Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Ergonomic Oriented Working for Controlling Photokeratitis and MSD Complaints in the Informal Welding Sector Suherdin, Suherdin; Lolan, Yosef Pandai; Rasyadi, Fikran Hafizh
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 13 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v13i1.2024.44-52

Abstract

Introduction:Informal welding workers often experience health problems such as musculoskeletal disorders (MSDs) and photokeratitis. Hazard identification revealed that informal welding sector workers in Bogor Street, Bandung City have a high risk of MSDs (75%) and photokeratitis (51.7%). This study aims to analyze the differences between MSD and photokeratitis complaints based on the results of ergonomic oriented working intervention. Methods: This study used an experimental design with a quantitative approach. Two treatments were administered to participants and the results of the ergonomic oriented working intervention were measured twice. The population of this study consisted of informal welding workers who met the inclusion and exclusion criteria. The minimum sample size required was calculated to be 33 workers using the comparison of two means formula. Data were collected using a simple random sampling technique and analyzed using a paired t-test and the Wilcoxon signed-rank test. Results: The analysis revealed that the mean scores for photokeratitis and MSD complaints were lower with ergonomic oriented working than with non-ergonomic oriented working. There was a significant difference in the incidence of photokeratitis complaints (p = 0.005) and MSD complaints (p < 0.001) before and after working with and without ergonomic oriented intervention. Conclusion: Ergonomic oriented working has been found to effectively control photokeratitis and MSD complaints.
Pendampingan Kader Posyandu Daur Ulang Sampah Bernilai Ekonomis Sugiharti, Ina sugiharti; Sari, Dewi Nurlaela; Valiani, Cici; Hayati, Ning; Suherdin, Suherdin; Wahdana, Wahy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.15648

Abstract

ABSTRAK Sampah merupakan salah satu masalah baik di kota besar maupun pelosok desa yang hingga saat ini masih menjadi perhatian untuk diatasi. Salah satu upaya dalam mengatasi sampah adalah dengan cara daur ulang sampah sehingga mempunyai manfaat tersendiri, namun permasalahan yang terjadi adalah perlu adanya upaya pengelolaan terkait hasil daur ulang sehingga tidak hanya merubah bahan sisa atau tidak terpakai memiliki manfaat, namun dapat juga menghasilkan nilai ekonomis yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.Pengabdian masyarakat (pengmas) ini adalah melakukan pendampingan kepada kader posyandu dalam mengelola sampah sehingga memiliki nilai guna dan ekonomis. Pemberian edukasi, pelatihan dan pendampingan pelaksanaan pengelolaan sampah dari bagaimana memanfaatkan sampah menjadi barang yang mempunyai nilai guna dan ekonomis, cara pemasaran dan teknik branding yang baik sehingga produk di kenal khalayak dengan kekhasan tersendiri.Hasil pengmas masyarakat/kader sangat antusias dengan kegiatan pengolahan daur ulang sampah yang bisa menghasilkan produk2 sabun cuci cair, softener, dan sabun porselen yang bisa di manfaatkan untuk sehari-hari juga bisa di jadikan nilai ekonomi yang bisa menghasilkan. Dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini. Diawali dengan pemberian materi terkait pengelolaan sampah, daur ulang menjadi nilai ekonomis dan juga pemasaran serta melakukan  evaluasi dari tim untuk terus tetap dapat memantau keberlanjutan program tidak berhenti. Kata Kunci: Daur ulang, Kader, Pendampingan, Posyandu, Sampah  ABSTRACT  Garbage is a problem both in big cities and remote villages which is still a concern that needs to be addressed. One effort to deal with waste is by recycling waste so that it has its own benefits, but the problem that occurs is that there needs to be management efforts related to recycling results so that not only does it change waste or unused materials to have benefits, but it can also produce economic value that can support community welfare.The aim of this community service (pengmas) is to provide assistance to posyandu cadres in managing waste so that it has useful and economic value.The method used is providing education, training and assistance in the implementation of waste management from how to use waste into goods that have useful and economic value, marketing methods and good branding techniques so that the product is known to the public with its own uniqueness.The results of the community/cadre community service are very enthusiastic about waste recycling processing activities which can produce liquid laundry soap, softener and porcelain soap products which can be used for everyday use and can also be turned into economic value that can product.Carrying out community service. Starting with providing material related to waste management, recycling becomes an economic and marketing value as well as carrying out evaluations from the team to continue to monitor the sustainability of the program without stopping. Keywords: Recycle, Cadres, Accompaniment, Integrated Healthcare Center, Trash.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Mental Pada Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Di Kota Bandung Tahun 2025 Meta Aryani; Suherdin; Diah Adni Fauziah
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v5i2.21537

Abstract

Abstract. Mental health was a dynamic condition that reflected an individual’s ability to manage stress, realize their potential, work productively, and establish healthy social relationships. Among adolescents, mental health problems such as stress, anxiety, and depression had become serious issues that affected psychosocial functioning, academic achievement, and overall quality of life. In Indonesia, approximately 6.1% of the population aged ≥15 years experienced emotional mental disorders, with a depression prevalence of 6.2% among adolescents aged 15–24 years. The majority of suicide cases among adolescents stemmed from untreated depression and anxiety. This study aimed to determine the factors associated with mental health among junior high school students in Bandung City in 2025. This research was an analytical observational study using a crosssectional approach. The sampling technique used simple random sampling with a total sample of 71 students. The instrument used was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Chi-Square test (P-value < 0.05). The results showed that parenting style (P-value = 0.040) and social interaction (P-value = 0.024) had a significant relationship with mental health. Meanwhile, gender (P-value = 0.405) did not have a significant relationship. It was concluded that there was a relationship between parenting style and social interaction with mental health, but there was no relationship between gender and the mental health of students. Abstrak. Kesehatan mental merupakan kondisi dinamis yang mencerminkan kemampuan individu dalam mengelola stres, menyadari potensi diri, bekerja secara produktif, serta menjalin hubungan sosial yang sehat. Pada kelompok remaja, gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi menjadi persoalan serius yang berdampak pada penurunan fungsi psikososial, prestasi akademik, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Di Indonesia, sekitar 6,1% penduduk usia ≥15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dengan prevalensi depresi pada remaja usia 15–24 tahun sebesar 6,2%. Mayoritas kasus bunuh diri pada remaja berakar dari kondisi depresi dan kecemasan yang tidak tertangani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental pada peserta didik Sekolah Menengah Pertama di Kota Bandung tahun 2025. Penelitian ini merupakan observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 71 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square (P-value < 0.05). Hasil uji menunjukkan bahwa pola asuh orang tua (P-value = 0.040) dan interaksi sosial (P-value = 0.024) memiliki hubungan signifikan dengan kesehatan mental. Sementara itu, jenis kelamin (P-value = 0.405) tidak memiliki hubungan signifikan. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dan interaksi sosial dengan kesehatan mental, namun tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kesehatan mental peserta didik.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS KOMPRES AIR HANGAT DAN MAKUSAM ( MADU KUNYIT ASAM ) TERHADAP DYSMENORHEA Yanyan Mulyani; Linda Rofiasari; Suherdin Suherdin
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2021): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v5i2.1244

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak menuju masa dewasa dengan ditandai perubahan baik fisik maupun psikis. Pada masa ini remaja cenderung mengalami disminore. Dismenore merupakan kejang dibagian bawah perut, angka dismenorea di dunia lebih dari 50% perempuan di setiap negara. Angka kejadian di Indonesia mencapai 60-70%. Banyak terapy untuk penanganan dysmenore salah satu cara tradisional yang cukup aman dan efektif adalah dengan mengkonsumsi ramuan madu kunyit asam.Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui perbandingan efektifitas kompres air hangat dengan madu kunyit asam terhadap dysmenore.Desain penelitian menggunakan desain Quasi-experimental tanpa control. Dilakukan penilaian skala nyeri dengan menggunakan HARZ (pretest) dan penilaian skala nyeri dilakukan lagi setelah diberikan perlakuan (posttest) yaitu pemberian madu,kunyit, asam jawa dan kompres hangat. Sampel pada penelitian ini yaitu mahasiswi Prodi kebidanan jumlah 30 orang ( 15 orang dilakukan intervensi  pemberian madu, kunyit, asam dan 15 orang dilakukan intervensi kompres air hangat Teknik pengambilan sample secara accidental sampling. Pengambilan data secara primer yaitu menggunakan instrument VAS dengan analisa data mengunakan analisis univariat bivariatHasil penelitian didapatkan bahwa responden yang paling banyak mengalami nyeri haid adalah pada usia  21 tahun sebanyak 10 orang ( 33,3 %), terdapat berbedaan penurunan skala nyeri dysmenore antara kelompok intervensi makusan dengan kelompok intervensi buli-buli dengan hasil p-value = 0,015 (p 0,05)Simpulan didapatkan bahwa responden yang paling banyak mengalami nyeri haid adalah pada usia  21 tahun dan terdapat berbedaan penurunan skala nyeri dysmenore antara kelompok intervensi makusan dengan kelompok intervensi buli-buli dengan hasil p-value = 0,015 (p 0,05). Saran bagi peneliti lain dalam meneliti lebih lanjut mengenai Disminore seperti mengkaji mengenai cara lain untuk mengatasi nyeri pada dismonore
ASUH CERDAS: Pemberdayaan Keluarga untuk Tumbuh Kembang Anak Optimal di Dusun 2 Desa Mekarwangi Sinaga, Yakobus; Rofiasari, Linda; Yusita, Intan; Fauziah, Diah Adni; Suherdin; Valiani, Cici
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/69m80s69

Abstract

Program pengabdian masyarakat “ASUH CERDAS” dilaksanakan di Dusun 2 Desa Mekarwangi sebagai respons terhadap tingginya risiko stunting dan rendahnya literasi gizi di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan keluarga agar mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, khususnya melalui edukasi tentang gizi seimbang dan sistem dukungan pemberian ASI. Dengan pendekatan partisipatif, program ini melibatkan tokoh masyarakat, kader posyandu, dan lembaga lokal sebagai mitra dalam memperkuat peran keluarga sebagai agen utama dalam pengasuhan anak. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan yang mencakup materi tentang gizi ibu hamil dan menyusui serta pentingnya support system dalam pemberian ASI eksklusif. Metode ceramah, pretest-posttest, dan demonstrasi masak digunakan untuk meningkatkan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu hamil dan menyusui, dengan nilai rata-rata posttest lebih tinggi dibanding pretest (p=0,004). Ini membuktikan efektivitas pendekatan edukatif yang interaktif dan berbasis kebutuhan lokal. Program ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang untuk membangun ketahanan keluarga dan kualitas hidup anak secara berkelanjutan. Kendala seperti kurangnya fasilitas untuk anak selama penyuluhan menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan. Secara keseluruhan, ASUH CERDAS menjadi model pemberdayaan keluarga yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa, sejalan dengan upaya nasional dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak.
“Dismenore Bukan Hambatan” Aksi Inovasi Edukasi Kesehatan Reproduksi Untuk Mengurangi Nyeri Dismenorea Pada Remaja Putri Rofiasari, Linda; Sinaga, Yakobus Lau De Yung; Yusita, Intan; Valiani, Cici; Fauziah, Diah Adni; Suherdin, Suherdin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qssk4972

Abstract

Dismenore merupakan gangguan ginekologis yang paling sering dialami remaja putri dengan prevalensi mencapai 64,25% di Indonesia yang berdampak signifikan terhadap produktivitas akademik, menyebabkan absensi sekolah dan penurunan konsentrasi belajar, namun tingkat pengetahuan remaja tentang penanganan dismenore masih rendah dengan 8 dari 10 remaja putri tidak mengetahui cara penanganan yang tepat. Program "Dismenore bukan Hambatan" bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam memahami serta melakukan upaya pengurangan nyeri dismenore secara mandiri, aman, dan efektif. Kegiatan dilaksanakan di SMA Mekar Arum dengan 42 peserta melalui tiga tahapan: (1) pre-test, pemaparan materi oleh pakar, dan pembentukan grup konseling; (2) demonstrasi praktik penanganan non-farmakologis termasuk pembuatan minuman JESOMA, kompres hangat, massage, dan pemeriksaan hemoglobin; (3) layanan konseling berkelanjutan dan post-test dengan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari pretest (Mean=17,24; SD=1,61) ke posttest (Mean=18,14; SD=1,76) dengan Z=-3,07, p=0,002, dan effect size r=0,47 (kategori medium). Program edukasi kesehatan reproduksi dengan pendekatan terstruktur, demonstrasi praktik, dan konseling berkelanjutan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang dismenore dan penanganannya, sehingga memberdayakan mereka untuk mengelola dismenore secara mandiri dan tidak menjadikannya hambatan dalam aktivitas akademik.
Ergonomic Hazard Control Modeling for Informal Welding Workers in Greater Bandung: A Study on Musculoskeletal Disorders (MSDs) Suherdin Suherdin; Supriyatni Kartadarma
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2025.16.1.18-31

Abstract

Ergonomic hazards are one of the causes of health problems in workers, including causing Musculoskeletal Disorders (MSDs) complaints. MSDs in workers affect physical fitness, reduce working days/hours, and ultimately are unable to work. WHO states that around 1.71 billion people have musculoskeletal conditions worldwide. MSDs complaints in Indonesia are a separate focus, research on MSDs complaints in the informal sector shows that 66% of workers experience MSDs complaints. One industry that has a high risk of MSDs is welding. The purpose of this study was to create an ergonomic hazard control model for informal welding sector workers in Greater Bandung. The research approach is quantitative, the type of analytical observational research with a cross-sectional design. The study population was informal welding sector workers in Greater Bandung, sample was taken using a purposive sampling technique, and the total number of samples in this study was 100 workers. The analysis used in this study was the chi-square test to see the relationship between variables. Modeling in this study will use binary logistic regression. The results of the study showed that working climate, working posture, workload, and physical fitness simultaneously influenced MSDs complaints of informal welding workers (p-value < 0.05). Based on these findings, the control of MSDs complaints can be achieved by effectively managing work climate, working posture, workload, and physical fitness. 
Effectiveness of an Informative Website on Behavioral Determinants of Community-Based Total Sanitation for Stunting Prevention: A True Experiment Kurniawati, Ratna Dian; Suherdin, Suherdin; Lolan, Yosef Pandai
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 5 (2026): May 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i5.9473

Abstract

Introduction: Stunting is a persistent nutritional problem that impacts children's growth and development, as well as the quality of future human resources. The stunting rate has not yet reached the national target. The informative website, the Libas Stunting Education System (SiEduk), focuses on implementing the five pillars of Community-Based Total Sanitation (STBM) to prevent stunting. This study aims to analyze the effectiveness of the informative website SiEduk Libas Stunting in Bandung Regency. Methods: This quantitative research employed a purely experimental research design with a pretest-posttest control group design. The study was conducted from July to December 2025. The research sample consisted of 700 housewives and was taken randomly. Simple Random Sampling based on inclusion and exclusion criteria then divided into experimental group and control group. Data were collected from a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using an independent t-test. Data came from pre-test and post-test questionnaires. Ethical approval from the ethics committee of Bhakti Kencana University with number 211/09.KEPK/UBK/VII/2025. Results: There were significant differences between the intervention and control groups in all variables studied, with a P value <0.001. The knowledge variable showed the highest increase with an average difference of 0.771, followed by perception at 0.371, attitude at 0.314, and motivation at 0.257. These results indicate that digital education through the informative website SiEduk Libas Stunting is effective in increasing the understanding and implementation of Community-Based Total Sanitation. Conclusion: Digital-based informative websites like SiEduk Libas Stunting have proven effective in improving the knowledge, attitudes, perceptions, and motivation of housewives to implement the Five Pillars of Community-Based Total Sanitation to prevent stunting. Support from the Health Office and cross-sectoral collaboration are needed to maximize public access to the informative website.