Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Penguatan Kemitraan Lintas Iman Muslim dan Bahai melalui Bincang Diskursus Keragaman (BIDUK) #01 ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau Muhammad Ansor; Laila Sari Masyhur; Bambang Hermanto; Mhmd. Habibi
Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/gn2nhr56

Abstract

This article discusses the implementation of interfaith partnership strengthening activities between Muslims and Baha'is in Riau through the organization of the Diversity Discourse Chat (BIDUK) #01 by ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau. This activity argues that interfaith partnerships in resolving religious relationship issues can be conducted not only through formal approaches facilitated by the state but also through both informal and formal encounters of each community and the willingness to discuss problems related to religious relationships, including sensitive topics. In this regard, ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau facilitates periodic discussions packaged through the BIDUK program, which addresses issues of diversity governance in Indonesia. The BIDUK #01 discussion was held as an effort to strengthen mutual understanding between Bahá'ís and Muslims in Riau in addressing issues related to the religious relations of both communities. In the end, the BIDUK discussion contributed to broadening the horizons of each community's members, showing that differences in religious beliefs do not hinder the partnership between Muslims and Bahá'ís in Riau in addressing national issues related to religious relations in Indonesia.
Strategi Dakwah Nabi Muhammad SAW Dalam Mengelola Keberagaman Komunitas Madinah: Sebuah Analisis Sosio-Religius Laila Sari Masyhur; Else Afrilia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah Nabi Muhammad SAW dalam mengelola keberagaman komunitas Madinah, dengan pendekatan sosio-religius. Keberagaman masyarakat Madinah yang terdiri dari berbagai kelompok, seperti kaum Muhajirin, Anshar, dan Yahudi, menjadi tantangan dalam membangun persatuan. Dakwah Nabi Muhammad SAW, melalui Piagam Madinah, menunjukkan bagaimana keberagaman dapat dikelola dengan bijaksana, menciptakan kedamaian, dan mengurangi potensi konflik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk jurnal dan dokumen sejarah. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk memahami bagaimana dakwah Nabi Muhammad SAW mengatasi keberagaman dalam masyarakat Madinah, dengan menekankan prinsip-prinsip keadilan, toleransi, dan penghormatan terhadap hak setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah sangat efektif dalam menciptakan masyarakat yang harmonis meskipun ada perbedaan agama, suku, dan etnis. Piagam Madinah yang dihasilkan Nabi Muhammad SAW menegaskan pentingnya kerjasama antar kelompok dan penghargaan terhadap kebebasan beragama. Dakwah Nabi Muhammad SAW juga menunjukkan bagaimana beliau berhasil menyatukan kelompok-kelompok yang berbeda, seperti kaum Muhajirin dan Anshar, melalui nilai-nilai ukhuwah Islamiyah. Keberhasilan ini juga tercermin dalam hubungan beliau dengan komunitas Yahudi di Madinah, yang diberikan kebebasan untuk menjalankan agama mereka dan berkontribusi dalam kehidupan sosial dan politik Madinah. Strategi dakwah ini mengajarkan pentingnya menciptakan solidaritas sosial dan mengedepankan prinsip saling menghormati di tengah keberagaman. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman dakwah dalam menghadapi keberagaman, baik di masa lalu maupun dalam konteks sosial modern. Prinsip-prinsip yang diterapkan Nabi Muhammad SAW dalam mengelola keberagaman dapat dijadikan acuan dalam menciptakan masyarakat yang adil, damai, dan harmonis di era kontemporer.
Hadis Bau Mulut Orang Berpuasa Ditinjau dari Pendekatan Bahasa: Analisis Matan secara Hakiki dan Majazi (The Smell of the Mouth of a Fasting Person from a Linguistic Approach: A Literal and Figurative Analysis of the Text) Sarah Mitha Amelia; Vera Seftia; Muhammad Sofyan Harahap; Laila Sari Masyhur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.314

Abstract

The hadith regarding the breath of a fasting person, which states that "The breath of a fasting person is more fragrant to Allah than the scent of musk" (HR. Bukhari and Muslim), is a significant text rich in linguistic and spiritual meaning. This study analyzes the matan (text) of the hadith through a linguistic approach, focusing on its hakiki (literal) and majazi (figurative) interpretations. Literally, the hadith refers to the physical phenomenon of the breath’s odor during fasting, but figuratively, the breath symbolizes sacrifice, sincerity, and devotion, which hold immense value in the sight of Allah, with musk representing spiritual excellence. The analysis examines linguistic devices such as metaphor and hyperbole, the cultural context of Arab society, and interpretations by scholars like Ibn Hajar al-Asqalani and al-Nawawi. The findings demonstrate that this linguistic approach not only enriches the understanding of the hadith’s meaning but also underscores its relevance in fostering sincerity and patience in worship. This study contributes to the development of language-based methodologies for hadith studies and strengthens the connection between linguistics and hadith scholarship within the Islamic intellectual tradition.
DINAMIKA PERKEMBANGAN TAFSIR AL-QUR’AN SECARA TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL Fajar, Ali; Hanah, Far; Aminullah, Muhammad; Masyhur, Laila Sari
Al FAWATIH:Jurnal Kajian Al Quran dan Hadis Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alfawatih.v6i1.15213

Abstract

The interpretation of the Qur'an has continuously adapted over time, transitioning from a literal, text-centered approach to a more contextual method that aligns with contemporary social dynamics and scientific progress. The literalist approach concentrates on the direct linguistic meaning of the Qur'anic verses, drawing support from hadith and classical scholarly interpretations. Meanwhile, the contextual approach prioritizes understanding the Qur'an within its historical, societal, and cultural settings to extract meanings that resonate with modern-day realities. This study utilizes a qualitative literature review to explore the historical development of Qur'anic interpretive methods in Islamic thought. The results highlight that blending textual and contextual perspectives fosters a deeper and more holistic comprehension of the Qur’an. Such integration is crucial for developing interpretative models that are both true to the sacred text and adaptable to current times. Consequently, the ongoing refinement of interpretive methodologies is vital to ensure that the Qur'an continues to serve as a relevant and practical guide for humanity.
Pendampingan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan melalui Ecobrick, Ecoprint, dan Bank Sampah Ansori, Arif; Al Haq, Abdul Aziz; Suryadi, Muhammad Abrar; Alfayed, Erico; Lestari, Sri Ayu; Ningsih, Nurwidia; Intan, Melani Nur; Fadila, Sovie; Rambe, Multisari; Masyhur, Laila Sari
MENARA RIAU Vol 19, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/menara.v19i1.32580

Abstract

This community service program aimed to address waste management issues through the implementation of ecobrick, ecoprint, and waste bank initiatives. The ecobrick program successfully reduced plastic waste by involving students in creating eco-friendly bricks used to build the village name sign. The ecoprint program, targeting local women's groups (PKK), enhanced their skills in transforming organic waste into valuable artistic products such as leaf-patterned tote bags. Meanwhile, the establishment of a waste bank encouraged residents to sort organic and inorganic waste and promoted collective participation in sustainable waste management. These three programs not only helped reduce environmental pollution but also created new economic opportunities for the community. The results showed increased awareness and engagement among residents in sustainable waste practices, aligning with environmental development goals and community empowerment efforts.
PEMBINAAN KAJIAN FIQIH WANITA DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-QUR’AN DI SURAU GADING DESA RAMBAH SAMO KECAMATAN RAMBAH SAMO KABUPATEN ROKAN HULU Masyhur, Laila Sari; Hidayat, Fatmah Taufik; Ansor, Muhammad
Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/g3a64585

Abstract

Tujuan artikel ini adalah menyajikan refleksi akademis tentang pembinaan dan pengenalan prinsip atau karakteristik dasar dari kajian fiqih wanita serta relasinya dengan konteks sosial yang melatari. Selain itu kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta memberikan pencerahan tentang pembinaan kajian fiqih wanita kepada jama’ah majelis taklim perempuan. Subyek pengabdian adalah Majelis Taklim ibu-ibu Surau Gading di Dusun Sungai Gading, Desa Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan awal Juni 2023. Materi pengabdian berkisar tentang kajian fiqih wanita bertema hijab dan batasan aurat wanita dalam kajian fiqih wanita dari perspektif tafsir al-Qur’an, terutama untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan pemahaman mereka terkait batasan aurat dan hijab dalam kajian fiqih wanita dalam diskursus tafsir dan mampu menerapkannya dalam bermuamalat. Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa wawasan keagamaan yang disampaikan dalam kegiatan ini berpengaruh terhadap pengetahuan dan artikulasi keagamaan yang terkait fiqh Wanita bagi subyek dampingan. 
Pendampingan dalam Pembentukan Karakter Keislaman Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)  Darusshalihin di Gampong Paya Bujok Tunong Kota Langsa, Propinsi Aceh Masyhur, Laila Sari; Pratiwi, Siti Habsari; Ritonga, Mhd. Rasid
Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zxarxb96

Abstract

This community dedication aims to strengthen the Koran Education Park's (Taman Pendidikan al-Qur'an) role in shaping the character of children in Paya Bujok Tunong, Langsa City. The environment occupies a significant and influential position in shaping the character of a child. Children often emulate their surroundings rather than following their parents' instructions. In an age of rapidly growing globalization, many things can shape a child's character. School isn't the only primary place for a child's character education. The educational park of the Qur'an plays a crucial role in shaping a child's character. These informal educational institutions also have a role in shaping the character of children. The results achieved in this community program of devotion show that (1) the presentation of the values of the Qur'an can shape the character of the child; (2) the praise of morality can affect the child's character; and (3) it motivates the child to take care of his environment according to Islamic values.
Penguatan Kemitraan Lintas Iman Muslim dan Bahai melalui Bincang Diskursus Keragaman (BIDUK) #01 ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau Ansor, Muhammad; Masyhur, Laila Sari; Hermanto, Bambang; Habibi, Mhmd.
Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/gn2nhr56

Abstract

This article discusses the implementation of interfaith partnership strengthening activities between Muslims and Baha'is in Riau through the organization of the Diversity Discourse Chat (BIDUK) #01 by ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau. This activity argues that interfaith partnerships in resolving religious relationship issues can be conducted not only through formal approaches facilitated by the state but also through both informal and formal encounters of each community and the willingness to discuss problems related to religious relationships, including sensitive topics. In this regard, ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau facilitates periodic discussions packaged through the BIDUK program, which addresses issues of diversity governance in Indonesia. The BIDUK #01 discussion was held as an effort to strengthen mutual understanding between Bahá'ís and Muslims in Riau in addressing issues related to the religious relations of both communities. In the end, the BIDUK discussion contributed to broadening the horizons of each community's members, showing that differences in religious beliefs do not hinder the partnership between Muslims and Bahá'ís in Riau in addressing national issues related to religious relations in Indonesia.
Hermeneutika Dalam Penafsiran Al-Qur’an: Analisis Metode Tafsir Muhammad Arkoun Putra, Aryandi Eka; Salsabila, Tasya; Masyhur, Laila Sari
Jurnal Tafsere Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v13i1.57461

Abstract

Pemikiran tafsir dalam dunia Islam terus mengalami perkembangan seiring dengan perubahan sosial budaya dan intelektual. Muhammad Arkoun, salah seorang pemikir Islam kontemporer turut menawarkan sebuah pembaharuan dalam dunia penafsiran Al-Qur’an yang menekankan analisis kritis terhadap teks dan wacaa Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisa pendekatan kontekstual yang digunakan oleh Muhammad Arkoun untuk membongkar pemikiran dogmatis dalam menafsirkan Al-Qur’an. Dengan metode deskriptif kualitatif, data diintegrasikan melalui studi pustakan terhadap karya-karya Arkoun dan literatur yang membahas pemikiranya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arkoun menggunakan pendekatan hermeneutika khususnya dekonstruksi makna untuk memahami bagaimana makna teks berkembang dalam berbagai konteks historis. Metode tafsir Arkoun berusaha membedakan antara Al-Qur'an sebagai wahyu dan Al-Qur'an sebagai teks yang telah mengalami kodifikasi dan interpretasi. Meskipun terdapat banyak tantangan dari kalangan konservatif, namun pendekatan ini memberikan kontribusi signifikan studi Islam modern, terutama dalam membangun pemahaman yang lebih inklusif dan dinamis terhadap teks-teks keislaman. Temuan ini memperkaya diskursus tafsir kontemporer dengan perspektif yang menyeimbangkan otentisitas teks dan kontekstualisasi historis.
Melawan Narasi Pekanbaru Intoleran: Penguatan Inklusivitas Beragama Melalui Dialog Pengalaman Puasa dalam Tradisi Lintas Agama dan Kepercayaan Ansor, Muhammad; Pakpahan, Saiman; Habibi, Mhmd.; Masyhur, Laila Sari; Hermanto, Bambang
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v5i2.12162

Abstract

Tulisan ini membahas kegiatan penguatan keberagamaan yang inklusif pada Muslim di Pekanbaru melalui perjumpaan dan dialog bertema puasa dalam tradisi lintas agama dan kepercayaan. Metode pengabdian dilakukan dengan menyelenggarakan kegiatan kolaboratif dengan komunitas lintas agama dan kepercayaan. Metode pengabdian tersebut dipilih lantaran sejumlah studi menyatakan inklusifitas beragama seringkali dipicu rendahnya intensitas perjumpaan lintas iman maupun upaya terstruktur untuk saling memahami doktrin dan tradisi keagamaan di luar agamanya. Subyek pengabdian mayoritas merupakan Muslim muda di Pekanbaru sebanyak 50 peserta dengan fasilitator enam orang dari komunitas lintas iman seperti Nahdlatul Ulama dan Ahmadiyah, Kristen, Hindu, Bahai dan Penghayat Kepercayaan Parmalim dan Kejawen. Dari kegiatan ini para peserta diharapkan mendapatkan wawasan tentang tradisi puasa dalam komunitas lintas agama sekaligus jaringan sosial yang berguna bagi penguatan interfaith relation. Berdasarkan evaluasi setengah tahun setelah kegiatan, tim pengabdi menemukan peningkatan interaksi antar peserta kegiatan dengan komunitas lintas agama baik melalui silaturahmi atau kolaborasi program kegiatan untuk penguatan tata kelola keagamaan