Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Public Relations

Strategi Komunikasi Upselling oleh Barista: Studi Kasus: Komunikasi up selling yang dilakukan Barista Fore Coffee outlet TSM Bandung Alma Azzahra; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8935

Abstract

Abstract. Fore Coffee is an original Indonesian coffee retail startup founded in 2018. Until now, Fore Coffee has 127 active outlets in 31 cities in Indonesia, one of which is the Fore Coffee outlet TSM Bandung, which is located on Jl. Gatot Subroto No. 289 Bandung, West Java. A business is inseparable from strategy, every company relies on a strategy to achieve its goals. In the midst of hectic coffee shop competition in Indonesia, every entrepreneur needs to think smart about the right strategy to use to maintain the existence of the coffee shop itself. Like Fore Coffee, which implements an up selling communication strategy as a marketing communication strategy implemented by the Barista. The purpose of this study was to find out the Up selling Communication Strategy carried out by Barista Fore Coffee. Researchers used qualitative research methods with a case study approach and used a constructivist paradigm. The informants in this study were 4 Baristas from the TSM Bandung Fore Coffee outlet and 3 Fore coffee customers. This study uses the theory of Behaviorism. The data in this study were obtained through semi structured interviews with sources, observation and documentation. The results of this study show that Barista Fore Coffee implements up selling communication as a marketing communication strategy for customers. It was also found that the up selling communication strategy carried out by Barista Fore Coffee was not solely carried out to increase sales through buying and selling agreements, but also to maintain a good image of the company through the services provided by the Barista. Abstrak. Fore Coffee merupakan startup kopi retail asli Indonesia yang didirikan pada tahun 2018. Hingga saat ini Fore Coffee telah memiliki 127 outlet aktif pada 31 Kota di Indonesia, salah satunya adalah Fore Coffee outlet TSM Bandung yang terletak di Jl. Gatot Subroto No.289 Bandung, Jawa Barat. Sebuah bisnis tidak terlepas dari strategi, setiap perusahaan mengandalkan sebuah strategi guna mencapai tujuannya. Di tengah ramainya persaingan Coffee shop di Indonesia, setiap pengusaha perlu berpikir cerdas terkait strategi yang tepat digunakan untuk mempertahankan keberadaan Coffee shopnya itu sendiri. Seperti halnya Fore Coffee yang menerapkan strategi komunikasi up selling sebagai strategi komunikasi pemasaran yang dijalankan oleh Barista. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Komunikasi Up selling yang dilakukan oleh Barista Fore Coffee. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan paradigma konstruktivis. Narasumber pada penelitian ini merupakan 4 orang Barista dari Fore Coffee outlet TSM Bandung dan 3 orang pelanggan Fore coffee. Penelitian ini menggunakan teori Behaviorisme. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dengan para narasumber, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa Barista Fore Coffee mengimplementasikan komunikasi up selling sebagai strategi komunikasi pemasaran yang diberikan terhadap pelanggan. Ditemukan pula bahwa strategi komunikasi up selling yang dilakukan Barista Fore Coffee bukan semata-mata dilakukan untuk meningkatkan penjualan melalui kesepakatan jual beli saja, melainkan juga untuk mempertahankan citra baik perusahaan melalui pelayanan yang diberikan oleh Barista.
Instagram sebagai Media Promosi Utama Radio Mara FM pada Era Digital Very Vebrio; Maryani, Anne
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.12846

Abstract

Abstrack. In this research entitled "Instagram as the Main Promotion Media for Radio Mara FM", the researcher attempts to reveal promotional planning, the promotion process and the urgency of using Instagram as the main promotion media. This research uses a methodology with a constructivist paradigm and qualitative methods as well as a Robert K. Yin case study approach with sub-explanatory. With new media and marketing and promotion theories, this research is able to answer all existing questions. With conclusions such as this promotion planning, Radio Mara FM forms the company's structural framework by dividing fields and mapping human resources. Apart from that, in the promotion planning process, discussions are held to get ideas and ideas regarding promotions on Instagram. So that the person responsible for the program is formed, namely the Project Manager Program. With these three things, it is believed that Radio Mara FM prioritizes the aspect of maximizing human resources compared to promotional content on Instagram. Radio Mara FM tries to process Instagram promotion by making the social media team into content creators whose job is to produce interesting content every day. This content is clearly different from radio products. This is because Instagram promotion is a form of increasing the image and sales of Radio Mara FM. Evaluation is carried out based on feedback and responses from the public and clients. The execution of Instagram promotional publications is carried out by internal content creators at Mara FM Radio. After going through the research process, the researchers concluded that Radio Mara FM uses Instagram as a form of digital existence. Abstrak. Pada penelitian ini yang berjudul “Instagram Sebagai Media Promosi Utama Radio Mara FM”, peneliti berusaha untuk mengungkap perencanaan promosi, proses promosi dan urgensi penggunaan Instagram sebagai media utama promosi. Penelitian ini menggunakan metodologi dengan paradigma konstruktivisme dan metode kualitatif serta pendekatan studi kasus Robert K. Yin dengan sub eksplanatoris. Dengan teori new media dan pemasaran serta promosi, penelitian ini mampu menjawab seluruh pertanyaan yang ada. Dengan kesimpulan seperti perencanaan promosi ini, Radio Mara FM membentuk kerangka struktural perusahaan dengan membagi bidang dan pemetaan sumber daya manusia. Selain itu, pada prosesnya perencanaan promosi dilakukan musyawarah guna mendapatkan ide dan gagasan mengenai promosi pada Instagram. Sehingga terbentuk penanggungjawab program yaitu Project Manager Program. Dengan ketiga hal tersebut diyakini, bahwa Radio Mara FM lebih mengutamakan aspek pemakasimalan sumber daya manusia dibandingkan dengan konten promosi pada Instagram. Radio Mara FM berusaha memproses promosi Instagram dengan cara menjadikan para tim media sosial sebagai content ceator yang bertugas memproduksi konten yang menarik setiap harinya. Konten-konten ini pun jelas berbeda dengan produk radio. Hal ini dikarenakan promosi Instagram sebagai bentuk peningkatan citra dan sales dari Radio Mara FM. Evaluasi dilakukan berdasar kepada feedback dan respon dari publik dan klien. Eksekusi publikasi promosi Instagam dilakukan oleh para content creator Internal Radio Mara FM. Setelah melalui proses riset peneliti menyimpulkan Radio Mara FM menggunakan Instagram sebagai bentuk eksistensi digital.
Komunikasi Komunitas Kecantikan Online di Aplikasi Female Daily Aneu Nur Annisa Putri; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.14034

Abstract

Abstract. The beauty industry has undergone a significant transformation, emerging as one of the potential sectors in the present time. The shift in media consumption towards online platforms, particularly through social media applications, has played a crucial role in shaping the perspectives of teenage girls on beauty. The Female Daily Network has become the largest women's community in Indonesia, facilitating information about beauty. The Female Daily app, as the main platform, provides a space for FD Talk, a forum where users can interact and give online reviews of beauty products. This research employs a qualitative method with a case study approach. Utilizing the New Media theory and the Technology Acceptance Model, the aim is to identify the motives behind the use and acceptance of the application by its users. Data collection for this research will involve interviews, observations, and documentation of relevant information. The expected outcome of this research is to contribute to a better understanding of effective community communication and a comprehensive insight into the activities of online beauty product reviews among teenagers in Bandung. Abstrak. Industri kecantikan mengalami transformasi yang signifikan menjadi salah satu industri yang potensial di masa sekarang. Perubahan dalam konsumsi media menjadi ke media online, melalui media sosial aplikasi Female Daily memainkan peran penting dalam membentuk pandangan remaja perempuan terhadap kecantikan. Female Daily Network menjadi komunitas perempuan terbesar di Indonesia yang memfasilitasi informasi mengenai kecantikan. Aplikasi Female Daily, sebagai platform utama, memberikan ruang untuk FD Talk, forum di mana pengguna dapat berinteraksi dan memberikan online review produk kecantikan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan etnografi virtual. Dengan menggunakan teori New Media dan teori Technology Acceptance Model, yang diharapkan dapat mengenali motif di balik penggunaan dan penerimaan aplikasi pada penggunanya. Pengumpulan data dalam penelitian ini akan dilakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap data-data yang relevan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih untuk komunikasi komunitas yang efektif dan pemahaman yang baik terhadap aktivitas yaitu online review produk kecantikan di kalangan remaja Bandung.
Makna Komunikasi Antarpribadi dalam Upaya Pemeliharaan Kesehatan Mental di Kalangan Remaja Tasya Pratiwi Aisyah; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.15079

Abstract

Abstract. Most adolescents experiencing mental health issues greatly need someone as their support system. Besides access to assistance services and counseling, the role of the surrounding environment, such as friends, is crucial in maintaining mental health disorders. This study aims to understand the meaning of interpersonal communication that can arise through individual experiences, the role of support from the surrounding environment, and the individual's internal motives in maintaining mental health. This research uses a qualitative method with a constructivist paradigm and a phenomenological approach. The theory employed in this study is Alfred Schutz's phenomenological theory. Interviews, observations, documentation, and literature studies are the data collection techniques used in this research. The data analysis technique used in this study follows the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that interpersonal communication experiences of students who have experienced mental health disorders with their surroundings are triggered by personal issues within the students. Students who have experienced mental health disorders tend to become more open to their surroundings after consulting with a psychologist. Moreover, the surrounding environment plays a very important role in maintaining the mental health of these students because the positive feedback they receive leads to effective communication. Additionally, In-Order-To Motive and Because Motive also serve as triggers in forming the meaning of communication for the experiences of students who have experienced mental health disorders and then have the courage to consult a psychologist. Abstrak. Sebagian besar remaja yang mengalami masalah kesehatan mental sangat memerlukan seseorang sebagai support system mereka. Selain akses layanan bantuan dan konseling, peran lingkungan sekitar seperti teman sangatlah penting dalam upaya pemeliharaan gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna komunikasi antarpribadi yang dapat timbul melalui pengalaman individu, adanya peran pendukung dari lingkungan sekitar, dan motif dalam diri individu guna memelihara kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma kontruktivis serta pendekatan fenomenologi. Teori yang peneliti gunakan dalam penelitian ini ialah teori fenomenologi Alfred Schutz. Wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan pada penelitian ini. Adapula teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah, pengalaman komunikasi antarpribadi mahasiswa yang pernah mengalami gangguan kesehatan mental dengan lingkungan sekitarnya dipicu oleh adanya suatu masalah dalam diri mahasiswa. Mahasiswa yang pernah mengalami gangguan kesehatan mental cenderung mulai terbuka dengan lingkungan sekitarnya setelah melakukan konsultasi dengan psikolog. Adapula lingkungan sekitar memiliki peran yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan mental mahasiswa tersebut karena feedback positif yang mereka dapatkan menimbulkan komunikasi yang efektif. Selain itu, In-Order-To Motive dan Because Motive juga menjadi pemicu dalam pembentukan makna komunikasi bagi pengalaman mahasiswa yang pernah mengalami gangguan kesehatan mental dan kemudian memberanikan diri untuk melakukan konsultasi ke psikolog.