Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Implementasi Program Edukasi Anti-Perundungan sebagai Upaya Pembentukan Karakter Peserta Didik SMPN 2 Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan Rojiati, Umi; Bakri, Aflahghazi Marpen; Wulandari, Aghnes; Permana, Andika; Pratiwi, Fajaria Hera
Journal of Smart Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): JSCS MAY 2025
Publisher : PT. Cahya Edupreneur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying remains a critical issue in Indonesian schools, affecting students’ well-being and academic performance. This community service was conducted at SMPN 2 Tanjung Bintang, South Lampung, to implement an anti-bullying education program as part of character development. The program involved 150 students from grades 7 to 9 and consisted of three phases: material presentation, empathy-building through case reflections, and simulation using video-based role reversals. Activities included lectures, discussions, and reflective storytelling. Post-program evaluation showed improvements in students' ability to identify bullying, increased empathy, and courage to act against injustice. The belief that bullying is normal dropped from 74% to 19%. This initiative not only raised awareness but also encouraged ethical behavior, aligning with national character education values. The program proved effective and replicable in fostering safe and inclusive school environments.
Dakwah Kultural melalui Tradisi Walimatul Aqiqah: Studi Komunikasi Simbolik pada Masyarakat Lampung Nurcahyono, Wahyu; Nasution, Nadya Amalia; Rojiati, Umi; Frasetya, Vito
Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah) Vol. 25 No. 1 (2025): ANIDA (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/anida.v25i1.45213

Abstract

This study aims to reveal the symbols and meanings in the walimatul aqiqah tradition and understand the role of symbolic communication in strengthening Islamic values in the community of Sukajaya Village, Tanggamus Regency, Lampung. The location was chosen because it still maintains a tradition that combines Islamic values and local Lampung culture. The study used a qualitative descriptive method with a symbolic interaction theory approach that focuses on the analysis of meaning and interpretation of symbols in social life. Data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The data sources include primary data sources, namely one Lampung traditional figure and one religious figure and three heads of families who carry out the walimatul aqiqah tradition. The results of the study showed that symbols such as marhaban, spinning seven times, prayer, tapis cloth, baby hair shaving, candles, coconuts, flowers, baby naming, egg flowers and money, have deep meanings in strengthening Islamic values including faith, worship, morals, and sharia. Community behavior shows a harmonious integration between local Lampung culture and Islamic teachings that strengthen Islamic identity.
Stereotip Islam Teroris Dalam Novel “Tell Your Father That I Am A Moslem” Karya Hengki Kumayandi (Analisis Semiotika Roland Barthes) Rojiati, Umi; Salas, Hagi Julio
KOMUNIKA Vol 3 No 1 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.200/M/KPT/2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/komunika.v3i1.6582

Abstract

Novel bisa menjadi media bagi pengarang untuk menuangkan permasalahan yang terdapat pada masyarakat kemudian diceritakan kembali dan menambah imajinasi sehingga bisa menarik pembaca. Novel dikatakan indah jika memuat amanat, pesan, gagasan, dan makna yang bermanfaat bagi pembaca. Novel “Tell Your Father that I am a Moslem” yang berisi, pesan, ide, dan makna yang bermanfaat bagi pembaca. Pesan akan diungkapkan oleh teori semiotika Roland Barthes, mencakup: (a) kode hermeneutik meliputi: teka-teki, rasa kesal, prasangka, respon dari berbagai peristiwa, jawaban, dan pertanyaan; (b) kode semantik (konotasi) meliputi: makna “berpenampilan aneh dengan menggunakan penutup kepala yang lebar dan mengenakan pakaian panjang.”, “dedaunan kering berguguran”, “dosa”, “magnet dan ia sendiri ibarat logam”, “teroris yang menghipnotis pikiran dan perasaannya”, “New York serasa kelabu malam itu”; (c) kode simbolik meliputi: lambang kebijaksanaan, lambang bentuk tubuh; (d) kode proaretik (sinopsis); (e) kode gnomik (kultural) meliputi: bahasa, sejarah, dan budaya.
MQ FM dan Pengembangan Dakwah (Studi tentang Peran Radio 102.7 MQ FM dalam Usaha Pengembangan Dakwah Islam di Wilayah Bandung) Muzzammil, Faisal; Rojiati, Umi
KOMUNIKA Vol 4 No 1 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.200/M/KPT/2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/komunika.v4i1.8241

Abstract

Aktivitas Dakwah Islamiyah dapat dilakukan dengan metode dan media apapun, termasuk juga dengan berdakwah melalui radio. Radio 102.7 MQ FM merupakan radio dakwah yang ada di wilayah Bandung. Radio ini mempunyai peran penting dalam usaha pengembangan dakwah Islam di wilayah Bandung, melalui program siarannya yang terbagi menjadi dua bentuk, yakni: On Air dan Off Air. Dengan menggunakan metode penelitian Studi Kasus dan merujuk pada teori Difusi Inovasi, ada lima peran penting dari Radio MQ FM dalam usaha pengembangan dakwahnya, yaitu: 1) Pengetahuan; 2) Persuasi; 3) Keputusan; 4) Pelaksanaan; dan 5) Peneguhan.
Crisis Communication And Social Media: The Mayor's Strategy Of Bandar Lampung @eva_dwiana Rojiati, Umi; Setiawati, Rini
KOMUNIKA Vol 6 No 1 (2023): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/komunika.v6i1.17821

Abstract

This study aims to find the results of the implications of the use of social media by the Bandar Lampung City government as a crisis communication management strategy during the Covid-19 pandemic. Crisis communication efforts are carried out through the @eva_dwiana Instagram account. This research used a qualitative content analysis method with Instagram content objects @eva_dwiana from 2019 to 2020. The results showed that the Bandar Lampung City Government, through its Mayor, used social media accounts to disseminate instructions regarding the handling of COVID-19 as well as publicize the performance carried out in overcoming the crisis. Other results also have more uploads containing instructions than performance publications. It also shows that the Bandar Lampung City Government prioritizes public safety over the institution's reputation.
Pemberdayaan Ekonomi melalui Program Kelompok Mingguan (PKKM) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Rabbani, Gian; Muzzammil, Faisal; Rojiati, Umi; Kurniawan, Agus
Al-Mu'awanah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/almuawanah.v2i1.8902

Abstract

Dalam penanggulangan masalah keterpurukan ekonomi tentu memerlukan keterlibatan pemerintahan maupun swasta, dintaranya Program Kredit Kelompok Mingguan (PKKM),  yang menjadi produk PT BPR Parasahabat dalam mengatasi pemasalahan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan gambaran umum mengenai produk pemberdayaan ekonomi yang di lakukan oleh PT BPR Para sahabat yaitu Program Kredit Kelompok Mingguan (PKKM) yang di dalamnya mencakup perencanaan, pelaksanaan dan hasil. Penelitian ini mengacu kepada  teori pemberdayaan Rubin bahawa dalam pemberdayaan setiap proses harus memberikan hasil, pemberdayaan dalam pelaksanaan dan perencanaanya selalu melibatkan masyarakat, dalam kegiatan pemberdayaan kegiatan pelatihan dan pembangunan fisik harus berjalan beriringan, pemberdayaan harus dapat memaksimalkan sumber daya dan terakhir pemberdaya harus bisa memfungsikan diri sebagai penggerak. Hasil pengabdian menunjukan bahwa dalam perencanaan, pelaksanaan dan hasil PKKM yang dilaksanakan oleh PT BPR Parasahabat dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dimana dalam perencanaan dan pelaksanaan PKKM sesuai dengan konsep – konsep pemberdayaan masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan.
Metode ecobrik sebagai solusi inovatif terhadap dampak lingkungan Rojiati, Umi; Setiawati, Rini; Wijaya, Andi; Sarwana, Atin; Wulandari, Ayu
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i4.24069

Abstract

Ecobrick merupakan metode daur ulang sampah plastik dengan cara memadatkannya ke dalam botol plastik bekas hingga menjadi bahan bangunan atau kerajinan, seperti pot bunga dan pagar tanaman. Tahapan pelaksanaan ecobrick dilakukan dalam beberapa tahapan antara lain sosialisasi dan penyuluhan; pelatihan pembuatan ecobrick; pendampingan teknis; pembuatan produk dari ecobrick, dan evaluasi. Selain dosen dan Mahasiswa, kegiatan ini dilakukan oleh warga dan anak-anak sekolah, kegiatan yang dilakukan antara lain pembersihan serta pemilahan plastik, pemotongan menjadi ukuran kecil, dan pemadatan ke dalam botol menggunakan tongkat kayu. Desa Taman Agung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan selama ini menghasilkan sampah sekitar 75 kg, dengan jumlah yang dihasilkan tersebut sampah plastik yang diolah menjadi 210 ecobrick. Produk tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membuat pot bunga serta pagar tanaman di lingkungan desa. Evaluasi kegiatan ini dilakukan melalui observasi dan kuesioner sederhana kepada yang terlibat, hasil yang didapat yaitu menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat hingga 68% terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Selain efektif menekan volume sampah plastik, ecobrick juga berkontribusi mencegah pelepasan CO₂ dari degradasi plastik sehingga mendukung mitigasi perubahan iklim, sekaligus menjadi sarana edukasi praktis bagi generasi muda.
Harmoni dalam Keberagaman: Pengalaman Hidup Umat Baha'i di Tengah Masyarakat Umi Rojiati
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 3: Mei 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kerukunan umat beragama di negara yang plural seperti Indonesia merupakan persoalan yang cukup kompleks, karena kehidupan sosial keagamaan terkait dengan beberapa aspek. Adanya pemahaman keagamaan yang beragam dimasyarakat, menjadi salah satu hal yang harus disoroti dalam masalah kerukunan ini. Maka, pemahaman keagamaan yang inklusif yang tidak melupakan moral dan etik, merupakan salah satu aspek yang terpenting yang harus terus dikembangkan dalam membina kerukunan antarumat beragama. Karena tanpa moral dan etik, kehidupan akan menjadi kering. Etika dipahami sebagai bentuk penghormatan kepada nilai-nilai luhur seperti berserah diri, ketabahan, kesederhanaan, persamaan, dan saling menghargai satu sama lain. Jadi etika tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan dan kesadaran tentang baik dan buruk. Tetapi, etika juga menyangkut analisis konseptual mengenai hubungan yang dinamis antar umat beragama sabagai subyek yang aktif dengan pikiran, perbuatan, dan tujuan keberagamaan masing-masing. Ajaran Baha’i dalam hal ini memiliki indikasi yang bersesuaian dengan pemkiran tersebut, hal ini karena agama Baha’i mengajarkan kepercayaan bahwa hanya ada satu Tuhan Yang Maha Agung, yakni Tuhan Yang Maha Esa yang telah mengirim para rasul dan nabi untuk membimbing manusia. Disamping itu agama Baha’i mengajarkan bahwa semua agama sama tujuannya karena berasal dari Tuhan yang sama. Agama Baha’i pun mengajarkan bahwa semua manusia adalah sama dihadapan Tuhan, dan mereka harus diperlakukan dengan baik, harus saling menghargai dan menghormati. Agama Baha’i memiliki ritual agama diantaranya adalah sembahyang, puasa, do’a bersama dan membaca tulisan suci, dan yang terakhir agama Baha’i mempunyai sistem administrasi yang diatur oleh lembaga-lembaga Baha’i itu sendiri. Sistem administrasi ini bertujuan untuk membawa ketertiban dan kedamaian diantara berbagai bangsa di dunia.
Komunikasi Keluarga Beda Budaya dalam Membina Keharmonisan Rumah Tangga Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran Aji Suprapto, Muhamad; Khairullah, Khairullah; Rojiati, Umi
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol. 6 No. 1 (2026): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/dawatuna.v6i1.11066

Abstract

This study aims to analyze daily communication patterns and conflict management strategies among intercultural couples in Kedondong District, Pesawaran Regency. The research is motivated by the increasing number of intercultural marriages, which often involve differences in language, customs, and social role expectations within families. A qualitative approach was employed, using in-depth interviews with intercultural couples as the primary data collection method. The findings indicate that couples tend to adopt accommodative communication patterns through the use of a neutral language, metacommunication, and the formation of a “third culture” resulting from the negotiation of cultural values. Conflict management is primarily conducted through integration and compromise strategies, supported by responsive tolerance manifested in respect for expressive differences, self-directed cultural learning, and the role of spouses as mediators with extended families. These results suggest that responsive tolerance is a key factor in maintaining harmony and sustainability in intercultural family relationships.
Metode Penyampaian Pesan Dakwah Dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Masyarakat Pada Pengajian Rutin Malam Sabtu Di Masjid Miftahul Jannah Perumahan Griya Sukarame Bandar Lampung tansil, glenaldy; Khairullah, Khairullah; Umi Rojiati
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v8i1.4502

Abstract

Regular Islamic study groups (Koran) are a means of da'wah (Islamic outreach) that play a strategic role in enhancing religious understanding in the community, particularly in urban environments with high levels of activity and limited social interaction. This study aims to analyze the methods of delivering Islamic outreach messages and their impact on improving the congregation's religious understanding during regular Saturday night Islamic study groups at the Miftahul Jannah Mosque in the Griya Sukarame Housing Complex, Bandar Lampung. This study uses a qualitative approach with field study methods through observation, interviews, and documentation. The research stages include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the da'wah delivery methods used include interactive lectures and dialogues or questions and answers tailored to the needs of the congregation. These methods have proven effective in improving religious understanding, as demonstrated by the congregation's increased ability to understand the material, active participation in Islamic study activities, and changes in worship behavior in daily life. In addition, Islamic study activities also contribute to strengthening social interactions based on Islamic values ​​within the community. Thus, regular community-based Islamic study groups can be an effective model of religious development in increasing religious awareness in urban communities