. Tahap ketiga yakni pengarahan meliputi kerja sama dalam tim media sosial Tiktok @Halo.Bdg, engagement dan feedback yang didapatkan dan pengarahan dari pimpinan, tahap terakhir yakni pengawasan meliputi kegiatan pengawasan terhadap konten dan feedback, kemudian evaluasi rutin dilakukan untuk mempertahankan konten informatif yang berkualitas.
Komunikasi Persuasif Prokopim Bandung di Media Sosial @Halobandung Mengenai Covid-19 Varian Omicron Raihan Prasatya Putra; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5295

Abstract

Abstract. Covid-19 in the city of Bandung has an impact for Bandung City Residents from various backgrounds. Bandung City Residents from all elements, facing for first time the Covid-19 Pandemic Situation which mutated into new variants, especially the Omicron Variant. People have different views, where people's beliefs are divided into two, namely those that are in line with the Information and Education conveyed by the government and those that are not in line. Therefore, this study aims to determine Prokopim as a Government in terms of Communication Media for Bandung City Leaders in Using Persuasive Communication, Persuasive Communication Techniques and Information Messages of the Omicron Variant Through Instagram @HaloBandung in providing education, information and persuading Bandung City Residents. This article uses a qualitative method and a case study approach with data collection techniques of observation, interviews and documentation. The author found that the messages conveyed on Instagram @HaloBandung were Vaccination, Policies, Introduction and Level of Covid-19 Cases, Appeals and Directions from Leaders, and Leadership Activities. And in the Information and Use of Persuasive Communication, it is motivated by Tasks and Functions, Hoaxes are scattered and Persuasive Communication Assessment is the right way to be applied, Then the use of Five of Six Persuasive Communication Techniques according to Effendy on Instagram. Abstrak. Covid-19 dikota bandung Berdampak bagi Masyarakat Kota Bandung dari berbagai Latar Belakang. Masyarakat kota bandung baik dari semua elemen untuk pertama kalinya menghadapi Situasi Pandemi Covid-19 yang bermutasi menjadi varian-varian baru Khususnya Varian Omicron. Masyarakat memiliki pandangan Berbeda-beda yang dimana keyakinan masyarakat terbagi menjadi dua yaitu yang sejalan dengan Informasi dan Edukasi yang disampaikan oleh pemerintah dan tidak sejalan. Maka dari itu Penelitian Bertujuan untuk Mengetahui Prokopim sebagai Pemerintah dari sisi Media Komunikasi Pimpinan Kota Bandung dalam Menggunakan Komunikasi Persuasif, Teknik Komunikasi Persuasif Dan Pesan Informasi Varian Omicron Melalui Instagram @HaloBandung dalam memberikan Edukasi,Informasi dan mempersuasi Masyarakat Kota Bandung Dengan Narasumber yaitu Pengelola Media Sosial dan Kepala Bagian Prokopim. Artikel ini menggunakan Metode Kualitatif dan pendekatan Studi Kasus dengan teknik pengumpulan data Observasi, Wawancara dan dokumentasi. Penulis menemukan bahwa Pesan yang disampaikan di Instagram @HaloBandung yaitu Vaksinasi, Kebijakan, Pengenalan dan tingkat Kasus Covid-19, Himbauan maupun Arahan Pimpinan, dan Kegiatan Pimpinan, dan dalam Penginformasian dan Pengunaan Komunikasi Persuasif dilatar-belakangi oleh Tugas dan Fungsi, Hoax yang bertebaran dan Penilaian Komunikasi Persuasif merupakan cara yang tepat untuk diaplikasikan, Lalu penggunaan Lima dari Enam Teknik Komunikasi Persuasif Effendy di instagram.Kata Kunci :Komunikasi Persuasif, Instagram, PROKOPIM, Omicron
Model Komunikasi Kelompok dalam Metode Pendidikan Karakter Disiplin dan Nasionalisme Anggota Pecinta Alam Aldy Yanwar; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5420

Abstract

Abstact This research proposal is titled Group Communication Model in Discipline and Nationalism Character Education Method of Nature Lovers Members. This research aims to find out the characteristics of members, communication barriers of members, as well as the communication model of members of nature lovers Gempala Ikat, one of the women's communities in Medan. In this study, researchers used several relevant theories such as group communication, discipline character education, and nationalism. This research uses a constructivism paradigm that views individuals as free creators of social reality. This research uses a qualitative method and is descriptive in nature. Data collection techniques were carried out by participatory observation, in-depth interviews, and literature study. This research uses qualitative data analysis techniques which include three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study found that the communication process between coaches, trainers, seniors, administrators, and members of the Gempala Ikat nature lovers of SMA Kartika XIX-1 Bandung involved all members as communicators and communicants, and the form or model of communication carried out in a comfortable, relaxed and relaxed atmosphere. This activity is certainly inseparable from communication, therefore, the importance of the group communication model is a good thing to build the character of discipline and nationalism in nature lovers Gempala Ikat, which must unite the equation of perception with the same goal in order to benefit members of nature lovers Gempala Ikat later. ABSTRAK Usulan Penelitian ini berjudul model Komunikasi Kelompok Dalam Metode Pendidikan Karakter Disiplin dan Nasionalisme Anggota Pecinta Alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik anggota, hambatan komunikasi anggota, serta Model komunikasi anggota pecinta alam Gempala Ikat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teori relevan seperti komunikasi kelompok, Pendidikan karakter disiplin , dan Nasionalisme.Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme yang memandang individu sebagai pencipta realitas sosial yang bebas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa proses komunikasi antar pembina, pelatih, senior, pengurus, dan anggota Pecinta alam Gempala Ikat SMA Kartika XIX-1 Bandung melibatkan seluruh anggota sebagai komunikator dan komunikan, serta bentuk atau model komunikasi yang dilakukan dalam suasana yang nyaman, santai, dan rileks.Isu yang dibangun dalam Organisasi Pecinta alam adalah kegiatan yang mendukung dalam pembentukan karakter disiplin dan nasionalisme adalah ekstrakulikuler. Kegiatan ini tentu tidak terlepas dari adanya komunikasi, Oleh sebab itu, Pentingnya model komunikasi kelompok merupakan hal bagus untuk membangun karakter disiplin dan nasionalisme pada Pecinta alam gempala Ikat yaitu haruslah menyatukan persamaan persepsi dengan tujuan yang sama agar dapat bermanfaat bagi anggota Pecinta alam gempala Ikat nantinya