Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peran Komunikasi Ibu Dalam Mengedukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Remaja Perempuan Azzahra, Siti Fauziyyah; Aprianti, Agus
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual terhadap remaja merupakan salah satu masalah kesehatan global yang dialami oleh anak di dunia.Merujuk dari maraknya tingkat kekerasan seksual yang terus terjadi sejak tahun 2021 di Jawa Barat terkhusus padadaerah Kabupaten Sukabumi, digolongkan sebagai Kawasan dengan tingkat kekerasan seksual tertinggi. Dibutuhkanperan komunikasi orang tua sebagai pembimbing pertama dalam kehidupan remaja untuk mencegah tindak kekerasanseksual. Kekerasan seksual dapat terjadi akibat kurang baiknya komunikasi mengenai kekerasan seksual, adanya rasamalu dan takut untuk mengungkapkan kejadian tersebut kepada keluarga, teman dan penyedia layanan. Tujuan daripenelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran komunikasi ibu dalam mengedukasi pencegahan kekerasan seksualpada remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dalam memandang kompleksitasdunia nyata, didukung dengan metode kualitatif dengan Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara,triangulasi sumber untuk mengukur kreadibilitas data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran komunikasi ibudan remaja perempuan peran percakapan cukup tinggi karena waktu interaksi yang tidak terbatas sehingga munculnyakebebasan dalam memberikan pendapat. Lalu peran kesesuaian adaya proses komunikasi ibu yang menerapkan sikapkesetaraan menimbulkan sifat kemandirian anak sehingga dengan adanya penanaman terkait seksualitas serta nilai,aturan dan keputusan menyebabkan munculnya pandangan remaja terhadap pencegahan terjadinya tindakan kekerasanseksual. Kata Kunci-komunikasi keluarga, peran ibu, remaja, perempuan, kekerasan seksual
Persepsi Pernikahan Beda Agama Di Kalangan Remaja Sarah, Namira; Aprianti, Agus
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan Beda Agama masih menjadi topik yang sangat sensitif di beberapa kalangan masyarakat Indonesia, dimana haltersebut menjadikan para pasangan yang menjalani hubungan beda agama merasa masih perlu banyak hal yang harusdipertimbangkan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, tak jarang ada yang merasa tidak memiliki harapan ataumemutuskan untuk usai di tengah jalan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan tujuan para remaja yangsedang menjalani hubungan beda agama terhadap Pernikahan Beda Agama di Indonesia. Pada penelitian ini menggunakanmetode penelitian kualitatif deskriptif yang menghasilkan hasil akhir bahwa beberapa informan setuju akan adanya PernikahanBeda Agama sementara beberapa lainnya menentang adanya Pernikahan Beda Agama dikarenakan beberapa faktor meskimereka merupakan salah satu yang menjalani hubungan tersebut. Kata Kunci-pernikahan beda agama, remaja, aturan.
Komunikasi Interpersonal Pada Anak Autis di Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisma Bunda Bening Selakshahati Nur Ridwan, Syaffira Azzahra; Aprianti, Agus
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.002 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i3.11555

Abstract

Komunikasi merupakan suatu cara berinteraksi yang sangat penting untuk menunjang kehidupan bersosial dalam masyarakat. Namun komunikasi akan menjadi sulit apabila terdapat gangguan. Adapun salah satu gangguan atau kesulitan berkomunikasi seperti pada anak yang mengalami autisma. SLB Autisma Bunda Bening Selakshahati merupakan Lembaga Pendidikan khusus yang dapat memberlakukan komunikasi secara verbal non verbal dengan cara komunikasi interpersonal karena komunikasi yang terjadi dua arah. Selain itu membuat perkembangan anak autis bukan hanya mampu melakukan kebutuhan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu untuk berinteraksi dengan orang lain. Dilakukannya komunikasi interpersonal supaya dapat menyampaikan pesan dengan baik dengan tujuan supaya anak anak yang mengalami autisma dapat mengenal diri sendiri dan orang lain, mengetahui dunia luar, menciptakan dan memelihara hubungan menjadi lebih bermakna, mengubah sikap dan perilaku, bermain dan mencari hiburan serta dapat membantu pihak yang sedang melakukan proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan membahas penerapan komunikasi interpersonal pada anak autisma yang meliputi faktor pendukung dan faktor penghambat. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan dalam pelaksanaan komunikasi interpersonal terhadap anak autisma.
KOMUNIKASI EFEKTIF PADA KELUARGA BEKERJA DALAM MENJAGA KESEHATAN DI LPK DEWIE SIENTA, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT Ramdhana, Maulana Rezi; Destiwati, Rita; Aprianti, Agus; Purwanti, Nur Nazlizah; Devi, Shilfy Rahmi; Saleh, Kanaya Putri Athira
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): JP2N: Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/3a92bq40

Abstract

Keluarga yang sebagian besar anggotanya bekerja sering menghadapi dilema dalam menjaga kesehatan. Kesibukan dan rutinitas padat seringkali membuat komunikasi di rumah menjadi terbatas, bahkan sekadar menyampaikan pesan sederhana terkait pola makan, istirahat, atau cara mengelola stres kerap terabaikan. Padahal, komunikasi yang efektif merupakan kunci penting agar setiap anggota keluarga saling memahami kebutuhan dan dapat saling mendukung dalam menjaga kesehatan. Menjawab kebutuhan tersebut, LKP Dewie Sienta dan Telkom University menyelenggarakan pelatihan komunikasi efektif bagi keluarga bekerja. Pelatihan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui diskusi, simulasi, FGD dan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata dalam menerapkan keterampilan komunikasi sehari-hari. Hasil kegiatan ini diharapakan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang strategi komunikasi efektif, tumbuhnya kesadaran pentingnya keterbukaan antar anggota keluarga, serta komitmen untuk menjaga kesehatan bersama melalui komunikasi yang lebih hangat dan suportif. Dengan demikian, pelatihan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan komunikasi, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga dan mendukung terciptanya keluarga yang lebih sehat dan harmonis.