Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Ayat-Ayat Proses Kehamilan dalam Tafsir Al-Jawahir Muhammad Nur Iqbal; Abdul Malik Ghozali; Masruchin
Journal Khafi : Journal Of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Journal Khafi : Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Penelitian yang digunakan peneliti adalah jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dengan metode deskriptif. Studi kepustakaan yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode dan pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Peranan studi kepustakaan sebelum penelitian sangat penting sebab dengan melakukan kegiatan ini hubungan antara masalah, penelitian- penelitian yang relevan dan teori menjadi lebih jelas. Pemahaman Syaikh Thanthawi al-Jauhari terhadap ayat–ayat proses kehamilan sama seperti proses kehamilan dalam prespektif kebidanan, namun hanya berbeda dalam masa maksimum kehamilan di dalam rahim. Adapun implikasi pemahaman Syaikh Thanthawi al-Jauhari dan Ilmu Kebidanan terhadap ayat–ayat proses kehamilan memiliki pendekatan yang cukup signifikan
The Socio-Political Dimension of Da'wah in the Qur'an: Thematic Analysis Of The Relationship Between Da'wah and Power Andieni Putri Olivia Arifin; Abdul Malik Ghozali; Budimansyah Budimansyah; Dzaky Hafizh Muttaqien; Shofiya Fikri Handayani
Studia Quranika Vol. 10 No. 2 (2026): January
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/studiaquranika.v10i2.128

Abstract

This study aims to analyze the socio-political dimension of da‘wah studies in the Qur’an through a thematic examination of the relationship between da‘wah and power. This topic is significant because, in contemporary discourse, da‘wah is often narrowly understood as a purely spiritual or individual activity, whereas the Qur’an presents it as an instrument of social transformation with implications for authority, leadership, and governance. This research employs a thematic (maudhu‘i) method of Qur’anic exegesis by collecting verses related to key concepts such as ḥukm (authority), mulk (sovereignty), amānah (trust), khilāfah (vicegerency), ulī al-amr (legitimate authority), and the principle of al-amr bi al-ma‘rūf wa al-nahy ‘an al-munkar (enjoining good and forbidding evil). These verses are analyzed conceptually and contextually using a normative-qualitative approach. The findings indicate that the Qur’an constructs the relationship between da‘wah and power within an ethical-integrative framework: revelation serves as the source of normative legitimacy, da‘wah functions as a medium of moral transformation, and power operates as an instrument for the realization of social justice. In the Qur’anic perspective, power is not autonomous but constitutes a moral trust bound by justice, accountability, and collective responsibility. These findings underscore the importance of strengthening a transformative paradigm of da‘wah as a conceptual foundation for addressing contemporary socio-political challenges.
Beyond Commands and Prohibitions: The Significance of Non-Normative Verses in the Structure of the Qur’anic Message Miftahul Rizki Afiah; Ahmad Isnaeni; Abdul Malik Ghozali
Jurnal Semiotika Quran Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v6i1.34241

Abstract

Kajian tafsir al-Qur’an selama ini cenderung menempatkan ayat-ayat normatif yang memuat perintah dan larangan sebagai pusat perhatian, terutama dalam konteks hukum Islam. Akibatnya, ayat-ayat al-Qur’an yang tidak secara eksplisit mengandung muatan normatif sering kali diposisikan sebagai pelengkap dan belum dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ayat-ayat non-normatif dalam al-Qur’an, menganalisis penafsiran para mufassir terhadap ayat-ayat tersebut, serta menjelaskan fungsi dan signifikansinya dalam struktur pesan wahyu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat non-normatif memiliki fungsi strategis dalam membentuk kesadaran keimanan, memperkuat ketahanan batin, dan membangun orientasi etis pembaca melalui mekanisme naratif dan reflektif. Ayat-ayat tersebut bekerja secara regulatif tidak melalui instruksi hukum yang eksplisit, melainkan melalui internalisasi nilai dan pembingkaian cara pandang terhadap realitas. Temuan ini menegaskan bahwa kebermaknaan wahyu tidak ditentukan semata oleh kandungan normatifnya, melainkan juga oleh daya transformasi ayat-ayat non-normatif dalam membentuk manusia beriman secara utuh. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya studi tafsir al-Qur’an dengan menawarkan pembacaan yang lebih holistik dan kontekstual terhadap keragaman gaya komunikasi wahyu.
Fenomena LGBT dalam Perspektif HAM dan Doktrin Agama (Solusi dan Pencegahan) Abdul Malik Ghozali
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v16i1.9729

Abstract

Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender movements are now a mondial phenomenon. The LGBT community has dared to show itself to the surface. Not only in the Western world alone, but LGBT excitement also rife in the homeland. The emergence of LGBT community in the midst of people's life raises pro and contra. Some people criticize the existence of the LGBT community, because it is considered a people with abnormal behavior and deviates from religious teachings. Others accept it as part of appreciating their exclusion in Human Rights. This study attempts to answer some key questions: What are the views of Islamic teachings and the Human Rights Charter on LGBT behavior? How can the human rights and religious doctrine match in solving this LGBT problem? What are the LGBT prevention solutions and solutions that can be done? To answer this question, research is done by studying religious texts be it the Qur'an or hadith, and the text of the Human Rights Charter. Both types of texts are examined in various approaches; theological, historical, philosophical, medical, tafsir, hermeneutical, jurisprudence and psychological. Content analisys method was initially performed on the text of the Qur'an and the hadith. Matan hadith explored by takhrij method and study of hadith text. From this study, it is concluded that LGBT behavior in religious doctrine is strictly prohibited. Likewise the Human Rights Charter can not justify LGBT behavior under the pretext of individual freedom. Because individual freedom is automatically limited by other individual freedoms and legislation. Treatment and prevention solutions can be done to LGBT behaviors. Because psychically, LGBT behavior is a psychiatric disease that can be treated and prevented.
ANALISIS SANAD DAN MATAN RIWAYAT ISRAILIYAT DALAM TAFSIR ATH-THABARI TENTANG NABI SULAIMAN Naely Uswatun Hasanah; Abdul Malik Ghozali; Akhmad Ikhwani; Ahmad Isnaeni
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 1 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i1.1433

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas sanad dan matan riwayat Israiliyat dalam Tafsir al-Ṭabarī yang berkaitan dengan kisah Nabi Sulaiman pada QS. al-Baqarah ayat 102. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan metode kritik hadis (naqd al-sanad wa al-matn). Objek penelitian difokuskan pada empat riwayat Israiliyat dalam Tafsir al-Ṭabarī, yaitu riwayat nomor 1646 melalui jalur as-Suddi, riwayat nomor 1650 melalui jalur Ibn Isḥāq, riwayat nomor 1660 yang mauquf pada Ibn ‘Abbās, dan riwayat nomor 1681 yang juga mauquf pada Ibn ‘Abbās. Analisis dilakukan dengan menelaah kesinambungan sanad, kredibilitas para perawi, serta kesesuaian matan dengan prinsip akidah Islam dan ayat-ayat Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat nomor 1646 berstatus ditolak karena sanadnya dha‘if dan maqṭū‘ serta matannya mengandung unsur Israiliyat yang berpotensi menimbulkan kesan keterkaitan Nabi Sulaiman dengan sihir. Riwayat nomor 1650 berstatus ditangguhkan karena merupakan khabar sejarah yang sanadnya lemah, namun kandungan umumnya masih selaras dengan semangat QS. al-Baqarah ayat 102. Riwayat nomor 1660 berstatus ditolak karena sanadnya dha‘if mauquf dan matannya bertentangan dengan prinsip ‘iṣmah al-anbiyā’ serta hadis-hadis sahih. Adapun riwayat nomor 1681 berstatus ditangguhkan karena sanadnya mengandung perawi majhul dan unsur tadlis, sementara matannya bertentangan dengan konsep kemaksuman malaikat sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan kritik sanad dan matan dalam kajian Israiliyat guna menjaga validitas penafsiran Al-Qur’an serta kemurnian konsep kenabian dalam Islam.
Psychological Well-being of Islamic Boarding School (Pesantren) Students: The Role of Family Functioning and Self-Compassion in Reducing Loneliness Intan Islamia; Nadia Nur Fadhilah; Abdul Malik Ghozali; Andry Rahman Arif
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7647

Abstract

Changes in the living environment and parental separation can trigger various emotional problems in students, including loneliness. This study quantitatively assessed the connection of family functioning, self-compassion, and loneliness to students’ perceptions of family and self among 76 students. Data was collected using psychological scales of loneliness (15 items, α=0.856), family functioning (28 items, α=0.855), and self-compassion (16 items, α=0.796). SPSS 24.0 for Windows was utilized for multiple regression analyses to explore relationships among the variables. Multiple regression analyses revealed significant negative associations between family functioning (β=−0.37,p<0.01), self-compassion (β=−0.521,p<0.01), and loneliness. Family functioning and self-compassion together accounted for 47.1% of the variance in loneliness (R2=0.471). This ascertained the need for proper and family-oriented self-compassion, particularly regarding alleviating loneliness for students who have been distanced from their families. This highlighted the need to employ comprehensive techniques and approaches to enhance the emotional support provided by families and various stakeholders to students. Keywords: psychological well-being, family functioning, self-compassion, loneliness, boarding school