Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penyuluhan bahaya merokok pada remaja di Kelurahan Cipadung Kidul Kota Bandung Suherdin Suherdin; Yosef Pandai Lolan; Diah Adni Fauziah; Annisa Luthfiyyatul L; Azmi Maulidayanti N; Bentang Abdan S; Dea Puspita S7 Puspita S; Fadila Mutiara SN; Ryan Deby H; Shinta Sraun
Abdimas Siliwangi Vol 5, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v5i3.10903

Abstract

Perilaku merokok remaja RW 09 Keluarahan Cipadung Kidul Kota Bandung mengalami kenaikan dapat dilihat dari data hasil observasi awal. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu untuk Menganalisis situasi kesehatan dan meningkatkan pengetahuan bahaya merokok di RW 09 Kelurahan Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung melalui penyulihan kesehatan. Metode kegiatan meliputi analsiis situasi, identifikasi masalah, prioritas masalah, akar masalah, solusi alternatif, dan implementasi. Implementasi dilakukan dengan mengadakan program PANDU Remaja disertai dengan edukasi mengenai bahaya merokok. Hasil dari kegiatan PANDU Remaja ini adanya peningkatan pengetahuan pada remaja mengenani bahaya merokok. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah ditemukannya sebuah penyebab perilaku merokok remaja yang masih tinggi dan dilakukannya sebuah upaya pengendalian dengan dilakukannya program PANDU Remaja yang diisi dengan edukasi menggunakan media edukasi.
The Presence of Aedes Aegypti Mosquito larvae in Bandung City in 2021 Agung Sutriyawan; Karlina Wirawati; Suherdin Suherdin
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2022): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v16i2.5121

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is the vector-borne disease with the highest prevalence rate in the world. Bandung city itself is included in the 5 regencies/cities with the highest number of cases today. The disease is transmitted through the Aedes aegypti mosquito. The purpose of this study is to find out the effect of mosquito nests on the presence of Aedes aegypti mosquitoes. Method: This research uses quantitative research methods with a design cross-sectional survey. The population in this study is the entire community in Bandung. The sample number was 510 respondents. The research instrument used questionnaires and observation sheets. Data analyzed descriptively, chi-square test, and binary logistic regression. Results: The presence of Aedes aegypti mosquitoes is influenced by several risk factors for Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) behavior, including not draining water shelters once a week (OR=3.219; CI 95%= 2.194-4.724; p<0.025), not closing water reservoirs (OR=1.719; CI 95%= 1.171-2.521; p<0.025), and abate use behavior (OR=1.6; CI 95%= 1.070-2.437; p<0.025). Conclusion: In this study, most of them found no flicks in water reservoirs. The presence of Aedes aegypti mosquitoes can increase if it drains water reservoirs less than once a week, closes unsalted water reservoirs or open water shelters, does not use abate. To prevent the presence of a flick at home it is necessary to drain the water shelter regularly, always close the water shelter and sprinkle abate powder at least once every 3 months.
Kecelakaan Kerja Berdasarkan Loss Causation Model Pada Industri Informal Pengelasan Suherdin Suherdin; Agung Sutriyawan
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 7 No. 2 (2023): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i2.8747

Abstract

Angka kecelakaan kerja masih tinggi, tidak hanya pada sektor formal tapi juga pada sektor informal, salah satunya pada industri informal pengelasan. Penyebab kecelakaan berupa faktor lack of control, basic cause, dan immediate cause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja berdasarkan Loss Causation Model. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis observasional dengan rancang bangun cross sectional. Penilitian dilakukan di 15 tempat pengelasan di Bandung Raya. Populasi pada penelitian ini adalah pekerja sektor informal pengelasan (juru las) di wilayah Bandung Raya. Didapatkan 75 sampel dengan teknik total sampling Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner penelitian, dan pedoman wawancara. Analsis data dengan uji chi-square, regresi logistik sederhana dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pogram K3, peran dan tanggung jawab, pengetahun, motivasi, pelatihan pengelasan, standar kerja, penggunaan APD, dan kepatuhan terhadap IK dengan kecelakaan kerja. Variabel paling berpengaruh terhadap kecelakaan kerja adalah motivasi keselamatan (B = 4,605). Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor lack of control, basic cause, dan immediate cause berhubungan dengan kecelakaan kerja. Pemilik kios pengelasan perlu bekerjasama dengan Pos UKK setempat untuk mengelola K3 di tempat kerja.
The Edukasi Pendampingan Pola Asuh Keluarga Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Sri Lestari Kartikawati; Deden Indra Dinata; Heni Nurakilah; Fenti Fatmawati; Suherdin Suherdin; Baharudin Lutfi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i2.349

Abstract

Stunting pada balita berdampak besar pada kesehatan anak saat ini dan di masa mendatang. Faktor penyebab stunting antara lain pekerjaan ibu, tinggi badan ayah dan ibu, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, pola asuh, dan pemberian ASI eksklusif. Posyandu di RT 01 RW 12 di Desa Cinunuk memiliki kejadian stunting yang lebih tinggi dibandingkan dengan RW lain di Desa Cinunuk. Permasalahan stunting yang dihadapi oleh mitra meliputi beberapa faktor penyebab, seperti latar belakang pendidikan mayoritas lulusan SMA dengan tingkat pengetahuan tentang gizi yang masih rendah, pekerjaan penduduk mayoritas mengurus rumah tangga dan buruh harian lepas. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk menjawab permasalahan mitra melalui penyuluhan terkait pencegahan stunting pada balita, dengan tujuan agar masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita memahami pentingnya pencegahan stunting dengan pemantauan tumbuh kembang yang dilakukan setiap bulan di Posyandu. Metpde yang dilakukan adalah dengan penyuluhan langsung pola asuh keluarga, memberdayakan kader PKK Desa dan RW, demonstrasi pemberian nutrisi serta monitoring dan evaluasi. Pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan di RW 12 Kelurahan Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dengan tema Pendidikan Pendampingan Keluarga Dalam Upaya Mencegah Stunting pada Balita, dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya pola asuh yang diberikan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita. pembangunan dalam upaya pencegahan stunting. . Stunting in toddlers has a major impact on children's health now and in the future. Factors causing stunting include mother's occupation, father's and mother's height, family income, number of family members, parenting style, and exclusive breastfeeding. One Posyandu in RT 01 RW 12 in Cinunuk village has a higher incidence of stunting compared to other RWs in Cinunuk village. The problems related to stunting faced by partners include several causal factors, such as the majority of education backgrounds were high school graduates, the majority of the population's work was taking care of the household and casual daily labourers. The program was carried out to answer partners' problems through counseling related to stunting prevention in toddlers, with the aim of the community, especially mothers with toddlers, to understand the importance of preventing stunting by monitoring growth and development which is carried out every month at the Posyandu. Community service that has been carried out in RW 12 Cinunuk Village, Cileunyi District, Bandung Regency, with the theme of Family Parenting Assistance Education in Efforts to Prevent Stunting in Toddlers, can provide an understanding of the importance of parenting given to monitoring toddler growth and development in an effort to prevent stunting.
PROBABILITAS KELUHAN FOTOKERATITIS PADA PEKERJA INDUSTRI INFORMAL PENGELASAN DI KOTA BANDUNG SUHERDIN SUHERDIN; AGUNG SUTRIYAWAN; ABDILLAH ARDI NATANEGARA
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4106

Abstract

Sebanyak 37% dari semua kasus cedera kepala adalah kasus cedera mata. 1790 kasus cedera mata dialami oleh tukang las, solder, serta pemotong logam, dan sekitar 1390 kasus cedera mata disebabkan oleh paparan bunga api pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan fotokeratitis dan mengetahui probabiltas keluhan fotokeratitis.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian observasional analitik, dan rancang bangun cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja sektor informal pengelasan di Jalan Bogor, Kota Bandung. Besar sampel 60 pekerja yang diperolah melalui teknik purposive sampling.Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara usia (nilai p = 0.087), masa kerja (nilai p = 0.848), dan lama kerja (nilai p = 0.592) dengan keluhan fotokeratitis. Ada hubungan antara jenis APD (nilai p = 0.000), penggunaan APD(nilai p = 0.000), jarak pengelasan(nilai p = 0.003), lama paparan(nilai p = 0.002), dan tempat pengelasan (nilai p = 0.027) dengan keluhan fotokeratitis. Probabilitas keluhan fotokeratitis 0.98 atau 98%. Pemberi kerja harus memberikan APD safety goggles pada pekerja dan kolaborasi dengan pos UKK setempat guna mengelola kesehatan kerja.
Studi Mixed Method: Gambaran Epidemiologi dan Analisis Sistem Surveilans Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kota Bandung Agung Sutriyawan; Suherdin Suherdin
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 8 No. 2 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v8i2.144

Abstract

Latar Belakang: Terjadi peningkatan kasus DBD di Kota Bandung pada tahun 2021 diikuti dengan angka kematian. Upaya dalam menekan angka insiden DBD dengan nenentukan program pencegahan yang tepat. Tujuan: Menganalisis gambaran epidemiologi dan sistem surveilans DBD di Kota Bandung. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan fenomena dan indepth interview. Sampel yaitu seluruh kasus DBD di Kota Bandung pada 6 tahun terakhir. Subjek penelitian kualitatif dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Gambaran epidemiologi berdasarkan orang, jumlah kasus DBD banyak terjadi pada laki-laki, golongan umur anak-anak. Berdasarkan tempat jumlah kasus tertinggi di Kecamatan Antapani. Berdasarkan waktu, dalam 3 tahun terakhir kasus DBD mengalami meningkatan pada akhir tahun. Kasus demam berdarah dengue cenderung menurun dalam tiga tahun terakhir. Kemungkinan telah terjadi KLB di beberapa Puskesmas yang ada di Kota Bandung pada tahun 2021. Kesimpulan: Hasil penilaian sistem surveilens yang dikategorikan sangat baik adalah tujuan sistem surveilans, pengolahan dan analisis data, kelengkapan data, dan akses ke pelayanan kesehatan, yang dikategorikan baik adalah ketepatan diagnosis, partisifasi fasilitas kesehatan dan konsistensi data, yang dikategorikan kurang baik adalah ketepatan data.
Kejadian Demam Berdarah Dengue dan Hubungannya dengan Perilaku 3M Plus: Studi Kasus Kontrol : Incidence of Dengue Hemorrhagic Fever and its Relationship to 3M Plus Behavior: Case Control Sutriyawan, Agung; Wirawati, Karlina; Suherdin, Suherdin
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 2: DESEMBER 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.582 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v11i2.2024

Abstract

Angka kejadian demam berdarah dengue di Kota Bandung mengalami pengingkatan, begitu juga dengan angka kematian akibat demam berdarah dengue. Salah satu upaya pencegahan yang paling efektif melalui pemberantasan sarang nyamuk. Mengetahui pengaruh perilaku 3M Plus terhadap kejadian demam berdarah dengue. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Populasi kasus adalah mereka yang menderita demam berdarah dengue tahun 2020 dan 2021. Sampel kasus dalam penelitian ini sebanyak 255 peserta dan kelompok kontrol sebanyak 255 peserta. Pengambilan sampel dilakukan di 13 wilaya kerja Puskesmas yang ada di Kota Bandung. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dan odds ratio. Hasil penelitian yang memiliki pengaruh adalah penguras (p=0,003), menutup (p=0,008), mendaur ulang barang bekas (p=0,000), menggantung pakaian (p=0,034), dan memelihara ikan pemakan jentik (p=0,013). Sedangkan menabur bubuk abate, menggunakan obat anti nyamuk, dan menggunakan kelambu tidak tidak dapat dibuktikan. Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku 3M Plus yang berpengaruh terhadap kejadian demam berdarah dengue adalah menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas, kebiasaan menggantung pakaian, dan memelihara ikan pemakan jentik. Kegiatan penyuluhan kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya 3M Plus dalam upaya pencegahan penularan demam berdarah dengue.
Differences in Students' Knowledge and Attitudes when Given Media, Games, Esedalu, and Videos on Healthy Clean Living Behavior in State Elementary School 146 Gumuruh, Bandung City Lolan, Yosef Pandai; Firdaus, Rendy; Kurniawati, Ratna Dian; Suherdin, Suherdin
PROMOTOR Vol. 7 No. 4 (2024): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i4.735

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is an effort to transmit experiences about healthy living behavior through individuals, groups or communities. Infectious diseases are often experienced by elementary school (SD) children who are susceptible to various diseases caused by habits and the environment, one of which is diarrhea, the prevalence of diarrhea in West Java province shows an increase from 4.5% in 2013 to 6.8% in 2018 and based on the characteristics of the age group 5-14 years diarrhea cases as many as 182,338 people or equivalent to 6.05% of cases in 2018. In the percentage of Bandung Regency or City the percentage of clean and healthy living behavior has not reached half in 2007 of 16.6%, in 2013 of 23.2%, and in 2018 of 49.6%. The type of research used in this study is a Quasi-Experimental design, the approach used is a non-equivalent control group (pretest-posttest). The number of samples in this study was 15 respondents of the first treatment, 15 respondents of the second treatment, and 15 respondents of the control group with a total sample of 45 respondents in this study. The average score of knowledge in the results of the study increased after the intervention of health education with video media, aksedalu and control groups where before the intervention was given the average value of each group with video media was 13.00, Aksedalu 11.00, and in the control group of 12.47, the value of attitude before intervention using media was obtained value 6.18, and the value of attitude after intervention using media was obtained value 7.42.  It is said that respondents received information provided through health education with videos and aksedalu given in 3 interventions until the increase in knowledge.
PENGARUH ACTIVE STRETCHING DAN HAND EXERCISE TERHADAP PENURUNAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEMETIK TEH PTPN VIII MALABAR SUHERDIN, SUHERDIN; HADIANSYAH, WALDI ISRA; KURNIAWATI, RATNA DIAN
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6339

Abstract

Angka Penyakit Akibat Kerja (PAK) dari tahun ke tahun terus meningkat, salah satu PAK yang sering terjadi yaitu Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Pekerja pemetik teh berisiko tinggi mengalami keluhan CTS akibat gerakan berulang pada bagian pergelangan tangan. Pengendalian CTS diketahui dapat dilakukan praktik konservatif untuk menurunkan keluhan subjektif diantaranya dengan active stretching dan hand exercise. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh intervensi active stretching dan hand exercise terhadap penurunan keluhan CTS. Jenis penelitian ekperimen dengan desain penelitian quasi eksperiment, rancang bangun penelitian two group design pre and post test. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh pekerja pemetik teh PTPN VIII Malabar unit Kertamanah berjumlah 87 orang. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 18 pekerja untuk kelompok A (intervensi active stretching) dan 18 pekerja untuk kelompok B (intervensi hand exercise), teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengukuran keluhan subjektif CTS menggunakan Boston Carpal Tunnel Syndrome (BCTQ). Analisi data menggunakan uji non-parametrik wilcoxon dan mann-whitney. Hasil penelitian menunjukan pada kelompok intervensi dengan active stretching, p-value 0,002 (p>0,05), dan hand exercise p-value 0,000 (p>0,05), artinya terdapat perbedaan signifikan keluhan CTS sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Uji efektivitas menunjukkan nilai p-value 0,001 (p>0,05), artinya terdapat perbedaan yang signifikan penurunan keluhan CTS pada masing-masing kelompok intervensi, dengan intervensi hand exercise lebih efektif. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang signifikan pada skor rata-rata keluhan CTS sebelum dan sesudah diberikan masing-masing perlakuan, dengan hand exercise diketahui lebih efektif untuk menurunkan keluhan CTS.
Epidemiological Determinants and Trend Analysis of Dengue Fever Disease Sutriyawan, Agung; Suherdin, Suherdin; Kurniawati, Ratna Dian
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (Januari 2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.275

Abstract

Bandung City is an endemic area for dengue fever, with 4,424 cases and 14 deaths. This research aims to analyze the epidemiological determinants and see the trend analysis to forecast dengue hemorrhagic fever cases. This research used a case-control design. The case population was those who suffered from dengue hemorrhagic fever, while the control population was those who did not suffer from dengue hemorrhagic fever. A sample of 510 respondents was taken. Sampling using a purposive sampling technique. Epidemiological determinants were analyzed using the chi-square test and logistic regression, while disease trends used exponential smooth analysis. The related results were education (p=0.036), presence of mosquito larvae (p=0.000), container material (p=0.002), water container (p=0.025), mosquito wire (p=0.010), presence of solid waste (p=0.002), mosquito repellent plants (p=0.041), mobility (p=0.004). The most dominant epidemiological determinant was the presence of mosquito larvae (OR=3.2). The incidence trend of dengue fever is increasing over the next 5 years. The research concluded that the epidemiological determinants of dengue fever were education, the presence of mosquito larvae, container materials, water collection objects, mosquito wires, the presence of solid waste, and mosquito repellent plants. The presence of mosquito larvae was the dominant factor. There is an increase in dengue fever cases over the next 5 years. It is recommended to increase the larva-free rate by optimizing Jumantik cadres and conducting epidemiological surveillance.