Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Communication Management

Fenomena Komunikasi Interpersonal pada Pertemanan Secara Anonim di Media Sosial Fazar Kabisar; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5499

Abstract

Abstract. At this digital age, humans can make their various needs in various ways. Rapid technological advances continue to make humans have various sources of adequate information. Interactions that occur on the Internet anonymously are often encountered from various media, for example Twitter. In Twitter itself, there are many anonymous accounts that carry out interpersonal communication with other anonymous accounts. Not infrequently also when they have a bond of friendship even if just chatting without knowing each other's identity. This study aims to determine the motives for using anonymous accounts on Twitter media, and also to find out what kind of interactions occur between anonymous account users on Twitter media, so as to find out what benefits are obtained in using the anonymous account. This study uses a qualitative method with Virtual Ethnography, that means research that make ethnographers to participate as observers, either openly or secretly to observe what is happening in virtual community spaces. The researcher uses a descriptive approach to examine anonymous account users on Twitter who follow “Convomf” accounts. The object of this research is the “Convomf” account as a social base account on Twitter media. While the subjects involved were four people who were selected based on a purposive technique, with three main informants and one supporting informants. The results of the study found three motives for creating anonymous accounts, namely security needs, love needs and self-actualization needs, in which each anonymous account performs interpersonal communication indirectly, and gets many benefits from using anonymous accounts for himself. Abstrak. Dalam era digital sekarang ini manusia dapat memenuhi berbagai kebetuhan mereka dengan berbagai cara. Kemajuan teknologi yang pesat terus membuat manusia memiliki berbagai sumber informasi yang memadai. Interaksi yang terjadi di Internet secara anonim-pun tak jarang kita jumpai dari berbagai media, contohnya Twitter. Dalam Twitter sendiri sudah banyak akun anonim yang melakukan interpersonal komunikasi kepada akun anonim lainnya. Tidak jarang juga bila mereka memiliki ikatan pertemanan walau hanya sekedar ngobrol tanpa mengetahui identitas masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif dalam penggunaan akun anonim di media Twitter, Dan juga mengetahui interaksi seperti apa yang terjadi antar pengguna akun anonim di media Twitter, sehingga mengetahui manfaat apa yang didapat dalam penggunaan akun anonim tersebut. Penelitian ini menggunakan Kualitatif dengan metode Etnografi Virtual, yakni penelitian yang melibatkan etnografer untuk berpartisipasi sebagai pengamat, baik secara terang-terangan atau diam-diam untuk mengamati apa yang terjadi dalam ruang komunitas virtual. Peneliti menggunakan pendekatan secara deskriptif untuk meneliti kepada para pengguna akun anonim di Twitter yang memfollow akun “Convomf”. Objek dalam penelitian ini adalah akun “Convomf” sebagai akun base sosial di media Twitter. Sedangkan subjek yang dilibatkan berjumlah empat orang yang dibilih berdasarkan teknik purposive, dengan tiga orang informan utama dan satu orang informan pendukung. Hasil dari penelitian adalah ditemukannya tiga motif dalam membuat akun anonim yaitu kebutuhan keamanan, kebutuhan cinta dan kebutuhan aktualisasi diri, yang dimana setiap akun anonim melakukan komunikasi interpersonal secara tidak langsung, dan mendapatkan banyak manfaat dalam penggunaan akun anonim pada dirinya.
Efektivitas Komunikasi dalam Pembelajaran Berbasis E-learning di Universitas Islam Bandung Dennis Lumahing Wijaya; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5854

Abstract

Abstract. More and more, technological developments continue to progress rapidly, especially in this era of communication. It is proven by the presence of the internet, digitization, artificial intelligence, machine learning, big data, and others. Coupled with the Covid-19 pandemic which caused a change in the learning mechanism, which was originally face-to-face, it changed by utilizing the internet network into distance learning, this was also implemented by the Islamic University of Bandung by transforming face-to-face learning into using an e-learning website. However, in practice, e-learning-based learning is found to have several obstacles such as lack of understanding of the material, lack of interaction between users, and others. Therefore, this study aims to determine the effectiveness of communication that occurs during e-learning-based learning at the Islamic University of Bandung. The method used in this research is descriptive-quantitative with data collection techniques using questionnaires and literature study. The population of this study were students of Faculty of Communication at the Islamic University of Bandung with a total of 368 people. This study also uses a simple random sampling technique in the process of determining the sample, so that the calculation results determine that the sample is 79 people. The results of this study are the effectiveness of communication in e-learning-based learning at the Islamic University of Bandung is quite good, this is because e-learning at the Islamic University of Bandung has applied aspects of Credibility, Context, Content, Clarity, Continuity and Consistency, Capability of Audience, and Channels of Distribution and make maximum use of it. Abstrak. Kian hari, perkembangan teknologi terus mengalami kemajuan pesat, terlebih pada era komunikasi seperti sekarang ini. Terbukti dengan hadirnya internet, digitalisasi, artificial intelegent, machine learning, big data, dan lain-lain. Ditambah dengan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan perubahan mekanisme pembelajaran yang pada awalnya tatap muka berubah dengan memanfaatkan jaringan internet menjadi pembelajaran jarak jauh, hal ini pun diterapkan oleh Universitas Islam Bandung dengan mentransformasi pembelajaran tatap muka menjadi menggunakan website e-learning. Akan tetapi dalam praktiknya pembelajaran berbasis e-learning ditemukan beberapa hambatan seperti kurangnya pemahaman materi, kurangnya interaksi antar pengguna, dan lain-lain. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komunikasi yang terjadi saat pembelajaran berbasis e-learning di Universitas Islam Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan studi kepustakaan. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung dengan jumlah 368 orang. Penelitian ini pun menggunakan teknik simple random sampling dalam proses penentuan sampelnya, sehingga hasil perhitungan menentukan bahwa sampel berjumlah 79 orang. Hasil dari penelitian ini adalah efektivitas komunikasi dalam pembelajaran berbasis e-learning di Universitas Islam Bandung terbilang cukup baik, hal ini dikarenakan e-learning di Universitas Islam Bandung telah mengaplikasikan aspek Credibility, Context, Content, Clarity, Continuity and Consistency, Capability of Audience, dan Channels of Distribution dengan maksimal.
Hubungan Antara Komunikasi Kelompok Guru dengan Motivasi Belajar Murid pada Masa PTMT Azhar Panji Pratama; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6063

Abstract

Abstract. The Covid 19 outbreak has enveloped Indonesia since 2020, of course this has an impact on all aspects of life in Indonesia, especially in the education aspect. Face-to-face education must now be replaced by online learning since PPKM was implemented. This policy reduces students' learning motivation because they are not familiar with the online learning process. Since the COVID-19 pandemic has begun to subside, the government has implemented a PTMT policy or Limited Face-to-face Learning at the SMA/SMK equivalent education level. As a communicator in the communication process that occurs in learning at school, a teacher must convey messages properly to the communicant or his students. The PTMT policy makes the distribution of material provided by the teacher less evenly distributed, because this policy is a hybrid which makes students divided into two groups, some are learning face-to-face and some are learning online. This makes the teacher have to conduct group discussions to find solutions to these problems. The research entitled "The Relationship Between Teacher Group Communication With Student Learning Motivation During the Ptmt Period (Limited Face-to-Face Learning)", has a problem statement whether there is a relationship between teacher group communication and student learning motivation during the PTMT period. This study aims to determine the relationship between teacher group communication and student learning motivation during the PTMT (Limited Face-to-face Learning) period and to examine the psychodynamic theory of group function. In determining the respondents to be studied, researchers used simple random sampling with the results of PFPT teachers and level 3 PFPT students at SMKN 1 Cimahi who would be respondents in this study. This study uses quantitative methods with data collection techniques using questionnaires as primary data and interviews as secondary data. Data analysis will be carried out using the correlational study method and calculated using the SPSS application. The results showed that there was a significant relationship between teacher group communication and student learning motivation during the PTMT period. The relationship between the two variables has a fairly strong strength with a positive relationship direction. Abstrak. Wabah Covid 19 menyelimuti Indonesia sejak tahun 2020, tentunya hal ini berdampak kepada semua aspek kehidupan yang ada di Indonesia terutama pada aspek pendidikan. Pendidikan tatap muka secara langsung kini harus diganti oleh pembelajaran secara daring sejak PPKM dilakukan. Kebijakan ini membuat motivasi belajar murid menurun karena belum terbiasa dengan proses pembelajaran daring. Sejak pandemi covid-19 sudah mulai mereda, pemerintah melakukan kebijakan PTMT atau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada jenjang pendidikan SMA/SMK sederajat. Sebagai komunikator dalam proses komunikasi yang terjadi pada pembelajaran di sekolah, seorang guru harus menyampaikan pesan dengan baik kepada komunikan atau murid-muridnya. Kebijakan PTMT membuat pembagian materi yang diberikan guru kurang merata, karena kebijakan ini bersifat hybrid yang membuat siswa siswi terbagi menjadi dua kelompok, ada yang belajar tatap muka dan ada yang belajar daring. Hal ini membuat guru harus melakukan diskusi kelompok untuk mencari solusi dari masalah tersebut. Penelitian yang dibuat dengan judul “Hubungan Antara Komunikasi Kelompok Guru Dengan Motivasi Belajar Murid Pada Masa Ptmt (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas)”, memiliki rumusan masalah apakah terdapat hubungan antara komunikasi kelompok guru dengan motivasi belajar murid pada masa PTMT. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi kelompok guru dengan motivasi belajar murid pada masa PTMT(Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) dan menguji teori psikodinamika dari fungsi kelompok. Dalam menentukan responden yang akan diteliti, peneliti menggunakan simple random sampling dengan hasil guru PFPT dan murid tingkat 3 PFPT SMKN 1 Cimahi yang akan dijadikan responden dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan meotde kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai data primer dan wawancara sebagai data sekunder. Data analisa yang akan dilakukan dengan menggunakan metode studi korelasional dan dihitung menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi kelompok guru dengan motivasi belajar murid pada masa PTMT. Hubungan antara kedua variabel tersebut memiliki kekuatan yang cukup kuat dengan arah hubungan positif.
Komunikasi Kelompok untuk Meningkatkan Kerja Sama Tim Produksi Samasta Films Iqbal Jamil; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6675

Abstract

Abstract. One of the many phenomena today is that Indonesia's creative industry is booming. Film is a subsector of the creative industry. In Bandung itself, the film is a developing subsector. Film presence on various media platforms also signals the growth of the production of films. Group communication is the communication that sustains the filming process in a production team. The study focuses on group communication going on the films production team Samasta films. The purpose of this study is (1) to know the role of production leader, (2) communications interaction, (3) group cohesivity, (4) communication techniques and finally (5) to include communication groups essential elements in the samasta films production team. The methods used are qualitative methods with case studies approach, and the study uses interview techniques to draw information to the source. As for the other sources, the individual who was part of the films production team. The result of this study is that group communication can increase the cooperation of the production team, when all members have the same vision and interworked communication is constructive, thus making individual and group performance grow. Abstrak. Salah satu fenomena yang terjadi saat ini ialah, merebaknya industri kreatif di Indonesia. Film merupakan subsektor dari industri kreatif. Di Kota Bandung sendiri, film merupakan subsektor yang sedang berkembang. Kehadiran film di berbagai platform media juga menandakan berkembangnya kehadiran rumah produksi film. Komunikasi kelompok ialah komunikasi yang menunjang berjalannya proses pembuatan film di sebuah tim produksi. Penelitian ini memfokuskan kepada komunikasi kelompok yang terjadi pada tim produksi Samasta Films. Tujuan penelitian ini ialah (1) untuk mengetahui peranan pimpinan produksi, (2) interaksi komunikasi, (3) kohesivitas kelompok, (4) teknik komunikasi dan terakhir (5)untuk mengetahui bagaimana komunikasi kelompok untuk meningkatkan kerja sama tim produksi Samasta Films. Adapun metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta penelitian ini menggunakan teknik wawancara dalam menggali informasi kepada narasumber. Adapun yang menjadi narasumber ialah individu yang menjadi bagian dari tim produksi Samasta Films. Hasil penelitian ini ialah komunikasi kelompok dapat meningkatkan kerja sama tim produksi, ketika seluruh anggota memiliki visi yang sama dan komunikasi yang terjalin bersifat membangun, sehingga membuat kinerja individu dan kelompok meningkat.
Representasi Komunikasi Antarpribadi pada Keluarga dalam Film Drama Keluarga Kiki Muhamad Khadafi; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6835

Abstract

Abstract. Family is a marriage bond that lives in one household, in a state of interdependence by interacting and caring for one another. This can be created by the existence of interpersonal communication carried out by the family so that it can make the relationship between families even closer by being shown in a family genre film. Among the many family films, the film Kapan Moving Rumah shows the atmosphere of communication that exists within the family. With this, the representation of interpersonal communication within the family refers to the communication that occurs within the family in the film Kapan Move Rumah. The purpose of this study is to find out how the representation of interpersonal communication in terms of denotation, connotation, and myths in the family in the film Kapan Move Rumah. The method used in this study is a qualitative research method using Roland Barthes's semiotic analysis viewed denotatively, connotatively, and mythically. Methods of data collection in this study using documentation and literature study. Good communication can make a family relationship better by creating a harmonious relationship between family members and creating happiness in the family, but this atmosphere can change because there is a difference of opinion which causes a fight because each family member has a very high ego. Abstrak. Keluarga merupakan sebuah ikatan perkawinan yang hidup dalam satu rumah tangga, dalam keadaan saling ketergantungan dengan saling berinteraksi dan saling memperhatikan satu sama lain. Hal tersebut bisa tercipta dengan adanya komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh keluarga sehingga dapat membuat hubungan antar keluarga menjadi semakin erat dengan diperlihatkan pada suatu film bergendre keluarga. Diantara banyaknya film keluarga, pada film Kapan Pindah Rumah memperlihatkan suasana komunikasi yang ada dalam keluarga, Dengan ini maka representasi komunikasi antarpribadi dalam keluarga mengacu kepada komunikasi yang terjadi pada keluarga dalam film Kapan Pindah Rumah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana representasi komunikasi antar pribadi secara denotasi, konotasi, dan mitos pada keluarga dalam film Kapan Pindah Rumah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes dilihat secara denotative, konotatif, dan mitos. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi dan studi pustaka. Komunikasi yang baik bisa membuat suatu hubungan keluarga menjadi lebih baik dengan terciptanya hubungan harmonis antar anggota keluarga dan menciptakan kebahagiaan dalam keluarga, namun suasana tersebut dapat berubah karena terdapat sebuah perbedaan pendapat yang menimbulan suatu pertikaian karena masing–masing anggota keluarga memiliki ego yang sangat tinggi.
Komunikasi Pelayanan Masyarakat Komunitas Edan Sepur dalam Menjaga Keselamatan Pelintas Rel Resty Zulia Latifah; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13402

Abstract

Abstract. Service is an effort to help and meet the needs of individuals or groups. Services can be provided through communities, one of which is the "Edan Sepur" Community. The Edan Sepur Community in its services applies Traffic Discipline. From the implementation of this community, it wants drivers or the public to always be orderly in traffic, especially at crossings. The aims of this research are 1) to analyze building closeness with the community when providing services, 2) to analyze the communication techniques used by the Edan Sepur community to increase awareness and safety of rail passers, 3) To analyze the Edan Sepur community when providing community services through the community “Edan Sepur”. This research uses a constructivist paradigm with qualitative research methods and a case study research approach. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The subjects in this research were Public Relations and members of the Crazy Sepur Community and crossing drivers. The results of this research are that the Edan Sepur Community is actively building relationships with the community. They use persuasive communication techniques to change people's attitudes and behavior. Apart from that, they also provide education about crossing discipline to create a safer environment. Abstrak. Pelayanan adalah upaya untuk membantu dan memenuhi kebutuhan individu atau kelompok. Pelayanan dapat dilakukan melalui komunitas, salah satunya yaitu Komunitas “Edan Sepur”. Komunitas Edan Sepur ini dalam pelayanannya menerapkan Disiplin Berlalu Lintas. Dari penerapan komunitas ini menginginkan pengendara atau masyarakat untuk selalu tertib dalam berlalu lintas terutama di Perlintasan. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) untuk menganalis membangun kedekatan dengan masyarakat saat memberikan pelayanan, 2) Untuk menganalisis teknik komunikasi yang digunakan oleh komunitas edan sepur dalam meningkatkan kesadaran serta keselamatan pelintas rel, 3) Untuk menganalisis komunitas Edan Sepur saat melakukan pelayananmasyarakat melalui komunitas “Edan Sepur”. Penelitan ini menggunakan paradigmakonstruktivisme dengan metode penelitiankualitatif serta pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaituobservasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjekpada penelitian ini yaitu Humas dan anggotaKomunitas edan sepur dan pengendara perlintasan. Hasil Penelitian ini yaitu Komunitas Edan Sepuraktif membangun hubungan dengan masyarakat,.Mereka menggunakan teknik komunikasi persuasifuntuk merubah sikap dan perilaku masyarakat. Selain itu, mereka juga menyediakan edukasitentang disiplin perlintasan untuk menciptakanlingkungan yang lebih aman.
Hubungan antara Tayangan Kuliner Korea di Media Sosial dengan Perilaku Konsumtif Mohammad Jordan Febrian Gunawan; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13898

Abstract

Abstract. The emergence of new media has had a major impact on its users, from the reach of information to changes in lifestyle behavior. With the existence of new media, social media emerged where Korean cultural impressions became popular. The existence of the Tiktok application as a product of this new media makes people share information and create various content which we also call content creators. This culture is spread through entertainment, culinary, fashion, and cosmetic shows which makes the audience of Tiktok seem hypnotized by its content which causes consumptive behavior to emerge. This phenomenon will be studied on followers of the @hugryfever account using the theory of Goyette et al (2010), including intensity, content, and valance of opinion with the aim of knowing the relationship between Korean culinary impressions and consumptive behavior. This study uses quantitative methods and correlational research types. Collecting research data through online questionnaires to @hungryfever followers totaling 100 respondents using random sampling techniques. After processing data from respondents' answers, this study found a relationship between intensity, content, and valance of opinion with consumptive behavior. Abstrak. Munculnya media baru atau new media telah memberikan dampak yang besar bagi penggunanya mulai dari jangkauan informasi sampai dengan perubahan perilaku gaya hidup. Dengan adanya new media muncul media sosial yang dimana tayangan budaya korea menjadi populer. Adanya aplikasi Tiktok sebagai produk dari new media ini menjadikan orang-orang membagikan informasi serta membuat berbagai konten yang juga kita sebut sebagai conten creator. Budaya ini disebarkan melalui tayangan hiburan, kuliner, fashion, dan kosmetik yang membuat penonton dari Tiktok ini seperti terhipnotis oleh konten-kontennya yang menyebabkan munculnya perilaku konsumtif. Fenomena ini akan diteliti pada followers akun @hugryfever menggunakan teori dari Goyette et al (2010), diantarnya intensity ,content, dan valance of opinion dengan tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara tayangan kuliner korea dengan perilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif serta jenis penelitian korelasional. Pengumpulan data penelitian melalui kuisioner secara online kepada followers @hungryfever yang berjumlah 100 responden menggunakan teknik random sampling. Setelah melakukan pengolahan data dari jawaban responden penelitian ini menghasilkan hubungan antara intensity, content, dan valance of opinion dengan perilaku konsumtif
Pengaruh Terpaan Lagu Hindia Terhadap Kesehatan Mental Gen Z 10080021143, Muhammad Aulia Akbar; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v5i2.18694

Abstract

Abstract. The rapid advancement of technology requires individuals to adapt to changes in media and patterns of digital music consumption, such as the use of platforms like Spotify. The song “Besok Mungkin Kita Sampai” by Hindia reflects mental health issues that are highly relevant to the lives of Generation Z. This study aims to analyze the influence of exposure to the song on Spotify on the mental health of Gen Z, focusing on the indicators of frequency, attention, and duration. This research employs a quantitative approach using a survey method, involving 100 respondents from Gen Z who actively use Spotify. The findings indicate a positive influence of exposure to “Besok Mungkin Kita Sampai” on the mental well-being of Gen Z, particularly in fostering feelings of calmness, motivation, and emotional validation. Among the three indicators, frequency and attention showed a stronger contribution than duration in creating a positive psychological impact. This study is expected to provide insights into the role of music as a medium that supports mental health, and offer implications for musicians and digital platforms in producing relevant and constructive content. Abstrak. Perkembangan teknologi yang pesat menuntut individu untuk beradaptasi dengan perubahan media dan pola konsumsi musik digital, seperti platform Spotify. Lagu “Besok Mungkin Kita Sampai” karya Hindia mencerminkan isu-isu mental yang relevan dengan kehidupan Gen Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terpaan lagu tersebut pada Spotify terhadap kesehatan mental Gen Z, dengan fokus pada indikator frekuensi, atensi, dan durasi. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 100 responden dari kalangan Gen Z yang aktif menggunakan Spotify. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara terpaan lagu "Besok Mungkin Kita Sampai" terhadap kesehatan mental Gen Z, khususnya pada aspek perasaan tenang, termotivasi, dan merasa dipahami. Indikator frekuensi dan atensi memberikan kontribusi yang lebih besar dibanding durasi dalam membentuk efek psikologis positif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang peran musik sebagai media yang mendukung kesehatan mental, serta implikasi bagi musisi dan platform digital dalam menciptakan konten yang relevan dan positif.