Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pendampingan dalam Pembentukan Karakter Keislaman Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)  Darusshalihin di Gampong Paya Bujok Tunong Kota Langsa, Propinsi Aceh Masyhur, Laila Sari; Pratiwi, Siti Habsari; Ritonga, Mhd. Rasid
Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zxarxb96

Abstract

This community dedication aims to strengthen the Koran Education Park's (Taman Pendidikan al-Qur'an) role in shaping the character of children in Paya Bujok Tunong, Langsa City. The environment occupies a significant and influential position in shaping the character of a child. Children often emulate their surroundings rather than following their parents' instructions. In an age of rapidly growing globalization, many things can shape a child's character. School isn't the only primary place for a child's character education. The educational park of the Qur'an plays a crucial role in shaping a child's character. These informal educational institutions also have a role in shaping the character of children. The results achieved in this community program of devotion show that (1) the presentation of the values of the Qur'an can shape the character of the child; (2) the praise of morality can affect the child's character; and (3) it motivates the child to take care of his environment according to Islamic values.
Penguatan Kemitraan Lintas Iman Muslim dan Bahai melalui Bincang Diskursus Keragaman (BIDUK) #01 ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau Ansor, Muhammad; Masyhur, Laila Sari; Hermanto, Bambang; Habibi, Mhmd.
Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/gn2nhr56

Abstract

This article discusses the implementation of interfaith partnership strengthening activities between Muslims and Baha'is in Riau through the organization of the Diversity Discourse Chat (BIDUK) #01 by ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau. This activity argues that interfaith partnerships in resolving religious relationship issues can be conducted not only through formal approaches facilitated by the state but also through both informal and formal encounters of each community and the willingness to discuss problems related to religious relationships, including sensitive topics. In this regard, ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau facilitates periodic discussions packaged through the BIDUK program, which addresses issues of diversity governance in Indonesia. The BIDUK #01 discussion was held as an effort to strengthen mutual understanding between Bahá'ís and Muslims in Riau in addressing issues related to the religious relations of both communities. In the end, the BIDUK discussion contributed to broadening the horizons of each community's members, showing that differences in religious beliefs do not hinder the partnership between Muslims and Bahá'ís in Riau in addressing national issues related to religious relations in Indonesia.
Hermeneutika Dalam Penafsiran Al-Qur’an: Analisis Metode Tafsir Muhammad Arkoun Putra, Aryandi Eka; Salsabila, Tasya; Masyhur, Laila Sari
Jurnal Tafsere Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v13i1.57461

Abstract

Pemikiran tafsir dalam dunia Islam terus mengalami perkembangan seiring dengan perubahan sosial budaya dan intelektual. Muhammad Arkoun, salah seorang pemikir Islam kontemporer turut menawarkan sebuah pembaharuan dalam dunia penafsiran Al-Qur’an yang menekankan analisis kritis terhadap teks dan wacaa Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisa pendekatan kontekstual yang digunakan oleh Muhammad Arkoun untuk membongkar pemikiran dogmatis dalam menafsirkan Al-Qur’an. Dengan metode deskriptif kualitatif, data diintegrasikan melalui studi pustakan terhadap karya-karya Arkoun dan literatur yang membahas pemikiranya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arkoun menggunakan pendekatan hermeneutika khususnya dekonstruksi makna untuk memahami bagaimana makna teks berkembang dalam berbagai konteks historis. Metode tafsir Arkoun berusaha membedakan antara Al-Qur'an sebagai wahyu dan Al-Qur'an sebagai teks yang telah mengalami kodifikasi dan interpretasi. Meskipun terdapat banyak tantangan dari kalangan konservatif, namun pendekatan ini memberikan kontribusi signifikan studi Islam modern, terutama dalam membangun pemahaman yang lebih inklusif dan dinamis terhadap teks-teks keislaman. Temuan ini memperkaya diskursus tafsir kontemporer dengan perspektif yang menyeimbangkan otentisitas teks dan kontekstualisasi historis.
Melawan Narasi Pekanbaru Intoleran: Penguatan Inklusivitas Beragama Melalui Dialog Pengalaman Puasa dalam Tradisi Lintas Agama dan Kepercayaan Ansor, Muhammad; Pakpahan, Saiman; Habibi, Mhmd.; Masyhur, Laila Sari; Hermanto, Bambang
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v5i2.12162

Abstract

Tulisan ini membahas kegiatan penguatan keberagamaan yang inklusif pada Muslim di Pekanbaru melalui perjumpaan dan dialog bertema puasa dalam tradisi lintas agama dan kepercayaan. Metode pengabdian dilakukan dengan menyelenggarakan kegiatan kolaboratif dengan komunitas lintas agama dan kepercayaan. Metode pengabdian tersebut dipilih lantaran sejumlah studi menyatakan inklusifitas beragama seringkali dipicu rendahnya intensitas perjumpaan lintas iman maupun upaya terstruktur untuk saling memahami doktrin dan tradisi keagamaan di luar agamanya. Subyek pengabdian mayoritas merupakan Muslim muda di Pekanbaru sebanyak 50 peserta dengan fasilitator enam orang dari komunitas lintas iman seperti Nahdlatul Ulama dan Ahmadiyah, Kristen, Hindu, Bahai dan Penghayat Kepercayaan Parmalim dan Kejawen. Dari kegiatan ini para peserta diharapkan mendapatkan wawasan tentang tradisi puasa dalam komunitas lintas agama sekaligus jaringan sosial yang berguna bagi penguatan interfaith relation. Berdasarkan evaluasi setengah tahun setelah kegiatan, tim pengabdi menemukan peningkatan interaksi antar peserta kegiatan dengan komunitas lintas agama baik melalui silaturahmi atau kolaborasi program kegiatan untuk penguatan tata kelola keagamaan
Warna-Warni Pengabdian Di Desa Rambah Baru: Dari Edukasi Hingga Aksi Masyhur, Laila Sari; Dongoran, Rahmita Murdiaty; Husanda, Meisy; Aprinita, Cindy; Asari, Siti; Nisa, Nabila Khairun; Ekasari, Nurlita; Hifni, Azizah; Elghaniyya, Raihan; Fauzan, Ahmad; Rahmadani, Rian Nur; Azhar, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3135

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan ilmu pengetahuan ke tengah masyarakat. KKN UIN Suska Riau di Desa Rambah Baru mengangkat tema “Warna-Warni Pengabdian di Desa Rambah Baru: Dari Edukasi hingga Kreasi” sebagai gambaran keragaman program yang dijalankan. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa merancang kegiatan yang menjawab kebutuhan lokal: mulai dari pelatihan pembuatan sabun ramah lingkungan, edukasi kreatif mewarnai totebag, hingga sosialisasi anti-bullying dan cyber security. Tidak hanya itu, program kesehatan ternak, edukasi menabung, eksperimen gunung meletus, serta berbagai kegiatan keagamaan seperti mengajar PAI, Magrib Mengaji, dan pembelajaran di TPQ maupun MDTA turut memperkaya pengalaman bersama masyarakat.Tujuan KKN ini adalah untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan, menumbuhkan kesadaran sosial serta kepedulian lingkungan, mengembangkan potensi lokal, sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam menciptakan keberlanjutan pembangunan.Hasilnya tampak nyata: keterampilan ibu-ibu meningkat, anak-anak lebih kreatif, kesadaran lingkungan tumbuh, serta masyarakat desa semakin solid dalam kebersamaan. KKN ini membuktikan bahwa pengabdian sederhana dapat melahirkan dampak besar, mempertemukan ilmu dengan kearifan lokal, sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian dan keberlanjutan desa.
PENGUATAN MODERASI BERAGAMA GURU DAN PENYULUH AGAMA ISLAM RIAU MELALUI WORKSHOP VIRTUAL LITERASI KEAGAMAAN LINTAS BUDAYA Masyhur, Laila Sari; Hermanto, Bambang; Palawa, Alimuddin Hassan; Ansor, Muhammad; Amin, Muhammad Al
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v4i2.83

Abstract

Artikel ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan moderasi beragama guru dan penyuluh agama Islam di provinsi Riau melalui workshop virtual Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB). Kegiatan pengabdian diselenggarakan melalui kolaborasi Institute for Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS) UIN Sultan Syarif Kasim Riau dengan Institut Leimena. Workshop LKLB merupakan sebuah pendekatan berpikir, bersikap, dan bertindak untuk dapat bekerja sama dengan orang yang berbeda agama dan kepercayaan (kompetensi kolaboratif), berlandaskan pada pemahaman akan kerangka moral, spiritual, dan pengetahuan diri pribadi (kompetensi pribadi) dan orang lain yang berbeda agama dan kepercayaan (kompetensi komparatif). LKLB didasarkan pada keyakinan bahwa kesadaran dan kebaikan bersama bagi umat manusia akan tercapai bukan ketika keragaman agama dan kepercayaan ditolak atau bahkan dilebur menjadi keseragaman, tetapi justru ketika keragaman tersebut diteguhkan dan dikelola bersama oleh para penganutnya yang berbeda melalui proses evaluasi, komunikasi, dan negosiasi untuk menanggapi berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi, baik dalam konteks lokal maupun global. Workshop LKLB memiliki peranan setrategis karena kegiatan ini menyediakan suatu kerangka untuk bekerja sama dengan pihak lain dalam membahas dan menyelesaikan tantangan global bersama, tanpa mengorbankan substansi keyakinan sendiri.
TELAAH ISU CHILDFREE DALAM PERSPEKTIF MA'NA CUM MAGHZA: STUDI HERMENEUTIKA KONTEMPORER Wilianca, Dea Ananda; Fawwaz, Muhammad; Arif, Muhammad Hafizi Zul; Masyhur, Laila Sari
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 4 (2025): Juni: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i3.212

Abstract

The phenomenon of "childfree" is increasingly popular in modern society, especially among young couples, and has become a relevant topic for study. The decision to remain childless is often influenced by factors such as economic pressures, career instability, and the desire for personal growth or educational pursuits. This study examines the childfree issue through a contemporary hermeneutical approach, specifically employing the Ma’na Cum Maghza method developed by Sahiron Syamsuddin. This method balances the literal meaning of texts with the main message derived from them, applying these insights to modern social contexts. In Indonesia, the childfree phenomenon is often linked to early marriage practices, which significantly impact the physical and mental well-being of individuals. Despite being regulated by law, early marriage reveals a shift in societal views on family roles and reproduction. Through the Ma’na Cum Maghza approach, this research underscores the importance of interpreting religious texts not only for their literal meanings but also by contextualizing their messages in response to contemporary challenges. This approach provides fresh insights into understanding modern issues like childfree, highlighting the relevance of contemporary exegesis in addressing current socio-religious challenges.
Strategi Dakwah Nabi Muhammad SAW Dalam Mengelola Keberagaman Komunitas Madinah: Sebuah Analisis Sosio-Religius Masyhur, Laila Sari; Afrilia, Else
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah Nabi Muhammad SAW dalam mengelola keberagaman komunitas Madinah, dengan pendekatan sosio-religius. Keberagaman masyarakat Madinah yang terdiri dari berbagai kelompok, seperti kaum Muhajirin, Anshar, dan Yahudi, menjadi tantangan dalam membangun persatuan. Dakwah Nabi Muhammad SAW, melalui Piagam Madinah, menunjukkan bagaimana keberagaman dapat dikelola dengan bijaksana, menciptakan kedamaian, dan mengurangi potensi konflik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk jurnal dan dokumen sejarah. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk memahami bagaimana dakwah Nabi Muhammad SAW mengatasi keberagaman dalam masyarakat Madinah, dengan menekankan prinsip-prinsip keadilan, toleransi, dan penghormatan terhadap hak setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah sangat efektif dalam menciptakan masyarakat yang harmonis meskipun ada perbedaan agama, suku, dan etnis. Piagam Madinah yang dihasilkan Nabi Muhammad SAW menegaskan pentingnya kerjasama antar kelompok dan penghargaan terhadap kebebasan beragama. Dakwah Nabi Muhammad SAW juga menunjukkan bagaimana beliau berhasil menyatukan kelompok-kelompok yang berbeda, seperti kaum Muhajirin dan Anshar, melalui nilai-nilai ukhuwah Islamiyah. Keberhasilan ini juga tercermin dalam hubungan beliau dengan komunitas Yahudi di Madinah, yang diberikan kebebasan untuk menjalankan agama mereka dan berkontribusi dalam kehidupan sosial dan politik Madinah. Strategi dakwah ini mengajarkan pentingnya menciptakan solidaritas sosial dan mengedepankan prinsip saling menghormati di tengah keberagaman. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman dakwah dalam menghadapi keberagaman, baik di masa lalu maupun dalam konteks sosial modern. Prinsip-prinsip yang diterapkan Nabi Muhammad SAW dalam mengelola keberagaman dapat dijadikan acuan dalam menciptakan masyarakat yang adil, damai, dan harmonis di era kontemporer.
Pencarian Rekognisi dan Legalitas Perkawinan Secara Adat Pada Suku Asli Anak Rawa di Siak Provinsi Riau Ansor, Muhammad; Alwi, Rahman; Zulfikar, Irfan; Masyhur, Laila Sari; Alit, Alit
Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 5 No 2 (2023): Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Program Pascasarjana IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/lentera.v5i2.7544

Abstract

This article deals with the search for the recognition and legality of customary marriages on believers of the Suku Asli Anak Rawa in Siak, Riau. The article argued that although the Constitutional Court ordered the writing of identity credentials on the residence documents of citizens of trust holders, it could not be realized because they did not have a trust organizations or holders of trusts. This resulted in a number of Suku Asli Anak Rawa convert to one of the state-recognized religions in order to obtain a document of identity. Ethnographic data was collected through in-depth interviews, semi-structured observations as well as document studies. First, the author explores the indigenous population of the Anak Rawa who still embrace their beliefs and compares them to citizens who have converted to one of the official religions. Second, the researchers explored patterns of strengthening the external social networks of Suku Asli Anak Rawa, both government agencies and relevant social organizations as part of identity strengthening and search for recognition over indigenous marriages. Third, the researchers explored the efforts made by the Suku Asli Rawa in filing a registered status application to have the legality of issuing a marriage certificate. In conclusion, this paper indicates that policy on religious minority groups cannot be implemented immediately because of the limited capacity of citizens to meet administrative demands and bureaucratic processes in government.
LIVING QUR'AN: SEBUAH PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM MEMAHAMI AL-QUR'AN Fikri Yanto, Muhammad Nur; yanto, fikri; Ningsih, Tiara; Fitri Arfan, Khalisa Nurul; Masyhur, Laila Sari
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 2 No. 1 (2025): 2025: January - June
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/3e2cyc59

Abstract

Living Quran merupakan pendekatan dalam studi Al-Qur'an yang meneliti bagaimana teks suci ini dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat Muslim. Berbeda dengan pendekatan tekstual yang berfokus pada tafsir dan filologi, Living Quran menekankan aspek dinamika sosial, budaya, dan kearifan lokal dalam mengamalkan ajaran Al-Qur'an. Studi ini mengeksplorasi bagaimana ayat-ayat Al-Qur'an dihayati dan diwujudkan dalam tradisi keagamaan, ritual, hukum, serta etika sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami interaksi antara teks dan realitas kehidupan umat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh faktor historis, sosial, dan budaya. Dengan demikian, kajian Living Quran menjadi signifikan dalam memahami keberagaman praktik keislaman dan relevansi Al-Qur'an dalam berbagai konteks kehidupan.